Vol.03 - Ch.16.2 ~ Aktivitas Ain di Sekolah, Tahun Ketiga (Awal) (B)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 3 Chapter 16B di Kurozuku.

6 Dec 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

“Kabutnya tebal sekali ya….”

“Ya…. Kalian berdua, jangan sampai terpisah dari aku dan Ain ya…”

“Aku tahu…. Maaf ya kami lambat dan membuat kalian repot…”

“Kalau tahu begini harusnya aku lebih banyak berlatih….”

Memasuki hari kedua, mereka telah melewati hutan dan memasuki area di antara pegunungan. Entah mungkin karena iklimnya yang khusus, area ini diselimuti kabut yang semakin tebal.

“Bats… Bagaimana penunjuk arahnya?”

“Kalau kabutnya separah ini, kita tidak bisa berbuat apa-apa… Aku sudah coba menginjak tanah untuk membuat penanda, namun itu tidak terlalu berguna…”

“Bagaimana jika kita tinggal disini sementara sambil menunggu kabut mereda?”

“Loran…. Mungkin kabut di sini tidak akan pernah reda…. Iya kan Bats?”

“Benar…. Sepertinya kita telah mengambil jalan yang merepotkan…. Undiannya kurang beruntung…”

Jalur yang akan diambil keenam tim semuanya berbeda. Dan itu ditentukan dengan menggunakan undian, dan setiap tim akan menyusuri jalan yang telah ditetapkan undian yang mereka dapatkan. Tingkat kesulitan setiap jalur belum tentu sama, dan ada kalanya mendapatkan undian yang buruk seperti saat ini.

“Kita tidak punya pilihan lain selain terus berjalan…. Meskipun dalam pikiran, kita merasa terus berjalan lurus, namun sepertinya tidak seperti itu ya…. tapi setidaknya kita bisa berusaha agar tidak berbelok…. Pastikan untuk tidak terpencar…”

Bats memimpin, dan diikuti oleh Ain di belakangnya. Lalu Leonard dan Loran. Dan terakhir adalah Dill yang bertugas sebagai pengawal.

“Jarak sampai ke tujuan akhir…. sulit di ukur ya…”

“…Aku tidak bisa berkomentar… Semua itu tergantung apakah kita bisa keluar dari kabut ini atau tidak…”

Leonard berpikir apakah mungkin untuk mengukur jarak ke tujuan akhir. Mereka tidak pernah menyangka akan terhalang oleh kabut seperti itu, jadi rencana mereka menjadi agak berantakan.

“Hei Loran…. Apa kamu tidak bisa membuat peralatan sihir yang bisa menghilangkan kabut?”

“Apa yang Anda katakan Ain-sama….”

“Benar… Mana mungkin….”

“Bisa kok… tapi dengan persediaan kita saat ini, itu agak mustahil….”

“Ternyata bisa ya…..”

“Lagipula tidak sulit juga membuatnya…. Lain kali aku akan menunjukkan yang sejenis pada Anda…”

Loran makin terlihat seperti seorang jenius. Sosoknya yang mengatakan dengan mudahnya bahwa dia bisa membuat alat itu asal ada bahannya membuat dirinya terlihat sedikit bersinar.

“Dill…. Loran itu benar-benar….. Loh? Dill??”

“Ada apa Ain?”

“Dill! Jawab aku!!”

Ain yang menyadari bahwa tak ada jawaban dari Dill, iapun memanggil Dill dengan suara yang keras. Namun masih tetap belum ada jawaban.

“Hei Ain! Hentikan!”

“Kenapa! Dill hilang!!”

“…. Pokoknya turunkan volume suaramu… nanti mereka bisa…. Ah sudah terlambat… mereka sudah menyadarinya!! Kalian berdua tetap berada diantara aku dan Ain!! Jangan sampai terpisah!!!”

“Ada apa? Ada apa!?”

“Loran tenanglah…. Pokoknya mendekatlah!”

Loran ditarik oleh Leonard, dan mereka berdua berada diantara Ain dan Bats. Dan kemudian. Tiba-tiba terdengar suara gesekan menderit dari sekeliling mereka.

“Oioi…. Aku tidak dengar mereka akan muncul disini…. Hei Ain!!”

“Apa!”

“Itu kupu-kupu gagak! Mereka adalah monster merepotkan yang menanamkan telur pada manusia dan membuat orang menjadi lumpuh!! Mereka seharusnya bukanlah monster yang akan muncul disini!! Berhati-hatilah!!”

Setelah diberitahukan hal itu, Ain menjadi tegang. Meskipun ia juga mengkhawatirkan Dill yang terpisah dari mereka, namun mereka juga saat ini sedang mendapatkan serangan.

“U-uwaahh… Apa itu tadi??”

“Jika kau melihat kupu-kupu hitam besar berwarna hitam,itulah musuh kita!! Kalau kalian melihatnya segera beritahu aku!!”

“Beritahu…. Hei Bats….”

“Apa!”

“Aku sarankan kita untuk kabur saja….”

“Bahkan jika kau bilang begitu, tentu saja itu mustahil tahu!!!!”

Bats langsung membantah saran dari Leonard. Itu adalah tindakan yang cukup bodoh disaat mereka tidak mengetahui kondisinya. Harusnya Leonard juga mengetahui hal ini, namun ia tetap mengatakannya.

“Bats!! Bats!! Gawat… Ayo lari!! Mereka ada banyak!!”

“Banyak?? Jangan bercanda…!?”

Kawanan berisi puluhan kupu-kupu gagak muncul. Kawanan itu datang dari satu arah untuk menyerang mereka.

“Bats!! Ayo lari!!!”

“Ah!! Hei, kalian berdua, ayo kita pergi!! Ikuti aku!!”

Jika hanya beberapa ekor saja mungkin masih bisa mereka hadaipi. Namun dengan situasi seperti ini membuat mereka beranggapan tidak mungkin bisa menghadapi kawanan yang terdiri dari puluhan ekor ini. Meskipun berbahaya, mereka memulih untuk meninggalkan tempat ini.

*

Entah sudah sejauh mana mereka berlari. Setidaknya mereka sudah terus berlari selama beberapa puluh menit. Dan mereka telah kehabisan tenaga dan tiba di sebuah lubang kecil. Mereka berempat bersembunyi di sana.

“Akhirnya mereka menyerah…. Ain!! Bisa-bisanya kau membuat suara kencang di tempat seperti itu!! Apa kau mau bunuh diri!!!”

“…Maaf… itu salahku…. Aku terbawa perasaan dan langsung berteriak… Maaf….”

“Hei Bats! Kau tidak perlu berkata sampai seperti itu kan….”

“Tidak apa-apa Leonard… Itu memang salahku….tapi… Dill kemana ya…”

Saat mereka berjalan menembus kabut tebal, mereka berempat terpisah dari Dill. Ia benar-benar khawatir. Meskipun memang Dill itu kuat dan tidak perlu terlalu khawatir, namun ada juga kemungkinan dia bertemu dengan puluhan kawanan seperti barusan.

“Hahh… haah…”

“Kau baik-baik saja Loran??”

“Ah, maaf Leonard…. Aku hanya kelelahan…fuhh…”

“Pokoknya, situasi ini sangat aneh…”

Bats yang sudah sedikit lebih tenang mulai memberitahu kepada semuanya bahwa ada yang aneh dengan situasi yang mereka alami.

“Monster-monster itu biasanya bukanlah monster yang muncul di tempat seperti ini… Di tempat yang banyak monster liciknya seperti Black Huorn…. Cukup aneh karena level mereka tidak sebanding…”

“…Jadi maksudnya ini situasi Abnormal?”

“Benar apa kata Ain, karena itu aku terpikirkan dua cara… yang pertama adalah diam disini dan menunggu penyelamatan, atau tetap berjalan…. Mudah kan? Tapi karena mereka ada banyak sekali, menunggu tim penyelamat itu agak kurang realistis…. Karena mereka mungkin monster-monster itu akan segera menemukan tempat ini….”

“Aku jadi mengkhawatirkan keadaan Dill-senpai…”

“Memang benar… tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa soal itu…. Yang Mulia, apa ada kemungkinan bahwa Chris-sama diam-diam ikut dalam pengawalan??”

“Kurasa tidak…. Chris-san sejak kemarin pergi mengawal ibuku ke kota Magna, karena itu kurasa tidak mungkin dia ada di sini….”

Leonard berpikir bisa mengandalkan Chris jika memang diam-diam dia ikut mengawal. Ini benar-benar keputusan sulit di tengah situasi abnormal dan mereka terpisah dari Dill.

“Kalau begitu, sepertinya kita tidak ada pilihan lain selain terus berjalan ya…. Di saat tidak ada jaminan kita akan selamat seperti ini, adalah bodoh jika kita tidak melakukan apa-apa….”

“Aku setuju dengan Bats…. Kalaupun kita tetap diam sekalipun bahaya akan tetap datang….”

“Kalau Yang Mulia setuju, maka saya tidak ada hak untuk menolaknya….”

“Aku juga… Tapi aku tidak berguna dalam pertarungan… aku akan membantu sebisaku….”

Semua pendapat telah mencapai satu kesimpulan. Meskipun berbahaya bagi mereka untuk bergerak, namun berdiam diri di tengah banyaknya kupu-kupu gagak ini lebih berbahaya. Tidak ada yang tahu mana jawaban yang benar jika tidak mencobanya. Karena itu, mereka memilih untuk melakukan tindakan.

*

Kemudian mereka terus berjalan selama beberapa jam. Kabut tebal masih menyelimuti mereka dan menghalangi pandangan mereka. Karena mereka bisa memperkirakan arah datangnya cahaya matahari, setidaknya mereka merasa tidak sedang berjalan mundur.

Beberapa kali mereka mendengar suara kupu-kupu, dan mereka  pun berhenti dan berwaspada. Meskipun pada mereka tidak ditemukan, namun tidak mengubah keadaan bahwa mereka sedang berada ditengah-tengah kawanan kupu-kupu gagak.

Mereka berhasil menemukan sungai kecil yang mengalir, dan memutuskan untuk beristirahat dan minum sejenak di sana. Setelah terus berjalan dalam waktu yang lama, baik Ain maupun Bats sudah cukup kelelahan.

“Loran. Aku serahkan padamu untuk membawa air ini…”

“Siap! Kalian semua juga pastikan untuk minum sebanyak mungkin selagi bisa….”

“Leonard.. Kau tidak perlu memasang penghalang….”

“Memangnya kenapa Bats?”

“Karena ada kalanya mereka akan menyadari adanya penghalang, dan kemudian menyerang saat penghalang itu dihilangkan….”

Ketika Leonard ingin membuat penghalang, Bats mengatakan itu untuk menghentikannya. Ada juga monster yang cukup licik yang bisa mendeteksi keberadaan penghalang dan menyerang ketika penghalang itu hilang. Dan kupu-kupu gagak adalah salah satunya, Karena itu dia tidak ingin ada penggunaan penghalang.

“Sepertinya Bats tahu banyak ya… Apa itu dari dari ayahmu?”

“Ya, benar…Ayahku selalu bertarung dengan monster di tempat yang berbahaya…. jadi aku banyak belajar darinya…”

Bats menjawab pertanyaan Ain dengan ringkas. Wilayah tempat Ayah Bats bertugas adalah wilayah yang cukup berbahaya. Dan dari ayahnya itu, Bats belajar berbagai hal seperti tentang cara untuk menghadapi dan juga hal-hal yang dilarang untuk dilakukan. Dia benar-benar orang yang bisa diandalkan di tempat seperti ini.

Kemudian, mereka beristirahat sejenak sambil mendengarkan kisah Bats. Titik kelemahan kupu-kupu gagak itu yang pertama adalah Api. Dan nomor dua adalah sinar matahari. Sepertinya mereka baik-baik saja di tempat berkabut seperti ini, namun saat mereka terkena sinar matahari langsung, katanya tubuhnya akan langsung hancur.

Namun saat ini mereka berada di dalam kabut yang sangat tebal. Dan tak ada satupun diantara mereka yang bisa menggunakan sihir api. Sepertinya sulit untuk menghadapi titik lemah mereka.

“Bagaimana kita harus beristirahat malam ini, Bats? Kalau kita tidak beristirahat Leonard dan Loran akan mencapai batasnya….”

“Kita akan tidur bergantian… Kita akan langsung berangkat ketika matahari terbit…. Aku ingin kita bisa keluar dari kabut ini sebelum matahari berada dipuncaknya…”

“Baiklah… Sekarang kita harus mencari tempat untuk beristirahat….”

“Yosh… Aku sudah membawa Airnya, kita bisa berangkat kapan saja…”

Setelah mendengar kata-kata Loran, mereka mengakhiri istirahat mereka dan mulai kembali berjalan menuju garis finish. Setelah beristirahat sejenak, mereka sudah mendapatkan kembali sedikit energi mereka dan bersumpah untuk tetap selamat, lalu mulai melangkahkan kaki mereka.

 

Terima kasih telah mampir….

Comments

2 responses to “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 16B”

  1. Ekho says:

    Mantap

    Thank update nya
    Semangat min

  2. Siotong says:

    Lanjut min, lg seru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *