Maseki Gurume Volume 3 Chapter 15
~Aktivitas Ain di Sekolah, Tahun Kedua (Akhir)~

Selamat Membaca….

“Jadi bagaimana nilainya??”

“Kurasa sekitar 30 poin…”

“Eh, eh???”

Ain telah selesai berlatih melawan Red Bison tiga kali berturut-turut. Bukannya luka fatal, Ain bahkan tidak mendapatkan damage yang bisa menyebabkannya terluka. Namun, Pelatih Kaizer memberikan penilaian yang cukup rendah.

“Padahal aku benar-benar mengalahkannya….. Kenapa??”

“Padahal kalau cuma sampai yang kedua, mungkin nilaimu 90…. baik seranganmu yang menargetkan kakinya, ataupun usahamu untuk memberikan serangan kejutan di kepalanya benar-benar luar biasa… Tapi….. Apa-apaan pertandingan ketiga itu…. Caramu mengalahkannya itu benar-benar parah….”

“Pa-padahal aku cuma adu kekuatan saja kan….”

“Orang Idiot mana yang mau menerima serangan monster itu langsung dari depan!! Dasar Bodoh!!! Itu pengurangan besarnya! Mulai saat ini jangan sampai kau melakukan hal yang gegabah seperti itu lagi!!”

“Su-suatu saat kan pasti berguna!!”

“Kalau memang peluang itu ada, maka berusahalah agar peluang seperti itu tidak akan terjadi!!”

Pada pertarungan ketiganya, Ain menerima serangan langsung Red Bison itu dan beradu kekuatan dengannya. Ia merasa bisa melakukannya dan tentunya berkat status Ain yang terus meningkat karena menyerap Magic Stone, kekuatan Red Bison itu tidak bisa menjadi tandingannya.

Namun tetap saja, kenyataan bahwa metode itu sangat berbahaya tidaklah berubah. Setelah mengetahui hal ini, Kaizer pun memberikan penilaian yang rendah kepadanya.

“Ya Ampun…. kalau begitu terima kasih….”

“Harusnya aku yang mengeluh! Pokoknya aku lelah…. setelah mengembalikan peralatan, pastikan kau melakukan pemeriksaan apakah ada luka ditubuhmu….”

“Baik….”

Ain pun mengembalikan peralatan yang ia pinjam di tempat pelatihan dan kemudian melakukan pemeriksaan pada tubuhnya.  Hari ini pun Ain bisa menyelesaikan latihannya tanpa luka sedikitpun, dan hasilnya cukup bagus. Lalu ada seorang anak laki-laki yang menatap Ain.

“… Um”

“Benar-benar pertarungan yang sangat hebat!! Cocok sekali sebagai Putera Mahkota!! Bisa menerima serangan Red Bison secara langsung, benar-benar keren!!!”

Di dalam kepalanya, Ain berusaha untuk mengingat. Pria itu adalah sesama siswa First Class dan bernama Bats. Dia memiliki tubuh yang lebih tinggi dari Ain dan memiliki tubuh yang kokoh. Kalau tidak salah dia adalah penerus keluarga Baron bernama Klim.

“Bats, kamu juga datang kesini ya….. aku pakai duluan ya…”

“Oh … tidak apa-apa Yang Mulia…. Saya sangat terkesan melihat penampilan Anda barusan….!!”

Bats menjelaskan kesan yang ia dapatkan tanpa menarik nafas. Pria itu berada di tempat penonton yang di pagari. Ia mencondongkan tubuhnya melalui celah pagar itu untuk melihat Ain yang sedang bertarung.

“Te-terkesan ya…. Ya aku senang jika kau bermaksud memujiku….”

TL Note : Disini Bats menggunakan kata [Koufun], yang berarti terlalu senang, atau “terangsang”

Ain pernah melakukan percakapan dengan Bats meski hanya sedikit. Ini sudah tahun kedua, meskipun ada beberapa orang yang telah diturunkan menjadi Second Class, namun Bats adalah orang yang cukup berbakat, sama seperti Ain, Loran, atau Leonard yang hampir dua tahun berada di First Class.

“Pelatih! Aku juga mau melawan Red Bison!!”

“Ah, ah… meskipun itu tidak masalah karena tidak akan terluka parah, tapi kurasa itu masih terlalu cepat untukmu Bats….”

“Setelah melihat pertempuran barusan, gejolak di tubuhku jadi tidak bisa dikendalikan lagi!! Cepat!! Cepat!!”

Kaizer hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berkata [Yareyare daze wkwk] lalu memulai persiapan. Meskipun memang dengan menciptakan ilusi Red Bison ini tidak akan menyebabkan orang terluka parah.

“Kalau kamu memang mau melakukannya, lakukan dengan baik ya….. Sana mulai bersiap-siap agar kau tidak terluka….. ”

“Aku sudah berolah raga selama tiga jam tadi, jadi tidak masalah!”

“…Istirahat dulu sana kau!”

“(Semangat sekali ya.. Bats ini…)”

Setelah mempertimbangkan bahwa Bats telah berlatih di tempat pelatihan ini sejak siang hari, maka sepertinya kekuatan fisiknya itu patut mendapat pujian. Setelah berolahraga selama tiga jam, selanjutnya melawan Red Bison. Jika dilihat dari sudut pandang anak seusia Ain, ini adalah menu latihan yang sangat unik.

“Yosh! Bats! Kita akan mulai sesuai aba-aba darimu!”

“… Silahkan!”

Setelah mendengar kata-kata dari Bats, Kaizer menekan tombol di alat sihir itu, dan kemudian Ilusi Red Bison pun muncul. Red Bison itu mengarahkan niat membunuh misteriusnya itu ke arah Bats dan pertarungan pun dimulai.

“O-oi!! Bats…. kau ini.. jangan-jangan…..!”

Kaizer pun terkejut. Sejak munculnya Red Bison itu, Bats sama sekali tidak beranjak dari tempatnya. Seolah-olah dia ingin menerima serangan langsung dari Red Bison apa adanya. Hal ini membuat Kaizer berteriak.

“Maju Red Bison!!!”

Tanpa banyak berpikir, Bats menghadapi serangan Red Bison itu secara langsung. Sepertinya. Namun kenyataannya, Bats tidak sanggup menahannya dan terpental ke dinding. Peralatan keamanan pun di aktifkan dan Ilusi Red Bison itu menghilang.

“Dasar!! Orang IDIOT!!! Apa yang kau lakukan!!!!”

“Kekuatan Red Bison…. Sepertinya memang masih terlalu cepat untukku….”

Ain menatap Bats dengan tatapan kosong. Ia tidak menyangka bahwa orang itu akan meniru apa yang ia lakukan. Bats yang tidak sanggup menerima serangan itu terlempar dan bertubrukan dengan dinding, namun entah mengapa ia menatap Ain dengan wajah yang ceria.

“Yang Mulia! Anda benar-benar luar biasa!! Bukan hanya telah mengalahkan Pelatih Kaizer, tapi Anda juga bisa menang mengadu kekuatan dengan Red Bison seperti itu!!”

Bats menatap Ain dengan mata yang berbinar-binar. Pada akhirnya dia menyadari betapa hebatnya Ain, dan mulai memuja-muja dirinya.

“A…Ah. Terima kasih Bats…. Aku senang mendengarmu berkata begitu….”

“Dasar bodoh!! Bats! Kenapa kau meniru-niru yang aneh-aneh begini!”

“Karena itu terlalu keren, aku jadi ingin mencobanya!”

“Jangan bodoh!!! Tindakan itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan orang lain dengan mudah!! Ain!! Semua karena kau yang melakukan hal yang tidak-tidak!!”

“Ehh?? Ini salahku??”

“Kau harus merasa bertanggung jawab! Dasar…. Bangun Bats, bagaimana kondisi tubuhmu??”

Kaizer khawatir dengan cedera yang mungkin dialami Bats dan ia pun menghampiri. Bats pun bangun, dan memeriksa keadaan tubuhnya seperti gerakan senam, namun tidak ada masalah khusus.

“Sepertinya tidak apa-apa… Maaf membuat Anda khawatir…”

“Kalau begitu jangan pernah lakukan hal bodoh seperti itu lagi lain kali….. kalau sampai melakukannya lagi aku akan melarangmu berlatih di tempat pelatihan ini….”

“Ka-kalau Anda bilang begitu, aku jadi tidak bisa menantangnya dong….”

Wajar jika dia dimarahi. Karena jika terus melakukan permainan yang mengancam nyawa seperti itu tidak akan menjadi sebuah latihan. Biaya mengaktifkan peralatan ini tidak murah, jadi Kaizer benar-benar harus menekankan hal ini kepada Bats.

“Kamu tidak perlu terlalu memaksakan diri loh Bats… hanya saja…. penampilanmu saat menantangnya itu sangat keren…..”

“Oh, oh! Terima kasih, Yang Mulia! Saya senang mendengarnya!”

“Haha. Kalau begitu ayo kita pergi…. Bats teruslah berlatih dan jangan memaksakan diri berlebihan…..”

Karena Ain telah menyelesaikan pelatihannya, jadi ia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Ia meninggalkan tempat itu sambil memuji semangat Bats untuk menantang.

*

“Jadi begitulah kejadiannya…. Aku benar-benar berpikir dia anak yang enerjik…”

“Ahh Bats-kun ya…. Memang sih dia selalu terlihat semangat…”

Di waktu senja, Ain bergabung dengan kedua temannya itu. Karena mereka jarang bisa bertemu di waktu seperti ini, jadi mereka memutuskan untuk bersantai sejenak di Terrace baru kemudian pulang.

“Tapi Yang Mulia, apa Anda tahu? Bats Klim itu meskipun kepribadiannya seperti itu, pada kenyataannya dia berada di bawah peringkatku dan mendapatkan urutan ketiga secara keseluruhan….”

Ngomong-ngomong, di urutan pertamanya adalah Ain. Dengan berhasil mengalahkan pelatih Kaizer, Ain mendapatkan skor sempurna.

“E-eeh!?”

“Ka-kau bercanda kan, Leonard???”

“Sayangnya, itu kenyataan Loran… jadi kesimpulannya, dia berada di atasmu, Loran….”

Pada kenyataannya Bats bukanlah hanya seorang berotak otot, namun dia adalah orang berotak otot yang cerdas. Meskipun agak rancu apa maksud otot otak yang cerdas itu, namun dia mampu untuk belajar.

Orang tuanya, atau lebih tepat ibunya yang masuk ke keluarga Klim adalah seorang anak bangsawan yang berurusan dengan sastra. Karena itu dia dibesarkan dengan fokus kepada pendidikan dan pelajaran.

Leonard mengatakan bahwa Bats berada di urutan ketiga secara keseluruhan. Itu artinya dia tidak hanya berhasil lolos dalam ujian bela diri, namun juga berhasil lolos di Ujian umum dan masuk ke First Class.

Mungkin saja orang-orang di First Class berpikir bahwa Bats hanyalah orang yang berotak otot. Namun pada kenyataannya di dalam otaknya itu cukup berisi sampai-sampai membuatnya berada di urutan ketiga secara keseluruhan.

“Ternyata dia bukan bodoh ya… hanya saja Bats orang yang ceria ya…..”

“Ya-yang Mulia…. Memang sih dia itu orangnya periang…. Tapi…. ah tidak jadi…”

“Tapi itu luar biasa ya…. Bisa berlatih selama itu…. kalau aku mustahil…. Kalau tidak salah ayahnya Bats itu ksatria ya?”

“Aku juga pernah dengar itu… Leonard, apa kamu tahu Ayah Bats ksatria seperti apa?”

“Yah, saya tahu…. Kalau tidak salah beliau menjadi ketua pasukan yang terdiri dari seribu orang yang di tugaskan disebuah benteng dekat dengan wilayah monster sering muncul…”

Istalica adalah satu-satunya negeri yang ada di benua Isthar. Namun bukan berarti mereka terbebas dari ancaman monster.

Di beberapa daerah monster yang ada cukup kuat, dan dibuatlah semacam benteng disana dan dijadikan basis untuk melakukan pertahanan. Dan di sana banyak pasukan-pasukan ksatria yang berusaha melindungi para rakyatnya dan memberikan jaminan keamanan.

“Itu artinya dia selalu berada di tempat berbahaya ya?”

“Benar Yang Mulia…. Karena dia adalah komandan pasukannya, jadi sepertinya dia berada di posisi yang cukup hebat…”

“Ohhh…. Berarti memang Ayah Bats itu hebat sekali ya….”

“Suatu hari nanti juga aku ingin pergi ke berbagai tempat di benua ini…. tapi sepertinya sulit ya…..”

“Yahh… Kalau untuk Ain-sama aku rasa cukup sulit…. Anda kan memiliki posisi sebagai Putera Mahkota, jadi sulit bagi pihak istana untuk memberikan izin….”

“Benar apa kata Loran Yang Mulia…. Karena itu aku ada satu kekhawatiran….”

Ketika mendengar Leonard mengatakan itu, Ain dan Loran pun menatapnya.

“Kekhawatiran??”

“Ya… Ini soal tahun depan di tahun ketiga kita….. Akan tiba masanya First Class dan Second Class akan melakukan pelatihan gabungan melawan monster…. Meskipun lokasinya tidak seberbahaya tempat Ayah Bats, namun tetap saja kita akan pergi ke lokasi yang banyak monsternya….. ”

“Ah, sepertinya aku pernah mendengar soal itu….. Sepertinya Warren-san dan yang lainnya pernah membicarakan soal itu….”

“Lalu apa yang dikatakan Warren-sama?”

“Setidaknya Dill harus ada di dekatku…. atau mungkin Chris-san…..”

Chris, sang Wakil Komandan Royal Knight. Kedua orang ini juga mengenal sosok gadis itu. Tentu saja juga tidak ada yang tidak mengenali sosok Dill setelah pertandingan tahun lalu yang seperti menjadi sebuah legenda.

“Kalau dikawal orang seperti Dill-senpai atau Chris-sama maka akan aman ya….”

“Ini adakah sedikit kasus khusus… Bagi pihak sekolah juga menyatakan siswa tidak bisa lulus jika tidak menyelesaikan latihan ini… Namun dengan adanya Ain selaku Putera Mahkota maka harus ada jaminan keamanan…. Aku rasa pihak sekolah juga menyewa banyak petualang, namun mereka tidak berani untuk memastikan itu aman….”

“Tapi ya….. Aku sedikit merasa senang….. Kalau memang benar, maka aku bisa ikut berpartisipasi dalam acara tersebut bersama kalian…”

“Aku juga sangat menantikannya…. Kira-kira akan jadi seperti apa pelatihan itu nanti….”

“Aku juga….. Karena hanya sekarang saja kita bisa melakukan berbagai hal menyenangkan bersama sahabat-sahabat….”

Leonard mendengarkan perkataan Loran dengan seksama. Mereka bertiga sampai saat ini menikmati kehidupan sekolah bersama-sama dan cukup akrab sampai bisa dikatakan sahabat. Memikirkan berbagai agenda sekolah ke depannya membuat mereka berdebar-debar dan sangat mengasyikkan.

“Ngomong-ngomong, aku dengar latihan itu akan dibagi dalam kelompok lima orang….. Karena First Class ada 10 orang, dan Second Class ada 20 orang jadi totalnya akan ada 6 kelompok nanti….”

“Memangnya begitu? Kalau begitu kita kurang dua orang lagi?? Apa kita bisa menentukan sendiri anggota kelompoknya?”

“Boleh kok Yang Mulia….. Tapi karena kita bertiga sudah klop, kita perlu merekrut dua orang lagi….”

“Begitu ya… Kalau begitu kita harus mencari satu orang lagi…”

“Ah, Ain-sama? Memangnya yang satunya lagi sudah ditentukan??”

Leonard berkata bahwa mereka harus merekrut dua orang, namun Ain berkata bahwa mereka hanya perlu mencari satu orang lagi. Jadi Loran penasaran dengan siapa orang yang satunya lagi.

“Jangan-jangan…. Yang Mulia….”

“Kamu sudah paham, Leonard?? Loran, anggota keempat kita adalah Bats…. Kurasa tim kita akan menjadi cukup menarik, iya kan?”

“Be-begitu ya….Bats-kun ya…. tapi…. Tidak jadi, kurasa itu bagus….dia adalah orang yang baik, jadi kurasa akan menyenangkan…”

“Ya dia bukan tipe orang yang akan ketakutan dan membuat masalah sih…..Aku setuju dengan Loran yang mengatakan ini akan menjadi menyenangkan….”

“Kalau begitu sudah ditentukan ya…. Nanti aku akan membicarakan soal itu pada Bats…. Aku yakin dia akan menyetujuinya…”

Entah bagaimana Leonard menyetujuinya. Bukan berarti Leonard memandang rendah Bats. Namun Leonard yang tidak terlalu banyak bergaul dengan orang lain ini sedikit kerepotan menghadapi orang yang jarang dia ajak bicara. Itukah mengapa saat Ain dan Loran pertama kali mengajak dirinya berbicara, ia mengumpulkan banyak keberanian dalam dirinya.

“Sepertinya tahun depan akan menjadi sangat menyenangkan ya…..”

“… Ya itu benar.”

“Ya, mari kita nikmati sebanyak mungkin… karena akan banyak agenda di masa depan!!”

Dapat dikatakan bahwa Kingsland Royal Academy nyaris tidak memiliki agenda kelas rendahan. Kalau pun ada itu hanya ujian saja. Tidak hanya ada acara festival untuk seluruh sekolah, namun ada juga acara-acara untuk setiap angkatan.

Dan saat memasuki tahun ketiga, pelatihan langsung melawan monster adalah agenda yang paling besar. Bahkan untuk siswa yang mengambil jurusan humaniora, ataupun mereka yang baru naik ke Second Class, wajib mengikuti acara ini. Ini adalah aturan sekolah yang mewajibkannya.

Meskipun ada banyak agenda lainnya yang menyenangkan di tahun keempat yang menunggu Ain dan teman-temannya itu. Namun pertama-tama mereka harus melewati pelatihan monster ini. Ain dan teman-temannya menjalani kehidupan sekolah mereka sambil menantikan acara ini.

 

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Maseki Gurume Chapter Vol.03 - Ch.15. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

2 responses to “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 15”

  1. Siotong says:

    Lanjutkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *