Vol.04 - Ch.01.1 ~ Tamu tak Diundang (A)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 4 Chapter 1A di Kurozuku.

28 Dec 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Ain dan rombongannya dipandu masuk ke Kediaman Duke Amur dan menunggu dimulainya konferensi di sebuah ruang rapat besar. Interior ruangan itu tidak sama dengan interior yang biasa ia lihat di Istalica, namun ia sangat tertarik dengan interior di tempat itu yang sepertinya menggambarkan ciri khas suatu etnis tertentu.

Saat ini Duke Amur sedang meluangkan waktunya untuk membaca surat yang diserahkan oleh Warren kepadanya.

“…Duke Amur, coba untuk berpura-pura memeriksa isi dokumen itu dengan saya….”

“Hm?? Ada apa Ed??”

Saat Duke Amur sedang membaca dokumen ditangannya, Ed membuat ekspresi penasaran. Dan tiba-tiba ia berbicara.

“Tolong dengarkan perkataan saya dengan seksama… Coba perhatikan Gadis cantik yang ada di sebelah Putera Mahkota Ain itu… Dia adalah Christina, Fleet Admiral baru di Ksatria Istalica…..”

“Aku mendengar desas-desus tentang dia… Katanya dia adalah nomor dua di Pasukan Ksatria Istalica??”

“Benar…. Setelah Lloyd meninggalkan posisi itu, dialah yang mengambil posisi tersebut…. Gadis itu seharusnya juga merupakan pemimpin pasukan Royal Knight…”

Setelah mendengar penjelasan dari Ed, Duke Amur tampak berpikir sejenak. Lalu seakan ia teringat sesuatu, ia pun bertanya kepada Ed.

“…Cukup menarik… tapi Ed, bagaimana menurutmu?”

“Bagaimana? Maksudnya??”

“Jangan berlagak tidak mengerti…. Apa kau bisa menang melawannya atau tidak?”

Ed dari Dukedome Euro yang terkenal karena telah memperlakukan Rogas sang sosok terkuat di seluruh benua seperti anak kecil. Hal ini membuat Duke Amur penasaran bagaimana hasilnya jika pria seperti itu melawan sosok Fleet Admiral baru dari Istalica.

“…Anda bercanda….”

Amur mengira jawaban itu adalah lelucon seperti biasanya. Namun ketika ia menoleh ke arah pria di sampingnya itu, ia dapat melihat sedikit keringat di wajahnya. Dan ini menghilangkan semua prasangka itu.

“Daripada itu…. Orang yang lebih misterius itu adalah Putera Mahkota bernama Ain itu…”

“Misterius? Apa yang kau rasakan darinya Ed??”

“Dari dia saya merasakan kekuatan yang sepertinya tidak bisa diredam oleh wadahnya…. Ketika saya berada di hadapannya seolah saya merasakan ada sosok monster raksasa di hadapan saya…. benar-benar tidak bisa dipahami….”

“Jangan berbelit-belit, Ed”

“Singkatnya mungkin jika bertarung satu lawan satu, Christina-dono itu yang terkuat.. Namun jika lawannya adalah seekor monster raksasa, kemungkinan besar Putera Mahkota bernama Ain itulah yang paling kuat…..”

Ed melanjutkan perkataannya. Dia hanya mengungkapkan apa kesan yang ia rasakan dari mereka. Namun tetap saja, Duke Amur tidak bisa mengerti hal ini sepenuhnya.

“Aku benar-benar tidak mengerti maksudmu…. Kenapa bukan Christina-dono yang terkuat??”

“Saya juga tidak mengerti…. tapi… ketika saya melihat sosok Putera Mahkota itu, saya jadi teringat pengalaman masa lalu…. Saat saya masih menjadi seorang petualang di Rockdam…. Di markas pusat Guild Rockdam ada sebuah patung naga raksasa yang dipajang disana… Dan ketika aku melihatnya, membuatku sekilas teringat dengan perasaan terkejutku sewaktu melihat patung itu….”

“… Ed, Jangan-jangan kau ini sudah mulai menua…. Masa melihat anak laki-laki seperti itu disamakan dengan melihat Naga raksasa…… Putera Mahkota Ain itu kan manusia…”

“…Ya. Mungkin saja aku memang sudah menua….. tapi, salah sedikit saja, mungkin Pangeran Ain itu lebih berbahaya daripada kapal-kapal yang mereka bawa…. Begitulah kira-kira yang aku rasakan…”

Sulit untuk menjelaskan lebih rinci tentang apa yang ia rasakan dalam hatinya. Namun kesan pertama yang Ed dapatkan ketika melihat Ain adalah bahwa dirinya telah berhadapan dengan sesuatu yang sangat besar.

“Baiklah para tamu dari Istalica sekalian, Saya telah membaca surat yang saya terima dari Warren-dono…. Dan saya telah menerima ketulusan dari Silvard-dono….”

“Kami sangat bersyukur…”

Amur tidak bisa terlalu lama membuat orang dari Istalica menunggu terlalu lama. Karena ia telah membaca surat itu, ia pun berbicara ketika waktunya sudah tepat. Dan Warren pun memberikan tanggapannya.

“Terkait beberapa perjanjian perdagangan baru dan perjanjian persahabatan resmi, semuanya terlihat tidak merugikan negeri kami…. Benar-benar hal yang patut disyukuri….”

“Syukurlah jika Anda beranggapan begitu, Duke Amur…”

“Kalau begitu, mari kita mulai mengkonfirmasi isi perjanjian tersebut…. Semoga ini menjadi diskusi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak….”

Bagi Euro, surat yang dikirimkan oleh Silvard itu tidak merugikan mereka. Mereka bisa mengimpor bahan-bahan dari Istalica dengan harga hampir mendekati harga produksi barang.  Sebagai ganti untuk berjanji tidak menaikkan harga Ekspor Kristal Laut, mereka akan menyediakan bahan-bahan untuk di Impor selama jumlahnya masuk akal.

Dari sudut pandang Istalica, mereka bisa menjual bahan-bahan yang berlebihan di negeri mereka. Sedangkan dari sudut pandang Euro, mereka bisa membeli bahan-bahan yang kekurangan atau tidak ada di Euro dengan harga murah dari Istalica, dan tidak perlu membelinya dari kota perdagangan yang harganya cukup tinggi.

Itu merupakan topik yang sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Dan diskusi pun dimulai. Konferensi antara Dukedome Euro yang dipimpin oleh Duke Amur, dan Istalica yang dipimpin oleh Warren. Ain merasa lega karena pertemuan ini dapat berjalan dengan lancar.

 

Terima kasih telah mampir….

Comments

2 responses to “Maseki Gurume Volume 4 Chapter 1A”

  1. Siotong says:

    Mantap min

  2. Kitsune says:

    Lanjut ga sih??? LANJUT LAH MASA ENGGA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *