Vol.05 - Ch.13.2 ~ Kurasa Semua Itu Perlu Pemberitahuan Lebih Dulu (B)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 5 Chapter 13B di Kurozuku.

19 May 2021

Penerjemah : KuroMage

Semoga konsisten dua hari sekali.....

Ain disambut oleh banyak orang, dan tentunya ada Olivia dan Claune di antara mereka. Bagi kedua gadis ini, mereka sangat ingin sekali mengobrol dengan santai karena sudah lama tidak bertemu dengan Ain. Namun mereka terpaksa menunggu karena terhalang oleh Silvard. Karena, meskipun laporan resminya dikesampingkan, Ain perlu menyampaikan laporan secara garis besar terlebih dahulu.

Saat ini, Ain sedang dibawa ke ruang pertemuan untuk alasan itu, dan sedang memberikan penjelasan sesingkat mungkin agar tidak memakan waktu terlalu lama.

Ada Silvard dan Warren di ruangan itu. Ditambah Chris dan Ain maka total ada empat orang disana. Ain sedikit terkejut karena Lloyd ternyata sedang bebas tugas, dan hal ini membuatnya penasaran, apa memang ada hari libur untuk pengawal pribadi raja?

“Tapi saya cukup terkejut… Saya tidak menyangka Anda akan menyadari bawahan saya…”

“Yahh karena aku sepertinya cukup sering melihat orang itu…”

Maksud pembicaraan itu adalah tentang Ain yang dengan mudahnya menyadari bawahan Warren. Yaitu saat terjadinya insiden dengan Viscount Sage yang membuat mereka harus mengubah jadwal jadi menonton arena sihir.

“Meskipun begitu orang itu adalah komandan regu loh…”

“Komandan??”

“Ya… Kami membagi unit menjadi beberapa regu dan pria itu adalah salah satu pemimpin disalah satu grup itu…”

“Etto…. Apa itu artinya bisa gawat jika dia sampai ketahuan….”

Meskipun tidak diketahui jelas berapa jumlah bawahan yang Warren miliki, namun tampaknya pria itu adalah salah satu orang terkuat di unit rahasia milik Warren. Itulah identitas pria yang sosoknya telah terbongkar oleh Ain.

“Tidak, ini salahnya sendiri bisa sampai ketahuan… Jadi mohon jangan terlalu di khawatirkan….”

“Itu benar, Ain-sama… Ya meskipun saya yang tidak menyadari pria itu tidak bisa mengomentari hal ini….”

Tidak seperti Ain, Chris sama sekali tidak bisa menyadari keberadaan bawahan Warren. Jika bersimpati, dapat dikatakan jika pria itu lebih dekat sedikit saja, maka gadis itu akan menyadarinya. Dan jika ada serangan dari kejauhan, pasti ia juga akan menyadarinya.

“Aku yakin ini cuma soal kecocokan saja… Karena itu Chris-san jangan sampai hilang semangat begitu dong…”

“…Aku tidak akan berkomentar apa-apa soal bawahan Warren karena aku tahu mereka semua adalah orang-orang yang sudah ahli…. Tapi aku dengar perjalananmu ke Ist kali ini membuahkan banyak hasil ya… Aku sangat bersyukur untuk itu…”

“Ya benar… Tapi kakek… Mungkin ini terlalu terburu-buru tapi tolong segera bicarakan hal ini dengan Majolica-san… Karena kita masih belum bisa tenang soal Magic Stone milik rubah merah itu….”

“Aku tahu…. Aku akan berusaha untuk menjaganya dengan ketat… jadi tenang saja…”

Ain sedikit lega setelah mendengar kata-kata itu. Ketika mendengar sang raja yang juga merupakan kakeknya mengatakan itu, tentu saja ia merasa tenang.

“Selanjutnya… Meskipun orangnya sendiri bilang tidak butuh, tapi aku ingin sebagai keluarga kerajaan memberikan rasa terima kasih kepada orang itu….”

“Tentu saja… Aku kan sudah bilang, Hukuman dan Penghargaan harus seimbang… Semua orang yang berjasa harus menerima hadiah yang setimpal….”

“Aku turut senang mendengarnya… Karena tidak enak juga membuat dia terus bekerja sama dengan kita….”

“Kita bicarakan penilaian terkait dengan itu dikemudian hari….”

“Terima kasih”

Berkat Oz, mereka berhasil mengetahui banyak hal. Bahkan pada hari kepulangan mereka, Oz memberikan Magic Stone milik Rubah mereka kepada mereka. Tidak mungkin Silvard tidak melakukan apa-apa untuk membalasnya. Mungkin akan Oz sendiri dan penelitiannya akan diberikan beberapa wewenang khusus.

“Selain itu, Ain… Aku juga akan memberikan beberapa hadiah kepadamu….”

“Mohon di simpan dulu…”

“…Akhirnya datang juga jawaban itu ya?”

“Karena saat ini aku belum punya keinginan apa-apa…”

Dalam hati Silvard, ia ingin Ain mengatakan berbagai keinginannya. Sejujurnya, ia merasa jika Ain menyimpan hadiahnya, hal ini akan menimbulkan masalah dan hal yang buruk di masa depan. Namun, harga diri Silvard juga tidak mengizinkan untuk memaksakan memberi Ain hadiah.

“Ya sudah…. tapi aku mohon… Jangan gunakan itu untuk menimbulkan masalah baru…”

“Aku akan berusaha sebisa mungkin….”

“… Bukankah seharusnya kau menjawab ‘iya’?”

“Karena aku kan tidak boleh berbohong….”

Setelah bertahun-tahun terlewati, tampaknya Ain sudah menjadi lebih pandai. Sisi baiknya, Ain semakin terlihat seperti keluarga kerajaan. Dan dari sisi buruknya, ia telah menjadi lebih licik.

“Waduh… waduh Yang Mulia…. Sebagai seorang pendidik yang telah mengajari beliau bertahun-tahun, saya merasa turut bangga dengan perkembangan ini….”

“Aku tahu Warren akan merasa senang… tapi aku sama sekali tidak merasa bahagia….”

“Waduh… Beliau membuat saya kembali yakin bahwa beliau adalah puteranya Olivia-sama….”

Ekspresi yang ditunjukkan Warren daj Silvard sangatlah berbeda. Namun perkembangan Ain ini bukanlah hal yang buruk. Adalah hal yang bagus jika dia secara perlahan-lahan mampu memupuk kemampuannya sebagai keluarga kerajaan.

“Selanjutnya, kakek… Soal Viscount Sage….”

“Ah soal itu ya… Ain tidak perlu memikirkan apa-apa… Kamu hanya perlu datang dan tampil di hari itu saja….”

“…Sepertinya aku tadi mendengar kata-kata yang sama…”

Silvard mengatakan hal yang sama persis dengan apa yang dikatakan Chris. Bukankah kalian terlalu meremehkan masalah ini? Semua orang terlihat tidak terlalu mempedulikan Viscount Sage sampai-sampai Ain berpikir demikian.

“Tapi, meskipun akhirnya jadi begini, kamu berhasil mengungkapkan kejahatan… Jadi tentunya aku juga akan memberikan penghargaan tentang ini, Ain…”

“Yasudah… tidak apa-apa kan kalau ditunda juga?”

“… Apa kau sudah berubah jadi ular berbisa??”

Meskipun ini adalah kejadian yang di luar dugaan, berhasilnya mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Viscount Sage yang di picu oleh Ain adalah sebuah pencapaian.

“Sebenarnya, Ain-sama… Viscount Sage memiliki hubungan dengan bangsawan lain dan melakukan beberapa kejahatan lain… Jadi dia dan bangsawan lain itu memang sudah seharusnya ditahan….”

“Apa memang sudah sejahat itu??”

“Benar… Jadi ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa…. Itu sebabnya Yang Mulia jadi bertambah khawatir….”

Kalau begitu, Ain  merasa harus segera menggunakan kesempatannya itu. Sebab dia telah mendapatkan dua buah kesempatan untuk berbuat sebebasnya. Ia berpikir tidak baik untuk membuat kakeknya itu terlalu khawatir. Meskipun tidak ada gunanya baru memikirkan hal itu sekarang.

“Kalau begitu aku akan segera menggunakan satu kesempatan itu kakek…. Aku akan segera memberitahukan keinginanku… tidak apa-apa kan??”

“Tentu saja tidak masalah!”

“Ba..baik…”

Mungkin karena kekhawatirannya telah sedikit berkurang, Silvard menjawab dengan nada yang lebih semangat dari sebelumnya. Sebenarnya Ain sangat ingin mengatakan ‘Gak jadi deh’ dengan nada bercanda. Namun setelah mempertimbangkan itu akan berdampak buruk untuk jantung kakeknya, akhirnya ia menyimpan lelucon itu di dalam hatinya.

“Tapi setidaknya, jelaskan tentang agenda duel itu kepadanya Warren…”

Padahal Ain adalah pemeran utama dalam duel ini. Namun ia merasa diperlakukan seperti orang luar. Dan akhirnya, kini ia bisa mengetahui jadwal agenda duel tersebut.

“Baiklah, serahkan pada saya…. Ain-sama tidak perlu mempersiapkan apa-apa….  Kita akan berangkat meninggalkan Istana besok malam… Karena saya akan mempersiapkan kereta kuda khusus perjalanan jauh, jadi Anda tidak perlu khawatir soal kenyamanan dalam perjalanan….”

“Loh?? Terus si kembar bagaimana??”

“Karena besok kita akan berjalan menyusuri sungai, jadi kemungkinan Anda akan bisa melihat si kembar dari jendela kereta….  Ngomong-ngomong, meskipun selama perjalanan nanti kita akan beristirahat beberapa kali, namun kita akan bisa tiba di lokasi pada pagi harinya, jadi Anda tidak perlu khawatir soal keterlambatan… ”

Duel itu akan dilaksanakan pada lusa di pagi hari. Jika mereka tidak akan terlambat, maka Ain merasa lega.

“Begitu ya….”

“Jadi sampai kita tiba di lokasi, Ain-sama bisa beristirahat saja di dalam kereta kuda… Kalau Anda mau, Anda juga bisa melanjutkan menyusun laporan di sana…”

“Sepertinya aku benar-benar hanya perlu datang saja ya… Kalau begitu aku akan menyusun laporanku sesuai saranmu Warren-san…”

Menurut penjelasan itu, sepertinya Ain benar-benar tidak perlu melakukan apa pun.

Jika disimak penjelasannya, sepertinya Ein tidak akan pernah benar-benar melakukannya. Hanya perli hadir dan serahkan semua urusan lainnya kepada orang lain. Ain merasa penasaran, perlakuan istimewa macam apa ini, padahal ia yang memulai semuanya. Warren yang mungkin menyadari pertanyaan dalam hati Ain ini pun mulai melanjutkan penjelasannya.

“Karena apa yang dilakukan oleh Viscount Sage ini sudah menjadi masalah skala nasional, maka ini adalah tindakan yang wajar…”

“Hmm… Kalau begitu apa boleh buat…”

“Jadi, saya harap Ain-sama mau berbicara kepada si kembar… Karena saya rasa mereka akan mau berusaha jika Anda meminta mereka….”

“Kalau itu tentu saja… tidak enak tiba-tiba menyeret mereka dalam masalah ini…”

Mana mungkin Ain tidak merasa bersalah setelah melibatkan si kembar Sea Dragon yang sama sekali tidak ada kaitannya itu. Saat memikirkan bahwa ada kemungkinan mereka berdua akan cedera membuat Ain menyesal telah membuat keputusan yang ceroboh.

“Meskipun begitu, lawannya adalah makanan favorit mereka yang sulit ditemui di lautan…”

“Sudahlah Ain… Ini tidak terlalu berbahaya sepeti apa yang ada dalam bayanganmu… Baiklah Warren… Masih ada pembicaraan lain yang harus kita bicarakan bukan??”

“Masalah lain? Oh iya! Ain sama… kami memutuskan untuk menambahkan satu ajudan untuk Anda dalam bentuk asisten pribadi… Jadi kami berniat untuk mengumumkan hal itu kepada Anda…”

Ain mulai berpikir, apakah posisi orang itu layaknya Warren bagi Silvard meskipun  Warren adalah Perdana Menteri. Namun lebih penting dari itu, ini adalah pertama kalinya Ain mendengar masalah ini.

“Kalau bisa… Aku ingin kakek memberitahukan ini lebih awal…”

“Semua ini diputuskan saat Ain sedang berada di Ist…”

“Eh …”

Bukan berarti Ain adalah orang yang pemalu. Namun jika orang itu akan menjadi asisten pribadi, maka ia akan menghabiskan banyak waktu dengan orang itu kan? Dengan pertimbangkan hal ini, Ain berharap semoga orang itu bukan orang yang menimbulkan penyesalan di masa depan. Meskipun sebagai Putera Mahkota ia tidak terlalu sering mengeluh, namun ia juga memiliki hal yang tidak disukai, sama dengan orang pada umumnya.

“Mohon tunggu sebentar, Ain-sama… Saya akan segera memanggilkan orang itu kemari….”

Setelah mengatakan itu, Warren segera meninggalkan posisinya.

“Apa orang itu ada di Istana ini??”

Karena Warren sudah keluar dari ruangan, Ain pun memutuskan untuk bertanya kepada Silvard.

“Ya… Sebenarnya juga aku mempercayakan persiapan kereta kudamu untuk berangkat besok kepada orang itu….”

“Bukankah tugas itu terlalu berat dan tiba-tiba?”

“Menurut Warren, hal ini sama sekali bukan masalah… Semua berjalan dengan lancar dan tidak akan ada masalah sampai akhir….”

“…Benar-benar orang yang berbakat ya…”

“Wajar kan… Karena dia akan bekerja di dekat Putera Mahkota kita… Tapi bahkan dari sudut pandangku juga orang ini benar-benar berbakat dan sama sekali tidak memiliki cacat meskipun disandingkan dengan seorang Putera Mahkota…”

Ain von Istalica, seorang Putera Mahkota dari sebuah Kerajaan besar bernama Istalica. Tentu saja seleksi untuk menjadi Asistennya di lakukan dengan sangat ketat, dan wajar jika hanya orang yang paling berbakat di antara mereka yang bisa diterima.

“Hei Chris-san… Apa kamu sudah tahu soal ini??”

“Tidak, saya belum pernah dengar sama sekali… Sama seperti Ain-sama, saya juga tidak tahu apa-apa…”

“Begitu ya… Sepertinya memang benar keputusan ini dibuat baru-baru ini…”

Chris pastinya tidak berbohong. Maka Ain pun menjadi yakin bahwa keputusan ini benar-benar baru dibuat.

“Mohon maaf telah membuat Anda menunggu Ain-sama…. Saya telah membawa orang baru yang akan menjadi Asisten pribadi Anda…”

Warren pun kembali ke ruang pertemuan. Pintu langsung ditutup dan sepertinya orang yang akan menjadi Asisten itu sedang menunggu di luar. Ain benar-benar ingin agar mereka segera memperkenalkan orang itu tanpa banyak berbasa-basi.

“Kalau begitu, tolong perkenalkan dia padaku Warren-san….”

Meskipun hanya beberapa detik saja, Ain buru-buru menjawab Warren. Karena jika semakin lama menunggu akan membuatnya semakin gugup, oleh karena itu ia ingin mereka memperkenalkan orang itu secepatnya.

“Baik… Kalau begitu… Silakan masuk…. Silakan perkenalkan dirimu pada Ain-sama…”

Setelah Warren mengatakan itu pintu pun seketika terbuka, dan seorang wanita melangkah masuk dengan tenang. Seorang wanita yang berpenampilan cantik dan feminin meskipun ia adalah seorang Asisten pribadi.

Aroma dan warna rambut yang sangat familiar. Dan kemudian, terdengar suara yang juga familiar menyapa Ain.

“Mulai hari ini, saya akan ditugaskan untuk melayani Anda, Putera Mahkota Ain-sama… Nama saya Claune Ogast…”

Bukankah pakaiannya berbeda dengan saat tadi menyambut di depan??? Apakah dia sempat berganti pakaian dulu? Ain benar-benar kebingungan.

Hmm… Setidaknya orang itu bukanlah orang yang akan membuatnya menyesal. Untuk sementara Ain menenangkan dirinya. Hari ini, Claune membungkuk hormat dengan wujud penampilan sempurnanya.

Terima kasih telah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan komentar....

Comments

5 responses to “Maseki Gurume Volume 5 Chapter 13B”

  1. actinium says:

    akhirnya claune dapet giliran sama ain

  2. Evileye says:

    Jiir, haremnya mulai pd nempel trus ini wkwk
    Thank updatenya min

  3. SiOtong says:

    Up slurrr

  4. Makoto says:

    Up min,selalu ditunggu
    Karena cuma disini yg TL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *