Vol.03 - Ch.08.2 ~ Hari yang Panjang pun Berakhir (B)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 3 Chapter 8B di Kurozuku.

10 Sep 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Saat Ain sedang tertidur dipelukan Olivia, Diruangan Sylvard ada empat orang yang terdiri dari Warren, Lloyd, Sylvard dan Lalarua sedang berkumpul dan berbincang.

“Tapi, apa kalian tidak berpikir terlalu menyedihkan jika dia tidak mendapatkan satupun hadiah?”

Lalarua membuka mulutnya dan menyampaikan keluhannya.

“… Lalarua…. Aku mengerti apa yang kau katakan…. Tapi….”

“Intinya adalah hadiah itu tidak bisa diberikan oleh mu kan??”

“Uh, ya… Tapi pemberian hadiah dari dirimu yang juga seorang keluarga kerajaan juga tidak boleh….”

“Tapi Yang Mulia. Saya bisa mengererti apa yang dikatakan Yang Mulia Ratu… Ain-sama yang telah menjadi pahlawan memang telah melakukan suatu tindakan yang fatal, namun hasilnyan sangatlah berharga….. Karena itu, jika tidak memberikan beliau hadiah….”

“… Benar apa yang dikatakan Lloyd-dono…. Mungkin akan terjadi ketidak puasan pada masyarakat….”

Dari sudut pandang para warga Ain adalah seorang pahlawan. Pasti akan menjadi masalah jika Ain tidak mendapatkan hadiah sebagai hukuman atas apa yang telah dia perbuat juga. Dan semua inilah yang membuat Sylvard bimbang.

“Aku mengerti soal itu… tapi….”

“Karena itu suamiku, Aku ada satu usulan, maukah kau mendengarkan ku?”

“…Lanjutkan….”

“Naik apa Ain kembali ke Ibukota Kerajaan??”

Setelah mendengar apa yang dikatakan Lalarua, Waren mengangguk-angguk seolah dia sudah mengerti apa maksudnya.

“Pincess Olivia”

“Kenapa begitu?? Kenapa mereka menggunakan Princess Olivia??”

“Kalau ditanya kenapa….. ya karena itu adalah pilihan terbaik… Karena tidak mungkin memakai kapal ku, dan Di Magna sudah ada Princess Olivia, Jadi daripada menggunakan Princess Catima itu jauh lebih….”

Sylvard ingin mengatakan bahawa pilihan itu lebih efektif ketimbang menggunakan Princess Catima, namun Lalarua memotongnya.

“Sepertinya penyakit sulit menebakmu itu masih belum sembuh ya…. Padahal kalau soal negeri kau tidak terlalu buruk tapi kalau sudah menyangkut soal keluarga kenapa selau payah seperti ini ya…”

Lalarua membicarakan sesuatu di ranah pribadi kepada Sylvard tanpa ragu sedikitpun.

“Warren, Kamu mengerti maksudku kan??”

“…Saya rasa itu karena belum ada kapal khusus untuk Ain-sama…”

“Ya. Karena itu Ain-kun tidak bisa membawa kemenangan itu dengan kapalnya sendiri… Aku mengerti bahwa dia masih belum memerlukannya. Memang dari segi usianya dia masih terlalu muda untuk menaiki kapal perang, namun bukan kah ini saat yang tepat??”

“Sepertinya apa yang dikatakan Yang Mulia Ratu sudah tepat….”

Setelah mendengar pendapat itu Sylvard larut dalam pemikirannya. Daripada memikirkan hadiah yang berasal dari mereka pribadi lebih baik untuk memberikan kapal perang sebagai hadiah dari negeri ini. Meskipun kedengarannya tidak jauh berbeda siapa yang menyerahkan hadiah ini, namun bagi mereka yang merupakan keluarga kerajaan, hal mendetail seperti ini sangatlah penting. Karena itu Sylvard pun merasa bahwa saran ini sepertinya tidak bermasalah.

“Wajar saja kan jika negeri ini memberikan hadiah kepada sosok pahlawan yang telah berjasa menyelamatkan banyak nyawa. Bukan begitu suamiku??”

“Mu, hm…. Memang benar apa yang kau katakan…. Kalau begitu segera atur itu….”

“Tunggu Suamiku, Ingatkan bahwa belati yang aku berikan pada Ain-kun sudah hilang??”

“Ya, aku tahu soal itu, kenapa?”

“Karena itu aku punya ide, boleh aku katakan???”

Sylvard meminta Lalarua melanjutkan perkataannya karena sepertinya pendapatnya juga tidak akan didengarkan oleh Lalarua.

“Jelaskan saja dulu apa yang kau pikirkan…. Ini benar-benar untuk jantung ku….”

“Kali ini kita sudah mendapatkan dua barang bagus kan…..”

“… Yang mulia Ratu, jangan-jangan……”

Sepertinya Warren langsung menyadari maksudnya dan diapun menatap Lalarua dengan penuh keterkejutan.

“Mari manfaatkan salah satunya…. Kita akan membuat mahakarya yang akan menjadi simbol Istalica kedepannya…. Kita akan membuat sebuah kapal baru yang melebihi White King milikmu….”

“Yang Mulia Ratu, apa anda serius!!??”

“Laralua…. Kau… Jangan-jangan….!”

 “Ya. Kita kan punya dua…. Lagipula ini juga pertama kalinya kita bisa membawa tubuh utuh Sea Dragon, dan kali ini kita punya dua….   Jadi aku pikir sebaiknya kita menggunakan yang ada di Magna untuk kita bagikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan negeri ini, sedangkan untuk bagian yang dibawa Ain ke ibukota, kita akan menggunakannya untuk…..”

Benar-benar diluar dugaan, bahkan jika membandingkan bahan pembuat kapal raja sebelumnya saja hal ini sudah tidak ada tandingannya.

“Kita akan menggunakan semua material Sea Dragon yang dibawa Ain-kun untuk membuat kapal baru untuk Raja Istaliva, Oh iya, namanya….”

Leviathan. Itulah nama yang dia sebutkan. Kapal itu akan menjadi simbol Istalica kedepannya. Jika seperti itu maka tidak ada satupun masalah. Kapal White King yang diwariskan kepada setiap raja Istalica ini kualitasnya sudah semakin menurun dan memang sedang diperhitungkan untuk membuat kapal baru. Maka saran ini sangat pas sekali. Terlebih mungkin itu juga akan bisa menjadi senjata untuk pembasmian Sea Dragon dimasa depan nanti. Dan akan masuk akal juga jika nantinya kapal itu diserahkan kepada Putera Mahkota, Ain yang akan menjadi raja berikutnya.

“Sepertinya itu kapal yang sangat cocok untuk dinaiki oleh seorang Pahlawan ya, Yang Mulia…”

Warren menerima ungkapan itu dari Warren. Dalam benak Sylvard juga telah memikirkan berbagai hal jika saran ini benar-benar terwujud.

“Tidak buruk…. Menurutku juga begitu…”

Sampai saat ini, didalam keluarga kerajaan Istalica, sosok wanita memang luar biasa. Lalarua juga termasuk kedalamnya, dia sangatlah luar biasa dan menjadi penolong Sylvard.

Terima kasih telah mampir….

 

Comments

4 responses to “Maseki Gurume Volume 3 Chapter 8B”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *