Maseki Gurume Volume 3 Chapter 10A
~Hari yang Baru pun Tiba (A)~

 

Selamat Membaca….
Mohon maaf atas Delay berkepanjangan ini….

“Akhirnya datang juga Nya….”

Semalam Ain tertidur dipelukan Oliva. Dan ketika dirinya terbangun dipagi hari, entah kenapa dirinya masih tetap dipeluk di tempat tidur.  Ia sempat bingung sejak kapan dan bagaimana dirinya bisa berpindah ketempat tidur, namun ketika melihat akar-akar baru diatas permadani, dirinya pun menduga sepertinya Olivia telah berubah menjadi Dryad dan memidahakannya.

Meskipun dia merasa sedikit kecewa karena tidak bisa melihat wujud Olivia saat menjadi Dryad, namun setelah mengingat bahwa dirinya semalam telah menunjukan sesuatu yang sangat memalukan, akhirnya dirinya pun tidak bhisa banyak mengeluh.

Olivia sepertinya tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi semalam dan saat sarapan ia hanya menyantap makanannya dan berbincang dengan bahagia bersama Ain. Gadis itu juga sepertinya merasa cukup bahagia karena semalam adalah pertama kalinya setelah sekian lama dirinya bisa tidur bersama Ain lagi.

Setelah sarapan seorang pelayan memberikan pesan dari Catima, dan setelah bersiap-siap Ain pun bergegas menuju ke Laboratorium Catima.  Ngomong-ngomong, setelah istirahat semalaman, lengan Ain sepertinya sudah mulai bisa digunakan kembali.

“Ada apa sih tiba-tiba bengini Catima-san…..”

“Aku begadang semalaman dan membuat kesimpulan apa yang terjadi belakangan ini Nya…. Rincian tentang Magic Stone milik Lich dan Sea Dragon Nya…..”

Ia meletakan banyak dokumen diatas meja sekaligus sampai-sampai terdengar suara yang cukup kencang. Bahkan setelah semua orang bubat semalam, sepertinya Catima tetap melanjutkan pekerjaannya dan mengurung diri di Laboratoriumnya ini. Sepertinya berkat Chris yang menawarkan diri untuk membantu, penerjemahan yang dia lakukan telah mengalami kemajuan.

“Darimana aku harus mulai memeriksanya ya…..”

“Karena itu tubuhmu sendiri, kamu harus benar-benar memahami semuanya…. Tidak perlu pedulikan masalah urutannya…. Ngomonmg-ngomong aku juga memberikan laporan yang sama kepada Ayah dan kelompoknya, jadi tolong mengerti ya…. Dan juga aku sudah meminta para pelukis di Istana ini untuk menggambarkan ilustrasinya agar lebih mudah dipahami…..”

Karena dijelaskan seperti itu, maka Ain berusaha memeriksa laporan itu mulai dari atas. Lembar pertama adalah tentang Sea Dragon.

“Oh iya…. Ngomong-ngomong, aku juga punya skill Sea Current…”

“Yah, mungkin kamu belum bisa menggunakannya saat ini Nya…. Tidak mudah untuk bisa menggunakan skill yang bisa memanipulasi fenomena alam….”

Seekor monster raksasa biasanya memiliki kekuatan fisik dan energi sihir yang sesuai dengan ukuran tubuh mereka. Karena itu mereka bisa melakukan sesuatu. Begitu pula dengan Sea Dragon dan Skillnya.

“Aku punya sedikit pertanyaan…. Meskipun aku telah menghisap banyak dari Magic Stone milik Sea Dragon itu yang sekelas dengan harta nasional, apa aku masih belum mendapatkan kekuatan fisik atau sihir sekuat Sea Dragon itu??”

“Apa jika kau makan daging 1kg tubuhmu akan naik 1kg juga Nya?? Kalau bisa semudah itu untuk menjadi kuat, pasti monster-monster itu saat ini tidak akan bisa terkalahkan oleh siapapun…..”

Ia sudah mengerti hal itu, nampaknya memang tidak bisa semudah itu.

“Daripada itu, Bentuk manusia itu ada batasnya, jadi mungkin hal itu juga yang mempengaruhi Nya….”

“Apa itu artinya batasan dalam Status??”

“Benar Nya…. Artinya adalah kau tidak akan pernah naik lagi setelah mencapai nilai tertentu…. Misalnya kau akan sulit naik setelah mencapai angka 999 dan semacamnya….Dan hipotesis ini sudah ada sejak dahulu kala…. Namun karena dalam sejarah hanya ada beberapa orang saja yang dikatakan bisa mencapai titik itu jadi hipotesis ini masih belum bisa dipastikan…..”

“Begitu ya…”

“Yah… nanti juga kita akan bereksperimen soal persentase penyerapan itu, sekarang abaikan saja, cepat baca dokumen itu….”

Setelah itu Ain kembali fokus pada dokumen ditangannya. Banyak informasi tertulis disana, mulai dari panjang tubuh hingga ekologi dari Sea Dragon telah dirangkum. HP nya diperkirakan sekitar ratusan ribu. Dan dengan melihat angka itu saja sudah membuat kita yakin bahwa itu benar-benar monster. Namun karena tidak ada banyak orang yang bisa menjadi sumber referensi, maka sepertinya memang isi dokumen ini masih banyak kekurangan. Dan informasi baru yang diketahui adalah bahwa naga itu bisa bertarung hanya menggunakan tubuhnya tanpa mengeluarkan serangan nafas naganya.

“Hei Catima-san….”

“Apa Nya”

“Kira-kira mana yang lenbih kuat, Dullahan atau Sea Dragon?”

“Jika ada pijakannya maka sudah pasti Dullahan yang akan menang….”

“Rupanya memang benar-benar kuat ya…..”

“Itu artinya Dullahan yang sesungguhnya adalah benar-benar monster….”

Untuk saat ini memang tidak memungkinkan untuk menyaksikan sendiri betapa kuatnya dia. Namun hanya sebatas membaca dokumen itu saja sjudah membuat Catima berkesimpulan bahwa Dullahan jauh lebih kuat.

“Hmm … begitu.”

“Sekedar peringatan saja, Ain… Cara status Ain berkembang itu mirip dengan cara monster-monster berbahaya berkembang…..”

“Apa sih tiba-tiba mengatakan itu? Apa maksudnya??”

“Sudahlah dengar saja Nya…. HP dan MP mu luar biasa tinggi dan memiliki  DEF tinggi… hal ini menunjukan kemampuan untuk bertahan hidupmu sangat tinggi…. Para Monster berbahaya itu.. jika disimpulkan maka mereka menggunakan energi sihir untuk memperkuat tubuh mereka dan menggunakannya dalam pertarungan…. Maka dari itu status milik Ain itu lebih dekat dengan Monster ketimbang manusia….”

“…Termasuk Skill Named yang kemarin Catima-san katakan??”

“Malah menurutku itu lah penyebabnya Nya…. Meskipun begitu memang benar itu akan membuatmu menjadi lebih kuat Nya…. Jadi kutasa tidak masalah…..”

Untuk monster-monster berbahaya seperti Dullahan dan Sea Dragon, hal pertama yang orang-orang sebutkan tentang mereka pastilah tentang daya tahan mereka yang sangat luat biasa. Itulah yang menjadi bukti bahwa mereka telah hidup cukup lama. Dan dengan menggunakan MP yang super banyak itu mereka memperkuat tubuh dan juga daya serang mereka.

“Begitu ya…. Daripada itu, sepertinya dokumen tentang Sea Dragon sedikit sekali ya….”

“Karena jumlah orang yang menjadi referensinya sedikit… dan lebih tepatnya belum pernah ada yang mengamatinya langsung….”

“Ah tapi ada satu hal bagus yang aku tahu…. “

“Apa? Katakan padaku!”

“Magic Stone milik Sea Dragon itu sangatlah enak… dan mungkin yang paling enak yang pernah aku makan…. “

Catima langsung duduk terlemas di kursinya.

“Memangnya apa yang bisa aku lakukan jika mengerti hal seperti itu!!”

“Tapi itu benar-benar luar biasa loh…. Kemarin kita makan steak Sea Dragon kan?? Rasa steak kemarin itu bahkan tidak bisa menjadi tandingan…..”

Catima pun menelan ludah saat mendengar itu. Bahkan steak yang ia makan kemarin adalah salah satu makanan terbaik yang pernah ia rasakan. Setelah mendengar itu dia menjadi sedikit tertarik.

“Mmmmmmmm … Tapi kita ini tidak bisa merasakan itu, jadi tidak ada gunanya juga!!”

“Yah, benar juga sih….”

“Nya!!”

Melihat Ain mengatakan itu dengan wajah sedikit meledek, Catima mencoba mencakarnya. Namun itu dapat dengan mudah dihindari oleh Ain. Meskipun tanganya tidak bisa banyak bergerak, tubuhnya masih bisa bergerak dan menghindarinya.

“Kalau begitu dokumen selanjutnya….. Ah orang ini….”

“Kamu ini benar-benar keponakan yang merepotkan Nya… Wanita itu adalah istri dari Dullahan, sang Elderlich…”

Meskipun hanya terlihat bagian mulutnya saja, namun dapat dipahami sosok itu sangatlah cantik. Dia memakai jubah hitam dan membawa tongkat besar, dan terlihat mengesankan.

“Sepertinya aku merasa telah melakukan sesuatu yang salah ya….”

“Nya?”

“Kalau saja aku tahu mereka memang pasangan dari awal, sebaiknya aku mempertemukan saja mereka langsung…. Aku tidak perlu sampai ketakutan dan menyegel ulangnya….”

“… Tapi sekarang, meskipun itu didalam tubuh Ain, mereka berdua sudah bisa bersama lagi…. Jadi kurasa itu lebih baik Nya….”

Meskipun mereka adalah monster, setelah mereka menunjukan rasa cinta sebesar itu Ain pun merasa bahwa sebaiknya mempertemukan mereka secepat mungkin. Sepertinya inilah sebabnya ketika Ain menghisap Magic Stone Elderlich itu Ain mendengar ucapan terima kasih.

“Loh?? Belati di gambar ini…..”

“Kemarin Chris bilang kan Nya? Elderlich akan membuat belati menggunakan inti kekuatannya dan diserahkan kepada sosok yang menjadi belahan jiwanya….”

“Iya memang bilang sih…. Dan itu belati ini???”

“Apa kamu pernah melihatnya??”

“Tentu saja… ini kan partnert ku….”

Sebuah belati yang Ain gunakan untuk melawan Sea Dragon dan akhirnya hilang. Belati yang tergambar disana sangatlah mirip dengan belati miliknya itu. Ketika gambar itu muncul disana dia mulai merasakan hubungan takdir ini cukup aneh.

“Nama belati itu adalah ‘potongan besi kematian’ itu adalah belati yang dibuat dengan mengikis sedikit demi sedikit inti dari Elderlich itu….”

“Mendengarkan penjelasan itu saja sudah mengerikan…. “

“…Sepertinya itulah yang menyebabkan Sea Dragon kalah…. Belati itu sebenarnya seperti semacam jimat yang hanya digunakan disaat-saat terakhir saja…. Bahkann dikatakan bahwa meskipun belat itu akan langsung menghilang setelah sekali digunakan, namun dampaknya bisa sampai membuat raja iblis sekalipun terkena dampak yang fatal….”

“Hebat juga ya… Lalu kenapa selama ini efek itu tidak pernah aktif ya?? Eh daripada itu, kenapa Catima-san sepertinya tahu banyak soal itu??”

“Karena itu adalah benda yang dibuat untuk pasangannya maka mungkin tidak bisa digunakan oleh selain pasangannya itu…. Ain kan sudah menyerap Magic Stone Dullahan, dan disaat-saat terakhirmu itu sepertinya semua parameter itu sudah terpenuhi jadi efek itu pun aktif….. Dan juga semua ini adalah hasil terjemahan Chris….”

Chris-san terima kasih banyak, itulah yang terlintas dalam benak Ain saat ini.

“Begitu ya…. Jadi belati itu bukan jatuh ke dasar laut ya….”

“Setelah memberikan serangan terakhir, belati itu menghilang Nya….. Berterima kasihlah… Ain bisa menjadi pahlawan seperti ini mungkin adalah berkat Elderlich ini….”

“Ya…. Aku sangat berterima kasih padanya.,…”

“Mungkin pada saat batu sihir Dullahan itu dibawa keistana, batu sihir milik Elderlich itu juga berasal dari tempat yang sama dan akhirnya terpendam di tempat harta karun…”

Dullahan, Elderlich dan belati itu. Dengan berkumpulnya batu sihir para pengikut raja iblis ini, Ain merasakan ada sebuah hubungan takdir yang cukup kuat. Ain pun merasa tertarik dengan sesuatu yang masih samar-samar ini.

“Terakhir, coba lihat yang ini….”

Catima mengatakan itu sambil mengeluarkan beberapa lembaran kertas. Di lembaran pertama tertuliskan.

“Hipotesis tentang Raja Iblis, serta sebuah aksi pengkhianatan”

Terima kasih telah mampir….
Meskipun mungkin masih agak kacau, Jawal akan dikembalikan seperti semula….

 
Anda telah membaca Maseki Gurume Chapter Vol.03 - Ch.10.1. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

11 responses to “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 10A”

  1. Gilda says:

    Lama amat min update nya
    Semoga aja sehat selalu

  2. Himeko says:

    Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun ada?

  3. Gilda says:

    Lama ama min update nya
    Semoga aja sehat selalu

  4. Ekho says:

    Mantap

    Thank update nya
    Semangat min

  5. Asparagus boy says:

    semangat TL-nya min……ditunggu kelanjutannya

  6. Ark says:

    Semangat admin, saya setia menunggu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *