Maseki Gurume Volume 3 Chapter 11A
~Berbagai hal terjadi (A)~

Selamat Membaca….

Kota perdagangan, Birdland. Sebuah kota netral yang dikelilingi oleh tiga negeri, Heim, Euro, dan Rockdam.

Setiap tiga tahun sekali, di sana diadakan sebuah acara besar. Sebuah turnamen di mana orang-orang kuat dari seluruh pelosok benua bersaing untuk saling mengasah kemampuan masing-masing.

Turnamen yang dihadiri oleh para penggila kekuatan ini ini, juga menjadi pemasukan bagi kota perdagangan ini, dan sering kali menjadi event persaingan toko-toko dan para pedagang.

Dan pada saat ini, pertandingan final turnamen kali ini telah dimulai. Ketegangan di arena meningkat, dan terdengar suara sorak-sorai meriah dari penonton.

Ada sebuah alasan mengapa pertandingan final ini sangat meriah, dan pada kenyataannya memang sangat meriah. Para peserta pertarungan final ini adalah peserta yang sama dengan peserta pertandingan final sebelumnya selama tiga kali berturut-turut. Dan teknik-teknik dari mereka berdua yang telah terlatih itu menarik perhatian banyak orang dari seluruh penjuru benua.

“Chi! …Masih belum roboh ya….!”

“Sepertinya kau sudah menjadi lebih kuat dibanding tiga tahun lalu…. Aku sampai salah mengira…”

“Aku hanya mendengar itu sebagai sindiran…..! Heyya!!”

Di salah satu sisi, pesertanya adalah seorang perwakilan dari Heim, Jendral besar di Heim, Logas. Dia telah mencapai final turnamen ini selama tiga kali berturut-turut.

Dan sosok pria tua yang menjadi lawannya adalah perwakilan dari Euro. Pria itu bernama Ed. Seorang teman masa kecil dari Amur, sang pemimpin Euro, dan sampai saat ini dia berperan sebagai asistennya.

Meskipun ini selama tiga kali turnamen berturut-turut dia menghadapi lawan yang sama di final, namun bukan berarti dia baru tiga kali masuk kedalam pertandingan final turnamen ini.

Dia sudah mengikuti turnamen sejak sekitar 18 tahun lalu. Dan sejak saat itu, ini dia sudah 6 kali mencapai pertandingan final berturut-turut. Jika dinilai dari kekuatan pribadinya, dia adalah pengguna tombak terbaik di benua ini.

Jika menilai kekuatan negaranya, tidak diragukan lagi bahwa Heim berada di atas semua negara. Namun jika saja Euro dapat mengumpulkan dan melengkapi pasukan mereka dengan jumlah yang setara, tak diragukan lagi Euro yang akan berkuasa di benua itu. Dan Ed adalah sosok orang yang berani mengatakan itu.

Tentu saja, baik Heim dan Rockdam pernah menawarkan uang untuk merekrutnya. Namun jawabannya tidak pernah berubah. Dia tidak pernah menjawab apapun selain “Aku adalah orang Euro”.

“Sepertinya ini adalah serangan yang terlalu berat untuk diterima langsung dari depan….”

“Hmm…  teknik menggunakan tombak itu masih belum berubah…. Aku masih berpikir itu bukanlah teknik yang dilakukan manusia!”

Logas terus melancarkan serangan, namun tidak pernah menjadi pukulan telak.

Ed terkadang terkena serangan beruntun dan terdorong kebelakang, namun itu hanyalah terdorong saja, tidak sampai menimbulkan damage yang besar. Karena dia bisa memecah energi tekanan lawannya itu dengan baik.

“Waduh waduh…. Aku kewalahan… tebasan pedang itu terasa jauh lebih berat daripada terakhir kali kita bertanding…. benar-benar menyulitkan tubuh tuaku ini…”

“Kalau begitu, bagaimana jika menerima seranganku ini dengan sukarela??”

“Kalau sampai aku menerimanya, aku yakin aku akan cedera parah…. Aku masih punya banyak pekerjaan, jadi aku tolak tawaran itu…. Karena itu, sebaiknya aku segera menyelesaikannya….”

Dengan sangat cepat, Ed memasuki celah di dada Logas. Para penonton berteriak karena menduga Ed sang pengguna tombak mungkin tidak sempat menggunakan tombaknya.

Namun pemikiran seperti itu segera terbantahkan. Ia menggunakan tombaknya sebagai tumpuan dan menghindari serangan halauan dari Logas, sambil mengarahkan gerakannya. Lalu kemudian Logas dirubuhkan dengan menggunakan bagian gagang tombak. Seketika  Ed mundur selangkah dan kemudian mencoba menusuk leher Logas dengan tombaknya.

“Pertandingan selesai!! Pemenangnya adalah Ed, perwakilan dari Euro!!”

Semenjak menjadi seorang jendral besar, Logas tidak pernah terkalahkan. Namun semua itu berubah ketika ia berhadapan dengan orang tua bernama Ed di turnamen ini.

Sosok bernama Ed inilah satu-satunya orang di benua ini yang bisa menodai kemenangan Logas. Mungkin saja diantara para petualang ada juga orang yang bisa melakukan hal yang sama. Namun orang-orang seperti itu belum pernah muncul dan menunjukkan sosoknya. Meskipun begitu, tidak salah lagi Logas merupakan salah satu sosok terkuat di benua ini.

“Kali ini aku juga benar-benar menikmati pertarungan yang bagus…. Silahkan…”

Ed menjulurkan tangannya kepada Logas yang tergeletak di tanah. Logas pun menyambutnya dan kemudian bangkit.

Dia benar-benar sangat kesal. Namun bagi Logas ini adalah pengalaman yang sangat berharga dimana dia bisa bertarung dengan orang yang sangat kuat. Karena itu ia sangat berterima kasih kepada Ed.

“…Aku selalu penasaran, kapan aku bisa mengalahkanmu….”

“Suatu hari nanti pasti akan terjadi…. Kau ini adalah orang yang kuat… Dan juga masih muda… Karena itu, masih ada masa depan untukmu….”

“Aku senang jika kau mengucapkan itu…..”

Ed yang sudah 6 kali berturut-turut memenangkan turnamen ini tidak akan lagi ikut kompetisi bela diri terbuka ini. Dia sudah tidak muda lagi. Karena itu kali ini dia merasa agak iri.

“Ayah!”

Di arena itu, Grint yang merupakan anaknya datang untuk menonton. Awalnya dia sempat kebingungan karena dia tidak pernah membayangkan bahwa ayahnya itu dapat terkalahkan, namun akhirnya dia bisa mengendalikan perasaannya.

“… Ibu! Ayah memang sudah kalah, namun beliau telah menunjukkan teknik bela diri yang sangat luar biasa…. Aku benar-benar bangga dengan Ayah!!”

“Yeah, benar Grint…. Suamiku… Logas-sama telah menunjukkan kekuatan dirinya yang sangat luar biasa….”

Grint dan Alma duduk di kursi tamu. Mereka menonton pertandingan Logas dari pertama dimulai. Mereka baru pertama kali melihat sosok pria bernama Ed itu, namun mereka terus saja merasakan aura intimidasinya. Mereka hanya bisa terkejut menyaksikan teknik yang jauh melebihi sosok Logas yang bagi mereka adalah sosok Absolut.

Namun mereka sama sekali tidak kecewa dengan Logas. Dan pertarungan kedua petarung ini telah merebut hati mereka.

“Ibu…. Orang bernama Ed itu katanya sudah memenagkan turnamen ini sebanyak enam kali berturut-turut…. Kalau begitu akau akan menjadi orang yang melampaui rekor itu!!”

“Wah hebat sekali…. Aku dan suamiku akan menantikan datangnya hari itu…. Tapi kalau begitu nanti aku akan melihat pertarungan antara Grint dan suamiku…. Kalau sampai begitu, ibu harus dukung yang mana ini??”

“Yah, uh … ya …”

Dia tersadar bahwa ada kemungkinan dirinya akan bertarung dengan Ayahnya di tempat ini. Awalnya dia merasa sedikit gugup namun akhirnya dia tersenyum. Wajar saja dia begitu ketika dia membayangkan bisa bertarung dengan Ayahnya yang menjadi tujuan hidupnya itu ditempat seperti ini.

Namun, Alma menduga baghwa Grint lah yang akan menang. Grint terlahir menjadi Holy Knight merupakan sosok yang memiliki kumpulan bakat. Meskipun tanpa kerja keras, dia yakin bahwa Grint akan dapat tumbuh dan segera menyainginya.

Aspek lainnya adalah adanya Anon yang merupakan tunangan Grint. Seorang gadis cantik berambut merah puteri seorang menteri bernama Aid yang menjadi tunangan Grint. Ia percaya bahwa berkah dari gadis itu akan membuat Grint bertambah kuat. Dan suatu hari nanti Grint akan bisa menjadi seorang Heaven Knight. Alma sangat menantikan masa depan Grint.

*

Di tempat berbeda, di sebuah kamar penginapan di kota perdagangan. Ada seorang keluarga kerajaan yang sedang gelisah menanti datangnya laporan. Ada sebuah alasan mengapa ia memilih menunggu di kamar itu ketimbang menonton perwakilan dari negerinya sedang bertarung di babak final.

“Apa…Apa masih belum ketemu!!”

“Ya-yang mulia… Mohon tunggu sebentar lagi… Seharusnya sebentar lagi akan tiba….”

Tiggle von Heim. Pangeran ketiga Kerajaan Heim dan urutan ketiga dalam urutan pewaris tahta kerajaan. Ia sedang mencari seorang gadis, gadis yang mencuri hatinya. Dan gadis itu terakhir kali terlihat di kota perdagangan ini dan kemudian menghilang.

“Kenapa!!! Kenapa….. Kemana kau pergi, Claune!!!”

Tiggle, sang pangeran ketiga yang terlahir dengan Holy Magic dan kini telah menjadi seorang Cleric. Dan gadis yang telah merebut hatinya itu bernama Claune. Satu-satunya yang membuat dia membayangkan akan menikahi gadis itu dan menjadikannya istri. Dengan penampilannya yang cantik dan rambutnya yang berkilauan bermandiakn cahaya. Sangat berpengetahuan, mengobrol dengannya saja sudah memberikan kesenangan. Bagi Tiggle Claune adalah sosok wanita yang tidak memiliki kekurangan sama sekali.

Karena gadis itu menghilang bersama Graf yang telah pensiun, ia menggunakan alasan ini untuk mempekerjakan banyak petualang guna mencari dan mengumpulkan informasi tentang gadis itu. Namun hasilnya tidak terlalu bagus dan dia tidak mendapatkan petunjuk apapun. Mungkin karena itu, ia melampiaskan kemarahannya pada Harley, penerus keluarga August yang sekarang sedang bersama dirinya di kamar ini.

“Harley! Bagaimana kau bisa setenang itu!!”

“Mohon maaf Yang Mulia…. Saya dan Istri saya Elena telah terus bersedih dalam waktu yang lama… Ketika kami mendapatkan laporan bahwa mereka menghilang, saya bahkan berpikir untuk mengakhiri hidup ini….  Bukan berarti saya ini tidak waras… Namun ketika saya tahu Yang Mulia Tiggle mengkhawatirkan mereka sampai seperti ini, membuat saya sebagai orang tua dan sebagai pelayan Yang Mulia ingin melakukan yang terbaik untuk mencari mereka…. Itulah yang saya rasakan…”

“… Maaf…. Kalianlah yang paling merasakan kesedihannya ya….”

“Kami merasa senang dengan rasa simpati Anda….”

Di dalam benaknya, Harley sudah mengetahui semua keadaan yang terjadi. Dengan kemampuannya dalam berakting sebagai seorang bangsawan, dia terus mengikuti alurnya.

Ia belum menerima kontak langsung dari Istalica. Satu-satunya kontak yang ia terima adalah melalui Euro di masa lalu. Claune dan Graf mengatakan bahwa mereka diterima dengan baik di Istalica dan hidup dengan bahagia.

Tidak perlu bagi negeri semacam Istalica untuk berbohong masalah itu. Bahkan jika beranggap Euro berbohong, dengan mempertimbangkan tindakan itu akan memperburuk hubungan mereka dengan Istalica, maka informasi ini dapat dipercaya kebenarannya.

“Permisi, Yang Mulia”

Seorang Ksatria muncul di hadapan Tiggle yang tengah menanti-nantikan laporan.

“Ohh datang juga! Cepat berikan laporanmu!!”

“Baik…. Kami berhasil menemukan beberapa penginapan yang di duga telah digunakan oleh mereka berdua…. Kami juga menemukan kereta kuda yang diduga digunakan oleh mereka terakhir kali…..  Akhirnya kami mendapatkan informasi yang bisa disebut sebagai petunjuk…”

“Kerja bagus!! Lanjutkan terus prestasi itu! Akhirnya…. Akhirnya aku mendapatkan informasi sedikit demi sedikit!!”

Butuh waktu serta biaya untuk sampai ke titik ini. Tampaknya manipulasi yang telah di buat oleh Graf tidak mudah untuk di hancurkan meskipun oleh keluarga kerajaan sekalipun. Terlebih di kota perdagangan ini telah membuat mereka kewalahan.

“Harley. Ayah dan anakmu…. Mungkin saja saat-saat kau bisa melihat mereka lagi tidaklah terlalu jauh!!”

Sebenarnya Tiggle sangat percaya bahwa mereka baik-baik saja. Di antara para bangsawan Heim, meluas pendapat bahwa kemungkinan mereka telah dibunuh atau dijual sebagai budak. Diantara mereka ini, sangat menakjubkan hanyalah Tiggle yang percaya bahwa mereka baik-baik saja. Namun Harley merasa perasaannya itu tidak akan pernah sampai pada putrinya.

“Saya sangat berterima kasih pada Yang Mulia atas semua usaha yang Anda lakukan…. Istri saya juga sangat bersyukur tentang itu….. Jika mereka ditemukan nanti, saya akan membuat Ayah dan Claune berterima kasih pada Anda…..”

“…Kalau begitu aku ingin Claune menjadi istriku…”

“Claune pasti akan memberikan hatinya pada Yang Mulia yang telah memberikan sesuatu yang tiada tergantikan….”

“Hahaha! Benar juga… Untuk itu, aku harus memperluas jangkauan pencarian ini lebih jauh lagi….!”

Percakapan yang sepertinya sama sekali tidak berhubungan. Bahkan jika Claune berhasil ditemukan, bukan berarti Tiggle telah memberikan Claune sesuatu yang tidak tergantikan.

Percakapan yang sedikit tidak berhubungan. Bahkan jika Krone ditemukan, Tiggle tidak memberikan Krone sesuatu yang tak tergantikan. Dan meskipun ia menyerahkan hatinya pada Yang Mulia, entah itu “Yang Mulia” yang mana.

Memang kata-kata itu bisa berbeda makna tergantung bagaimana si penerimanya.

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Maseki Gurume Chapter Vol.03 - Ch.11.1. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

4 responses to “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 11A”

  1. LaViol says:

    Nexxxtttttt

  2. Siotong says:

    Kirain salah novel xD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *