Vol.05 - Ch.10.1 ~ Tim Ibukota dan Hasil penyelidikan (A)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 5 Chapter 10A di Kurozuku.

22 Feb 2021

Penerjemah : KuroMage

Maaf ya lama banget updatenya..... Lagi sibuk di Real Life....semoga dimaklumi....
(padahalmah sibuk gak ngapa-ngapain)

Selagi Ain dan Chris sedang berada di Arena pertarungan monster, kereta kerajaan berhasil tiba dengan selamat di ibukota. Ngomong-ngomong alasan yang di publikasikan untuk penggunaan kereta kerajaan adalah untuk transportasi Catima dalam penyelidikan di kota sihir Ist.

“Ayo jalan Nya….!”

Ruangan Barra dan Mei berada di sebelah ruangan milik Catima. Di luar waktu tidur, mereka menghabiskan waktu di sebuah tempat mirip ruang tamu yang ada celah antar kamar, namun fasilitasnya jauh lebih mewah daripada penginapan di kota Ist. Kemewahan dalam kereta kerajaan ini membuat Barra lebih terkejut ketimbang saat berada di penginapan.

“Ca-Katima-sama? Apa kita sudah sampai di Ibukota Kerajaan??”

“Benar Nya…  Terima kasih sudah mau datang jauh-jauh Nya… Loh? Ngomong-ngomong kamu pernah keluar dari Ist??”

“Haah~… Maaf! Jangankan dari kota Ist, ini pertama kalinya saya keluar dari wilayah kumuh…. Bahkan saya benar-benar terkejut saat berada di penginapan…”

Catima hanya merespons dengan tawa. Dill yang melihat hal ini pun menunjukkan ekspresi yang cukup sulit untuk dijelaskan. Sikap Catima sama sekali tidak berubah meskipun dia berhadapan dengan Barra.

“Hei Catima-san! Apa Ibukota itu besar??? Istana itu tempat seperti apa???”

“Kira-kira besarnya seperti ada ratusan bangunan penginapan kemarin Nya…. Mei sudah beres siap-siap Nya??”

“Tidak masalah!! Karena aku tidak punya bawaan!! Tanganku kosong!!”

“Oh iya, benar juga Nya…”

Suara tawa mereka berdua memenuhi gerbong kereta. Entah mungkin karena kepribadian Catima dan Mei agak mirip, mereka berdua sering kali tertawa bersama selama perjalanan. Dari sudut pandang Dill, melihat Catima pandai meladeni anak kecil adalah sesuatu yang menyegarkan.

“…Dulu aku juga merawat Olivia seperti ini Nya…. Jadi jangan menunjukkan ekspresi aneh seperti itu!!”

“Mo-mohon maaf!”

Catima yang memiliki kemampuan firasat yang bagus pun mampu menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Dill yang berdiri di sampingnya. Setelah dengan mudah ketahuan, Dill pun kebingungan harus bagaimana bertindak.

“Kau ini…. Ah sudahlah Nya… Apa persiapannya sudah selesai Dill??”

“Tentu saja, Tinggal menunggu perintah dari Catima-sama….”

“Ya ya… Kalau begitu semuanya lancar Nya!! Kita berangkat!!”

“Oooo!”

“I-iya!”

Setelah Mei memberikan jawaban dengan suara keras, kakaknya, Barra ikut memberikan jawaban. Mereka pun turun dari gerbong kereta, dan melanjutkan perjalanan menuju Istana menggunakan kereta kuda. Berbeda dengan Mei yang terlihat bahagia, Barra terlihat gugup dan merasa tidak nyaman.

*

“Besar ya kak!!”

“Hah… aku tidak tahu harus berkata apa lagi….”

“Funfufu-n”

Mei terlihat sangat menikmati pemandangan dari jendela kereta kuda. Sedangkan Barra yang duduk di sampingnya sudah tidak mengerti lagi situasi seperti apa yang sedang mereka alami. Mereka duduk di hadapan Catima yang sedang bersenandung dan Dill yang terdiam tanpa kata.

Selagi Mei menikmati pemandangan di luar kereta kuda, perlahan mereka semakin mendekati Istana kerajaan Istalica, White King.

Ketika melihat Istana, Barra benar-benar terkejut, ternyata ada bangunan sebesar itu. Saking terkejutnya, ia tidak bisa menunjukkan ekspresi bahagia seperti yang Mei tunjukkan. Setelah di tunjukkan pemandangan layaknya berada di dunia lain seperti itu, membuatnya tak sanggup lagi membedakan mana mimpi mana kenyataan.

“Catima-sama… Kita akan memasuki gerbang…”

“Aku tahu Nya… Baiklah, kalian berdua, aku akan meminta kalian untuk menemui beberapa orang Nya…. Kemungkinan mereka akan meminta Barra menunjukkan kemampuanmu Nya…. Apa kondisimu sehat Nya??”

Kemungkinan mereka akan dipertemukan dengan Warren dan beberapa orang ahli di dalam istana. Atau bahkan mereka akan dipertemukan dengan Silvard, Raja Istalica. Sebesar itulah urgensi masalah ini. Sebabnya, nilai dari seorang pengguna sihir pemulihan yang sangat berharga itu tidak dapat di ukur dengan mudah.

“Karena kami mendapatkan banyak makanan yang enak, kondisi kami justru lebih baik daripada sebelumnya… Jadi tidak ada keluhan khusus…”

“Mei juga!”

“Baguslah… Mei memang anak baik Nya!! Nanti aku kasih cemilan lagi, jadi tunggu sebentar Nya!!”

“Beneran!?”

Mungkin ini sedikit mengejutkan, namun pada kenyataannya, Catima sangat memanjakan anak kecil. Sikap manisnya itu jauh lebih manis daripada cemilan yang akan ia berikan.

Mungkin mengejutkan, tapi nyatanya, Katima sangat manis untuk anak kecil. Ini bahkan lebih manis dari manisan yang kucoba berikan. Terlebih, sosok Mei yang sangat menempel padanya itu terlihat sangat imut, dan bisa dikatakan sebagai makhluk imut.

“Kita sampai juga Nya… Tolong ya Dill….”

“Siap!”

Kereta kuda itu pun berhenti di tempat biasanya, di depan pintu besar istana. Dill turun lebih dulu untuk memandu Catima dan yang lainnya.

“Silakan Catima-sama….”

“Ya!”

Dill membantu Catima untuk turun. Meskipun Catima sering kali mengatakan bahwa dia bisa turun sendiri, namun ini sudah menjadi sebuah tata tertib, maka ia tidak bisa berbuat banyak. Selanjutnya Dill mengulurkan tangannya kepada Barra, dan yang terakhir kepada Mei.

Meskipun tidak sedikit anak bangsawan yang mengatakan “Mereka diperlakukan seperti puteri!”, namun Mei tetap saja merasa senang. Bahkan ketika gadis itu mengatakan Terima kasih, sambil tersenyum, itu membuat wajah Dill sedikit ceria. Namun kali ini ia sedang menjalankan tugasnya sebagai Royal Knight, sehingga ia harus menunjukkan sikap yang tegas dan tidak memalukan.

Bahkan setelah turun dari kereta kuda dan berpegangan tangan dengan Barra, Mei masih saja tersenyum. Setelah mereka bertiga turun, semua orang yang berdiri menyambut pun menghampiri Catima.

“Selamat datang Catima-sama…. Bagaimana kesan kunjungan Anda kali ini??”

“Aku pulang Nya…. Berkat Ain, perjalanan ini jadi sangat bermanfaat Nya… Aku akan melaporkan ini pada ayah nanti, jadi aku ingin  Warren juga ikut mendengarnya…”

“Hahaha. Syukurlah… Kalau begitu, mereka berdua ini….?”

Yang menyambut mereka adalah Warren dan beberapa orang bawahannya. Warren datang langsung untuk menyambut Catima beserta tamu penting yang dibawanya.

“Benar Nya… Kalian berdua… Orang ini bernama Warren… Dia orang yang menjadi Perdana Menteri di sini! Tolong perkenalkan diri kalian Nya…”

“Perdana menteri? Apa itu??”

Kalimat yang keluar dari mulut Mei membuat Barra lagi-lagi menjadi sangat panik. Bahkan hanya mendengar Putera Mahkota dan Puteri Pertama saja sudah hampir membuatnya pingsan. Kali ini Perdana Menteri juga?? Ia sudah tidak mampu lagi memikirkan apa pun.

“Na-namaku Barra… Sehari-hari saya berperan seperti dokter di tempat kami… adik saya Mei telah di selamatkan oleh Yang Mulia Putera Mahkota… Ahm…. itu…”

Gadis itu sama sekali tidak mengetahui bahasa formal. Atau lebih tepatnya ia sama sekali tidak mengerti harus bagaimana ia berbicara saat ini. Beberapa waktu lalu mereka masih tinggal di wilayah kumuh, dan tidak pernah terbayangkan dalam benak gadis itu bahwa mereka akan bertemu dengan para petinggi negara seperti itu.

“Waduh.. waduh… terima kasih atas kesopanan Anda… Nama saya Warren Lark, saya adalah perdana menteri di Kerajaan Persatuan Istalica saat ini… Saya sudah mendengar sedikit hal tentang Anda, Barra-dono… Anda pasti mengalami banyak kesulitan…. Mohon maaf telah membuat Anda datang jauh-jauh kemari…”

Kekhawatiran yang ada dalam benak Barra pun hilang dalam sekejap. Tidak sempat terpikirkan dalam benak Barra apakah yang dikatakan oleh pria di hadapannya itu adalah sebuah simpati, atau sekedar kata-kata sanjungan. Barra sudah sangat bahagia hingga hampir meneteskan air mata saat mendengar suara lembut dan baik hati yang ditujukan kepadanya itu.

“Lalu, nona yang di sebelah sini siapa namanya?”

Kemudian Warren merendahkan tubuhnya dan menyamakan garis pandangannya dengan Mei. Dan ia pun meminta Mei untuk memperkenalkan diri.

“Mei adalah Mei pak!! Senang bertemu denganmu!”

Selama perjalanan, meskipun tidak banyak, setidaknya Mei diajari beberapa hal agar tidak bertingkah tidak sopan. Untuk mengucapkan salam dengan benar kepada orang yang baru pertama kali di temui. Meskipun ini hanyalah hal biasa, namun Barra dengan keras menekankan bahwa ini masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

“Senang bertemu denganmu, Mei-dono… Pasti Anda lelah kan setelah naik kereta dalam waktu yang lama???”

“Nggak! Gak dingin, lantainya juga gak keras, jadi gak apa-apa!!”

“Me-Mei!!! Mohon maaf Yang Mulia Perdana Menteri…”

Bagi Mei, tempat dengan lantai lembut dan tidak ada angin bertiup adalah kebahagiaan yang lebih penting dari apa pun. Karena baginya ruangan yang mereka gunakan jauh lebih baik daripada yang selama ini mereka tinggali.

Istalica memiliki banyak kebijakan yang mengatur agar tidak ada anak-anak yang mengalami hal yang sama dengan apa yang di alami Mei. Namun sepertinya kebijakan-kebijakan itu tidak mudah untuk di aplikasikan secara luas dan menyeluruh.

Sekilas Warren terlihat menunjukkan ekspresi pahitnya ketika memikirkan tentang kenyataan itu, namun ia dengan cepat kembali ke ekspresinya yang ceria dan kembali berbicara dengan Mei.

“Kalau begitu baguslah… Apa Anda sudah makan siang??”

“Belum…pak!”

Mei teringat untuk menambahkan panggilan ‘pak’ karena baru saja dimarahi oleh Barra. Ia berusaha memperbaiki kalimatnya, namun malah terdengar lucu. Meskipun begitu, Warren tetap mengerti bahwa setidaknya gadis itu sedang berusaha.

“Kalau begitu kami akan mempersiapkan santapannya terlebih dahulu…. Bagaimana dengan Anda, Catima-sama??”

“Bareng-bareng juga tidak apa-apa Nya… Siapkan saja ruangan yang ada, kita makan di sana… Dill juga ikut…”

“Siap!”

Warren secara implisit menanyakan apakah Catima berkenan menemani Barra dan adiknya makan. Begitu pula jawaban dari Catima, ini merupakan perhatian yang mereka berikan untuk Barra dan adiknya. Karena mereka telah tiba-tiba membawa kedua gadis itu ke tempat yang layaknya dunia berbeda bagi kedua gadis itu, maka alangkah lebih baik jika mereka tetap berada dengan orang yang mereka kenal untuk beberapa waktu.

“Baiklah, kalau begitu silakan ke sebelah sini…. Pertama-tama hilangkan dulu rasa lapar dan beristirahatlah…. Saya harap ini bisa memulihkan kelelahan yang Anda alami…..”

Terima kasih telah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan komentar....

Comments

9 responses to “Maseki Gurume Volume 5 Chapter 10A”

  1. actinium says:

    makasih dah update min

  2. Gilda says:

    Makasih min semoga makin cepet

  3. SiOtong says:

    Ululu tampilan baru nih :v

  4. Evileye says:

    Mantap yg ditunggu2
    Thx min updateannya…

  5. Kozuken says:

    Lanjut min

  6. Kozuken says:

    Lanjut teruss min

  7. rouge says:

    mantab min gas up lg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *