Vol.05 - Ch.05.1 ~ Kucing yang Terlalu Bebas (A)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 5 Chapter 5A di Kurozuku.

24 Jan 2021

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

 

“Maafkan kami.. maafkan kami….maaf!!”

Gadis itu membuka perkataannya dengan meminta maaf tiga kali berturut-turut. Gadis itu tampak mirip dengan gadis kecil yang ditolong Ain, mungkin dia adalah ‘Kakak’ yang sedari tadi mereka tunggu-tunggu.

Pakaian yang ia pakai juga sama kotornya, dan bagian rambut dan kulitnya juga terlihat agak kusam. Meskipun parasnya tidak terlalu buruk, namun terkesan biasa saja. Ketika Ain melihat kacamatanya yang buruk itu, membuat ia ingin mengelap lensanya.

“Oh, jangan khawatir…. Aku hanya menemani dia menunggu kok …”

Ain mengira mungkin maksud gadis itu adalah berterima kasih karena telah menemani adiknya. Namun ternyata perkiraan itu salah.

“Saya tidak punya uang… Tapi saya bisa memberikan semua yang saya punya…. jadi tolong lepaskan adikku….”

Mulut Ain pun menganga. Berbeda dengan Ain, Chris masih tampak tenang saja. Penampakan mereka jadi terlihat agak lucu.

“… Hei Chris-san”

“Mungkin apa yang Anda pikirkan itu benar… Sepertinya dia salah paham….”

“Hahaha, benar ya?”

Beberapa saat yang lalu memang ada orang jahat, namun Ain dan Chris telah mengusirnya. Dengan kata lain, saat ini gadis itu mengira bahwa Ain dan Chris adalah preman.

“Kakak!! Abang ini yang menolongku!”

Ain kebingungan bagaimana harus menjelaskannya, dan mungkin gadis itu tidak akan percaya begitu saja. Namun ternyata gadis kecil yang ditolongnya mulai menjelaskannya sendiri. Ain pun merasa lega karena sepertinya penjelasan itu berjalan lancar.

“Eh? Menolong?? Mei…. apa yang terjadi di sini???”

“Benar! Abang ini tadi menolongku waktu ada yang mau merampok makanan kita!!”

Gadis itu kembali melihat ke arah Ain.

Meskipun kacamatanya keruh dan membuat orang khawatir apakah gadis itu dapat melihat dengan benar, namun gadis itu dapat melihat dengan jelas sosok Ain dan Chris.

“Mau-mohon maaf!! Sepertinya saya sudah salah paham…. maaf, tapi Anda ini bangsawan, benar kan??”

Mungkin tidak salah jika gadis itu sampai salah paham, karena Ain dan Chris sedang menyembunyikan identitasnya. Namun karena Ain menggunakan pakaian yang terlihat mewah, dan Chris menggunakan armor mahal yang terbuat dari material-material monster, jadi wajar jika mereka terlihat seperti seorang anak bangsawan dan seorang pengawalnya.

“Bangsawan ya…. Ya agak mirip lah… tapi… ngomong-ngomong siapa namamu??”

“Ah mohon maaf, nama saya Barra…”

Gadis itu memperkenalkan namanya sambil menundukkan kepala serendah-rendahnya.

“Kamu tidak perlu sampai seperti itu…. Pokoknya, salam kenal ya… Barra-san…”

Untuk saat ini, ia mengabaikan tentang kesalahpahaman tentang dirinya yang dianggap sebagai seorang bangsawan. Meskipun salah jika disebut seorang bangsawan, namun itu lebih baik daripada disebut sebagai rakyat biasa.

“Kamu tidak perlu khawatir tentang Mei-chan… Dia tidak diapa-apakan kok….”

“Saya benar-benar minta maaf… Saya tidak menyangka adik saya akan diselamatkan oleh seorang bangsawan…. Saya sungguh-sungguh akan melakukan apa saja untuk membayarnya….”

Perkataan itu membuat Ain penasaran, sebenarnya seperti apa sosok bangsawan yang ada dalam bayangan gadis itu. Apa mungkin bangsawan di kota sihir Ist ini kebanyakan sosok orang yang mendominasi orang lain? Ain pun memutuskan untuk menanyakan hal ini pada Chris nanti.

“Tidak, tidak… Aku tidak butuh bayaran kok…. Ngomong-ngomong….”

Jika pembicaraan ini terus berlanjut, pasti Barra akan terus memaksa untuk memberikan bayaran. Karena itu Ain memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan dengan topik yang sangat ingin ia dengar.

“Katanya kamu bekerja menyembuhkan luka orang… apa benar??”

“I-iya… Hanya ini yang bisa orang seperti saya ini lakukan…”

“Kamu bisa menyembuhkan orang meskipun tulang orang itu patah kan?”

“Mungkin akan sedikit melelahkan… tapi saya bisa melakukannya… Memangnya kenapa?”

Mata Barra tampak seperti kebingungan, seakan ia bertanya kepada Ain untuk apa menanyakan hal seperti itu.

Bingo! Ain mengepalkan tangannya dengan kuat, tanpa peduli dengan apa yang saat ini dipikirkan oleh Barra. Sekilas ia melirik ke arah Chris, namun Chris juga menunjukkan ekspresi yang tidak jauh berbeda.

“Padahal kamu bisa melakukan hal sehebat itu… kenapa kamu tinggal di daerah kumuh seperti ini….”

“…Eh?? Lagipula sihir seperti ini kan siapa pun juga bisa….”

Mana mungkin. Itulah yang dipikirkan Chris. Akhirnya dia membuka mulutnya dan berbicara kepada Barra.

“Bara-san.. Mohon maaf, apa benar kamu ini lahir di wilayah kumuh ini? Dan kamu tidak pernah keluar dari wilayah kumuh ini… apa saya salah?”

“Ba-bagaimana Anda bisa tahu??? Tapi… itu benar…. tapi dulu almarhum ibu saya pernah berkata bahwa jika orang seperti kami keluar dari wilayah kumuh ini akan segera di tangkap oleh orang-orang tamak dan akan diperlakukan sesuka hati mereka…”

Apakah maksudnya adalah di jadikan budak? Karena mereka perempuan, maka kemungkinan akan dijadikan budak seks. Apa pun itu, ini bukanlah hal yang menyenangkan. Ain jadi khawatir dengan keamanan di kota Ist ini.

“…Begitu katanya, Ain-sama.”

Sepertinya wilayah kumuh itu adalah sebuah dunia yang jauh lebih sempit daripada apa yang ada dalam bayangan Ain. Dan di luar wilayah itu seperti terpisah layaknya sebuah dunia yang berbeda. Begitulah sosok wilayah kumuh yang ada di kota Ist ini. Meskipun banyak kota-kota di mana sosok semacam berandalan yang memimpin masyarakat ‘bawah tanah’, namun sepertinya hal seperti itu tidak berlaku di Ist.

“Aku agak penasaran dengan keamanan di wilayah ini dan beberapa hal lain, tapi aku akan membicarakan itu dengan Warren-san nanti….. Baiklah… Barra…. Aku ingin menanyakan satu pertanyaan padamu…. Barra, jika kamu bisa membuat Mei-chan hidup dengan nyaman, apa yang akan kamu lakukan?”

Dari sudut pandang orang lain, mungkin apa yang Ain lakukan ini terlihat seperti negosiasi seorang pedagang kejam. Tapi mau bagaimana lagi, Ain mulai membujuk gadis itu untuk mau mendengarkan pendapat dirinya.

*

Mentari terbenam, langit di sekeliling mulai gelap, dan perlahan-lahan mulai terasa udara dingin berhembus.

Ain yang telah kembali ke penginapan akhirnya berkumpul kembali dengan Dill dan Catima yang baru saja kembali. Tidak seperti Catima yang tampak ceria, ekspresi Dill seperti telah kelelahan luar biasa. Sangat jarang dia tampak selelah itu.

“Lagi-lagi belanjanya banyak sekali ya….”

“Aku harus belanja di saat-saat seperti ini Nya… Kalau tidak nanti dompetku molor Nya…”

“Ca-Catima-sama… Sa-saya bawakan ke kamar ya…?”

“Ya… tolong Nya…. Bawa dengan hati-hati Nya!!”

Terdengar Dill menjawab dengan suara pelan, dan tidak berenergi, persis seperti apa yang ia tunjukan di wajahnya. Tidak sulit untuk membayangkan betapa repotnya dia hari ini.

“Yahh… Kota sihir ini hebat sekali Nya… Banyak barang yang tidak bisa aku dapatkan di Ibukota, tapi ternyata ada di sini…”

“Baguslah kalau begitu…. pastikan untuk berterima kasih pada Dill….”

Sepertinya kata-kata itu lebih tepat jika ditujukan kepada Chris. Berkat Dill yang menjadi tumbal, seharian ini ia bisa menjalani hari yang cukup menyenangkan.

“Lalu, kelompok Ain beli apa??”

“Nggak beli sih… tapi aku memungut orang….”

“…Nya???”

Catima tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya, dan ekspresi wajahnya seakan bertanya ‘apasih maksudmu Nya?’.

Ain merasa bahwa penjelasan Chris akan lebih mudah di terima daripada dirinya yang menjelaskan sendiri, maka ia pun meminta Chris untuk menjelaskannya. Tentang membantu seorang gadis kecil yang di ganggu pereman, serta kakak perempuannya. Setelah itu, mereka menghabiskan cukup banyak waktu untuk membuat kedua gadis itu percaya, dan membuat kedua gadis itu mau mengikutinya.

Meskipun merasa agak tidak enak, Chris menjelaskan semua yang terjadi hari ini kepada Catima.

“Begitu Nya.. Jadi akhirnya keponakanku ini berani untuk memungut orang Nya….”

“Aku juga kerepotan karena ini benar-benar di luar dugaan…”

“Untuk saat ini, saya sudah menghubungi Warren-sama… Karena itu, saya rasa hal ini juga sudah di dengar oleh Yang Mulia….”

Normalnya ini bukanlah tindakan yang terpuji. Namun Ain merasakan sebuah peluang kali ini, jadi ia memutuskan untuk langsung mengundang kedua gadis itu begitu saja. Tentu saja ia tidak boleh melakukan ini diam-diam, jadi ia memutuskan untuk menghubungi Istana dan memberitahu mereka.

“Jadi? Di kedua bersaudara itu???”

“Saya menyewakan satu kamar, meskipun bukan kamar untuk bangsawan… Dan mereka ada di kamar itu… Baru saja mereka akan mandi tadi…”

“Aku tidak menyangkal bahwa ini tindakan yang ceroboh Nya… tapi menurutku itu keputusan yang bijak Nya…”

“Begitu?”

Meskipun sedang menyembunyikan identitasnya, seorang Putera Mahkota tidak selayaknya membawa seseorang dengan seenaknya saja. Itulah yang Catima maksud dengan ceroboh.

Namun agak jarang Catima memberikan pujian secara terang-terangan. Mungkin karena itu Ain sampai bertanya kembali untuk memastikan.

“Jadi…. Apa kamu sudah memikirkan tindakan penanggulangan Nya?? Soal wilayah kumuh….”

“Aku akan membicarakan itu dengan Warren-san nanti… masalahnya adalah semua itu tidak akan berjalan dengan mudah… tapi ya… akan memakan banyak dana…”

Yang Catima maksud adalah, dia khawatir dengan kepergian Barra, maka tingkat orang yang terluka di wilayah kumuh itu akan terus meningkat. Namun tentu saja Ain sudah memikirkan hal itu, dan berencana untuk membicarakan hal itu dengan Warren nanti, namun tindakan reformasi seperti itu membutuhkan banyak dana.  Karena itu ia merasa hal ini tidak akan mudah.

“Nya? Selama itu masih dalam jumlah yang dapat di penuhi maka tidak masalah Nya… Jika kita bisa mendapatkan orang yang bisa menggunakan sihir penyembuh di Ibukota seperti apa yang selama ini kita idamkan, maka kalau cuma mereformasi wilayah kumuh itu adalah harga yang murah Nya…”

“…Aku tahu apa yang ingin kau katakan…. tapi… apa itu benar Chris-san?”

“Saya rasa benar apa yang dikatakan Catima-sama…. ini adalah harga yang sangat murah…”

“Aku tidak terlalu ingin memperlakukannya seperti barang dagangan…. sepertinya benar juga ya….”

Kalau begitu kenapa tidak menyewa seseorang petualang terkenal yang bisa menggunakan sihir penyembuhan? Pembicaraan pun mengalir ke arah sana.

Namun sepertinya hal itu tidak akan mudah. Guild petualang juga berperan penting dalam menjaga keamanan di seluruh benua. Bukan sebuah pemikiran yang bijak untuk memaksa mereka dan memperburuk hubungan dengan mereka di masa depan. Meskipun telah dibuat permintaan agar pengguna sihir penyembuhan ini beraktivitas sedekat mungkin dengan ibukota, namun faktanya saat ini, tidak berjalan dengan lancar.

“Catima-sama… Saya kembali….”

“Oh, Bagus  Nya!! Terima kasih Nya! Sebagai hadiahnya aku akan mengusap kepalamu Nya!!”

Dill yang telah kembali pun mendapatkan hadiah dari Catima. Namun itu hanyalah sebatas di usap kepalanya. Jika saja Catima adalah wanita yang berotot besar seperti Lloyd, pasti saat ini wajah Dill sudah terlihat senang.

Dengan patuh Dill pun menunduk dan merendahkan tubuhnya agar Catima dapat dengan mudah mengelus kepalanya.

“Ummmm. Anak pintar…..”

“Te-terima kasih banyak….”

Tampak sebuah Fenomena di mana seekor kucing besar mengusap kepala anak remaja. Namun karena itu adalah Catima. Ain merasa agak.

Ain menatap Dill dengan tatapan hangat. Dill sepertinya menyadari hal ini, dan ia pun tampak malu.

“(Hei Chris-san…. Sepertinya memang mereka itu cocok sekali kan…..)”

“(…Sepertinya Catima-sama juga menganggap Dill itu orang yang mudah ditangani ya…)”

Entah bagaimana, Ain dan Chris merasa bahwa mereka di selimuti suasana yang tenang ketika melihat pemandangan di hadapan mereka.

“Baik, karena Dill sudah kembali, jadi ayo pergi….”

“Eh? Catima-san?? Mau pergi kemana??”

“Tentu saja kan Nya!! Kita akan melihat dua bersaudara yang Ain pungut!!”

Karena sepertinya mereka mungkin sudah selesai mandi dan sedang menunggu di kamar. Jadi mereka memutuskan untuk menuju ke kamar kedua gadis itu. Kebetulan kamar untuk mereka ada di lantai bawah, dan cukup bagus. Karena lokasinya cukup dekat, tak terlalu sulit untuk bisa sampai ke kamar itu.

 

Terima kasih telah mampir….

Comments

6 responses to “Maseki Gurume Volume 5 Chapter 5A”

  1. actinium says:

    Makasihdah update nya, semangat terus ya nya

  2. Ekho says:

    Mantap

    Thank update nya
    Semangat min

  3. Evileye says:

    Bacaan pagi, Thx updateannya min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *