Vol.05 - Ch.02.2 ~ Petunjuk yang Didapatkan, dan Keluarga August (B)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 5 Chapter 2B di Kurozuku.

20 Jan 2021

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Sewaktu diantar oleh Dill, mereka belum sempat melihat keadaan penginapan, meskipun memang ruangan itu sudah pasti luas karena untuk bangsawan. Alasannya adalah karena mereka langsung pergi setelah meletakan barang di dekat pintu masuk.

Sepertinya ada kamar untuk semua orang, dan mereka bisa beristirahat di kamar masing-masing.

Ain ingin segera membaca dokumen yang ia terima, namun sepertinya Catima memiliki pemikiran berbeda.

“Sampai juga Nya!! Kalau begitu Ain, aku pinjam Dill dulu!”

“Bukankah sikapmu itu berubah terlalu drastis?? Ternyata kau bisa juga menggunakan tata bahasa seperti itu ya….”

Selama perjalanan pulang, Catima tidak membuka mulutnya sama sekali. Ada sebuah alasan mengapa ia bertingkah seperti itu. Dia meminjam buku-buku tentang teknologi terbaru dari Oz. Sejak saat itu, Catima terlihat sangat senang hanya dengan melihat sampul buku itu. Dan ia terlihat seperti seekor kucing yang diberikan mainan.

Setelah sampai di penginapan Catima menunjukkan dialek miliknya yang biasa.

“Sa-saya?? Etto… Ain-sama…?”

Entah apa alasan yang membuat Catima ingin meminjam Dill. Pertama-tama Ain harus menanyakan hal ini. Setelah sekilas melirik ke arah Dill yang kebingungan itu, Ain pun bertanya kepada Catima.

“Kenapa kau ingin meminjam Dill??”

“Mulai saat ini aku akan membaca ini…. Dan sebagai rasa hormat sesama peneliti, aku harus memberikan balasan kepada Profesor Oz…. Jadi aku ingin meminta dia melakukan tugas-tugas  pembantu…”

Karena Chris diperlukan untuk membaca dokumen segel darah itu, maka Dill adalah orang yang tepat untuknya.

“…Dill, apa kau tidak apa-apa??”

“Ya tentu saja….”

“Kalau begitu Ayo jalan Nya!! Cepat Dill! Ikuti aku!!!”

“Eh.. tu-tunggu Catima-sama!?”

Sedikit membuat penasaran, dari mana datangnya kekuatan sebesar itu di tubuh sekecil itu. Ia dengan mudah menarik Dill yang sudah setinggi 170 cm, dan menuju ke kamarnya dengan kecepatan yang luar biasa.

“…Pembagian kamarnya…. syukurlah ini berjalan dengan mudah…”

“Sepertinya begitu……”

Ain pun menuju kamar lainnya bersama dengan Chris. Ketika membuka pintu kamar itu, dapat terlihat jelas ruangan itu dipenuhi dengan teknologi terbaru khas kota sihir.

Tentu saja interiornya cukup mewah dan rumit, namun dapat terlihat sebuah kotak kaca besar yang di potong dengan indah, dan di dalamnya terdapat dua keran di bagian bawah. Sepertinya itu adalah tangki yang memisahkan air dingin dan air panas.

Di pojok ruangan sepertinya adalah kamar mandi, namun tidak terlihat ada air di sana. Entah bagaimana cara kerjanya, Ain ingin mencari tahu hal itu nanti.

“Suasananya sangat berbeda dari kotakota yang pernah aku rasakan sebelumnya ya…”

“Dengan adanya berbagai peralatan sihir disini benar-benar mengesankan bahwa kita sedang berada di Ist ya…”

Ketika sampai di kamar, akhirnya Ain mulai merasakan rasa lelah setelah perjalanan jauhnya. Ia pun bergegas untuk duduk di sofa.

“Fufu… Anda lelah ya Ain-sama…. Saya akan buatkan minum untuk Anda ya….”

“Ya, tolong ya Chris-san… Air biasa saja… aku benar-benar haus…”

“Dimengerti…”

Meskipun tidak banyak kesempatan untuk menunjukkannya, Chris sebenarnya juga pandai untuk membuat teh. Atau lebih tepatnya Pasukan Royal Knight mendapatkan pendidikan tentang tata krama seperti itu. Dan di antara para pasukan ini, orang seperti Dill dan Chris yang memiliki banyak kesempatan berinteraksi dengan keluarga kerajaan mendapatkan pendidikan yang lebih ketat soal ini.

“Kyaa~!! ….ma-maafkan  saya..”

“Ada apa Chris-san??”

Chris yang tadinya mengatakan ingin mengambil minum tiba-tiba berteriak seperti terkejut akan sesuatu. Karena tidak biasanya Chris sampai berteriak seperti itu, Ain pun menjadi penasaran dan menoleh ke arah Chris.

“Maafkan saya… saya sedikit terkejut karena airnya terlalu dingin…”

Sesuai dengan dugaan Ain, sepertinya kotak kaca itu adalah alat untuk memisahkan air panas dan air dingin. Chris yang menduga bahwa air akan keluar dari keran itu, ia membuka keran biru karena menduga bahwa itu ari dingin, namun ternyata itu jauh lebih dingin daripada yang ia bayangkan sehingga ia terkejut.

“Oh, ternyata memang air dingin ya… tadinya aku penasaran apa itu benar air dingin…”

“A-Anda sudah tahu?? Kenapa Anda tidak beritahu saya…”

Sambil tertawa Ain meminta maaf kepada Chris yang terlihat merengut. Chris pun mengambil air untuk dua orang, dan meletakannya di atas meja yang ada di depan sofa.

“Yah tidak buruk juga bisa melihat sosok Chris yang langka seperti itu…”

“Anda ini…. sepertinya semakin dewasa Anda semakin mirip dengan Olivia-sama….”

“Karena memang kami itu ibu dan anak…. Jadi wajar..”

Ain menjawab seolah itu wajar.

“Sepertinya yang di sana juga sedang bersenang-senang… jadi mari kita baca dokumen ini duluan…”

Yang dimaksud di sana adalah kamar Catima. Dapat dengan mudah dibayangkan bahwa hanya Catima yang bersenang-senang sedangkan Dill akan kerepotan dalam berbagai hal.

“Dokumen yang diberikan oleh Profesor Oz kan?”

“Ya… Bisakah kamu mengeluarkannya??”

Tidak ada gunanya membuang-buang waktu seperti ini, jadi ia memutuskan untuk meminta Chris mengambil dokumen yang diterima dan mengeluarkan isinya dari dalam amplop.

“Etto… Saya harus bagaimana ya?”

“Apanya yang bagaimana?”

Chris yang telah mengeluarkan dokumen itu tampak kebingungan dan bertanya kepada Ain.

“Kalau orang lain selain saya menyentuhnya, kertas ini akan langsung terbakar kan…. Apa sebaiknya saya duduk di sebelah Ain-sama?”

“Ah, begitu ya… Ya benar juga… kalau begitu aku akan meminta Chris-san duduk di sampingku…”

Chris tampak sedikit malu-malu. Setelah memutar-mutar rambut sampingnya, ia pun membulatkan tekad untuk duduk di samping Ain.

“Kalau begitu… etto.. kita mulai dari lembar pertama ya…”

“Ya.. ya… kita mulai saja…”

Chris duduk di sebelah kiri Ain. Ia mengatur rambut sampingnya agar berada di belakang telinganya. Dengan begitu, Ain dapat menyaksikan leher putih gadis itu berada di dekatnya, dan ini membuatnya semakin gugup.

“Loh? Ain-sama? Ada apa?”

Entah mungkin karena gadis itu sebelumnya telah membulatkan tekadnya, ia tidak terlihat lebih gugup daripada Ain.

“Tidak kok, tidak ada apa-apa…”

Gadis itu masih merasa penasaran, namun karena Ain mengatakan tidak apa-apa, maka ia tidak punya hak untuk menanyakan hal ini lebih jauh. Ain pun menghela nafas berkali-kali untuk berusaha mengembalikan ketenangan dirinya.

“Dari lembar pertama saja isinya sudah cukup menarik ya….”

“Mana… mana…”

Ain pun mulai membaca setelah Chris.

“…Hmm… sepertinya di masa lalu ada penelitian yang cukup kejam ya…  Apa itu artinya mereka melakukan hal ini secara diam-diam dan merahasiakannya dari negara??”

“Saya rasa tidak sepenuhnya di rahasiakan… Kemungkinan beberapa orang peneliti dari ibukota juga terlibat…”

[Eksperimen perubahan monster antar ras. Titik Pencapaian. Penelitian yang bertujuan untuk menciptakan Raja Iblis buatan]

Begitulah judul yang tertulis di lembar pertama. Sebuah eksperimen untuk membuat raja iblis buatan dari ras yang berbeda. Sangat sedikit orang yang mengetahui hal ini pernah terjadi di Istalica ini.

Intinya sepertinya mereka berusaha merombak tubuh manusia dan menciptakan raja iblis yang mendengarkan perintah mereka. Mendengar hal ini saya sudah membuat ia merasa kesal dengan penelitian itu, namun karena penelitian ini kemungkinan ada hubungannya dengan apa yang terjadi pada tubuhnya, jadi ia pun tak bisa mengabaikan hal ini.

“… Apakah Anda tidak apa-apa, Ain-sama? Apa sebaiknya kita lakukan besok saja…”

“Tidak apa-apa kok… Lanjutkan saja…. Lagipula aku tetap harus membaca dokumen ini…”

Meskipun ia cukup membencinya, namun ia tidak bisa mengabaikannya. Ain merasa senang bahwa Chris mengkhawatirkan dirinya, namun ia harus membulatkan tekadnya.

Terima kasih telah mampir….

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *