Vol.03 - Ch.17.2 ~ Aktivitas Ain di Sekolah, Tahun Ketiga (Akhir) (B)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 3 Chapter 17B di Kurozuku.

7 Dec 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

“Leonard!”

“Ya? Ada apa Yang Mulia!!”

“Apakah penghalangmu bisa menahan racun!?”

“Ra-racun?? Kalau sebatas beberapa puluh menit saja mungkin bisa…. Tapi apa yang….!”

“Syukurlah kalau begitu!! Cepat!!”

Leonard bingung kenapa tiba-tiba membicarakan soal racun, namun ia tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal itu. Leonard dan Loran hanya bisa berusaha mati-matian mengikuti Ain dan Bats berlari.

Setelah beberapa menit kemudian, mereka terus berlari dan tiba ditempat yang memiliki pohon besar yang bisa digunakan sebagai perisai.  Setibanya di sana, Ain segera memberikan instruksi kepada Leonard.

“Leonard!”

“Iya!”

“Cepat pasang penghalangnya!! ”

“Tunggu Ain! Kalau kita pasang penghalang di sini mereka hanya perlu menyerang kita setelah kita melepasnya saja!!”

“Aku tahu apa yang ingin kau katakan Bats! Tapi, tolong ya Leonard!!”

“…Baik!!”

Kemudian Leonard pun duduk dan bersiap untuk memperluas penghalang miliknya. Dari kejauhan, terlihat banyak kupu-kupu gagak yang menuju ke arah mereka. Ain dan Bats berdiri di depan Leonard dan Loran, dan bersiap untuk menghadapi kawanan itu.

“Cepatlah Leonard! Kita juga tidak akan bisa menahannya terlalu lama!!”

“Aku tahu Bats!”

Meskipun terburu-buru, Leonard tetap membuat penghalangnya dengan hati-hati. Dan di sampingnya ada Loran yang menatap semua orang dengan penuh kekhawatiran. Serta Ain dan Bats yang berusaha melindungi mereka berdua. Beberapa ekor kupu-kupu gagak terbang mendekati Ain dan Bats.

“Ain!”

“Ya!!”

Kalau hanya beberapa ekor saja, mereka masih bisa menanganinya. Bats yang pertama kali menyerang, dan Ain memberikan serangan akhir dengan memanfaatkan celah yang telah dibuat. Karena kupu-kupu gagak itu bisa mengeluarkan serangan yang membuat lawannya lumpuh, selama tidak terkena serangan itu, mereka masih bisa bertarung.

Kemudian satu persatu kupu-kupu itu pun dikalahkan. Namun masih ada gelombang besar yang akan datang. Ada puluhan kupu-kupu yang datang menghampiri mereka.

Ain dan Bats berhasil melawan mereka dengan memanfaatkan keuntungan dua lawan satu, namun musuhnya masih ada banyak yang akan datang. Meskipun telah berhasil bertahan untuk beberapa saat, namun serangan yang di khawatirkan pun mengenai Bats.

“Gu… Si-al!!”

“Bats!!”

Serangan pelumpuh milik kupu-kupu itu pun mengenai Bats. Dan tinggal Ain yang bisa bertarung. Lalu ketika ia merasa ini sudah berakhir…

“…Penghalan! Aktif!!”

Area sekitar mereka segera diselimuti oleh cahaya, dan penghalang milik Leonard pun aktif. Penghalang yang muncul di sekeliling mereka mendorong kawanan kupu-kupu gagak itu menjauh dan membuat mereka bisa lepas dari situasi mematikan itu.

“Hah… hah… Maaf lama Bats…”

“Ah, ah… Terima kasih, Leonard…”

“Bats!! Apa kau baik-baik saja!!?”

Ain segera menghampiri Bats yang terjatuh dan tidak bisa bergerak. Untungnya serangan dari kupu-kupu gagak itu hanya memberikan efek lumpuh saja dan tidak beracun. Ini benar-benar keberuntungan di tengah bencana.

“Ah, tidak apa-apa, Ain, Aku hanya tidak bisa menggerakkan tubuhku saja…. Sial, padahal aku ini laki-laki, hampir saja aku kemasukan telur mereka….”

“Berbaring sebentar dan istirahatlah”

“Lagipula memang cuma itu yang bisa aku perbuat, jadi mau bagaimana lagi….”

“… Tapi Ain-sama… Anda tiba-tiba memerintahkan Leonard untuk membuat penghalang, apa Anda memiliki ide??”

“Yahh ini hanya semacam taruhan saja….”

“Ain-sama, saya sempat kebingungan saat Anda tiba-tiba memerintahkan untuk membuat penghalang…. Sebenarnya apa yang Anda rencanakan??”

“Aku akan menjelaskannya… tapi biarkan aku beristirahat dulu… Ini benar-benar melelahkan…”

Ain memiliki sebuah rencana. Jika dapat berjalan lancar sesuai dengan apa yang dia perkirakan, maka mereka bisa memusnahkan kawanan kupu-kupu gagak itu. Namun pertama-tama ia ingin beristirahat terlebih dahulu karena ia sejak tadi terus-menerus mengayunkan pedangnya melawan kupu-kupu itu dan sudah menguras banyak energi.

“Ini Airnya… Untung saja kemarin kita bawa banyak….”

“Maaf ya Loran…. Haahh… Jika saja situasinya bukan seperti ini seharusnya air di hutan itu terasa lebih nikmat…”

“Ya, ya… sudahlah jangan mengatakan hal seperti itu di saat seperti ini….”

Setelah meminum air yang diberikan kepadanya, Ain menghela nafas. Setelah beristirahat sejenak, ia berencana untuk melaksanakan strateginya.

“…Kita akan menggunakan Alat sihir sekali pakai yang aku minta Loran buatkan kemarin….”

“Loran…. Benda apa yang kau berikan pada Yang Mulia!?”

“Jangan tatap aku dengan wajah menakutkan seperti itu!! Itu hanyalah benda sederhana yang digunakan untuk memerangkap udara disekitar…. Namun aku memperbesar jangkauannya menjadi 20 meter….”

“…Sejauh yang aku dengar ini, sepertinya itu bukan alat untuk membuat serangan….”

“Benar kata Leonard… Ain, apa yang ingin kau lakukan dengan itu??”

“Itu rahasia, tapi tidak mungkin tidak menghasilkan efek… Jika lawannya adalah makhluk hidup…”

Ain tidak menjelaskan detailnya. Mereka bertiga sangat penasaran. Namun karena wajah Ain sangat serius, maka ia mengerti bahwa ini bukan candaan.

“Jadi apa yang bisa kita lakukan??”

“Leonard sudah tidak punya terlalu banyak energi sihir kan, jadi aku ingin kau pertahankan saja penghalang ini…. Sedangkan Loran dan Bats, perhatikan saja keadaannya….”

“Itu saja??”

“Hei Ain…. Kalau begitu hampir semuanya kau lakukan sendiri dong….”

“Benar…. cara ini tidak akan berhasil kecuali aku melakukannya sendirian…. Karena itu aku akan maju sendirian….”

“Ain mana mungkin aku membiarkanmu melakukan hal seberbahaya itu….”

“Tenang saja Bats.. Kemarin kau sudah memberitahuku bahwa ini akan berhasil…”

“Aku???”

Pada Akhirnya Ain tidak memberitahukan apa yang ingin dia lakukan. Setelah mendengar Ain mengatakan bahwa dirinyalah yang memberitahukan hal ini, Bats berusaha sekuat tenaga mengingat apa yang ia katakan kemarin, namun ia tidak mendapatkan apapun. Iapun terus memikirkan hal itu.

“Yaahh… mereka ada banyak sekali diatas pohon….”

Ketika Ain menatap pohon yang ada disampingnya, kawanan kupu-kupu gagak itu bertengger disana dan menunggu mangsa mereka keluar. Intinya itu adalah pemandangan yang sangat mengerikan.

“Waahh mengerikan sekali…. Apa-apaan mereka itu….”

“…Ini benar-benar pemandangan yang tidak layak di lihat…”

“Yosh… Kalau begitu aku berangkat ya….”

Ain berkapa kepada Loran dan Leonard.

“A-Ain-sama…? Anda mau kemana …?”

“Tentu saja… Aku akan mengalahkan mereka!!!”

Kemudian dengan sangat cepat ia berlari keluar dari penghalang. Orang bisa keluar dari dalam penghalang dengan mudah, namun orang di dalam penghalang tidak mendapat pengaruh apapun dari luar penghalang. Dengan memanfaatkan hal ini, Ain berlari keluar dengan kecepatan luar biasa.

“Y-Yang Mulia!!?”

“Ain!! Apa yang kau lakukan!!! Oii!!!”

Ain mendengar suara teman-temannya itu dari dalam penghalang, namun ia tidak menghiraukannya dan terus berlari. Sekawanan kupu-kupu gagak yang melihat Ain mulai beterbangan dari atas pohon untuk mengejar Ain.

“Uwaaahh… Benar-benar menjijikkan…. Ah sudahlah… Ayo kejar aku!!!”

Tubuhnya yang kelelahan sudah sedikit pulih, dan Ain pun berusaha keras berlari menjauh dari penghalang. Kemudian dia bergerak di sekitar pohon

yang ia temukan untuk mengarahkan kawanan burung yang terbang berpencar agar menuju ke satu tempat.

Ketika ia melihat ke arah penghalang yang sudah berjarak 100 meter darinya, Ain bisa melihat wajah ketiga temannya yang memandangi dirinya dengan sedih. Mungkin mereka mengira Ain akan berusaha menghadapi kawanan kupu-kupu itu dengan mengorbankan nyawanya.

Namun, Ain sama sekali tidak memikirkan hal itu, dan sangat ingin cepat pulang agar bisa berbicara dengan Olivia. Hanya itu yang ada dalam pikirannya.

“Hei kalian! Apa kalian tidak berpikir bahwa bom bunuh diri yang tidak berpengaruh pada penggunanya adalah sesuatu yang menakutkan??”

Ain mengambil sebuah alat sihir berbentuk bundar dari sakunya. Sebuah Alat Sihir sekali pakai yang dibuat oleh Loran semalam.

“Ini cukup berpengaruh buat kalian kan? Kalau begitu hisaplah dan jatuhlah ketanah!!!”

Alat sihir itu dihantamkan ketanah. Dan udara yang terperangkap di dalamnya pun menyebar ke area di sekitarnya. Seperti apa yang dikatakan Loran, udara yang ada di benda itu dalam sekejap menyebar dan dampaknya sama sekali tidak lemah, namun Ain berhasil bertahan.

Udara yang keluar dari alat itu seperti asap abu-abu dengan campuran warna keunguan. Itu adalah miasma yang diam-diam Ain kumpulkan dari dalam gua semalam.

Bats pernah berkata, bahwa miasma di dalam gua itu juga efektif untuk kupu-kupu gagak. Ain yang mempercayai ini menggunakan udara itu sebagai senjatanya.

Dengan memanfaatkan kemampuan Toxin Decomposition EX miliknya Ain dapat membiarkan dirinya memasuki ruangan yang dipenuhi oleh miasma, dan mengumpulkan udara yang dipenuhi miasma yang ada jauh di dalam gua.

“…Ini bukanlah strategi yang bisa dilakukan orang lain… Jika mereka tidak punya kekebalan terhadap racun tentnunya…. Tapi… ini seperti melakukan teror…”

Hasilnya sukses besar. Kawanan kupu-kupu gagak yang telah terkena racun langsung musnah. Dan Ain menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri betapa mengerikannya racun itu.

 

Terima kasih telah mampir….

Comments

One response to “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 17B”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *