Vol.03 - Ch.13.1 ~ Aktivitas Ain di Sekolah, Tahun Pertama (Akhir) (A)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 3 Chapter 13A di Kurozuku.

28 Nov 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Sejak Dill memberitahukan soal turnamen sekolah, sudah satu bulan berlalu. Meskipun Ain tidak ikut dalam turnamen ini, adanya hiruk-pikuk orang dan suasana keramaian di kota akademi ini membuat Ain sedikit terbawa suasana.

Hari pelaksanaan turnamen itu pun tiba. Turnamen ini diadakan selama tiga hari. Meskipun pada dasarnya memang kota akademi ini adalah kota yang cukup ramai, kali ini kota ini semakin ramai.

Cuacanya sangat bagus, dan banyak diantara para siswa yang memiliki cita-cita tinggi untuk memenangkan final kejuaraan ini.

Hari pelaksanaan perlombaan dibedakan berdasarkan jenis jurusan sekolahnya. Hari pertama akan dilaksanakan semacam perlombaan pidato untuk siswa jurusan sastra. Pesertanya mayoritas adalah sekolah-sekolah yang memiliki anak bangsawan dan anak petugas publik.

Tiap tahun lokasi pelaksanaannya meminjam fasilitas sekolah-sekolah yang berpartisipasi. Tergantung dari jenis lombanya, ada kalanya lokasinya menggunakan fasilitas umum.

Ditemani oleh Dill dan Chris, Ain menikmati acara perlombaan ini sejak hari pertama. Karena banyak siswa-siswa sebaya dengannya yan mengikuti lomba, ia mendapatkan banyak inspirasi.

Dill telah melaporkan kepada Warren dan yang lainnya tentang keinginan Ain untuk menyaksikan acara perlombaan. Dan hasilnya, mereka memutuskan bahwa ini akan menjadi pengalaman bagus untuk Ain sehingga mereka memberikan izin dengan syarat Ain harus membawa Chris bersamanya.

Di hari pertama Ain sangat menikmati perlombaan Pidato yang ia saksikan, dan di hari kedua ia menyaksikan pertandingan yang menitik beratkan spesialisasi sihir. Ain menyaksikan banyak pertandingan sampai pertandingan final yang di adakan selepas senja.

Kebanyakan orang yang bekerja di White Knight adalah ksatria, dan kebanyakan pelatihan yang diterima Ain adalah soal bela diri dan sejenisnya. Memang Warren dan lainnya juga berencana untuk mengajarkan sihir kepada Ain, namun sampai saat ini pelajaran itu hanya dia dapatkan di sekolah saja.

Itulah kenapa dia sangat tertarik karena bisa mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan sihir sebanyak ini. Dia menganggap ini adalah saat-saat berharga dalam hidupnya.

Lalu di waktu selepas senja di hari kedua, ketika Ain akan pindah lokasi untuk menonton pertandingan lainnya, ada sebuah masalah yang muncul.

“Kalau begitu Ain-sama, mari kita pergi….”

“Ya. Aku sangat penasaran pertandingan seperti apa yang akan aku saksikan selanjutnya….”

Ain mulai berjalan setelah diajak oleh Chris. Dill juga ada bersama mereka.

“Ain-sama… Sepertinya Anda lebih menikmati pertandingan hari ini daripada kemarin…. Saya ikut merasa senang…”

“Karena tidak banyak kesempatanku untuk menyaksikan berbagai jenis sihir seperti ini…. Tapi, mumpung lagi begini sebenarnya aku ingin melihat pertandingan Dill…  Acara bela diri besok ya?”

“Hmm menurut jadwal memang besok…. Jika itu menarik minat Anda, saya benar-benar merasa terhormat…. Jika Anda mau, saya bisa menunjukkannya di dalam Istana setelah mendapatkan izin dari Ayah….”

Dill masih belum pernah menunjukkan kemampuan berpedangnya kepada Ain. Daripada itu, Dill memang tidak diizinkan untuk memamerkan teknik berpedangnya. Ayahnya, Lloyd yang saat ini menjadi Fleet Admiral pasukan Royal Knight Istalica tidak mengizinkannya. Katanya Dill masih sangat muda, dan khawatir jika nanti akan terjadi sesuatu yang membuat Ain terluka.

“Aku akan menantikan saat-saat itu….”

Dill juga tidak bisa menunjukkan teknik bela dirinya itu di pertandingan. Karena dia juga adalah siswa First Class di Kingsland Royal Academy.  Sama seperti Ain, dirinya juga tidak diperbolehkan ikut dalam perlombaan. Ain sedikit bersimpati karena sepertinya Dill juga ingin ikut tampil di acara perlombaan sama seperti apa yang ia rasakan.

“…Kau ini… apa kau ini Dill??”

“Hmm? Kamu… Jangan-jangan….”

“Lama tidak berjumpa, Dill!! Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di tempat seperti ini…..”

Tiba-tiba seorang pria berbicara kepada Dill. Karena sepertinya dia adalah kenalan Dill, pria itu cukup senang ketika menyadari keberadaan Dill. Perawakannya tidak terlalu buruk, dengan rambut pendek berwarna pirang yang diikat rapi, dan terlihat seusia dengan Dill sera cukup tinggi. Dan juga dia memili sebuah pedang di pinggangnya.

“Ah, Aku juga sama, Clive…  Padahal kita sama-sama ada di kota akademi, tapi sudah berapa tahun aku tidak melihatmu ya…. Duh maaf, nanti kita ngobrol santai ya… sekarang aku sedang bertugas……”

“Sedang bertugas?? Seharusnya kau ini masih seorang pelajar sama sepertiku kan??”

Dengan wajah sedikit bingung Clive mengarahkan pandangannya kepada Chris dan Ain. Hari ini Chris mengenakan helm dan armor milik Royal Knight sehingga Clive tidak bisa melihat wajahnya.

“Waduh maaf, aku menghentikanmu padahal sedang bertugas….”

Setelah melihat perlengkapan yang dikenakan Chris, Clive menduga bahwa mereka sedang dalam misi pengawalan. Meskipun dia tidak tahu bahwa yang dikawal adalah Ain, sang Putera Mahkota, namun dia membayangkan bahwa kemungkinan yang dikawalnya adalah sosok bangsawan kelas atas. Jadi dia pun meminta maaf.

Sebelum Dill menjawab, Ain memberikan jawaban lebih dahulu.

“Tidak apa-apa kok….. Dill kamu bisa santai dan mengobrol selama 30 menit…. Masih ada pengawal satu lagi, jadi aku akan menunggumu di tempat pertandingan berikutnya….”

Dill menyadari bahwa Ain tidak menyebutkan nama Chris. Artinya dia menginginkan Dill untuk tidak menceritakan soal Ain dan memperbesar topik pembicaraan. Dengan pemikiran seperti itu Dill memperhatikan kata-katanya dalam memberikan jawaban.

“Tidak boleh!! Aku yang rendahan ini tidak boleh meninggalkan misi pengawalan hanya untuk urusan pribadi seperti ini!!”

“Kapten pengawal, tidak apa-apa kan kalau cuma 30 menit? Apa berbahaya jika hanya kamu sendirian yang mengawalku?”

“…Saya rasa tidak masalah…  Dill, ini adalah reunimu setelah beberapa tahun….. Terima saja dan nikmati sedikit obrolan kalian….”

Chirs juga memperbolehkannya jika hanya sebentar saja. Setelah diberitahu sejauh itu, Dill merasa tidak sopan jika dia menolaknya lagi, maka akhirnya dia menerima tawaran itu.

Namun, dengan mengetahui bahwa mereka baik-baik saja tanpa Dill meski hanya selama 30 menit, Dill kembali menyadari kekurangan dalam dirinya.

“Kalau begitu, izinkan saya menerima tawaran Anda…. Saya izin menikmati obrolan bersama dengan teman saya….”

“Ya silakan saja… Kalau begitu kita duluan ya…. Nanti Dill menyusul saja….”

Lalu Ain pun pergi menuju lokasi berikutnya bersama dengan Chris. Mereka segera meninggalkan tempat itu agar pria itu tidak menyadari identitas Ain.

“Aku tidak menyangka…. Dill sudah menerima misi pengawalan seperti itu…. Reuni ini benar-benar sangat mengejudkan….”

“Ini adalah tugas yang sangat terhormat….”

“…Aku penasaran siapa yang kau kawal…. tapi sepertinya memang tidak bisa beri tahu aku ya…”

“Ya… maaf, aku tidak bisa memberitahumu….. Sebenarnya mengingat keakrabanku dan Clive, aku sangat ingin memberitahumu….”

Clive cukup penasaran dengan subjek yang dikawal oleh Dill. Meskipun hal ini cukup terkenal di dalam Kingsland Royal Academy, namun tidak ada kewajiban repot-repot memberitahu orang luar.  Walaupun apa boleh buat jika informasi ini bocor keluar dengan sendirinya, namun tidak ada keuntungan untuk mengungkapkan hal ini dari pihak mereka sendiri.

“Yah, sudah kuduga…. Ngomong-ngomong…. sepertinya kau memang tidak bisa ikut dalam turnamen kan?”

“Karena memang sudah aturannya seperti itu….”

“Aku ini…. sebenarnya selalu menantikan bisa bertarung denganmu di turnamen…. Tapi kau masuk Kingsland Royal Academy, dan kesempatan itu tidak pernah datang…”

“… Aku juga…. Aku sempat berpikir pasti sangat menyenangkan bisa berkompetisi dengan Clive lagi seperti masa kecil dulu….”

“Kalau begitu!!! Kalau begitu kenapa kau masuk sekolah itu!!”

Mereka berdua telah berkompetisi sejak mereka kecil. Karena itu Clive sangat menantikan dapat bersaing dengannya lagi di panggung seperti ini. Namun Dill memutuskan untuk masuk ke Kingsland Royal Academy, dan masuk ke First Class sejak tahun pertamanya. Karena itu Dill tidak pernah bisa ikut serta dalam pertandingan.

Dan Clive tidak menyukai hal ini.  Meskipun bukan berarti mereka telah membuat janji atau semacamnya, namun CLive merasa telah di khianati dan jarak di antara mereka menjadi lebih jauh.

“…Itu demi…. demi mewujudkan mimpiku….”

“Dan kau tidak pernah mengatakan apapun soal mimpimu itu padaku!! Kenapa? Apa mimpi itu memang tidak layak untuk dibicarakan??”

 

“Tidak! Untuk mewujudkan mimpiku…. aku memilih untuk masuk ke Kingsland Royal Academy….. dan itu bukanlah sesuatu yang memalukan!!”

“Lalu kenapa kau tidak pernah mengatakannya!!”

Dill memiliki sebuah impian. Dan dia tidak pernah mengatakan impiannya itu kepada siapapun. Bahkan kepada Lloyd, Ayahnya, ataupun kepada Martha selaku Ibunya.

Namun, mimpi Dill itu sangatlah besar dan bukan sesuatu yang memalukan bagi siapapun. Dia hanya tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya.

“…Aku berharap suatu hari nanti aku bisa mengatakannya dengan penuh kebanggaan….. Aku benar-benar ingin mengatakannya kepada C;ive lebih dulu…. karena itum tolong tunggu sebenar lagi….”

“Hmm ..! Baru masuk Kingsland Royal Academy saja sudah membuatmu jadi pengecut, Dill! Sudahlah… aku akan mengambil jalanku sendiri…. Suatu saat…. suatu saat aku akan menjadi Ksatria terhebat di Istalica ini!!!”

Clive merasa sedikit kesat. Setelah mengatakan kepada Dill bahwa dirinya akan menjadi ksatria terkuat, dia membalikkan badannya.

“Hari ini, aku benar-benar senang bisa bertemu denganmu…. tapi aku juga merasa sedikit sedih….. aku sama sekali tidak mengerti jalan seperti apa yang kau tempuh, dan mimpi seperti apa yang kau kejar…. meskipun begitu…. aku akan tetap menunggu…. hari dimana kita bisa berkompetisi bersama lagi…”

“… Aku juga Clive…. Ini hanya soal kurangnya keberanian dalam diriku….”

“Aku tahu…. Sejak dulu, aku selalu merasa ada hal yang kurang darimu… ya mungkin ada banyak sih…. besok, apa kau akan datang menonton?”

Apa yang dibicarakan Clive adalah tentang turnamen yang akan diadakan di hari terakhir. Sebuah acara yang paling menarik di perlombaan ini. Sebuah pertandingan yang akan menentukan sosok terkuat di Kota Akademi ini. Tentu saja Clive adalah salah satu kandidat yang diduga akan memenangkan turnamen tersebut.

“Mungkin aku akan mentonnya…. Beliau juga sepertinya menyukai acara itu….”

“Si anak yang kamu kawal ya…. Begitu ya… kalau begitu perhatikan baik-baik sudah sejauh mana aku bertambah kuat….”

Clive langsung pergi tanpa menunggu jawaban. Dill merasa sedih dan sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Apa karena dirinya juga ingin muncul di turnamen tersebut? Namun, Kingsland Royal Academy adalah tempat yang paling memungkinkan untuk meraih mimpinya itu. Setelah memikirkan hal itu, ia menjadi tidak mengerti mana yang benar dan mana yang salah.

Setelah itu, Dill menuju kembali ke tempat Ain.

Setelah itu, saya menuju Ain. Dia mengungkapkan rasa terima kasihnya karena telah mengizinkan dirinya sementara keluar dari misi pengawalan untuk berbicara dengan teman lamanya. Kemudian dia pun melanjutkan misi pengawalannya.

Namun, situasinya agak berbeda dengan sebelum mereka berpisah. Tampak sedikit ekspresi  kesedihan diwajahnya. Ain dan Chris menyadari akan hal ini, namun dengan rasa simpati mereka, mereka tidak menanyakan hal ini. Meskipun penasaran dengan keadaan Dill, Ain berusaha bertingkah seperti biasa dan menuju ke pertandingan berikutnya.

Ketika pulang, ekspresi Dill telah berubah menjadi normal kembali, dan Ain pun merasa lega.

 

Terima kasih telah mampir….

Comments

8 responses to “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 13A”

  1. dann says:

    kok malah ketinggalan manganya?

  2. Siotong says:

    Tnks min

  3. Bratte Man says:

    Min, font di webnya bisa dikecilkan lagi, kurang nyaman baca dengan font yang besar min…..
    Klo gak bisa pun gak apa apa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *