Vol.03 - Ch.05.3 ~ Sea Dragon (Akhir) (C)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 3 Chapter 5C di Kurozuku.

23 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….
Panjang bener kayak LN aja….

“(Kalau tahu begini aku akan meminta dia membuatkan kuku seperti ini lebih banyak lagi!)”

Sea Dragon itu menyelam kedalam laut, semakin dalam dan semakin dalam. Meskipun Ain sempat mengkhawatirkan soal tekanan air, namun tampaknya dia masih bisa bertahan berkat menyerap Magic Stone misterius. Berkat itu ia tidak terlalu tersakiti oleh tekanan air.

“(Sea Dragon!! Mari kita beradu daya tahan!! Temani aku sampai akhir!!!)”

Teknik yang Ain pikirkan adalah sesuatu yang sangat sederhana. Jika dia bisa menghisap semuanya maka dia yang menang. Namun jika kekuatan fisiknya habis sebelum selesai menghisap maka dia kalah. Dia membawa kantong berisi Magic Stone dari Heal Bird di pinggangnya. Pertarungan dengan Sea Dragon ini juga memperhitungkan Magic Stone itu.

Mungkin makhluk itu dapat merasakan bahwa Inti Magic Stone nya sedang di hisap, Sea Dragon itu mengerang kesakitan dan terus bergerak agar Ain segera menjauh dari dirinya.

“(Jangan bergerak terus…. Aku juga kewalahan…. Jadi kondisi kita sama, Iya kan Sea Deagon…?)”

Ketika semakin dalam lautan pun semakin gelap dan membuat Ain semakin takut. Namun apa boleh buat. Seberapa takutnya dia, dia sadar bahwa dirinya tidak akan bisa lagi melihat langit sebelum mengalahkan Sea Dragon itu.

“(Sial! Aku harus segera pakai Magic Stone Heal Bird…)”

Ia merasakan kelelahan yang luar biasa. Sea Dragon yang terus bergerak membuat tangan ilusinya sulit di kendalikan dan membutuhkan energi ekstra. Bagaimana pun kelelahan Ain sudah sangat memuncak, dan satu-satunya media pemulihan adalah Magic Stone milik Heal Bird.

Setelah ia mengkonsumsi satu Magic Stone, tidak butuh waktu lama sampai dia harus menkonsumsinya lagi. Selama beberapa detik Magic Stone terus menerus di konsumsi dan akhurnya habis.

Sudah puluhan detik dia ditarik kedalam laut. Dan ada batasan juga berapa lama dia dapat menahan nafas. Memang Magic Stone dapat memulihkan Hp, namun tidak dengan kebutuhan nafas.

Sea Dragon juga semakin kelelahan. Dan mungkin dia merasa kesakitan karena Magic Stone nya dihisap ketika dia masih hidup. Dia meronta-ronta semakin kuat dan terlihat gerakannya penuh dengan keputus asaan.

“(… Ah. Sea Dragon…. Kau yang terbaik…. Benar-benar paling enak!!! Aku baru pertama kali merasakan cita rasa yang seperti ini… Jika saja timing nya tidak seperti ini, aku pasti akan lebih menikmatinya…)”

Cita rasa Seafood, aroma yang kaya dan kental. Apakah Ikan? Atau ras cangkang keras seperti kepiting? Atau malah seperti kerang? Rasanya benar-benar seperti perpaduan yang rumit.

Namun adalah kenyataan bahwa cita rasa itu adalah yang paling enak yang pernah dia makan sebelumnya. Jika mungkin, dia ingin merasakan cita rasa seperti ini lagi di tempat yang damai. Itulah yang ada didalam benak Ain.

“(Bahkan disaat seperti ini aku masih memikirkan soal rasa… sepertinya aku benar-benar Magic Stone Gourmet… Tapi sudah cukup kan?? Aku dan kau sama-sama sudah mencapai batas… bukankah tidak apa-apa jika kau menyerah sekarang??)”

Sudah satu menit berlalu sejak ia masuk kedalam laut. Bukan hanya sulit bernafas, namun kekuarangan oksigen juga membuat gerakan tubuhnya melambat. Saat Ain melepaskan tangan ilusinya, maka disitulah kekalahannya. Dia sudah menyerahkan semuanya kepada Sea Dragon itu.

“(Aku masih bisa menghisapmu…. Kalau aku tidak punya kekuatan, aku tinggal membuanya dengan paksa!! Kau ini adalah nutrisi yang baik untuk ku!!!)”

Ain menyerap Sea Dragon dan menggunakan kekuatan yang diserapnya itu sebagai tenanga pendukung. Jumlah tangan ilusinya bertambah menjadi sembilan. Karena masing-masing tangan itu membutuhkan energi sihir yang cukup banyak maka bebannya juga bertambah.

Dia sudah menggunakan Magic Stone milik Heal Bird yang terakhir. Sisanya adalah benar-benar adu kekuatan saja. Namun nampaknya masih kurang. Sampai saat ini Sea Dragon itu sudah mulai sekarat, namun Ain lebih dekat kepada batasnya daripada Sea Dragon.

Apa sudah tidak ada cara lagi? Apa aku sudah tidak bisa menghisap lebih banyak? Berbagai macam cara berusaha ia pikirkan, namun akhir dirinya semakin dekat. Dari matanya terlihat airmata darah, tangan-tangannya sudah melemas. Nafas yang semakin berkurang, dan pandangan yang makin memudar. Dan perlahan-lahan kesadarannya ikut memudar.

“(Ternyata masih mustahil buatku ya…. Tapi Sea Dragon… Kau juga sebentar lagi mati kan… berarti kita seri…..”

Ia benar-benar ingin sekali menang. Menang dan kembali keistana lalu menghabiskan hidupnya seperti biasa. Setidaknya dengan ini Chris bisa pulang. Dan Sea Dragon akan mati bersama dengan kematian Ain.

“(Menggenakan Armor hitam dan tak ada yang sanggup berdiri dihadapan pedangnya….. Aku ingin sekali menjadi kuat seperti Dullahan tapi….. Ah iya, benar juga… Setidaknya aku ingin melakukan ini….)”

Akhir pun telah tiba. Namun Ain berpikir ia ingin setidaknya dia memberikan luka langsung dari tangannya sendiri kepada Sea Dragon itu. Ia pun mengeluarkan sebuah belati yang ada di pinggangnya.

Sebuah belati hitam mewah yang diberikan Lalarua kepada Ain sebagai hadiah. Ain sangat menyukai belati itu dan sudah seperti partnernya.

“(Kalau begitu, ini yang terakhir, Sea Dragon!! Sebenarnya aku penuh dengan penyesalan, tapi aku senang bisa menghabiskan waktu bertarung dengan mu! Dan juga, Rasamu enak!)”

Kemudian ia menusukan belati hitam itu ke dahi Sea Dragon.

“(Sudah batasnya ya… Dadah…. Maaf ibu… Claune… Chris-san….)”

Terdengar suara seperti robekan daging, dan Dark Straw milik Ain tercabut dari dahi Sea Dragon. Tangan ilusi Ain hilang satu persatu dan Ain pun kehilangan kesadarannya.

Namun, ada satu kejadian yang sama sekali tidak terbayangkan oleh Ain yang telah kehilangan kesadarannya itu. Segera setelah Ain kehilangan kesadarannya, belati hitam mengeluarkan aura seperti kabut hitam meskipun sedang jauh dibawah air.

Dan Aura hitam itu mencair dan melebur kedalam magic Stone milik Sea Dragon. Sea Dragon itu mengerang kesakitan dan perlahan-lahan berhenti bergerak. Dan akhirnya matanya kehilangan cahaya dan gerakannya benar-benar terhenti.

Disaat yang sama ketika Sea Dragon itu berhenti bergerak, terdengar pula suara pecahan bergema dilautan. Bukti bahwa Magic Stone nya hancur dan Sea Dragon benar-benar mati. Setelah suara itu menghilang, belati hitam itu menghilang bersama dengan kabut hitam yang juga menghilang.

*****

Gelombang yang terjadi di lepas pantai sangat mengejutkan. Dan kota Pelabuhan Magna diliputi perasaan gembira luar biasa. Sosok Absolut penguasa lautan, Sea Dragon yang bahkan membuat Istalica tidak bisa lepas dari kerusakan parah. Dan pada zaman ini muncul dua ekor sekaligus. Tidak ada siapapun yang tinggal di kota pelabuhan Magna ini yang tidak merasakan takut. Banyak warga yang dievakuasi untuk menyelamatkan diri mereka. Meskipun ada banyak nelayan yang tidak melarikan diri karena tidak enak dengan para pasukan yang sedang bertarung, namun mereka tetap tidak bisa melaut.

Dan disaat seperti itu, ada alasan kenapa mereka semua dilanda kegembiraan yang luar biasa. Meskipun sempat terjadi kerusakan parah pada pasukan penaklukan, namun banyak anggota mereka yang selamat. Serta banyak pula orang-orang yang melompat kelaut bsa terselamatkan dan kembali ke kota pelabuhan.

Para anggota pasukan penakluk itu menangis serentak. Banyak diantara mereka yang berangkat dan berpikir bahwa mereka sudah tidak punya harapan hidup lagi. Banyak keluarga yang menunggu kepulangan mereka juga menangis karena keluarga mereka itu ternyata bisa kembali.

Kapal perang mengangkut sisa-sisa Sea Dragon. Mereka mengikatnya ke kapal dan menariknya dengan paksa sampai ke pelabuhan.

Orang-orang terkejut melihat tubuh raksasa milik Sea Dragon yang memancarkan aura mendominasi sangat kuat itu. terlebih ternyata ada dua ekor, dan membuat mereka senang tiada terkita dengan kenyataan ini.

Sementara itu, di kapal milik keluarga Glacier, seorang wanita cantik sedang menidurkan seorang anak lelaki diatas lututnya dan menunggunya untuk sadar.

“Loh… ini….”

“Apa anda sudah bangun? Putera Mahkota Bodoh??”

Anak lelaki itu membuka matanya dan menoleh kearah suara yang terdengar lembut.

“Hai… Lama tidak berjumpa ya Chris-san…”

Terlihat mata Chris memerah dan area di sekitar matanya membengkak. Setelah melihat ini Ain mengerti bahwa Chris habis menangis.

“Hei… Bukan itu kan!! Dasar Ain-sama Bodoh!!!!”

Tidak seperti Chris yang biasanya terlihat cool, kini dia terlihat mengutamakan emosinya.

“Bukankah agak jahat memanggilku Bodoh?? Biar begini aku masih Putera Mahkota loh….”

“Saya akan tetap memanggil anda begitu!! Bodoh!! Bodoh!! Idiot!!”

Tidak seperti penampilannya yang indah, Chris menunjukan sikap yang sedikit genit, dan Ain merasa sikapnya sangatlah imut.

“Tapi kan… entah bagaimana aku bisa kembali pulang…. Ku pikir aku sudah berakhir….”

“……Coba lihat tangan kiri anda…”

“Tangan kiri??”

Ditangan kiri Ain terdapat sebuah aksesori yang dapat melindungi tubuh yang dulu diberikan oleh Warren. Aksesoris itu harusnya memiliki sebuah bola permata bumi berwarna merah. Dan sepertinya permata itu telah hancur berkeping-keping dan sama sekali tidak terlihat jejaknya.

“Loh? Permata Bumi nya pecah ya?”

“Batu itu akan aktif jika ada ancaman pada kehidupan pemakanya… Karena itu Ain-sama tidak tenggelam di dasar lautan, dan benda itu berhasil menyelamatkan anda hingga sampai ke permukaan…”

Ain mendengarkan penjelasan tentang bahaya, dan dia berhasil menghindarinya. Dan dia beranggapan benda itu sangatlah hebat karena memiliki efek seperti itu. Namun permata itu telah hancur setelah melindungi Ain.

“Begitu ya.. Jadi karena itu aku bisa selamat…”

“Benar-benar…. Pokokna anda tidak boleh melakukan itu lagi!! Pokoknya jangan!!!”

“Ah.. iya… Lagipula bukan berarti kejadian itu akan sering terjadi kan…. Kurasa tidak apa-apa kan…”

Chris benar-benar pertama kalinya menjadi putus asa seperti ini. Ketika Ain datang menolongnya dia benar-benar merasa bahagia. Meskipun  Chris cukup senang dapat meminjamkan lututnya untuk Ain, namun ia masih tidak bisa memaafkan apa yang telah Ain perbuat.

“Saya dengar dari Dill-dono… Katanya anda berusaha keras sampai kemari dengan menggunakan perintah keluarga kerajaan…”

“Kurasa aku harus menceramahinya….”

“Saya rasa Ain-sama yang lebih butuh diceramahi!!!”

Benar sekali. Bukan hanya telah melakukan hal yang berlebihan secara berulang ulang, Ain sudah mempersiapkan diri untuk menerima amarah dari semua orang. Namun karena dia saat ini sedang kelelahan, kalau bisa ia ingin menghidari diceramahi oleh Chris.

“Sudah… sudah…. Ngomong-ngomong, kalian membawa itu ya…”

Ain melirik kearah dua tubuh Sea Dragon yang telah berhasil dikalahkan. Ia terkejut karena dirinya tidak menyangka mereka akan menariknya seperti itu.

“Tubuh Sea Dragon itu adalah barang berharga yang mungkin bisa digunakan untuk apa saja… dan juga kualitasnya bagus…”

Ain menerima penjelasan itu. Mereka adalah monster yang sangat besar dan kuat, pasti akan sangat berguna sampai ketulang nya.

“Ah iya, aku jadi ingat sesuatu yang penting, Chris-san….”

“Sesuatu yang penting? Jangan-jangan masih ada masalah lagi??”

Ketika mendengar kata ada sesuatu yang penting, Chris menjadi lebih waspada.

“Benar-benar enak loh…. Magic Stone milik Sea Dragon…. Kurasa tidak ada yang lebih enak dari itu….”

“…….”

“Loh?? Chris-san?”

Benar-benar citarasa yang luar biasa, rasa dari Magic Stone milik Sea Dragon. Dan Ain mencoba menyampaikan kesan itu kepada Chris. Namun Chris tidak menjawab, dan tampak seolah warna dimatanya telah menghilang..

“…..Setelah ada banyak hal yang terjadi seperti ini… Anda malah menceritakan soal rasa!!??”

Itu adalah hal yang sangat penting bagi Ain. Namun baik bagi Chris dan orang di sekitarnya, hal itu tentu saja tidak terlalu berguna. Namun berkat itu, raut wajah Chris sudah sedikit berubah dan menjadi lebih santai dan bersemangat.

“Tidak… tidak…. Itu adalah hal yang penting buatku…. Aduh, Chris-san ini….”

“Eh, eh??Kenapa jadi seolah aku yang jahat??”

Ain yang kembali berargumen, melontarkan pendapat yang membuat Chris seperti orang yang jahat. Chris agak kecewa dengan ini, namun bukan berarti dia kehilangan semangatnya.

“….. Kalau begitu, mari kita pulang, kita kembali ke Istana… Semua orang sudah menunggu….”

Negeri Persatuan Istalica. Putera Mahkota Ain von Istalica.hal yang pertama kali mereka ceritakan kepada anak cucu mereka adalah tentang kejadian hari ini.

Ain, The King of Magic Stone, seorang pahlawan yang telah berhasil menghadapi serangan Sea Dragon dari depan, dan mengalahkannya dibawah lautan.

Terima kasih telah mampir….

 

Comments

11 responses to “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 5C”

  1. Shin says:

    Semangaaat

  2. Bashir says:

    Mantap lanjutkan min

  3. Ekho says:

    Mantap

    Thank min
    Lanjutkan

  4. Bahamut says:

    Hari ini gak update kah?

  5. Bahamut says:

    Tenkyu

  6. Hogaku says:

    Lanjut min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *