Vol.04 - Ch.08.2 ~ Sebuah tempat bernama Kota Sihir Ist (B)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 4 Chapter 8B di Kurozuku.

14 Jan 2021

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Ain membuka pintu dan berjalan keluar ke koridor. Gerbong untuk bangsawan sudah di desain sedemikian rupa sehingga pada normalnya tidak mungkin untuk keluar masuk antar gerbong ini. Ketika Ain melihat keluar jendela, ia bisa melihat sekilas cahaya berkedip-kedip di tengah pemandangan yang gelap.

Sepertinya petani di wilayah itu sudah terbangun dan melakukan aktivitas mereka. Ketika ia menyaksikan hamparan lahan pertanian di sekitar lokasi itu membuatnya dapat merasakan sebagian dari kekayaan nasional Istalica.

Ain menikmati pemandangan itu sejenak. Dan kemudian ia teringat bahwa ia sedang haus dan ingin menuju ke Lounge.

“…Loh? Ain-sama….  Apa yang sedang Anda lakukan??”

Ain disambut sosok gadis yang sedang tidak menggunakan pakaian formalnya serta senyuman lembut nan tegas dainya. Ruangan itu tidak ada lampu yang besar, hanya mengandalkan penerangan dari luar serta pantulan cahaya tidak langsung membuat penampilan gadis itu semakin cantik layaknya sebuah fantasi.

“Aku merasa sedikit haus… kalau Chris-san?”

Chris sedang duduk di ruang bar kecil yang ada di sana. Ia sedang tidak mengenakan armor yang biasa ia kenakan, melainkan mengenakan sweter tanpa lengan dan celana pendek ketat. Gayanya ini menunjukkan selera fashion yang bagus serta cocok dengan rambut pirangnya.

Karena Ain jarang melihat sosok Chris seperti ini, tanpa sadar ia terus menatap ke arah Chris selama beberapa saat.

“Sebenarnya saya juga sama…. Jika Anda berkenan, maukah Anda menemani saya??”

Chris yang sedang memakai pakaian biasa ini sepertinya memang beda dari biasanya. Meskipun biasanya ia juga tersenyum, namun kali ini daya tariknya berbeda dai biasanya. Bahkan gerakan jari-jarinya yang sedang memegang gelas itu pun terlihat memiliki sensualitas yang berbeda. Bahkan kaki panjang dan ramping miliknya yang ada di bawah meja pun terasa meningkatkan daya tarik gadis itu.

Meskipun ini bukan berarti sosok Chris yang dalam wujud ksatria itu tidak menarik. Namun sosok Chris yang saat ini dapat dikatakan memancarkan pesona gadis itu yang sebenarnya. Tidak aneh jika ada yang berpikir demikian.

“Kalau begitu aku duduk di sebelahmu ya?”

“Ya, tentu saja… silakan… Saya akan ambilkan minuman dulu ya…”

Ketika Ain duduk di samping Chris, seolah bergantian, Chris pun berdiri dan segera pergi untuk mengambilkan minuman untuk Ain. Ngomong-ngomong, yang saat ini diminum oleh Chris adalah Hot Wine, anggur yang disajikan agak hangat. Apakah dia juga susah tidur? Pemikiran seperti itu terlintas dalam benak Ain.

“Ain-sama ingin minum apa??”

“Hmm… Aku mau teh…. Kalau tidak salah ada teh dingin kan?”

“Ada…. Mohon tunggu sebentar ya…”

Di tempat yang mendukung seperti ini, dan duduk di samping gadis cantik berambut pirang, namun si pria malah memesan teh. Sepertinya tidak terlalu keren. Itulah yang terlintas dalam benak Ain. Namun apa boleh buat, karena ia masih belum cukup umur untuk meminum sake, jadi ia harus bersabar.

Mari diam saja dan nikmati suasananya. Kemudian ia pun menikmati percakapan dengan sosok Chris yang jarang sekali ia lihat, Benar-benar momen terbaik.

“Maaf membuat Anda menunggu… Silakan tehnya…”

“Ya… Terima kasih”

Gadis itu datang dari samping dan menyuguhkan minuman yang di minta Ain. Sekilas dapat tercium aroma harum dari leher Chris, membuat Ain untuk sesaat membenci dirinya sendiri. Namun Chris yang sama sekali tidak mengetahui perasaan Ain ini, kembali duduk di sebelah Ain.

“…Sebenarnya saya berpikir sepertinya ini pertama kalinya bisa berbincang santai dengan Ain-sama seperti ini…”

Chris mengambil gelas Hot Wine miliknya dan mengatakan itu sambil menatap gelas ditangannya. Ketika Ain melihat wajah gadis itu dari samping, ia melihat wajah gadis itu agak memerah, mungkin hal itu disebabkan oleh Alkohol yang ada dalam Hot Wine itu. Seperti ia sedang mengenakan pemerah pipi, tapi tidak buruk.

“Sepertinya benar juga ya….. Meskipun memang ada banyak kesempatan kita beraktivitas bersama…. namun sepertinya memang ini pertama kalinya kita bisa santai dan mengobrol seperti ini….”

Cahaya dari peralatan sihir yang ada di luar terpantul ke dalam ruangan tempat Ain berada. Meskipun tidak menggunakan api asli, namun sensasi bayangan yang tergoyang-goyang membuat suasana ruangan itu menjadi tenang.

“Sudah bertahun-tahun berlalu ya… Sejak saya menjemput Ain-sama dan Olivia-sama….”

“Aku jadi ingat…. Dulu pertama kali aku melihat Chris-san aku waktu itu mewaspadaimu ya…”

“Fufu… Benar…. Sebenarnya Ain-sama…. Cerita tentang Ain-sama yang berdiri untuk melindungi Olivia-sama kala itu menjadi sangat populer di kalangan pasukan Royal Knight loh”

“Apa-apaan itu….”

Ketika Chris menaiki Princess Olivia untuk menuju ke kota pelabuhan Roundheart, ia mendarat di sana bersama dengan beberapa orang pasukan Royal Knight. Aura yang mereka pancarkan kala itu bukanlah sesuatu yang bisa di tahan oleh seorang anak kecil. Namun Ain kala itu mampu berdiri di depan Olivia dan berusaha melindunginya tanpa rasa takut.

“Sebenarnya waktu itu para pasukan Royal Knight sangat penasaran Ain-sama itu anak yang seperti apa…. Karena dulu meskipun memang Olivia-sama sesekali mengirimkan laporan situasi ke Istalica, namun mereka tidak puas jika tidak melihatnya sendiri….”

“Be-begitu ya… terus?”

“Nah apa yang Ain-sama lakukan waktu itu langsung menyebar ketika di kalangan pasukan Royal Knight sejak Ain-sama pertama kali menginjakkan kaki di Istalica ini….”

“Agak memalukan sih….”

Chris tertawa kecil ketika melihat Ain tampak malu-malu. Setelah itu Chris dan Ain tenggelam dalam suasana mengenang masa lalu.

…..Beberapa saat kemudian. Ketika mereka asyik mengobrol, tanpa sadar perlahan-lahan isi gelas mereka berkurang. Dan akhirnya mereka dapat melihat dasar gelas mereka dan merasa bahwa percakapan ini sebentar lagi akan selesai.

“… Hei, Ain-sama”

“Apa?”

Chris terlihat ingin mengatakan sesuatu yang sulit untuk ia ucapkan. Dari suasananya juga sepertinya ini adalah akhir dari obrolan ini.

“Di masa depan… Apakah Anda akan menikah dengan Claune-sama? maukah kamu menikah dengan Kurone-sama?”

“….Eh !?”

Setelah mendengar pertanyaan tak terduga yang dilontarkan Chris itu membuat Ain tidak bisa menjawab apapun dan hanya menunjukkan ekspresi keterkejutannya. Kenapa nama Claune disebutkan disini? Dan kenapa gadis itu tiba-tiba menanyakan tentang masa depannya? Ain sama sekali tidak mengerti apa yang di pikirkan oleh Chris.

“Mau-mohon maaf… saya…”

Wajah Chris memerah dan ia melambaikan tangannya dengan panik sambil berkata ‘lupakan saja!’.

“Mohon maaf, tolong lupakan saja…. Oh sudah jam segini! Ain-sama lebih baik Anda cepat kembali beristirahat!! Kalau begitu saya permisi…”

“Hei, tung-tunggu Chris-san!”

“Selamat malam Ain-sama! Saya akan datang menjemput Anda saat sudah pagi nanti ya!!”

Dengan terburu-buru Chris meninggalkan tempat itu tanpa menunggu jawaban dari Ain. Ketika pergi ia mengembalikan gelas yang ia gunakan, ini menunjukkan betapa telitinya kepribadian gadis itu.

“…Kenapa sih tiba-tiba begitu?”

Ain yang di tinggal sendirian hanya bisa terbengong sambil menatap ke arah perginya Chris. Beberapa detik kemudian, Ain meminum sisa teh yang ada di gelasnya. Kemudian ia kembali ke kamarnya setelah mengembalikan gelas miliknya.

Setelah kembali ke kamarnya sendiri, Chris berharap agar Ain tidak datang dan membuka pintu kamarnya meskipun jika itu hanyalah sebuah kesalahan sekalipun. Ia menyandarkan badannya di pintu, dan berusaha mengendalikan ritme nafasnya yang berusaha mengembalikan ketenangan pikirannya.

“Hah… hah… yah, Aduh… Aku ini bicara apa sih…”

Ia sendiri bahkan tidak mengerti alasannya. Namun tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu. Jika Ain nanti ditakdirkan bersama dengan Claune, akankah dia masih bisa beraktivitas bersama Ain seperti biasanya. Ketika ia membayangkan bahwa saat-saat kebersamaan ini akan menghilang… entah mengapa sepertinya ia merasakan sedikit kesepian.

Terima kasih telah mampir….

Comments

2 responses to “Maseki Gurume Volume 4 Chapter 8B”

  1. Siotong says:

    Up lagi

  2. Gilda says:

    Moga aja Harem nya cuman 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *