Vol.05 - Ch.09.2 ~ Mananan Favorit (B)

Anda sedang membaca Maseki Gurume Volume 5 Chapter 9B di Kurozuku.

9 Feb 2021

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Kejadian merepotkan di siang hari pun berlalu. Di persimpangan antara waktu senja dan waktu malam, dikala mentari perlahan-lahan mulai tenggelam, terlukis pemandangan indah di langit. Area sekitar cukup ramai, dan di penuhi dengan aroma harum dari lapak-lapak yang ada di pinggir jalan. Beberapa saat lalu sebuah acara selesai, dan banyak penonton yang bergerak meninggalkan lokasi acara tersebut.

“Aku tidak menyangka akan sebesar itu…. Mataku jadi berkedip-kedip….”

“Saya juga sudah lama sekali tidak melihat sihir sebanyak itu…. Saya jadi terlalu bersemangat….”

Awalnya mereka berencana untuk menonton Arena pertarungan monster, namun akhirnya rencana itu dirubah. Alasannya adalah karena hawa keberadaan Ain akan memberikan pengaruh kepada banyak monster.

Karena itu, setelah memikirkannya kembali, ia pun mengajak Chris untuk mengunjungi tempat lain.

Ngomong-ngomong, di antara para monster yang hari ini ia saksikan, yang paling menarik perhatian Ain adalah sosok Slime besar. Entah bagaimana, Ain menganggap sosok slime itu lucu.

Kemudian Ain memutuskan untuk mengunjungi tempat terkenal lainnya di Kota sihir itu. Tempat itu adalah stadion sihir.

Awalnya Ain penasaran, mengapa mereka tidak saling bertarung dengan menggunakan sihir. Namun jawaban Chris membuatnya mengerti. Jika mereka saling bertarung menggunakan sihir, maka sudah dipastikan akan ada yang terluka. Dengan mempertimbangkan bahwa mengobati luka tersebut sangat sulit, maka hal itu tidak mungkin. Karenanya, tempat itu dijadikan kontes pameran.

Acara ini terbuka untuk para petualang, dan banyak event yang diadakan hampir setiap hari. Seperti membuat es raksasa yang bisa mencapai puluhan meter besarnya, atau membuat sihir petir berputar-putar di arena. Hari ini menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi Ain, karena ia dapat menyaksikan banyak sihir yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

“Hei Chris-san…. Di ibukota itu ada juga yang bisa menggunakan sihir semacam itu kan???”

“Tentu saja ada…. Hanya saja tidak banyak tempat untuk menunjukkannya… Lagipula aktivitas seperti itu memakan terlalu banyak biaya…”

“Banyak biaya?”

“Sihir yang besar itu bukanlah hal yang bisa dilakukan berkali-kali…. Karena itu, setelah menggunakannya, orang itu akan menjadi biasa saja…”

Alasan mengapa orang sulit untuk menggunakan sihir yang kuat adalah karena jumlah MP seseorang cenderung statis. Karena itu tindakan seperti ini bukanlah sesuatu yang murah.

“Cara terbaik adalah menggunakan mana sedikit demi sedikit dan memilih saat yang tepat…. terutama jika mereka petualang, untuk dapat mengalahkan monster mereka akan mengaktifkan sihir kuat setelah melakukan beberapa pengaturan…”

Bahkan ketika Ain mengalahkan Sea Dragon,

Ain berpikir jika saja saat Ain mengalahkan Sea Dragon ada pengguna sihir semacam itu, maka segalanya akan menjadi lebih mudah. Namun ternyata tidak sesederhana itu.

Pada akhirnya ini semua tentang daya tahan. Karena monster-monster besar biasanya memiliki daya tahan yang tinggi, kebanyakan mereka adalah para monster ganas yang berhasil bertahan hidup. Karena itu, wajar jika mereka dapat menahan sihir yang dilontarkan oleh manusia. Meskipun manusia telah memperjuangkan satu pukulan telak dengan sihir kuat mereka, itu masih dalam batas yang dapat mereka tahan.

“…Ah. Maaf Chris-san… Tunggu sebentar ya?”

“Eh..Eh? tidak apa-apa, tapi… Ada apa??”

Ketika Chris sedang memberikan penjelasan, tiba-tiba Ain berjalan ke arah yang berbeda seolah dia telah menemukan sesuatu. Seolah ia mendapatkan tujuan baru, Ain terus berjalan ke arah itu.

“Ain-sama… Sebenarnya apa yang Anda temukan…”

“Etto…. Seharusnya dia masuk ke sini…. Oh ada ternyata…”

Ain berjalan ke arah tempat teduh di dekat stadion. Tempat itu seperti sebuah tempat untuk beristirahat, dengan bangku-bangku yang berjejer di bawah beberapa tanaman. Ain berjalan menghampiri seorang pria paruh baya yang sedang duduk di sana.

“Hai selamat malam…”

“… Hmm? Selamat malam… Ada perlu apa nak??”

Ain berbicara dengan pria itu, dan pria itu pun merespon dengan wajah ceria. Chris menganggap situasi ini seperti sebuah lelucon. Ia sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi.

Sosok pria itu mengenakan pakaian yang kelihatannya sedikit lebih mewah daripada sosok orang biasa pada umumnya. Namun hal ini mungkin adalah hal yang lumrah untuk para pedagang. Jadi hal ini tidak terlalu menarik perhatian Chris.

“Paman… Bagaimana taruhannya? Apa kau menang??”

“Aku sangat beruntung, hari ini aku menang… Karena itu aku jadi punya uang jajan lebih banyak….”

“Baguslah… Kalau begitu…”

Sepertinya pembukaannya sudah selesai, dan Ain langsung masuk ke topik utama.

“Penyelidikan sudah selesai? Atau masih butuh waktu beberapa hari lagi??”

“…Etto…. Kamu ini bicara apa nak??”

“Baiklah… Aku ubah kalimatnya…”

Tiba-tiba terasa aura keberadaan Ain berubah. Aura itu seperti memancarkan karisma yang bermartabat dari sosok yang berdiri di puncak.

“…Untuk sementara abaikan sistem komando, Aku meminta laporanmu, karena itu jadikan ini prioritas utamamu…”

Meskipun sekilas seperti obrolan yang tidak nyambung, namun pria itu tampaknya mengerti apa yang di maksud Ain. Seketika pria itu pun membungkukkan kepalanya sebelum ia melanjutkan perkataannya.

“…Baik. Saya terima kehormatan dari Yang Mulia Putera Mahkota…. Jika Anda menginginkannya, saya akan menyerahkan dokumen yang Anda inginkan esok hari…”

“Eh, eh?? Ain-sama…. Apa yang Anda bicarakan???”

Di tempat itu, hanyalah Chris yang tidak mengerti situasi yang terjadi. Ain dan pria paruh baya itu sepertinya telah memiliki topik yang sama dan berbincang dengan saling mengerti.

“Kalau begitu aku minta kalian menyiapkannya… Ngomong-ngomong tiga orang ya yang kembali ke Ibukota? Apa yang kembali itu adalah pengawal Catima-san??”

“Benar yang Anda katakan… Anda sudah mengerti sejauh itu ya… Sejak kapan???”

“Kurasa sejak di White Rose…. Benar??”

“…Itu juga benar…. Ya ampun… Kalau begini tindakan kami tidak ada artinya…”

Pria itu menghela nafas panjang seolah ia telah menyerah. Chris yang masih tidak mengerti situasi yang terjadi di hadapannya itu pun kembali bertanya.

“A-Ain-sama!! Apa yang sedang Anda bicarakan….”

“Maaf…. maaf…. Orang ini adalah mata-mata yang diutus oleh Warren-san… Sepertinya mereka bergerak lebih berhati-hati dari biasanya, karena itu Chris-san tidak menyadarinya….”

“Ke-kenapa Ain-sama bisa menyadarinya??”

Memang benar organisasi mata-mata yang di bawah kepemimpinan Warren kebanyakan adalah orang yang luar biasa. Namun jika mereka beraktivitas di dekat Chris, seharusnya ia bisa menyadarinya. Namun kali ini, ada sebuah alasan mengapa gadis itu tidak menyadarinya. Orang-orang yang di tugaskan kali ini merupakan orang terbaik, dan diperintahkan untuk bergerak lebih berhati-hati. Faktor ini menjadi faktor utama mengapa Chris tidak menyadari keberadaan mereka.

Jika saja mereka beraktivitas sedikit saja lebih dekat dengan Ain, maka Chris akan langsung menyadarinya.

“Aku hanya merasakan beberapa keberadaan yang serupa… dan mungkin karena aku terbiasa dengan itu…. Terlebih sejak kembali dari Euro dan tertidur lama, ajaibnya aku menjadi lebih mudah untuk mendeteksi keberadaan semacam itu…. Kira-kira karena itulah….”

Sepertinya ia sudah semakin menjauh dari sisi kemanusiaan. Begitulah yang Ain rasakan.

“Ya kira-kira begitulah…. Aku menduga mereka akan menyelidiki tentang kejadian tadi pagi…”

Ain mengatakan itu sambil menatap pria itu.

“Anda benar…. Karena alat sihir buatan Majolica, pemilik toko Magic Stone, kami jadi kesulitan mengenali Yang Mulia Putera Mahkota… Oleh karena itu, kami mengenali Anda dari pakaian yang Anda kenakan…”

“…Jangan-jangan… Kalian hafal semua pakaian yang aku bawa???”

“Tentu saja, karena itu adalah pengetahuan yang kami perlukan….”

Hal ini membuat Ain tercengang. Ia tidak menyangka bahwa mereka akan mengetahui semua jenis pakaian yang ia miliki.

“Loh… Ayolah semangat Chris-san?? Kamu tidak perlu se-depresi itu kan??”

“Ta-tapi… Saya sebagai pengawal saja tidak menyadarinya…. namun Ain-sama tetap menyadarinya….”

“Kalau aku itu karena aku terbiasa dengan hawa mereka saja…. Mungkin ini juga pengaruh Magic Stone yang aku serap… Jadi jangan terlalu dipikirkan… Ayolah anak baik….”

Ketika Ain menepuk-nepuk kepala Chris, gadis itu pun mulai kembali mengangkat wajahnya seolah mendapatkan kembali semangatnya. Mungkin jika gadis itu punya ekor, ekor itu sudah bergoyang-goyang dengan kecepatan luar biasa.

Ain memutuskan untuk menanyakan pada Catima nanti, apakah ada alat semacam itu. Akhir-akhir ini Chris bertingkah seperti anak anjing yang imut. Jadi ia merasa alat itu akan cocok.

“Jadi… Apa ‘debu’-nya sudah keluar??”

“Tentu sudah…. Kami juga sudah memberitahu Perdana Menteri tentang ini….”

“Ternyata benar ya…. Lalu apa kata Warren-san??”

“Beliau mengatakan, ‘mumpung lagi bagus, sekalian saja cuci semuanya dan peras keluar nanahnya….’ Selain itu, karena Barra-dono dan Mei-dono telah tiba di Istana dengan selamat, Anda bisa tenang…”

“Begitu ya…. Aku berterima kasih padamu telah menyampaikan dua informasi bagus ini…”

Sesuai dugaan, Viscount Sage akan menghasilkan banyak debu saat dipukul. Karena itu, Warren memutuskan untuk menggunakan kesempatan ini untuk menyelidikinya secara menyeluruh. Selain itu, informasi tentang Barra dan yang lainnya yang telah sampai di Istana membuat Ain merasa lega.

“Saya merasa sangat terhormat mendapatkan pujian dari Anda… Tetapi masih ada satu hal lagi…. Apa Yang Mulia benar-benar ingin menerima usulan orang itu?”

“Oh soal pertarungan monster air ya? Aku rasa tidak ada masalah dengan itu kan….”

Usulan Sage adalah sebagai berikut, mereka akan membuat monster air masing-masing bertarung. Lalu yang kalah akan menerima tawaran dari yang menang.

“Jika demikian, sebaiknya Anda menentukan tanggal berduel dengan Viscount Sage dengan tepat…”

“Maksudmu disesuaikan dengan saat penyelidikan selesai??”

“Benar… Kemungkinan tempat pelaksanaan duel itu akan menggunakan sungai besar yang jaraknya sekitar satu jam dari ibukota…. Karena tempat itu terhubung dengan saluran air di Istana, jadi tidak akan ada masalah untuk membawa Sea Dragon ke tempat itu….Selain itu, monster yang dimiliki Viscount Sage sepertinya dirawat di bagian hulu sungai itu, jadi lokasi itu merupakan lokasi yang terbaik…”

Seharusnya tidak ada masalah terkait luas dan dalamnya sungai itu. Penjelasan pria itu pun ditutup dengan kalimat demikian.

Sebenarnya ketika mendengar usulan itu, Ain ingin menolaknya. Pasti orang itu mengincar tubuh Chris, setelah mempertimbangkan hal terburuk, membuat Ain tidak mau bertaruh. Namun tiba-tiba Chris membisikkan sesuatu.

“Meskipun mereka masih anak-anak. Monster yang di piara oleh bangsawan tidak akan bisa mengalahkan Sea Dragon yang sudah tumbuh seperti mereka….”

Karena itu, Ain memutuskan untuk percaya dengan kata-kata itu dan memutuskan untuk menerima duel tersebut.

“Jadi? Monster seperti apa yang dibangga-banggakan oleh Viscount Sage itu?”

Satu-satunya yang membuat dia penasaran adalah, monster air seperti apa yang dimiliki oleh Viscount Sage.

“Monster itu adalah Kraken berukuran sedang…. Kalau disebut kuat sih memang kuat…. tapi… bagaimana mengatakannya ya….”

“Hei Chris-san… Kalau tidak salah Kraken itu kan…”

“Benar… Itu adalah makanan favorit Sea Dragon….”

Si kembar itu terkadang pasti juga ingin memakan makanan favorit mereka. Begitulah yang mereka pikirkan.

 

Terima kasih telah mampir….

Comments

10 responses to “Maseki Gurume Volume 5 Chapter 9B”

  1. ekho says:

    Mantap

    Thank update nya
    Semangat min

  2. Siotong says:

    Wkwkw cuma makanan dong :v

  3. Ivan says:

    Tensei kizoku masih jalan gak sih min

  4. Asparagus boy says:

    Semangat TL-nya min……………. Ditunggu kelanjutannya

  5. actinium says:

    Min, sehat? Tumben telat update, sehat terus min, jaga kondisi kita nunggu gpp

  6. Sasazaki03 says:

    Makasih min…
    Semangat update

  7. Rimuru says:

    Min sehat terus ya..
    Ane tunggu lanjutannya min soalnya makin seru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *