Archive for

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 5
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 5

Selamat Membaca…. Catatan Penulis:Tanpa sadar ternyata saya sudah mangkir selama sebulan, maaf membuat kalian menunggu!!! Naskahnya…… Saya akan berjuang sungguh-sungguh setiap hari!! ========== Beast Kingdom Kermes sudah terlihat dan perlahan-lahan kapal ini mendekati pelabuhan. Ada beberapa kapal besar berlabuh di pelabuhan ini. Mungkin mereka adalah pedagang dari negara lain. “Aku tidak menyangka akan sampai secepat ini…. Aku benar-benar berterimakasih pada Cain-dono… Sesampaiya di pelabuhan nanti saya akan langsung mengantarkan Cain-dono ke rumah Walikota… kami mempersiapkan tempat tinggal Cain-dono disana….” “Ya terima kasih” Kapal itu pun tiba di pelabuhan, dan Cain pun turun sambil memandangi kapal yang sedang menurunkan muatan. Karena hari sudah malam, para petualang dan orang gereja yang ikut dari Kerajaan Esfort pun diantarkan ke penginapan yang telah disiapkan oleh Hagnes. Sedangkan Cain menuju ke rumah walikota dengan kereta kuda bersama dengan Hagnes. Pemandangan kota yang terlihat dari kereta kuda ini nampak khas seperti kota pelabuhan, dan banyak toko-toko berjejer. Meskipun Kerajaan Kermes ini sedang dalam masa perang, tidak ada kerusakan di pelabuhan ini karena letaknya cukup jauh dari Kekaisaran Vysus. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “Semua barang yang masuk ke Kerajaan Kermes, pasti akan melalui kota pelabuhan ini, maka dari itu banyak pedagang yang menawarkan berbagai jenis barang….. Dan juga ada banyak petualang yang mengawal para pembawa barang dagangan ini…Katanya Cain-sama juga terdaftar sebagai petualang??” “Ya… aku mendaftar di Ibukota…. Tapi karena aku akhir-akhir ini sibuk dengan kegiatan bangsawan, aku jadi jarang menerima quest sebagai petualang…” “Pasti begitu ya, Cain-sama menjadi Margrave di usia yang sangat muda….” Hagnes tersenyum dan kembali menatap kedepan. Cain pun menikmati pemandangan kota pelabuhan ini sampai mereka tiba di rumah Walikota. Setibanya di rumah Walikota, Cain dan rombongannya segera dipandu untuk masuk dan menuju ke kamar tamu. “Setelah sedikit beristirahat, bisakah kita melakukan pertemuan dengan walikota disini? Tentu saja aku akan ikut menemani…” “Ya, tolong beritahu aku jika saatnya sudah tiba…” Hagness pun meningalkan kamar setelah ia membungkuk kepada Cain. Kamar itu adalah kamar yang cukup bagus dengan dua tempat tidur besar yang berjejer dan juga sofa. Cain pun duduk di sofa dan memikirkan tentang tiga orang yang didengarnya di Kerajaan Esfort kemarin. Terimakasih kepada para donatur!!!  “Hero, Holy Knight dan Sage ya…. Meskipun tidak akan sebanding dengan Yuuya-san, aku harus membuat beberapa persiapan…. Ngomong-ngomong, aku tidak boleh ke garis depan ya….. Aku tidak bisa seenaknya muncul ya…” Karena Cain masih dibawah umur, ia dilarang oleh sang Raja untuk ikut…

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 1 Chapter 24
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 24

  Selamat Membaca…. Sang gadis yang tidak bisa memahami situasi ini nampak terkejut melihat anak-anak sedang makan dengan riang gembira. “Kakak bangun!!!” Anak-anak yang tadinya sedang makan langsung mengerubungi gadis itu. “Ada apa sebenarnya…. Bahkan sampai ada makanan disini…” Leor pun mulai menjelaskan jawaban untuk pertanyaan itu. “Aku pergi ke guild petualang untuk membuat quest untuk menyembuhkan kakak…. Lalu abang ini datang…” “Kok.. begitu.. Guild petualang…. Kita tidak punya….” “Tapi kakak langsung sembuh… abang itu tadi memberikan sihir High Heal dan Cure…. Abang itu juga membuatkan kita makanan…” “High Heal?? Malah kita semakin tidak bisa bayar….. dan makanan  juga…. “ Melihat gadis itu terus terkejut aku pun berdiri dan menjelaskan. “Aku sudah mendapat bayarannya dari Leor… dan juga karena aku sedang lapar, jadi aku mengajak mereka makan bersama…. Karena aku punya cukup banyak bahan….” “Iya benar… aku tadi sudah membayar tiga koin tembaga dengan uang yang aku tabung!!” Mendengar jumlah itu si gadis malah semakin terkejut. Normalnya tidak akan ada petualang yang akan menerima tiga koin tembaga sebagai bayaran quest ini. Gadis itu pun berjalan mendekatiku dan tiba-tiba ia membungkuk sedalam-dalamnya. “Terima kasih telah mau mendengarkan keegoisan Leor… Dan maafkan aku karena telah merepotkanmu dengan sihir penyembuhan itu….. Pasti anda sudah mengetahui dengan melihat situasi kami, kami tidak bisa membayar…….” Aku pun tersenyum melihat gadis itu mengucapkan terima kasihnya dengan tulus dan berlinangan air mata. Aku  pun memintanya untuk berdiri. “Pertama-tama, izinkan aku memperkenalkan diri…  Aku Touya… Seorang petualang dari kota Fendy…. Aku datang ke kota ini dalam misi pengawalan…. Dan aku kebetulan beremu dengan Leor di Guild, karena aku juga sedang nganggur jadi aku mendengarkan permintaanya…” Gadis itu tersadar bahwa dia juga belum memperkenalkan diri. Lalu ia pun memperkenalkan dirinya sambil tersipu malu. “Maafkan aku…. Namaku adalah SAYA…. Aku yang merawat anak-anak yang ada di panti asuhan ini…. Aku benar-benar mengucapkan terimakasih…” “Untuk saat ini, mari kita makan dulu? Dipanci masih ada makanan, dan juga rotinya masih ada….” Setelah mencium aromanya, terdengar suara perut SAYA berbunyi. Ia segera memalingkan wajahnya yang semakin memerah karena malu. “… kalau begitu izinkan aku bergabung…” SAYA pun duduk, dan aku menyendokan sup dari panci untuknya serta meletakan roti dihadapannya. Melihat banyaknya campuran dalam sup itu SAYA pun terkejut. “Ada banyak sekali bahannya…” Kerika ia mencoba memasukan satu sendok kedalam mulutnya, perlahan dia pun tersenyum. “Lezatnya……” Aku pun tersenyum dan melanjutkan makan ku. Dalam sekejap makanan anak-anak itu habis, dan mereka pun menambah porsi…