Vol.05 - Ch.11.2 ~ Pemandangan Malam Terakhir Kota Ist dari Jendela (B)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 5 Chapter 11B di Kurozuku.

16 May 2021

Penerjemah : KuroMage

Maaf ya lama.....

“Untuk berjaga-jaga, saya akan menjaga benda ini lebih ketat lagi…”

Setelah beberapa saat meninggalkan kota Ist. Di saat pemandangan kota Ist masih bisa terlihat dari jendela di kejauhan. Chris memutuskan untuk menjaga Magic Stone milik rubah merah yang diberikan oleh Oz kepadanya dengan penjagaan yang lebih ketat lagi.

“Terima kasih…. Kita memang harus selalu mewaspadai situasi terburuk….”

Meskipun Elderlich sang istri telah mengatakan akan berusaha menahannya, tidak ada jaminan bahwa Dullahan sang suami tidak akan mengamuk lagi. Kali ini situasinya benar-benar berbeda dengan yang sebelumnya. Bukan sekedar patung tiruan melainkan Magic Stone milik musuhnya.

“Sesampainya di Istana nanti, aku akan meminta Catima-san untuk mengurus benda itu…”

“Anda benar…. Tapi untuk berjaga-jaga juga, saya rasa ada baiknya kita menghubungi toko Magic Stone milik Majolica…”

Ain pun mengangguk. Meskipun itu hanyalah sebuah Magic Stone… Namun bukan tidak mungkin batu itu akan memiliki drama seperti yang ada pada Magic Stone milik Dullahan, Elderlich dan si Raja Iblis.

Jika itu adalah drama yang indah maka Ain tidak merasa ada masalah dengan itu, namun sumbernya kali ini adalah Rubah merah yang dikabarkan suka bersenang-senang.

“…Kalau begitu, besok pagi setelah sampai di Ibukota, kita langsung mampir saja ke toko Majolica-san??”

“Etto…. tidak perlu… Biar pasukan Royal Knight saja yang datang untuk menghubungi Majolica…”

“Hmm. Oke…”

Ketika berbincang-bincang seperti itu, tiba-tiba terlintas dalam benaknya bahwa ia akhirnya dapat kembali ke Ibukota, ke rumahnya. Namun ia juga merasa bahwa hari-hari yang ia habiskan di Ist sangatlah menyenangkan dan tersisa sedikit penyesalan.

“(Loh?? Memang menyenangkan sih… tapi kok rasanya kebanyakan waktu aku habiskan hanya dengan Chris-san saja ya??)”

Karena Catima membawa pergi Dill, maka Ain agak terpaksa harus menghabiskan waktu berdua saja dengan Chris. Dapat dikatakan bahwa pada akhirnya separuh dari jadwal mereka seperti sebuah rangkaian agenda wisata. Ditambah ia hanya berdua dengan Chris yang mengenakan pakaian pribadinya.

Mungkin dari sudut pandang orang lain, aktivitas mereka ini akan tampak seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan. Ketika Ain menyadari ini, ia merasa agak malu, namun apalah gunanya menyadari itu saat ini.

“Baiklah.. Ain-sama, sudah beres…. Loh ada apa? Kenapa Anda memegangi kepala begitu??”

“Tidak apa-apa…. Aku hanya baru menyadari bahwa aku ternyata masih muda ya….”

“Be-begitu ya… Karena Anda adalah Putera Mahkota, pasti akan sangat sulit menjalaninya ya…”

Meskipun Chris menangkap maknya yang berbeda, namun itu bukanlah masalah. Ain pun mengalihkan pembicaraan ke topik yang mungkin tidak terlalu penting.

“Ngomong-ngomong, aku cukup terkejut setelah mendengar tentang kenyataan Majolica-san….”

“Sebenarnya saya juga baru pertama kali mendengar hal itu… Jadi saya juga cukup terkejut…”

Kisah tentang masa lalu Majolica yang mereka dengar dari Oz. Sebuah kenyataan bahwa Majolica ternyata adalah seorang Profesor Emeritus di Institut Sihir Ist. Dari luar, Majolica hanya terlihat sebagai sosok yang aneh, siapa yang akan menyangka bahwa orang itu ternyata adalah seorang Profesor yang di hormati.

“Aku juga baru tahu bahwa penyangga Magic Stone dan Kotak penyegelnya adalah hasil penelitian Majolica-san sendirian…”

Lebih tepatnya lagi, kedua teknologi itu sebenarnya sudah ada sejak lama sekali. Namun berkat penelitian Majolica, benda itu bisa di sederhanakan dan mengurangi biaya produksinya. Dan dikatakan juga bahwa efisiensi benda-benda itu juga telah di tingkatkan. Karena semua penelitian itu hanya dilakukan olehnya seorang diri, maka semua fakta ini cukup mengejutkan.

“Saya memang tahu bahwa orang itu cukup berbakat… tapi saya tidak menyangka akan sehebat itu…”

Faktanya, berkat pengembangan tersebut, pria itu berhasil menghasilkan banyak uang. Namun katanya semua uang itu telah di alokasikan untuk penelitian-penelitian baru yang ada di Institut sihir Ist. Semua yang dilakukan orang itu terlalu banyak mengandung kebaikan, sehingga ini membuat mereka berdua yakin untuk tidak menilai seseorang hanya dari sampulnya saja.

“Katanya berkat pencapaian itu, dia diangkat sebagai Profesor Emeritus disana…”

“Sepertinya kita tidak bisa menilai orang dari sampulnya ya… Ups… ini tidak sopan….”

Fakta tentang Majolica ini terlalu mengejutkan hingga membuat Chris menjadi keceplosan dalam berbicara. Namun Ain memutuskan untuk mengingat baik-baik kata-kata itu, karena mungkin suatu saat nanti akan tiba saatnya dia mengatakan hal serupa di masa depan.

Ain sendiri juga memiliki pendapat yang sama. Namun Ain memutuskan untuk melupakannya.

“Ya tapi, kembali ke topik pembicaraan, berkat Profesor Oz kita berhasil mendapatkan banyak petunjuk ya….”

“Anda benar…. Tujuan selanjutnya yang harus kita selidiki adalah Kota petualang Balt dan Kota Pelabuhan, Magna ya….”

Meskipun berhasil mendapatkan beberapa petunjuk baru, namun pertama-tama mereka harus mengunjungi kedua kota tersebut. Kedua kota itu merupakan kota yang termasuk kota terbesar di Istalica, jadi mungkin lebih efisien ketimbang melakukan eksplorasi di kota-kota kecil.

“Balt itu kota seperti apa??”

“Bisa dikatakan kota itu adalah tempatnya para petualang, pedagang, dan orang-orang yang hidup dengan mendambakan adrenalin…. Karena di sekeliling kota itu ada banyak monster, jadi bahan-bahan material monster sangat berlimpah di sana…. Ada juga yang mengatakan bahwa di kota itu merupakan surganya para pandai besi…”

“Hmm…. Surganya para pandai besi ya…. Aku jadi penasaran….”

Ain saat ini tidak memiliki senjata yang pantas. Belati hitam yang ia miliki telah menghilang setelah digunakan menusuk Sea Dragon. Karena itu, Ain sedikit tertarik ketika mendengar kota itu merupakan surganya para pandai besi.

“Namun perlu diketahui bahwa ada banyak sekali tempat berbahaya di sekeliling kota Balt…. Selain itu ada juga jalan menuju Area terlarang, seperti wilayah bekas Raja Iblis misalnya…”

Wilayah bekas Raja Iblis. Dengan kata lain itu adalah wilayah bekas kekuasaan Raja Iblis Asche. Saat ini wilayah itu diperlakukan sebagai wilayah terlarang dan menjadi tempat yang tidak boleh dikunjungi tanpa adanya izin dari Kerajaan.

“Apa Chris-san pernah mendatangi wilayah bekas Raja Iblis itu???”

“Ya.. pernah…. Benar juga… Kalau Anda berkenan, saya akan menceritakannya? Ini kesempatan yang bagus, saya akan menjelaskan tempat seperti apa wilayah itu berdasarkan pengalaman saya….”

“Tolong ya…. Kalau begitu kita berganti pakaian saja dulu…. Kita bicarakan ini dengan pakaian yang lebih sederhana dan nyaman…”

“Ah… Anda benar… Kalau begitu izinkan saya mengganti pakaian saya….”

Setelah mengatakan itu, Chris pun pergi sambil berkata ‘Saya akan membawakan beberapa minuman saat kembali nanti ya’. Dan Ain hanya menjawab ‘Oke’ dengan singkat.

Langit malam berbintang yang terlihat dari jendela yang lebar dan besar membuat tempat itu menjadi lokasi terbaik. Di dalam gerbong tidak ada lampu yang terlalu terang, hanya ada beberapa cahaya redup. Namun berkat itu, suasana di dalam gerbong itu menjadi lebih cair.

Ain mewarisi perawakan menawan nan lembut milik Olivia. Sedangkan Chris memiliki paras yang cantik yang bahkan membuat teman sebayanya kagum dengan rambut pirangnya yang indah itu. Semua orang pasti akan menilai suasana gerbong saat itu sangat cocok dengan mereka berdua.

Terima kasih telah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan komentar....

Comments

3 responses to “Maseki Gurume Volume 5 Chapter 11B”

  1. SiOtong says:

    Lanjutken min

  2. Evileye says:

    Thx updatenya min

  3. actinium says:

    gpp min, dah makasih situ mau update

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *