Vol.01 - Ch.04 ~ Lagi-lagi Waktu Berlalu...

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 1 Chapter 4 di Kurozuku.

10 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

“Fuuh … fhuh …!”

Aku terus menjalani rutinitasku. Aku yang sebentar lagi berusia lima tahun ini akhirnya bisa berpartisipasi dalam pesta. Meskipun disebut pesta, ini adalah tempat dimana para bangsawan yang dekat dari ibukota membawa anak mereka. Singkatnya ini adalah ajang untuk memamerkan anak mereka.

Aku dan adik laki-laki ku Grint ikut berpartisipasi disana. Alasan kenapa Grint yang masih berusia tiga tahun ikut hadir adalah kebetulan saja ada aku. Ayah sebenar nya berpikir untuk mengajaknya ketika ia berusia lima tahun, sama sepertiku. Namun Alma ibunya menolak itu. Tentu saja alasannya adalah——

“Kita ini kan punya dua anak yang luar biasa… terlebih Grint mempunyai title Holy Knight yang sangat gemilang…. Bukankah kita harus menunjukan ini???”

Dia hanya menggunakanku sebagai pijakan untuk membuat adik laki-laki ku itu menonjol. Karena ayah adalah ayah, dia hanya mengatakan begitu ya, benar juga, dan menerima usulan itu.

Setelah itu ibu berkali-kali meminta maaf kepadaku. Padahal itu bukan salah ibu.

“Hah…hah… 1000…. Selesai….”

Aku memulai latihan ini sejak aku berusia empat tahun dan sekarang aku sudah disiplin untuk melakukannya sendiri. Untuk saat ini aku sudah melakukannya 1000 kali mengayunkan pedang.

Apa sulit untuk melakukan 1000 ayunan pedang diusiaku ini? Tentu saja, karena itu aku menggunakan pedang kayu yang super ringan ini.

Lalu apa yang terjadi dengan Toxun Decomposition ku?? Aku sudah berhenti untuk memikirkannya lagi. Aku akan berusaha mencapai puncak dengan usahaku.

“Araraa… Hari ini kamu juga berjuang keras ya Ain…”

“Ibu!! Apa ibu melihat ku??”

Saat ini hanya ibukulah yang menjadi penyembuhku dan inti dari kehidupanku saat ini. Karena itu, Menikahlah denganku dimasa depan….

“Ya, aku menontonnya… Kamu sudah bisa mengayunkan pedang dengan indah ya sekarang…”

“Aku senang latihan kerasku setiap hari membuahkan hasil…”

“…Suami ku mana??”

“Ayah… Mungkin dia ada ditempat pelatihan Grint… Mungkin…”

Akhir-akhir ini ayah jarang muncul dalam pelatihanku, karena itu aku berlatih secara mandiri. Akhir-akhir ini dia melatih adikku Grint. Karena dia masih belum memasuki waktunya berlatih, ayah hanya mengajarkan hal-hal dasar seperti cara-cara memegang pedang atau semacamnya.

“… Menelantarkan anak pertama….. Orang itu benar-benar…”

Tapi tidak apa-apa bu. Mengetahui kenyataan bahwa ibu tidak terlalu akrab dengan orang itu merupakan hal terbaik bagiku.

“Aku bisa melatih diriku sendiri… Karena itu beliau harus mengajarkan Grint…”

“Ih… Ain ini benar-benar anak yang baik ya….”

“Ibu~~ Aku… Ti-dak bisa bernafas…”

Aku senang sih aku bisa menempel pada dada bernutrisi ibuku ini, tapi nafasku….

“Ah maaf.. Ain… Apa latihanmu hari ini sudah selesai??”

“Sudah!”

“Begitu ya… Kalau begitu, aku ingin berbelanja… tuan ksatriaku, bisakah mengawal diriku??”

“Dengan senang hati, Ibu!!”

“Fufu … Terima kasih, ksatria imutku…”

Ibu ingin berbelanja? Maka aku harus melindunginya. Serahkan saja padaku! Bahkan jika itu ayah, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh ibuku!

“Olivia-san? Kalau kamu mau berbelanja….. Ara… Kamu juga ada disini??”

“…Ibu mertua…”

Ini dia, orang menyebalkan nomor 2. Dia adalah ibu dari ayahku. Kurasa dulunya dia adalah wanita yang cantik, namun entah kenapa aku tidak bisa menyukai dirinya. Ngomong-nomong dia ini terlalu memanjakan Grint, dan aku menganggapnya sebagai pengganggu nomor dua. Dan tentu saja nomor 1 adalah Alma.

“…. Apa kau mau pergi Ain?? Ane ya… Padahal adikmu Grint masih berusaha keras untuk berlatih, tapi kamu sudah selesai…. Karena kau tidak punya bakat, seharusnya kau lebih keras lagi dalam berusaha loh….”

“Terimakasih atas perhatiannya, Nenek. Aku sudah menyelesaikan latihan rutinku lebih awal… Jadi kupikir aku harus segera berhenti sebelum terluka…”

“Begitu ya… Maaf ya…. Aku tidak bisa menyamakan apa yang Grint bisa dengan apa yang kamu bisa ya….”

Benar-benar bikin kesal saja setiap kali bertemu. Mau aku uraikan kau!! Jangan remehkan Toxin Decomposition ku!! Ada EX nya loh! Jangan remehkan kemampuan Detoksifikasi yang sudah di akui Dewa ini!!

“Tidak apa-apa…. Terima kasih atas sarannya…”

“Tidak seberapa… Mau betapa buruknya dirimu, kau adalah asisten pewaris keluarga ini… Jadi wajar saja….”

Aku sudah berkali-kali mendengar hal ini, bagi mereka, aku tidak termasuk dalam daftar pewaris. Yah itu wajar, Holy Knight itu benar-benar pantas jadi pemeran utama kan?

“Jadi ibu mertua, Ada perlu apa??”

“Ah iya Olivia-san… Bisa kah kamu melihat-lihat teh? Aku lebih mempercayaimu ketimbang para pedagang….”

“Baiklah… Aku akan menemukan beberapa…”

“Tolong ya…. Dan juga soal audiensi berikutnya…..”

“Ada apa dengan itu?”

“Aku dan Rogas telah resmi memutuskan untuk mengumumkan Grint sebagai penerus keluarga ini….”

“…Begitu ya?”

“Itu benar…  Jadi tolong bantuannya untuk itu ya…. Kalau begitu berhati-hatilah…”

Akhir-akhir ini aku heran ayah sering sekali mengobrol dengan Alma, jadi begini ya… Memang benar dengan melakukan pengumuman ini akan lebih menguntungkan mereka ya…  Dengan posisi yang jelas seperti ini mudah juga untuk mencarikan calon pasangan untuknya. Semua itu adalah hal yang bagus, kecuali kenyataan bahwa saat ini ibuku memasang wajah sedih.

“Ibu, Ayo kita berangkat??”

“… Ain, tapi”

“Aku tidak peduli apa yang terjadi asalkan aku bisa selalu melindungi ibu…. Aku akan sangat sedih jika tidak bisa melindungi ibu….”

“… Maafkan aku…. Sungguh … aku minta maaf….”

Meskipun begitu… Kurasa aku tidak bisa menyangkal bahwa sikap Mothercon dalam diriku semakin bertambah… Ya walaupun aku tidak berniat menguranginya.

Berkat ini semua, akhir-akhir ini pada malam hari ayah lebih sering bersama Alma, dan ini merupakan hal bagus bagiku. Untuk saat ini, mari kita beangkat ibu? Aku sangat menantikan momen berbelanja kita berdua (Walaupun lebih tepat dikatakan ini pengawalan).

“Oh iya Ain! Barang yang aku pesan sudah sampai lohh!!”

“Barang pesanan?”

“Iya… Kamu sangat menginginkan ini kan… Ini ambil…”

“Ini adalah…. Ibu!!”

Ain RoundHeart
[Job] None, 1st son of Roundheart Family
[Level] 2
[HP] 55
[MP] 41
[ATK] 22
[DEF] 21
[Agility] 25
[Skill] Toxin Decomposition EX, Automatic HP recovery, Gift of Training

“Uwaaa~~!! Ini Status!! Horeeee!”

“Fufu, selamat ya Ain… Untunglah aku meminta mereka untuk mengirim ini secepatnya…. Maaf ya pengiriman untuk bangsawan itu agak ribet soal pemalsuan atau semacamnya, jadi butuh waktu….”

“Terima kasih banyak! Wow… Loh?? Apa aku punya Automatic HP recovery ya???”

“Ah aku rasa itu diwariskan dari ibu…. Kamu dapat mewarisi satu kemampuan dari kedua orang tua mu…”

“Begitu ya…Aku benar-benar terkejut, kupikir aku Cuma punya Toxin Decomposition…..”

“Ada beberapa hal yang tidak akan kamu ketahui sebelum menjadi dewasa…. Dan begitu juga soal kemampuan warisan orang tuamu….Ngomon-ngomong Automatic HP Recovery itu memulihkan HP sekitar 1% setiap lima menit loh?”

Begitu ya… ternyata ada yang seperti itu ya… Kupikir itu Cheat, tapi kalau cuma 1% per 5 menit… tidak, ini juga sudah cukup kuat…

Aku tidak tahu standar normalnya anak usia lima tahun.  Bagaimana ya? Aku juga tidak terlalu paham nilai ini…

Loh?? Saat aku sedang memikirkan ini, tiba-tiba Ibuku menunjuknya.

“Pahami ya… HP ini adalah ketahanan hidupmu, kalau angkanya habis, kamu bisa meninggal…. Kalau anak umur lima tahun normal, ibu rasa biasanya selain HP dan MP paling banyak sekitar 10…”

“Kalau begitu aku…”

“Ya, Kamu ini jauh lebih kuat daripada anak seusiamu… Selamat ya Ain…”

“Ah… Terima kasih!!”

Begitu ya, begitu ya…. Hampir saja aku terbang karena dipuji oleh ibuku.  Pada intinya, sama seperti yang aku pikirkan, kualitasku secara umum lebih tinggi daripada kebanyakan orang lainnya.

Jujur aku merasa lega….

“Hm?? Apa ini  Gift of Training??”

“Ya…. Ibu benar-benar bangga akan itu……”

“Eh??”

“Itu adalah skill untuk orang yang telah diakui dunia ini karena terus menerus berusaha melakukan sesuatu sepenuh hati…. Meskipun kamu masih anak-anak, kamu berjuang keras setiap hari untuk mengayunkan pedang… Pasti Sang Dewa telah mengakui kerja kerasmu…”

“Memang sih aku selalu melakukannya setiap hari… Tapi apa ini skil yang hebat??”

“Ya… dengan itu kamu bisa terus latihan dengan mudah tanpa merasakan lelah…. Yah walaupun banyak orang menganggapnya spele… Mereka hanya tidak mengerti saja bagaimana manfaatnya….”

Memang benar ini adalah Skill yang hebat. Jika aku menjadi tidak mudah kelelahan dalam melakukan latihan, maka aku bisa meningkatkan jumlah latihannya, bukankah ini hebat??

Tapi apa tidak apa-apa skill ini dimiliki anak seusia ku??? Jangan-jangan dewa ini….. Tidak.. itu tidak boleh… Aku sudah menerima pemberian ini, terima saja dengan senang hati! Tapi jika dewa itu melihatku…. Aku ingin mengucapkan terima kasih… Aku bisa hidup bahagia dengan caraku sendiri.

“Bu, ibu! Cepat!”

“Iya… Tunggu aku Ain…”

Aku pergi berbelanja dengan ibu.

Keluarga RoundHeart ini mengelola kota pelabuhan tepat di sebelah ibukota kerajaan, jadi ada begitu banyak pedagang dari berbagai tempat berkumpul.

“Aku sudah punya teh bagus pesanan Ibu mertua… Selainjutnya…. Ain, apa yang kau lihat??”

“Ini apa?? Benda yang dalamnya berkilau seperti berlian ini??”

“Oh, itu Batu sihir…”

“Batu sihir???”

“Ini adalah batu yang didapatkan dari monster… Seperti halnya jantung pada manusia…. Kita menggunakan energi yang ada didalamnya sebagai bahan bakar untuk menyaiapkan pemandian dan membersihkan air…”

Aku memang tahu benda ini ada, tapi aku tidak menyangka bahkan ternyata keberadaannya seperti ini ya… Bahkan benda ini dijual seperti biasa…

Yah benda ini di jajar kan dengan benda kebutuhan rumah sehari-hari ya…

“Apa benda ini tidak mahal??”

“Tergantung jenisnya ya…. Kalau batu sihirnya berasal dari monster yang kuat maka harganya juga semakin mahal…  Karena jika untuk mengalahkannya butuh kekuatan seluruh negara, maka batu sihirnya akan bisa digunakan untuk mengaktifkan sihir yang luar biasa hebatnya….”

“Hmm… Jadi berapa harga untuk batu yang digunakan untuk memanaskan air biasa??”

“Kurasa untuk satu bulan… Hmm.. mungkin sekitar 3000G sudah cukup…”

Terkait nilkai tukar disini, kurasa aku benar-benar sangat bersyukur karena 1G kira-kira setara dengan 1 Yen. Benar-benar sangat mudah untuk diingat.

Dan untuk memanaskan air, kita membutuhkan 3000 Yen setiap bulan…. Ini tidak terlalu berbeda dengan biaya hidup seorang diri di jepang!!

“Begitu, jadi kira-kira segitu ya…. Loh? Kok ada aroma manis ya??”

“Ara… Mataharinya sudah mulai terbenam, Ain, ayo  kita pulang…”

“Ah … Iya bu! Eh kok manis??”

Aku penasaran karena batu sihir ini memancarkan aroma manis, jadi aku diam-diam menjilatnya. Dan ternyata rasanya seperti karamel! Mungkin ini cocok untuk cemilan….

=====

“… Ah? Apa ini, Hei Bang!”

“Ya ya… ada apa tuan?”

“Batu sihir macam apa ini? Bagian dalam nya sudah tidak ada…. Sudah jadi seperti kristal….”

“Hmm …? Ah, Itu batu sihir seharga 500G ya… Maaf ya….. Tapi aneh… harus nya aku sudah memeriksanya dengan benar deh….”

====

Ain RoundHeart
[Job] None, 1st Son of Patriot Roundheart Family
[Level] 2
[HP] 57    2UP
[MP] 41
[ATK] 22
[DEF] 21
[Agility] 26  1UP
[Skill] Toxin Decomposition EX, Automatic HP recovery, Gift of Training.

 

Terima kasih telah mampir….

Comments

8 responses to “Maseki Gurume Volume 1 Chapter 4”

  1. Hogaku says:

    Lanjut min

  2. Mofu says:

    Nih kok sepi ya
    Padahal bagus…

  3. Shin says:

    Semangat min

  4. gada akhlak says:

    min TL lnjt dri manganya aja

  5. […] on FacebookShare on Twitter Sebelumnya Daftar Isi […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *