Maseki Gurume Volume 1

Maseki Gurume Volume 3 Chapter 12

Judul Chapter:
Aktivitas Ain di Sekolah, Tahun Pertama (Awal)

Selamat Membaca….

Di Kerajaan Istalica, ada banyak sekali sekolah dan lembaga pendidikan. Dan diantara itu semua, mana yang menurutmu menjadi pusat perhatian? Tentu saja itu adalah Kingsland Royal Academy yang selalu menjadi pusat topik pembicaraan.

Meskipun ujian masuknya tidak terlalu sulit, namun dikatakan bahwa levelnya seolah bukan untuk anak usia delapan tahun, dan juga benar-benar ketat.

Serta jumlah muridnya pun lebih mudah untuk dihitung daripada sekolah-sekolah lainnya. Namun meskipun begitu, area sekolahnya merupakan salah satu yang terluas dan terlengkap.

Berkat Keluarga kerajaan Istalica memberikan dana investasi kepada sekolah secara pribadi, serta sumbangan lain, pendidikan di sekolah ini berada ditingkat yang cukup tinggi.

Ada 100 orang siswa di setiap angkatan dan dibagi kedalam lima kelas. Fitft dan Fourth class masing-masing terdiri dari 25 orang siswa, Third dan Second class masing-masing terdiri dari 20 orang, dan First class yang terdiri dari 10 orang siswa.

Bahkan bagi Fifth class yang merupakan kelas terendah sekalipun, masa depannya seolah sudah terjamin. Dan jika kita bisa memasuki Third class atau lebih tinggi, maka dapat dipastikan dimasa depan orang itu akan bisa menjadi orang penting di Istalica.

Dan jika bisa masuk ke dalam First Class, maka sosok itu akan menjadi sosok yang diperhatikan oleh seluruh negeri. Karena itu, tidak aneh jika dikatakan banyak siswa yang berusaha mati-matian untuk bisa masuk ke sekolah ini dan mempromosikan dirinya.

Meskipun begitu, ada juga orang-orang yang cukup santai dan menikmati kehidupan mereka di sekolah ini. Contohnya seperti mereka.

“Kalau begitu artinya Loran ingin bekerja di divisi Penelitian dan pengembangan nasional ya….”

“Ya…. tapi suatu saat nanti aku ingin membuat sesuatu yang besar dengan memanfaatkan teknologi yang ada disana…. Misalnya…. ah iya, sesuatu yang besarnya seperti White King!”

White King adalah nama kapal perang yang di wariskan kepada Raja Istalica secara turun-temurun. Dilengkapi dengan teknologi serta peralatan terbaru, dan banyak mekanisme yang termasuk rahasia negara.

“Ah kapal Yang Mulia ya….. memang benar kapal impian ya…..”

“Jika suatu saat Ain-sama memiliki kapal Anda sendiri, semoga saya terlibat di dalamnya…”

“Baiklah… Kalau begitu berjanjilah…. kalau dimasa depan kamu harus terlibat di kapalku….”

“Eh!? Tidak… memang sih barusan saya bilang saya senang jika itu terjadi… tapi….”

Karena Ain tidak terlalu suka teman sekelasnya bersifat terlalu formal kepadanya, jadi ia meminta kepada Loran untuk sebisa mungkin bersikap seperti biasa di sekolah. Namun Loran tentunya juga merasa bahwa dia tidak bisa bersikap sembarangan di hadapan Ain, sang Putera Mahkota.

Meskipun dia bisa menggunakan bahasa normal ketika bicara, namun tentunya dia tidak bisa melupakan panggilan formalnya.

“Tapi aku ini cukup menyukai pemikiran Loran soal peralatan sihir…. Bagaimana mengatakannya ya… modern dan praktis… aku berharap banyak padamu….”

Bisa terlibat dalam proyek sebesar pembuatan White King, adalah sebuah cita-cita besar bagi seluruh peneliti di kerajaan ini. Namun bagi seorang pekerja dan peneliti biasa seperti Loran, White King adalah sebuah teknologi layaknya seekor monster. Dan kemampuan serta pengetahuan para pengembangnya sangat tidak bisa dibandingkan dirinya.

“…Jika Ain-sama berkata seperti itu… saya jadi lebih percaya diri….”

“Kita masih punya banyak waktu…. dan saat aku mendapatkan kapalku sendiri juga masih jauh… Bahkan jika kamu tidak bisa terlibat dari awal pembuatannya, masih ada kesempatan untuk pembuatan peralatan terbaru atau semacamnya kan?? Karena itu aku berpikir pasti Loran akan membuat sesuatu nanti….”

Pemikiran Loran tentang peralatan sihir sudah hampir mirip dengan teknologi yang ada di ingatan Ain tentang masa lalunya yang samar-samar ia ingat.

Ada sebuah soal yang muncul di ujian masuk, yang isinya berbunyi:

“Saat ini, Istalica sedang menghadapi beberapa masalah terkait Water Train. Dan di antara masalah-masalah tersebut, yang paling besar adalah tentang peletakan rel kereta tersebut. Saat ini, rel-rel tersebut telah diletakan di tempat-tempat ideal, dan sudah membentuk banyak rute melintasi benua Isthar. Namun mengingat perkembangan budaya di masa depan, dapat dibayangkan bahwa rute-rute ini tidaklah cukup. Meskipun begitu, sulit untuk meningkatkan rute-rute ini begitu saja mengingat sulitnya pengolahan struktur lahan. Uraikan usulan Anda untuk mengatasi masalah ini!”

Ketika Ain mendengar soal ini, ia sempat berpikir apakah sekolah ini gila?

Ini bukanlah sebuah soal yang diberikan kepada seorang anak berusia 8 tahun. Namun, tiba-tiba terlintas sebuah pertanyaan di benak Ain. Apakah Loran berhasil menyelesaikan soal tersebut sehingga bisa diterima disekolah ini?

Penasaran dengan hal ini, Ain pun meminta Loran melanjutkan ceritanya dan mendengar jawabannya. Beginilah jawabannya, dia benar-benar berpikir dari sudut pandang yang berbeda.

Di lokasi ujian, ia merancang sebuah peralatan sihir untuk menggali tanah dengan aman, dan kemudian mengusulkannya. Bersamaan dengan itu, ia menyusun sebuah rancangan untuk memperkuat dinding lubang yang telah digali dan menjadikannya terowongan. Setelah itu barulah mengembangkan rute baru melewati terowongan yang telah dibuat itu.

Dan kesimpulan itu membuatnya lulus ujian.

Saat ini, Loran menyadari ada sebuah celah besar dalam rancangannya itu. Masalah terbesarnya adalah soal biaya. Dia mengatakan bahwa pengembangan alat sihir itu terlalu mahal sehingga sangat tidak realistis.

Namun tetap saja, ide tentang menggali dan membuat terowongan akan coba digunakan. Dan itu membuat mata para penguji bersinar.

Untuk ujian masuk jurusan umum di Kingsland Royal Academy, pengumuman kelulusan baru akan diberitahukan beberapa hari kemudian. Hal ini berbeda dengan jurusan seni bela diri.

Pada waktu tunggu ini, usulan Loran dikirimkan ke Divisi penelitian dan pengembangan nasional untuk diperiksa. Meskipun menurut para peneliti berbakat di sana usulan ini masih banyak celahnya, namun potensinya dimasa depan patut di evaluasi. Meskipun Loran sendiri tidak mengetahuinya, mereka menyebut dirinya sebagai anak yang berpotensi.

“Hmm… benar juga ya…. sebagai orang yang bertujuan menjadi seorang peneliti, saya tidak boleh menyerah sekarang begitu saja…”

“Ya.. Karena itu… aku akan menunggumu….”

Masih jauh masa sebelum Ain mendapatkan kapal perang untuk dirinya sendiri. Karena itu, dengan mempertimbangkan hal ini, maka mungkin saja Loran akan punya kesempatan besar. Ain sangat berharap Loran, sahabat pertamanya di sekolah ini akan terlibat dalam pengembangan kapal miliknya.

“Baiklah… tolong tunggu saya…. Oh.. Ain-sama… ada yang menjemput… Itu Dill-senpai….”

Dill yang berada ditahun terakhir, dan merupakan First class datang untuk menjemput Ain.  Sekitar jam 3 sore Dill telah menyelesaikan semua kelas yang harus dia hadiri, dan buru-buru menjemput Ain.

“Hei Dill…. terima kasih atas kerja kerasmu hari ini….”

“Ain-sama, mohon maaf telah membuat Anda menunggu…. Loran-kun, terima kasih telah menemani Ain-sama….”

“Tidak apa-apa…. Aku juga merasa sangat terhormat bisa berbicara dengan Ain-sama….”

Dill sangat mengenali Loran. Lebih dari itu, mungkin Ain tidak pernah mendengar hal ini, namun Dill telah mengetahui semua informasi tentang teman sekelas Ain yang telah diselidiki oleh Warren.

Ini adalah informasi-informasi yang dibutuhkan untuk alasan keamanan serta mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Dan setelah Loran diberitahu langsung oleh Dill soal ini, ia bisa langsung mengerti, dan Loran mendapatkan kesan baik dimata Dill.

“Aku bersyukur jika kau mengatakan itu…. Kalau begitu, Ain-sama… mari kita pergi….”

“Baiklah…. Loran…  terima kasih atas hari ini… sampai jumpa besok ya!”

“Sampai jumpa besok, Yang Mulia”

Meskipun Ain mengatakan untuk tidak mempedulikan itu, namun Loran merasa bahwa saat ada Dill sebagai pengawalnya, ia harus bersikap lebih sopan.

“Ain-sama, bagaimana hari Anda hari ini??”

“Berkat sistem belajar bebas, aku jadi bisa benar-benar  bebas belajar…. Aku juga bisa mengunjungi perpustakaan yang menarik rasa penasaranku berapa kalipun aku mau….”

“Syukurlah….”

Pada dasarnya hampir tidak ada pelajaran dalam kelas untuk para First class. Biasanya mereka pergi bertanya kepada pengajar yang sedang luang, atau bahkan belajar sendiri. Namun itulah yang terbaik bagi mereka.

Mereka dapat menyesuaikan lingkungan belajar sesuai keinginan, dapat menggunakan setiap fasilitas yang ada sesuai dengan tingkat pemahaman mereka serta dapat berkonsentrasi dalam penelitian dan eksperimen mereka sendiri.

“Ngomong-ngomong, Soal ujian reguler yang sudah semakin dekat ini… apa Anda ada masalah?”

“Bukannya aku sombong… Namun melihat cakupan pembelajarannya, aku rasa tidak ada masalah… masih jauh dibandingkan apa yang telah aku pelajari di Istana….”

“Begitu ya…. Saya senang mendengarnya….”

Dill tersenyum lembut. Gadis-gadis yang berjalan di dekat kami terpesona dengan senyumannya itu. Tidak seperti ayahnya, Dill terlihat seperti laki-laki yang rupawan. Dan kemampuan berpedangnya yang sudah tingkat tinggi membuatnya sangat sempurna dan sangat populer. Bahkan gadis-gadis di sekolah lain pun mengetahui namanya.

“Ngomong-ngomong, kota akademi ini sepertinya ramai sekali, apa terjadi sesuatu??”

“…Benar juga…. ada sebuah Event yang diadakan….”

“Apa itu? Aku belum pernah dengar soal ini….”

“Karena memang tidak ada hubungannya dengan First dan Second Class… dan juga tidak ada pengumuman…. Ada sebuah lomba di kota akademi ini… dan lambat laun menjadi sebuah perayaan….”

 

Ain sangat senang ketika mendengar perlombaan, namun apa maksudnya hal itu tidak ada hubungannya dengan mereka?

“Apa-apaan itu? Kelihatannya menyenangkan??? Tapi kenapa itu tidak ada hubungannya dengan kita? Itu semacam perlombaan sekolah kan??”

“Memang benar apa yang Ain-sama katakan… namun ada semacam aturan khusus….”

“Jadi karena aturan khusus itu kita tidak boleh ikut, begitu??”

“…Singkatnya adalah karena perbedaan kemampuan…. Perlombaan ini tidak terbatas hanya bela diri, namun ada juga bidang lainnya yang saling bersaing. Lebih jelasnya lagi adalah karena level Kingsland Royal Academi cukup tinggi. Namun jika hanya sekolah kita saja yang tidak ikut berpartisipasi, maka akan timbul masalah. Jadi dibuatlah peraturan hanya Third class dan dibawahnya yang bisa mengikuti perlombaan ini dan menjadi perwakilan sekolah….”

“Ah, begitu… jadi intinya karena itu tidak akan menjadi perlombaan lagi, begitu?”

“Saya tidak bisa mengatakannya dengan suara keras, namun benar yang Anda katakan…”

Kerajaan Persatuan Istalica. Banyak siswa dari seluruh penjuru benua berkumpul disini, di kota Akademi. Dan diantara itu semua, Kingsland Royal Academy inilah tempat sumber daya manusia berkualitas berkumpul. Jika dikatakan dengan jujur, maka skalanya benar-benar berbeda dari sekolah lainnya.

Meski bukan berarti mereka melarang siswa berprestasi untuk ikut lomba, namun karena tiap tahun mereka selalu memberikan hasil yang bagus, maka diberikan penilaian berbeda terhadap mereka dari Royal Academy.

“Jadi Dill juga belum pernah ikut??”

“Bagaimana ya…. Ada satu kesempatan dahulu, saya masuk kesekolah lain sebagai pertukaran pelajar…. dan sempat melakukan sparring… tapi…”

“……Tapi?”

“…Sa-saya mendapatkan mandat dari keluarga kerajaan untuk menjadi pengawal Ain-sama….  Dan Ayah saya…. Fleet Admiral saat ini, sering melatih saya di Istana sejak kecil!”

“Aku sudah tahu soal itu! Katakan padaku bagaimana hasilnya??”

“…Saya rasa tidak ada manfaatnya bagi kami berdua…”

Mungkin karena kesenggangan diantara mereka terlalu besar, jadi tidak terlalu membawa manfaat bagi keduanya. Ain juga pernah berlatih tanding dengan para ksatria di Istana. Hanya ksatria yang tergolong elit lah yang bisa bertugas di dalam Istana. Dan dari sudut pandang Dill yang merupakan salah satu orang terkuat diantara para ksatria ini, sudah pasti teman sebayanya tidak akan menjadi lawan bagi dirinya.

“Yah, aku tahu… tentu saja akan menjadi seperti itu ya…. Tapi soal perlombaan ini… apa aku boleh menontonnya??”

“Jika Ain-sama menginginkannya….”

“Begitu ya… Kalau begitu aku ingin melihatnya….”

“Dimengerti… Kalau begitu saya akan sampaikan ini kepada Chris-sama….”

Sebuah perlombaan dimana banyak orang berkumpul. Tentu saja dibutuhkan pengawal yang lebih tinggi daripada hanya berada di sekitar sekolah. Itu sebabnya mungkin Chris akan ikut menemaninya sebagai pengawal.

Dan pembicaraan ini pun dilanjutkan setelah Chris bergabung dengan mereka.

Sepertinya teman masa kecil Dill akan berpartisipasi dalam lomba itu. Ia adalah seorang pria yang masuk sekolah pelatihan ksatria dan kini menjadi kurang akrab. Dill berkata bahwa orang itu sejak dulu adalah orang yang kuat, dan Dill sangat menantikan untuk melihat sudah sejauh apa pria itu berkembang.

 

Terima kasih telah mampir….

Sebarkan karya kami

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

9 thoughts on “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 12”

Leave a Comment