Vol.05 - Ch.03.2 ~ Hari pertama pun berakhir (B)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 5 Chapter 3B di Kurozuku.

21 Jan 2021

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

“…Aku jadi haus… Apa kau mau minum Ain??”

Mungkin dia sudah tidak tahan dengan suasana itu, atau hanya ingin sejenak beristirahat. Entah yang mana, namun Catima memutuskan untuk mengambilkan air.

“Tolong ya….”

“Iya, Nya… Sepertinya keponakanku ini memang keponakan yang merepotkan Nya…”

“Maaf ya….”

“…Ngomong-ngomong, aku terpikirkan satu hal Nya….”

“Apa?”

Catima kembali dengan membawa dua buah gelas. Begitu ia kembali duduk, ia langsung membicarakan tentang apa yang ia pikirkan.

“Kira-kira apa kerugian yang di alami jika menjadi monster Nya??”

“Yah, Semacam jadi tidak bisa berbicara??”

“Tentu saja itu salah Nya…”

“Eh?”

“Atau lebih tepatnya, kalau memang Ain akan berubah menjadi monster, maka tidak akan menjadi monster serendah itu…”

Melihat Catima tidak terlihat bersedih akan hal ini, membuat Ain merasa masih punya sedikit memiliki harapan. Dengan mengubah suasana menjadi sedikit bercanda, Catima pun melanjutkan perkataannya.

“Coba ingat tentang Dullahan… Dia monster, tapi kemungkinan jika dia dipakaikan dengan pakaian orang biasa, kemungkinan dia tidak akan terlihat seperti monster… Begitu juga dengan Elderlich…”

“Benar juga…”

“Aku tidak terlalu ingin mengatakan hal ini Nya… tapi Nya… misalkan saja Nya… Ain berevolusi menjadi monster ras yang berbeda, maka kita hanya perlu mengumumkan ras itu sebagai ras non manusia yang baru Nya…. Ayahku juga pasti akan melakukan itu Nya…”

“Agak dipaksakan ya….”

“…Yah, kurang lebih begitu.”

Setelah mendengar hal itu, entah bagaimana Ain berhasil mendapatkan kembali keceriaannya. Seolah ia merasakan suhu tubuhnya kembali setelah membeku.  Sepertinya Ain telah memikirkan hal ini lebih dalam daripada yang ia sadari.

“Aku mau ke toilet sebentar…. Maaf ya Chris-san…”

Ain dengan perlahan menggeser kepala gadis itu ke samping dan langsung berdiri. Kemudian ia menuju ke toilet.

“Sana…. Jadi Nya…”

Setelah memastikan Ain telah pergi, Catima mengambil air lagi. Sambil menuangkan air ke dalam gelasnya, ia tiba-tiba membuka mulutnya.

“Chris… pembicaraan tadi itu adalah rahasia…. Untuk Dill…. Bahkan untuk Ayahku dan teman-temannya…”

“…Anda sudah menyadarinya ya, Catima-sama?”

Ternyata Chris sudah bangun. Dan sepertinya Catima telah menyadari hal ini, dan berusaha menutup mulut gadis itu yang sedari tadi diam dan mendengarkan percakapan mereka.

“Aku menyadarinya ketika Ain menggunakan tangan ilusi miliknya itu Nya…. Karena aku ini ras Catsey… jadi aku sedikit peka terhadap hal seperti itu Nya…”

“… Jika Yang Mulia memberikan perintah, tentu saja saya…”

“Kalau begitu, kebetulan….”

Setelah selesai menuangkan air, Catima pun berbalik perlahan. Gerakannya sangat elegan dan indah seolah waktu berjalan bermenit-menit hingga dia berbalik dengan sempurna. Ekspresi yang ditunjukkan oleh gadis itu merupakan ekspresi yang belum pernah di lihat oleh Chris meskipun dia sudah cukup lama berada di Istana.

“…Christina Wernstein. Aku akan memberikan Dekrit Kerajaan atas nama Tuan Puteri Pertama, Catima von Istalica, kepadamu…. Aku melarangmu mengungkapkan informasi yang telah kau terima selama perjalanan, yaitu informasi terkait perubahan Ain menjadi monster, kepada siapa pun. Hal ini termasuk kepada anggota keluarga kerajaan…. Kau dilarang mengungkapkan informasi ini kepada eksistensi apa pun… Baiklah, sepertinya ini cukup Nya….”

Catima benar-benar salah satu anggota keluarga kerajaan Istalica. Chris merasakan aura bermartabat yang sangat berbeda Dengan sikap biasanya dari sosok gadis itu. Setelah menyaksikan hal ini, Chris pun hanya bisa mengangguk dan mematuhinya.

Sejauh apa yang Chris ketahui, ini adalah pertama kalinya Catima menggunakan Dekrit Kerajaan.

“Ya. Aku senang kau mau menerimanya dengan patuh Nya…. Menjadi serius itu melelahkan Nya…. Benar deh…”

“…Catima-sama… Bagaimana pendapat Anda?”

“Apa itu soal kemungkinan terburuk dari masalah Ain Nya?”

“…Iya”

Sepertinya Catima belum memberitahu Ain tentang kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Seakan-akan ia sangat baik dan hanya menunjukkan kesan positif masalah ini saja. Karena itu Chris ingin mengetahui bagaimana pendapat Catima yang sebenarnya.

“…Mungkin kita akan mengulangi masa lalu….”

“Masa lalu …?”

Mendengar jawaban yang penuh misteri seperti itu justru membuat Chris semakin penasaran. Namun sepertinya waktu berbincang mereka telah habis.

“Aku kembali… Loh Chris-san? Kau sudah bangun??”

“A-Ain-sama!?”

“Tidak perlu se-terkejut itu kan??”

Ain telah kembali dari toilet. Tentu saja karena ia telah kembali, maka itu artinya pembicaraan kedua gadis itu sudah selesai. Itu bukanlah pembicaraan yang pantas di bicarakan ketika ada Ain.

“Ain… Chris ini merasa malu karena tidur di pangkuanmu…”

“Yah … I-itu memang benar.. ta-tapi tidak perlu sampai di ucapkan kan!?”

Catima bermaksud untuk memberikan bantuan. Karena ia tahu bahwa Chris itu lemah terhadap situasi yang berubah tiba-tiba, Namun Chris menanggapinya berbeda. Karena memang benar ia tertidur di pangkuan Ain, dan ketika mengingat itu, membuatnya tersadar akan perasaan malu yang ia rasakan tadi.

Beberapa saat yang lalu suasana yang meliputi mereka adalah suasana serius dan bukanlah suasana yang bisa membuat mereka tertawa. Akhirnya rasa santai itu pun datang, dan membuat Chris menjadi semakin malu.

“Sudah tidak perlu di khawatirkan….. Lagipula bukan berarti kamu ngiler kan….”

“Ngiler?? Apa itu benar Ain-sama?? Memalukan…”

“Kan aku bilang tidak! Ah sudahlah!!”

“Hahh…. berantem di jam segini… dasar majikan dan pengawal yang berisik…”

Catima merasa senang karena suasananya bisa kembali seperti sedia kala. Meskipun Catima telah menjelaskan apa yang ia pikirkan saat ini kepada Ain dan Chris, namun sejujurnya dia juga tidak bisa memprediksi dengan pasti apa yang akan terjadi. Belum pernah ada kejadian serupa sebelumnya, jadi cukup sulit untuk membuat asumsi tentang itu.

Oleh karena itu, saat ini yang bisa ia lakukan hanyalah berdoa. Ia tidak mempercayai semua dewa, namun ia tetap berdoa ketika situasi seperti ini menghampirinya. Selain itu juga dia berharap agar hasil penelitiannya dapat bermanfaat semaksimal mungkin.

Chris masih sibuk dengan perasaan malunya, namun sepertinya Ain berhasil mengendalikannya. Setelah itu mereka pun memutuskan untuk beristirahat, meskipun waktu sudah hampir pagi. Aktivitas hari ini akan dimulai siang hari. Setelah memutuskan hal itu, mereka semua pun pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Agak aneh memang karena hari sudah berganti, namun tetap saja itu artinya mereka akan memenuhi janji mereka dengan Oz setelah dua kali tidur lagi.

Memang mereka datang ke kota sihir Ist untuk melakukan penyelidikan. Hari ini, Ain sangat tidak sabar untuk menikmati berjalan-jalan di Kota Sihir ini.

Terima kasih telah mampir….

Comments

5 responses to “Maseki Gurume Volume 5 Chapter 3B”

  1. Evileye says:

    Makin menarik, thx updatenya min

  2. ekho says:

    Mantap

    Thank update nya
    Semangat min

  3. Sasazaki03 says:

    Mantap min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *