Vol.03 - Ch.04.2 ~ Sea Dragon (Awal) (B)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 3 Chapter 4B di Kurozuku.

20 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca…. Ini Part 2 ya…

“Benar-benar orang baik hati….”

Setelah Ain keluar, para ksatria masih membatu. Sampai akhirnya Warren datang menghampiri. Ia melihat Lloyd bergumam sendirian. Ia pun bingung apa yang sebenarnya terjadi disini.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku mengerti bahwa Ain-sama telah pergi… Sepertinya Putera Mahkota kita ini lebih merepotkan daripada Olivia-sama ya….”

“Benar apa katamu Warren-dono…. Baiklah.. Hm… Ha!!”

Lloyd mengerahkan seluruh kekuatan tubuhnya sambil berteriak, Bersamaan dengan suara teriakannya itu, kebebasan tubuhnya pun kembali.

“Ara?? Jadi itu Cuma pura pura??”

“Yah… Aku ingin bilang begitu.. tapi sayangnya aku benar-benar tidak bisa bergerak barusan….. Sepertinya lebih tepat dikatakan kalau aku baru bisa melepaskan diri setelah Ain-sama agak menjauh…”

“Jadi apa Lloyd-dono tahu apa yang beliau lakukan kepada anda??”

“Menurutku ini semacam sihir pengekang… Aku tidak pernah menyangka beliau bisa menggunakan sihir pengekang yang merupakan sihir tingkat tinggi…. Sebenarnya mudah saja menghadapi sihir pengekangan dengan menggunakan item pertahanan… namun masalahnya adalah aku tidak membawanya saat ini….”

“Kalau tidak salah sihir pengekangan hanya efektif untuk manusia karena katanya sering dipatahakan jika dipakai untuk melawan monster…”

“Benar sekali… Andai saja aku tadi tidak terburu-buru dan menyuruh seseorang untuk mengambil item pertahanan…. Aku benar-benar menyesal…”

Meskipun Lloyd mengatakan bahwa dirinya hanya kesulitan untuk bergerak, namun tidak salah lagi jika itu menyebabkan dirinya sampai bercucuran keringat. Namun apakah saat disituasi seperti itu dia masih bisa bergerak atau tidak hanya Lloyd sendiri lah yang tahu.

***

Ain berhasil keluar dari Aula dengan aman dan ia pun berlari menuju ke gerbang istana. Dia tidak bisa mengeluarkan kereta kuda, tentu saja dia tidak bisa menyiapkan itu dan butuh waktu juga untuk mempersiapkan kudanya. Jadi dia tidak punya pilihan lain selain berlari sekuat tenaga.

“Sial…. Benar-benar… Ini istana besar banget sih!! Meskipun ini rumah ku sendiri aku benar-benar terkejut!!!”

Istana Istalica, White Knight, benar-benar besar dan membuatnya membutuhkan cukup waktu untuk sampai keluar istana. Dan saat ini Ain sedang merasa kesal dengan besarnya istana itu.

Ain terus berlari dan akhirnya dia berhasil mendekati gerbang Istana. Ada seseorang disana yang berdiri menunggu Ain.

“Ain-sama… saya tidak menyangka Anda benar-benar bisa sampai kemari….”

“Dill…!”

Saat ini Dill bekerja sebagai ksatria di Istana. Bahkan setelah lulus dari sekolah, ia masih memiliki banyak kesempatan untuk melindungi Ain dan saat ini mereka berdua berada dalam hubungan bersahabat yang tiada bandingannya.

Tidak seperti ayahnya, teknik berpedang yang digunakan Dill yang bertubuh kurus itu membuat pedangnya seolah-olah sedang menari bersamanya. Meskipun dia masih muda, dia menjadi ksatria muda dan dia menjadi pengawal Ain serta memiliki kemampuan yang cukup populer dikalangan para ksatria di dalam istana.

“Tidak ada gunanya menghentikan ku… Aku akan tetap pergi ke Magna…”

Sebelum Dill mengatakan sesuatu, Ain memberi peringatan bahwa tidak ada gunanya meminta dirinya berhenti. Namun hasilnya sangat jauh dari yang dibayangkan Ain.

“….Saya akan menemani anda… Silahkan gunakan kuda ini….”

Dill mengatakan bahwa dirinya akan ikut dengan Ain. Dia pun memanggil satu kuda lain dari tempat teduh, dan meminta Ain untuk menggunakan kuda itu.

“Dill…!? Kamu  bukannya ingin menghentikan ku??”

“Memang benar saya melayani negeri Istalica ini, namun diatas itu, saya adalah pelayan pribadi Ain-sama… Setidaknya izinkan saya mengeluh sedikit… Kalau sampai saya dipecat nanti, tolong pekerjakan saya sebagai ksatria pribadi anda….”

Ia mengatakan apa yang ada dalam pikirannya itu kepada Ain dengan penuh senyum diwajahnya. Ain sempat terkejut mendengar Dill mengatakan kepadanya untuk mempekerjakan dirinya jika dia dipecat, namun pada akhirnya Ain pun tersenyum dan bersyukur. Dia menerima tekad Dill.

“Ya… Aku akan mempekerjakan mu menjadi apapun yang kau mau!! Kau akan menjadi ksatria pribadiku! Atau kalau mau aku akan membuat tim dan kau yang jadi komandannya!! Terima kasih telah meniyiapkan kuda-kuda ini…. Mari kita menuju ke White Rose!”

“Baik!!!!”

FYI : Cerita tentang Raja Iblis yang ada di Novel ini benar-benar menarik loh….

Mereka sudah mendapatkan kuda sebagai alat transportasi. Mungkin mereka bisa sampai di White Rose lebih cepat daripda yang Ain bayangkan. Ketika mereka mengendarai kuda di jalan besar membuat mereka merasa tidak enak dengan para warga. Ain merasa dirinya perlu untuk membuat permintaan maaf nanti.

“Mari kita berjalan Ain sama! Kita bisa menambatkan kuda itu disini saja.

“Ya!”

Mereka menambatkan kuda di tempat yang biasanya disediakan untuk kereta kuda dan menuju ke Stasiun. Ketika melihat Ain datang dengan mengendarai kuda dan terlihat terburu-buru, para penumpang di stasiun pun menjadi ribut penasaran dengan apa yang terjadi.

“Arara.. Yang Mulia! Ada apa ini??”

“Majolica!! Maaf, aku punya urusan mendadak dan harus segera menuju ke Magna…”

“Ke Magna sekarang?? Yang Mulia… Jangan-jangan…”

Sepertinya Majolica dalam perjalanan pulang sehabis keluar, dan akhirnya berpapasan dengan mereka. Majolica yang baru pertama kalinya melihat Ain seperti ini pun langsung dapat menduga ketika ia mendengar nama kota Magna disebutkan.

“.. Yang Mulia! Bawa ini!!”

Majolica melempar sebuah kantung ke Dill yang berada disamping Ain. Meskipun yang menerima adalah Dill, namun dia merasa kerepotan, sepertinya isi kantung itu cukup berat.

“Aku akan meminta bayarannya nanti ke Istana, jadi pakai saja jangan sungkan!! Itu adalah Magic Stone HealBird yang baru aku beli!!”

“…Terima kasih!”

Magic Stone dari HealBird dapat membatu dalam pemulihan. Majolica memutuskan setidaknya untuk memberikan itu pada mereka.

“Ain-sama! Tolong bergegaslah…”

“Sampai jumpa Majolica, aku akan mengunjungi mu nanti!!”

“…. Semoga anda beruntung….”

Kemudian Ain berlari menuju kereta dan selanjutnya ia harus melakukan sesuatu agar Water Train milik kerajaan dapat di operasikan. Kereta yang biasanya tidak bisa beroperasi tanpa melaui beberapa manajemen diruang kepala pelayan kerajaan. Masalahnya adalah bagaimana cara agar mereka mau menjalankannya.

“Ain-sama…. Mohon maaf, ada satu hal yang ingin saya katakan…”

“Apa?”

Dill berbicara sambil berlari.

“Jika kita tidak menggunakan Kereta Kerajaaan kita tidak akan tiba tepat waktu…. Namun butuh banyak prosedur untuk bisa menjalankan kereta kerajaan…”

“Ya… Aku juga sedang memikirkan itu sekarang….!”

“Hanya ada satu cara…. Kita punya satu pilihan….”

“Apa itu!? Katakan padaku!”

“Anda bisa menggunakan Hak Perintah keluarga Kerajaan….Itu adalah sebuah hak perintah mutlak yang diberikan hanya kepada keluarga kerajaan…..  Namun, jika diketahui ternyata penggunaan hak ini menyalahi aturan… Maka ketika Ain-sama kembali ke Ibukota kemungkinan akan di copot dari posisi Putera Mahkota…..”

Dill mengatakan semua kemungkinannya. Namun soal kehilangan posisinya sebagai putera mahkota itu sudah seperti sebuah kepastian. Sebagai Putera Mahkota dia tidak hanya menentang perintah raja, namun dia juga sengaja menuju tempat berbahaya dan terlebih dia akan menggunakan hak miliknya untuk hal yang tidak dibenarkan.

Meskipun begitu Ain tersenyum.

“Jadi kita bisa menggerakan kereta dengan itu kan??”

“Kita bisa membuatnya bergerak…. Saya memang mengikuti anda sampai kemari, tapi saya sangat tidak menyarankan anda untuk menggunakannya, apa anda mengerti?”

“……Dill”

“Ya!”

Sekali lagi, Ain sangat bersyukur kepada Dill. Dia sangat senang melihat Dill melayaninya sebaik ini.

“Lanjutkan pengawalanmu dan lanjutkan menuju ke Magna sesuai rencana!!”

Dill tentunya tahu bahwa Ain akan mengatakan ini. Setidaknya dia ingin memberikan perlawanan dan peringatan terakhirnya. Namun karena tuannya telah membuat keputusan, maka dirinya membulatkan tekad untuk mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendukung tuannya.

“Sesuai Perintah Anda!!”

Dan setelah itu keributan di stasiun White Rose tidak kunjung mereda. Lalu Ain menghampiri kantor kepala Stasiun White Rose dan meminta nya untuk menjalankan kereta Kerajaan dengan menggunakan perintah Keluarga kerajaan. Setelah keberangkatan, Sylvard yang mendapatkan laporan tentang penggunaan hak ini pun segera mengeluarkan perintah penghentian kereta. Namun, pemberitahuan pemberhentian itu tidak sampai kepada kereta itu. Sepertinya ada gangguan dalam transmisi pemberitahuan dan membuat kereta itu terus melaju tanpa berhenti.

Terima kasih telah mampir…. Masih ada satu lagi nanti…

 

Comments

10 responses to “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 4B”

  1. Ryu says:

    Mantap min, lanjut

  2. Bashir says:

    Mantap lanjutkan min

  3. Shin says:

    Semangaat!

  4. Lucifer says:

    Rawnya udh nyampe chapter brpa min?

  5. Bratte Man says:

    Lanjut min!!
    Semangat!!

  6. Ekho says:

    Mantap
    Thank update nya min

    Lanjutkan

  7. Vio says:

    next

    btw beda ama manga ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *