Vol.05 - Ch.01.1 ~ Magic Stone Berwarna Merah (A)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 5 Chapter 1A di Kurozuku.

19 Jan 2021

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Sepertinya Ain dan kelompoknya diantarkan ke semacam ruangan khusus untuk kepala profesor, dan tersedia sebuah sofa empuk dengan kualitas tinggi. Namun di ruangan itu juga terdapat banyak kotak-kotak penyimpanan yang di dalamnya tersimpan Magic Stone yang cukup menarik perhatian Ain.

Pria itu menyiapkan kopi dan kemudian menyuguhkannya kepada Ain dan kelompoknya.

“Baiklah… Pertama-tama mungkin kita mulai dengan memperkenalkan diri… Nama saya Oz… Saya adalah kepala profesor di Institut sihir Ist ini…. Konsentrasi studi saya adalah  Magic Stone Energy…. Saya meneliti tentang Magic Stone yang memiliki energi di dalamnya…”

Sepertinya Profesor kepala bernama Oz ini adalah orang yang terkenal diantara para peneliti. Sejak masih muda, ia adalah orang yang sangat berbakat dalam meneliti, hingga menjadi sosok yang tak dapat tergantikan bagi Istalica.

“Etto…. aku ini…”

Ain sedang memikirkan nama palsu untuk dirinya sendiri. Dan nama itu adalah Aik. Pada saat ini ia baru saja menemukan sebuah penemuan baru, bahwa dirinya tidak berbakat dalam memberikan nama. Ia hanya mengganti dengan asal bagian terakhir namanya.

“Ah, mohon maaf… bisakah Anda melepaskan alat sihir yang seperti tubuh palsu itu?? Karena di surat pengantar yang dibuatkan oleh Profesor Emeritus Majolica ada tertulis Putera Mahkota Ain, jadi saya bisa sedikit menduga situasi Anda…”

“Hei, Chris-san… Apa Majolica-san memberitahu soal itu??”

“Sepertinya tidak…. Ya ampun…”

Kalau bisa ia ingin orang itu memberitahu soal ini terlebih dahulu. Ini benar-benar buruk untuk jantung mereka.

“…Kalau begitu aku lepas ya…”

Ain melepas alat sihir khusus buatan Majolica, lalu diikuti oleh Chris dan Dill. Karena alat ini berbentuk seperti cincin, maka cukup mudah untuk melepasnya.

“Kalau begitu, izinkan saya untuk mengatakannya lagi, selamat datang Yang Mulia Putera Mahkota Ain….. Mohon untuk dapat memaafkan saya yang tadi hanya menyebut Anda sebagau ‘tamu penting’…. Saya bertindak demikian karena masih ada orang lain di sana….”

“Aku rasa itu adalah tindakan yang tepat…. terima kasih atas perhatian Anda….”

Oz tertawa kecil sambil berkata ‘syukurlah…’.

“Kalau begitu kami juga akan memperkenalkan diri… Aku… sepertinya itu tidak perlu ya kan? Kalian bertiga silakan….”

“Kalau begitu saya dulu…. Nama saya adalah Christina Wernstein…. Saya bertugas sebagai Fleet Admiral di pasukan ksatria Istalica… Senang bertemu dengan Anda…”

“Saya Dill Glacier… Saya adalah putera mantan Fleet Admiral Lloyd, dan saat ini saya adalah anggota Royal Knight… serta saat ini saya bertugas sebagai pengawal pribadi Ain-sama….”

Karena sepertinya Catima tidak mau membuka mulutnya, jadi dengan menggunakan tatapan matanya Ain meminta kedua pengawalnya itu untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Setelah mereka berdua selesai memperkenalkan diri, barulah Catima membuka mulutnya.

“…Saya adalah Catima von Istalica, saya merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan Profesor Oz yang sangat ternama…..”

——! ??

Catima memberikan sapaan yang anggun dan terhormat layaknya seorang puteri dari sebuah negeri. Bukan hanya gerak-geriknya, namun ia juga tidak lagi menggunakan kata ‘Nya’ di setiap akhir kalimat yang ia ucapkan. Hal ini membuat Ain kehilangan kata-kata.

Namun bukan hanya Ain, namun Chris dan Dill menunjukkan ekspresi yang sama dan tak dapat berkata-kata.

“..Se-seperti seorang puteri saja…”

“Ain-sama…. karena kenyataannya beliau itu adalah puteri pertama…. jadi memang seorang puteri…”

“Yah, saya mengerti perasaan Ain-sama…”

Sepertinya Catima agak tidak senang proses pengenalan dirinya jadi terganggu, dan tatapannya terlihat marah. Namun sepertinya ini bukan saatnya ia untuk memedulikan hal itu.

Apakah ini karena mereka sesama seorang peneliti? Sehingga sikapnya menjadi sangat berubah.

“Oh! Saya tidak menyangka bisa bertemu dengan Tuan Puteri pertama yang terkenal dengan julukan Otaknya ibukota!”

“(Hei Chris-san… Apa maksudnya otaknya ibukota itu??)”

“(Itu adalah nama julukan Catima-sama… Catima-sama itu cukup terkenal… dan sepetinya peneliti di sini memberi julukan beliau Otaknya ibukota….)”

Catima tetap melanjutkan percakapannya dengan Oz tanpa memedulikan mereka berdua yang sedang berbisik-bisik di sampingnya.

“Kali ini saya mendapatkan izin dari Yang Mulia dengan sedikit paksaan untuk membantu Ain… Karena ini adalah kesempatan langka bagi saya untuk bisa menginjakkan kaki di Ist ini…. Jadi saya berharap dapat membawa pulang banyak ilmu….”

“Saya juga…  Saya benar-benar tidak menyangka hari ini bisa bertemu dengan sosok yang menjadi otak di ibukota… Izinkan saya mendiskusikan beberapa hal tentang penelitian saya…. Ah Mohon maaf, Yang Mulia Putra Mahkota, saya jadi kebablasan ketika bertemu sesama peneliti….”

“Tidak apa-apa, silakan berbincang dengan santai..”

“Hahaha… Jadi Yang Mulia… Anda tadi mengatakan membutuhkan kerja sama dari kami, apa yang ingin Anda selidiki?”

“Um…. Catima-san, bisakah aku memintamu untuk menjelaskannya??”

Catima pun mengangguk. Kebetulan ada Catima yang lebih mengetahui tentang masalah ini, jadi Ain memutuskan untuk meminta Catima yang menjelaskan.

Sepertinya orang cerdas seperti Catima memang pandai menyampaikan informasi kepada orang lain sambil mengatur berbagai hal dalam kepalanya. Ia bisa menyampaikan informasi  yang dibutuhkan kepada Oz secara ringkas dengan tetap menyembunyikan hal yang tidak perlu. Termasuk informasi tentang Rubah Merah yang ingin mereka ketahui.

Tampak berkali-kali Oz terkejut selama sedang mendengarkan penjelasan tersebut. Apa yang di ceritakan oleh Catima adalah hal yang belum pernah diketahui oleh siapa pun, dan sebagai seorang peneliti, tak ada alasan bagi pria itu untuk tidak tertarik.

Hingga akhirnya, ketika ia mendengar bahwa Ain dapat menyerap Magic Stone, itulah yang menjadi puncak keterkejutannya.

“Hmm… Yang Mulia…. Apa semua pembicaraan ini benar adanya? Apa benar Anda bisa menyerap Magic Stone?”

“Ya itu benar.”

Catima juga sudah menjelaskan bahwa Ain telah menyerap Magic Stone milik Dullahan dan Elderlich. Ketika mendengar hal ini, Oz pun berpikir untuk sejenak.

“…Saya bisa mengerti alasan mengapa Profesor Emeritus mengenalkan Anda pada saya…. Karena ini adalah tentang Magic Stone, maka beliau mungkin berpikir saya adalah orang yang paling tepat…”

Oz adalah peneliti terkemuka dalam penelitian tentang Magic Stone. Mungkin tak ada orang lain yang mengetahui seluk beluk Magic Stone melebihi dirinya.

“Mohon untuk menunggu sebentar… Mari kita coba bawakan itu…”

“Membawakan apa…?”

Oz yang tadinya terlihat sedang berpikir tiba-tiba ia seperti mendapatkan sebuah ide. Ia pun langsung berdiri dan berjalan ke arah salah satu kotak yang ada di ruangan itu. Itu adalah kotak yang di dalamnya terdapat Magic Stone menarik perhatian Ain ketika pertama kali masuk ke ruangan itu.

“Profesor Oz… Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan??”

“Mohon tenang Christina-sama… Kotak ini juga memiliki segel buatan Profesor Emeritus Majolica, jadi tidak akan sampai mengamuk kok….”

Oz membuka kotak itu, lalu kemudian mengeluarkan sebuah kotak penuh ukiran dari dalamnya. Lalu ia pun kembali ke tempat Ain dan kelompoknya sambil membawa kotak itu.

“…Apa ini? Profesor Oz”

Ain langsung bertanya sebelum Oz sempat untuk menjelaskan.

“Ini adalah apa yang dicari oleh Anda Yang Mulia…”

“Yang aku cari…?”

Ketika Ain sedang terheran, Oz pun membuka kotak tersebut. Kemudian dapat terlihat sebuah Magic Stone memiliki pola seperti api keunguan, dan memancarkan aura yang seolah beracun.

“Ini adalah barang berharga… Karena saya pun hanya pernah melihat satu lagi selain ini….”

Setelah mendengar hal itu, Chris langsung menyadari keberadaan itu lebih dulu dari siapa pun. Karena itu, tiba-tiba ia menggenggam erat tangan Ain dengan kedua tangannya. Ia berpikir dengan keras apa yang dapat ia lakukan agar Ain tidak berubah.

“…Chris-san?”

“Maaf, Ain-sama… tapi izinkan saya tetap begini… Profesor Oz, silakan dilanjutkan…”

“Eh, eh… sebenarnya…”

Bukan hanya Ain yang terkejut atas kejadian ini, namun Oz juga. Tentu saja, karena tiba-tiba seorang pengawal sampai menggenggam tangan tuannya, wajar jika dia merasa penasaran dengan apa yang terjadi.

“Ini adalah Magic Stone milik…. Rubah Merah…”

‘Begitu ya’… akhirnya Ain dapat mengerti alasan mengapa Chris tiba-tiba menggenggam tangannya. Dan akhirnya dia dapat merasakan ketegangan yang tersalurkan dari tangan Chris. Namun sepertinya Ain tidak apa-apa ketika mendengar perkataan Oz.

Apakah itu karena si Elderlich terlah berhasil menahan Dullahan suaminya?? Ketika memikirkan hal itu, Ain pun tersenyum. Dan ia mulai berdoa semoga tidak ada pertengkaran suami istri di dalam tubuhnya.

“Barang yang cukup berharga ya….”

“Ya… Meskipun begitu, semua yang perlu saya lakukan dengan Magic Stone ini sudah selesai… Analisis datanya juga sudah selesai… karena saya telah menguras semua informasi yang ingin saya dapatkan dari Magic Stone ini…”

“Sepertinya Anda sudah meneliti tentang itu untuk waktu yang cukup lama ya…”

“…Meskipun begitu, masa-masa meneliti Rubah Merah itu merupakan masa-masa yang cukup banyak membuatku ditertawakan orang-orang…”

Meskipun Oz terlihat tersenyum, namun sepertinya dia telah berjuang sangat keras.

“Bisakah memberikan kami hasil penelitian itu? Tentu saja kami akan sangat berterima kasih….”

“Tidak tidak… tidak perlu sampai seperti itu…. Justru saya yang harusnya memberikan bayaran karena telah mendengar hal berharga seperti itu, Bukankah Anda juga berpikir begitu Tuan Puteri Pertama?”

“Yah, saya rasa itu benar…. Bagi kami, tak ada hadiah yang lebih baik selain dapat mengetahui fakta baru yang belum pernah kami ketahui…”

Catima yang masih ‘aneh’ itu mengungkapkan persetujuannya dengan pendapat Oz.

“…Tapi sebagai keluarga kerajaan, tidak mungkin juga bagiku untuk menerima hal ini dengan percuma… benarkan Chris-san?”

“Benar apa yang dikatakan Ain-sama…. karena ada juga nantinya yang akan berpendapat bahwa Ain-sama telah menggunakan wewenang secara ilegal…..”

“Hmm… begini saja… Izinkan saya bertanya beberapa hal tentang kekhasan tubuh Ain-sama….. dan anggap itu sebagai imbalan untuk saya…. tentu saja saya tidak akan memberitahukan isi pembicaraan ini kepada orang lain….”

“Jika Anda memang bisa menjaga kerahasiaan ini, maka aku juga tidak keberatan untuk membicarakannya…. Tapi bukankah itu artinya Profesor tidak akan bisa mempublikasikan penelitian Anda ini?”

“Ada beberapa hal yang membuat saya penasaran dan ingin segera menyelesaikan teka-teki dalam diri saya…. Jadi ini tidak perlu untuk di publikasikan….”

Oz adalah seorang peneliti sejati. Bukan berarti ia meneliti untuk menaikkan namanya, ataupun menukarkan prestasi penelitiannya dengan uang. Dia murni ingin memecahkan pertanyaan yang ada dalam dirinya. Itulah yang dipikirkan oleh pria itu. Karena itu, ia lebih tertarik kepada informasi daripada uang.

Sejenak Ain berpikir, dan merasa kemungkinan ia akan mendapatkan informasi menguntungkan pula dari Oz. Setelah mempertimbangkan hal ini, maka pembicaraan ini tidak terlalu buruk.

“…Baiklah…. Kalau begitu aku akan memberitahu semua yang bisa aku jawab….”

“Terima kasih!! terima kasih banyak!”

Sepertinya Oz tampak sangat bahagia dan ia tersenyum seperti masih seorang remaja. Ain sendiri berpikir seharusnya ia yang berterima kasih.

Pertama-tama mereka saling mencocokkan informasi yang mereka miliki. Lalu kemudian mereka bertukar informasi baru. Hari itu mereka saling bertukar informasi dan menyelidiki sampai tiba malam hari.

 

Terima kasih telah mampir….

Comments

2 responses to “Maseki Gurume Volume 5 Chapter 1A”

  1. actinium says:

    makasih dah update min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *