Vol.03 - Ch.07.1 ~ Telah Berkembang Sebanyak Ini (A)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 3 Chapter 7A di Kurozuku.

5 Sep 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

“Ain …! Ain!”

Ain berusaha mengatakan sesuatu pada ibunya, namun dia malah di dekap didadanya yang penuh nutrisi itu. Meskipun ia merasa sedikit malu karena dia sudah tumbuh cukup dewasa, namun dalam benaknya dia tahu kalau dia telah membuat ibunya khawatir dan akhirnya dia dapat  bertemu kebali, jadi dirinya menerima semua ini dengan pasrah.

“Maaf membuat khawatir…. Aku pulang, Ibu…”

“Selamat datang…. Aku benar-benar bersyukur kamu bisa pulang…”

Melihat Olivia meneteskan air mata membuat Ain dipenuhi rasa bersalah. Ketika ia memikirkan apa yang ibunya rasakan sebelum dirinya pulang, akhirnya dirinya tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.

“Selamat datang, Putra Mahkota”

Adalah Claune yang menyapa ketika Ain masih sedang dalam pelukan ibunya. Dia berusaha mati-matian menyembunyikan ekspresinya dibalik make-up, namun tetap saja dia tidak bisa menyembunyikan semuanya. Tentu saja, karena matanya yang memerah dan tentunya Ain dapat lanngsung menyadari hal seperti itu.

“Ah Claune…. Aku pulang…. Maaf ya membuatmu khawatir….”

“Lagi-lagi mengatakan itu dengan mudahnya…. Tapi, Ain…. Entah kenapa sepertinya kamu terlihat berubah ya…”

“Aku berubah??”

“Yah, mungkin sedikit terlihat lebih keren…. Apa kamu melepas kulitmu?? Warren-sama, aku senang jika anda bisa memaafkan sikap ku ini kepada Yang Mulia Putera Mahkota untuk hari ini saja….”

“Tentang apa ya??”

Warren mencoba mentolerir sikap itu.

“Aku juga punya banyak hal yang harus aku katakan padamu Ain…. Tapi pertama-tama aku harus mengatakan selamat datang…. AK\u benar-benar senang masih bisa melihat wajahmu hari ini…. “

“Ya… Aku juga, aku sangat senang bisa berbincang lagi dengan Claune…”

“Fufu, terima kasih untuk itu….  Tapi Ain loh yang bertugas membersihkan kamar Olivia-sama nanti….”

“Eh? Membersihkan??”

Ketika Claune mengatakan itu taampak Olivia wajahnya sedikit malu-malu. Sebenarnya apa yang telah terjadi?

“Ain-sama, Selamat datang kembali…”

Mengesampingkaan ekspresi Olivia, Martha pun menyapa Ain.

“Martha-san, Aku pulang…. Maaf ya membuatmu khawatir….”

“Ya, saya benar-benar khawatir loh….  Meskipun saya tidak yakin rasa khawatir saya akan melebihi perasaan Olivia-sama….. Tapi Ain-sama…. Putera Mahkota sudah menyelamatkan banyak nyawa, kami juga turut bangga dengan ini….”

“Aku senagn jika kamu mengatakan itu….”

“Dan kemudian, tentang Olivia-sama yang sedang tersipu malu ini…. Seperti yang Claune-sama katakan, Ain-sama lah yang harus membersihkan kamar Olivia-sama, jadi tolong kerja samanya ya….”

“Maaf, Martha-san…. Aku benar-benar belum mengerti maksudnya?”

Karena tiba-tiba Ain disuruh membersihkan kamar, dia benar-benar tidak bisa mengerti. Ia sempat berpikir apakah Olivia habis mengammuk, namun Ain mengerti Olivia bukanlah sosok seperti itu.

“Seperti yang Claune-sama katakan, ini adalah hukuman karena telah membuat Olivia-sama dan Claune-sama khawatir… Dan saya rasa anda akan mengetahuinya jika masuk ke kamar itu…. Namun saya akan berikan sedikit bocoran, Olivia-sama adalah sosok Dryad yang sangat kuat…”

Setelah mendengar kata Dryad disebutkan Ain merasa mulai sedikit mengerti namun misterinya belum terpecahkan. Namun Ain berpikir karena dia telah mengkhawatirkan mereka berdua dia akan menerima hukuman ini.

“Baiklah… Aku sudah membuat mereka berdua khawatir, jika cuma itu maka akan sangat mudah….”

“Baiklah semuanya… Aku tahu banyak yang ingin dibicarakan, tapi pertama-tama kita masuk dulu…. Bagaimana pun, Ain telah melakukan sesuatu yang membuatnya pantas untuk disebut pahlawan negeri ini, Kita masuk dulu untuk merayakan itu…”

Kata-kata Sylvard pun membuat mereka memutuskan masuk kedalam Istana. Sejak tadi mereka masih berada di depan pintu masuk tempat kereta berhenti. Tidak terlalu cocok untuk melakukan perbincangan panjang.

Pintu pun dibuka, Ain dan yang laiinnya pun memasuki Istana. Dan mereka disambut dengan sorakan meriah dari para ksatria dan pelayan yang ada di Istana. Semua orang yang ada di Istana ini juga sudah mendnegar tentang keberhasilan Ain dan mereka meluangkan waktu untuk merayakan kedatangannya ini.

“… Aku pulang. Semuanya…”

********

Mereka semua memasuki salah satu Aula di Istana itu. Disana sudah ada dua orang yaitu Ratu Lalarua dan Puteri pertama Catima.

“Bagus sekali kamu bisa pulang ya Ain-kun…. Mari, kamu pasti lelahkan? Duduklah dan beristirahat….”

“Selamat datang Nya! Putera Mahkota tukang kabur….”

Lalarua menyapa Ain dengan lembut. Namun Catima penuh dengan sentimental karena dia stress setelah dihujani ribuan pertanyaan dari Sylvard ketika Ain melarikan diri. Jadi dia sedikit membalas dendam dengan itu.

“Aku pulang, Nenek…. Kan aku sudah minta maaf Catima-san….  Yahh aku tidak bisa menyangkal kalau aku memang kabur….”

“Benar-benar Nya….. Chris juga syukurlah bisa pulang Nya…. dan Dill maaf ya membuatmu kerepotan menghadapi putera mahkota bodoh ini…. Silahkan duduk semuanya Nya….”

Mereka semua menerima keramahan Catima dan kemudian duduk.

“Terima kasih juga untuk Chris…. Kau telah menerima misi merepotkan untuk mengalahkan Sea Dragon dan kemudian aku benar-benar berterima kasih atas usaha mu melindungi Istalica….”

“Ya, Tuan Ratu… Tolong hentikan kata-kata pujian itu, terima kasih saja sudah cukup untuk saya….”

“Dill… Kurasa kau sudah mendapatkan wejangan dari Yang Mulia dan Fleet Admiral…..”

“…Iya…”

“Karena itu, aku tidak punya hak apapun untuk mengomentari soal itu…. Tapi izinkan aku mengatakan satu hal…”

Lalarua sama sekali tidak menganggap apa yang dilakukan Dill atau kenyataan bahwa Chris meminjam kekuatan Ain adalah sebuah kesalahan.

“Aku sangat berterimakasih kepadamu telah menyelamatkan Hidup Ain… Aku tidak bisa mengatakan lebih dari ini mengingat posisiku, tapi tolong jangan lupakan hal ini…”

Apa yang dia sampaikan adalah rasa syukurnya. Meskipun tidak terbantahkan lagi bahwa Dill telah melakukan perbuatan yang sangat salah, namun tindakannya itu telah membuat Ain merasa kuat dan keberadaannya telah menjadi sosok yang tidak tergantikan bagi Ain.

Setelah mendengar perkataa itu Dill mencucurkan airmatanya. Dan akhirnya ketegangan diantara mereka pun mencair.

“Sa-saya benar-benar berterima kasih atas kata-kata anda….”

“Dill! Kau ini…. Mohon maaf Yang Mulia Ratu, saya akan mendidiknya lebih keras lagi….”

“Lloyd…. Tidak hanya Ain, aku juga tidak merasa bahwa Dill itu sudah dewasa… Apa jadinya jika kau memarahinya seperti itu…”

Baik Ain dan Dill, ada terlalu banyak beban yang terlalu berat bagi orang seusia mereka. Saat mempertimbangkan ini mungkin Dill sudah cukup tegar.

Ditengah pertemuan keluarga ini, seorang pelayang mengetuk pintu dan kemudian memberikan pesan kepada Martha.

“Baiklah…. permisi dulu ya…”

Martha mendorong Lloyd suaminya, dan mendekati Ain.

“Ain-sama, maaf, saya dengar anda membawa sesuatu ke Istana?”

“Membawa sesuatu?? Hmm…”

“Mungkin itu adalah sesuatu yang Ain-sama minta dengan paksaan di pelabuhan??”

Chris mencoba mengingatkan Ain tentang barang itu, dan kata-katanya telah membuat suasana di ruangan ini berubah total.

“Oh iya! Aku membawa sesuatu yang sangat ingin aku makan bersama dari pelabuhan!! Martha-san bisakah kamu membuatkan Steak??”

“Steak?? Memangnya Ain-sama membawa apa??”

“Ho~ Ain. Apa kamu membeli oleh-oleh di Magna?”

Sylvard agak tertarik dengan apa yang dibawa Ain, dan karena dia sangat menyukai makanan laut dari Magna, diapun tersenyum ketika berpikir bisa merasakannya sedikit saat ini.

“Ya Kakek… Aku membawa sedikit hasil buruanku…. Sepertinya lebih enak kalau masih segar…”

“Ya, benar juga… Kalau begitu malam ini kita akan makan itu…. Lloyd, Warren,  Hari ini semua orang yang ada disini akan makan bersama…. Tidak apa-apa kan khusus untuk hari ini…”

Sepertinya Sylvard salah dalam memahami apa yang dimaksud Ain ‘buruan’, namun tidak ada waktu bagi mereka saling mengkonfirmasi hal ini.

“Saya akan meminta juru masak untuk cepat menyiapkannya…. Mohon ditunggu ya…”

Martha meninggalkan ruangan untuk menginformasikan hal itu.

“Ara, Ain, apa yang terjadi dengan belati yang ada di pinggangmu??”

Lalarua bertanya, namun Ain hanya bisa menunjukan ekspresi penyesalan.

“Nenek…. Belati yang telah nenek berikan padaku sepertinya sudah jatuh kedaasar laut….”

“Oh tidak apa-apa… Jangan membuat wajah seperti itu…. tapi kenapa bisa jatuh?”

“Aku tidak secara pasti…. Tapi saat aku melawan Sea Dragon dan ketika aku sudah bertekad untuk mati, aku mengeluarkan belati itu… Saat itu akutahu pasti. Saat melawan Kairyu, aku mencabut belati itu saat aku siap mati. Pada akhirnya, kupikir aku bisa menembak dengan tanganku sendiri.”

Ain mulai menceritakan tentang Sea Dragon, dan semua orang benar-benar tertarik dengan bagaimana pertarungan itu berlangsung. Bahkan Chris dan Dill belum mendengar kisah itu.

“Begitu ya…. Jadi hebat sekali ya… Kalau belati itu telah menolong Ain, maka tidak ada kegembiraan yang melebihi ini….”

“Memang benar… Jika saja aku tidak menerima hadiah belati itu dari Nenek, kurasa aku tidak akan menang…. Maka kesimpulannya aku sudah diselamatkan oleh Nenek…”

“Aduh aduh… Ain ini benar-benar anak yang baik ya….”

Setelah menerima pelukan Olivia, kini dia dipeluk oleh Lalarua. Karena Lalarua masih terlihat muda dan cantik, Ain pun merasakan malu.

“Ngomong-ngomong, Ain, apa maksudmu dengan menusukan belati ke Sea Dragon?? Memangnya pertarungan seperti apa yang kamu lakukan??”

“Benar juga… tolong ceritakan kepada kami, kisah kepahlanan Ain-sama….”

 

Setelah mereka mengatakan itu tidak ada pilihan lain selain menceritakan semuanya. Namun mereka akan memarahi Ain jika mengetahui cara yang Ain gunakan, pasti akan sangat marah. Ain sempat berpikir begitu, namun dia juga merasa ini bukan saat yang tepat dimana dia bisa berbohong tentang cara mengalahkannya, jadi  dia memutuskan untuk mengatakan sejujurnya.

“…Kedahinya….. Aku melompat ke Dahi Sea Dragon…. Dan didalam laut….. aku mengalahkannya…. Ya….”

Sylvard berusaha memegangi dahinya, sedangkan Warren sedang mati-matian menahan tawa. Olivia dan Claune yang menjadi pucat itu pun saling mendukung satu samalain. Lalu sambil tertawa, Warren berusaha melanjutkan pembicaraan.

“Ku, Kukuku…. Ain-sama…. Aku benar-benar tidak menduga ini, tapi apa benar Anda melompat ke dahi Sea Dragon dan kemudian terseret kedalam laut dan kemudian mengalahkannya begitu?

“……Iya”

Meskipun Chris dan Dill sudah mengetahui tentang ini sebelumnya, namun mereka tetap berusaha memegang kepala mereka saat mendengar penjelasan itu. Dan diantara semua orang itu, hanya Catima yang merasa senang dan langsung melompat kearah Ain lalu berbicara dengan suara nyaring.

“Apa katamu Nya!? Apa itu artinya Dark Straw yang aku buat itu bekerja Nya???!?”

“Sejujurnya, itu sangat efektif sampai-sampai waktu itu aku berpikir agar Catima-san mencitakannya dua atau tiga lagi…”

Setelah mendengar itu tubuh Catima bergetar, namun itu bukanlah perasaan kesal.

“Jadi cakar buatanku itu efektif melawan Sea Dragpm Nya!!

Cakarku yang kubuat telah berpindah ke Kairyu! Nya! Ini benar-benar berita gembira Nya!! Aku akan menganggap semua kerepotan yang kau buat padaku menjadi Impas dengan informasi ini!!”

Murah sekali, Ain sempat berpikir begitu.

“Ain…. Aku hanya menduga saja… tapi apa benar kau menggunakan tangan ilusimu dan menusuk tubuhnya? Lalu kau menghisap Magic Stone miliknya dan kemudian menghisapnya sampai mati??”

Menghisap sampai mati adalah cara membunuh baru yang disebutkan oleh Sylvard.

“Kesimpulannya benar begitu…. Aku merasa itu adalah cara yang paling cepat….”

“Jangan-jangan kau memang berniat melakukan itu dari awal??”

“Yah… karena itu lebih… Aduh!!!”

“Tahan saja itu…”

Tinju Sylvard terbang kepada Ain. Meskipun terasa sangat sakit, namun Ain tidak bisa apa-apa selain menahannya.

“Jadi intinya adalah adalah Anda ditarik kelaut dan berlomba siapa yang lebih dahulu kehabisan tenaga??”

“Ya…. Meskipun aku sebelumnya sempat menghentikan gerakan Sea Dragon itu dengan tangaan ilusiku….”

Akhirnya Lloyd ikut bertanya. Namun bahkan Lloyd tidak pernah membayangkan sama sekali tentang jawaban yang didapatnya itu.

“Aku tidak menyangka ternyata ada orang yang bisa menghentikan gerakan Sea Dragon….”

“Ayah, Ain-sama tidak hanya berhasil menghentikan gerakan Sea Dragon, tapi sebelumnya beliau juga sempat tiba-tiba berdiri di dipan kapal dan kemudian menerima terjangan dari Sea Dragon dan menghentikannya….”

“Benarkah Dill??”

“Yang Mulia… Saya rasa… Saya rasa saya belum pernah mendengar kisah keberanian semacam ni bukan? Kukuku…. Menerima terjangan langsung Sea Dragon dari depan?”

“Jangan katakan itu Warren! Benar-benar…. Mau sampai kapan kau membuatku terkejut!!”

“Aku benar-benar putus asa dan tidak bisa memikirkan cara lain selain itu tahu!”

“Aku tidak akan membahas ini…”

Memang berdasarkan hasil akhirnya langkah itu berhasil. Namun bukanlah kebohongan bahwa langkah itu sangatlah berbahaya, jadi sulit bagiya untuk semudah itu untuk memuji hal ini.

“Ngomong-ngomong, Ain? Kenapa tanganmu terus menggantung kebawah begitu? Apa yang terjadi?”

“Aku tidak bisa menggerakannya bu… Aku sudah berobat pada tabib dan katanya akan kembali normal setelah beristirahat sebentar….”

“Be-benar kan!? Itu bukan berarti kamu tidak bisa menggerakan tangan selamanya kan!!??”

“Tenang saja…. Hanya saja aku telah terlalu menerima banyak damage, jadi aku harus beristirahat untuk sementara waktu…”

Olivia yang menyadari keadaan tangan Ain pun memintanya untuk menujukannya. Dia merasa sedikit lega setelah mengetahui itu tidak berarti selamanya tidak bisa digerakan.

“Kalau begitu Ain, makan malan hari ini biar aku yang menyuapimu ya….”

“Claune… itu sangat memalukan…”

“Tidak apa-apa, kamu kan kenal semua orang disini… bolehkan Olivia-sama?”

“Ya, aku serahkan pada Claune ya… karena itu Ain, buat dia makan yang……”

Tepat sebelum Olivia mengatakan ‘buat dia makan yang banyak’ tiba-tiba Chris membuka mulutnya.

“Bi-biar saya yang mengurus Ain-sama!”

Chris mengatakan itu dengan wajah yang merah. Tak dad satupun yang menduga Chris akan mengatakan itu. Bukan hanya Claune dan Olivia yang terkejut, bahkan Warren dan yang lainnya juga ikut terkejut.

Meskipun terkejut Claune dengan mudahnya menerima saran Chris itu.

“Begitu katanya Ain? Kau pasti senangkan Chris-sama akan menyuapimu dan mengatkan ‘aaam’?”

“Jangan mengulangi perkataan itu hanya untuk membuatku malu…..”

“Fufufu. Begitu ya…”

Olivia mengatakan itu sambil menunjukan ekspresi seolah dia sedang menebak sesuatu. Namun dia tidak mengatakan apa yang ada dalam pikirannya itu.

“Ngomong-ngomong, Ain… Katanya kamu menghisap Sea Dragon Nya?

“Aku memang bilang begitu, terus kenapa?”

“Perlihatkan Status mu Nya…. Dan juga mungkin kita bisa tahu tentang batu sihir yang kamu hisap sebelum kabur dari Istana….”

“Benar juga ya….”

Lalu Ain meminta Dill untuk mengambilkan kartu status. Setelah melihat ini, Chris dan Lloyd serta yang lainnyapun mendekat.

“Kenapa kalian jadi dekat-dekat begini….”

“Tentu saja karena semuanya penasaran!! Cepat tunjukan statusmu Ain!!”

“Karena ini adalah milik pahlawan yang telah mengalahkan Sea Dragon sendirian, jelas saja kami tertarik…”

“Baiklah… Aku tunjukan ya….”

Terima kasih telah mampir….

 

Comments

9 responses to “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 7A”

  1. Bashir says:

    Mantap lanjutkan min

  2. Ekho says:

    Thank min

    Semangat lanjutin nya

  3. Ardian-kun says:

    Up min.. nanggung bet ni anjir:v

  4. Hogaku says:

    Lanjut min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *