Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 10
~Onmyouji terkuat, Mengalahkan Penguasa Gunung~

 

Selamat Membaca….

Aku pun berulang tahun dan kini aku menginjak usia 12 tahun. Menurut budaya yang ada disini, ulang tahun bukan hanya sekedar hitungan, namun juga berarti bertambahnya jumlah masa yang kita habiskan sejak lahir. Layaknya tahun baru di duniaku sebelumnya, disini ada kebiasaan untuk merayakan hari ulang tahun.

Namun itu tidak berlaku bagiku yang hanya dianggap sebagai pelengkap. Meskipun pada hari ulang tahun Luft dan Grey rumah ini menggelar acara makan malam yang cukup mewah dan menerima sesuatu semacam hadiah. Jelas aku merasa diasingkan jika seperti ini. Sulit juga menjadi anak selir. Ah tapi aku tidak terlalu peduli.

“…..”

Aku memikirkan hal ini di meja makan sambil menyantap sarapanku. Meskipun semua anggota keluarga berkumpul disini, hanya terdengar suara-suara piring. Benar-benar acara makan-makan yang sunyi. Semuanya diam seolah mereka berusaha menghindari topik tentang ulang tahunku kemarin, benar-benar aneh.

Yah walaupun aku juga tidak punya hal khusus yang harus aku bicarakan. Akhir-akhir ini juga tidak ada hal yang aneh. Kalaupun ada cuma tentang Grey yang bersikeras akan pergi ke Akademi sihir.

Saat ini dia sudah berusia 15 tahun. Sudah saatnya dia memutuskan untuk memilih jalan hidupnya. Tidak seperti Luft, Grey yang tidak akan mewarisi rumah ini mengikuti ujian di musim semi berikutnya dan kemudian masuk sebagai siswa pindahan Sekolah Menengah Akademi sihir Kekaisaran dan dia berniat mengukir karir nya sebagai peneliti sihir. Sudah beberapa tahun terakhir ini dia terus mengatakan tentang itu.

Namun itu hanyalah kata-kata, dan bukannya berarti dia dia melakukan usaha khusus dalam belajar atau berlatih sihir. Aku tidak tahu seberapa sulit ujian Akademi itu, tapi apa Grey baik-baik saja?? Apa ini waktu yang tepat bagimu menggigit roti dimulutmu??

“Hari ini aku akan pergi ke dewan kota…. Aku akan kembali saat senja, jadi aku titip sisanya ya…”

“Ya, hati-hati.”

Ayahku Blaze mengatakan itu dan Ibu yang mengasuhku pun menjawabnya. Seolah itu adalah sebuah aba-aba, tak lama kemudian santap sarapan ini pun bubar.

Begitu ya…

Ngomong-ngomong, aku juga tidak ada jadwal homeschooling hari ini. Apa yang harus kulakukan ya?

****

Aku berjalan melintasi taman menuju ke bangunan terpisah dari Mansion. Karena aku sedang ada perlu dengan Ifa, dan ketika aku bertanya pada para pelayan, kata mereka ia sedang melakukan pembersihan di area untuk para tamu. Aku ingin memeriksa keadaan Hitodama dan ingin memberikan dia sedikit peringatan.

“Hei Seika! Tunggu!”

Seketika aku dipanggil, dan aku pun berhenti. Ketika aku menoleh kebelakang, aku melihat dua sosok manusia.

 

“Kak Grey dan dan kak Luft….  Ada apa??”

“Seika! Kami akan mengajarimu berpedang! Bersyukurlah!!”

Hah? Ada apa tiba-tiba??

Ketika aku lebih memperhatikan, mereka berdua membawa pedang kayu yang biasa digunakan untuk berlatih.Melihat aku terheran-heran, Grey kembali berbicara dengan nada yang meledek.

“Kau ini sudah 12 tahun kan? Apa kau sudah memikirkan apa yang akan kau lakukan saat meninggalkan rumah ini??”

“Hmm… tidak ada hal khusus…. “

“Memangnya mau sampai kapan kau seperti itu?? Kau tidak mewarisi rumah ini loh, apa kau mengerti?! Aku katakan saja, Keluarga Lamprouge ini tidak akan membiarkan anak selir dan tidak mempunyai energi sihir sepertimu untuk tetap tinggal disini!!”

Kau kan juga tidak mewarisi rumah ini? Aku kagum dia bisa mengatakan itu dengan bangganya.

“Lagipula orang sepertimu juga tidak akan bisa mengambil jalur peneliti sihir sepertiku, maka yang tersisa bagimu hanyalah bergabung dengan tentara… Karena itu mulai hari ini kami akann melatih mu, bersyukurlah!”

“… Seperti yang Seika tahu, kami diajari teknik berpedang oleh kepala staf Theo… jadi kurasa kita bisa mengajarimu sedikit…. Tentu saja jika Seika tidak keberatan….”

Luft melanjutkan penjelasan.

Hm, pedang ya?Past Grey mengusulkan itu agar bisa membuatku babak belur, tapi kurasa tidak apa-apa jika aku menemani mereka sebentar.

“Boleh saja, dimana??”

“Disini saja…”

Grey melemparkan sebuah pedang kayu kebawah kakiku.

“Kalau kau cuma mengayun-ayun pedang tidak seru kan? Jadi kita langsung coba saja latihan tanding….”

“Grey.. itu terlalu…”

“Aku akan pergi dari rumah ini saat musim semi, jadi aku akan mengajarimu dengan benar sampai saat itu tiba…”

Grey mengatakan itu dengan tatapan meremehkan ku, dan akupun mengambil pedang kayu. Sudah berapa dekade ya aku tidak bermain pedang. Dulu aku mempelajari teknik berpedang mmenggunakan longsword, sedangkan disini menggunakan pedang lurus satu tangan, apakah aku masih bisa?

“Ya… aku juga tidak mau cuma mengayun-ayunkan pedang saja… Kak Luft jadi wasit ya…”

Setelah mengatakan itu akupun memegang pedang itu dan tatapaanku fokus kedepan.

“… Grey… Kau harus memberikan keringanan…. Baiklah… Mulai!!”

Untuk sementara, aku memutuskan untuk mengambil posisi siaga terlebih dahulu. Sambil memperhatikan lawan, aku ingin tahu bagaimana Grey akan menyerangku.

….Mmm, ternyata dia cukup waspada juga ya. Setelah beberapa kali kami saling beradu pedang, dia hanya menggunakan tipuan dan kekangan, tidak ada serangan yang serius.

“Gray, ada apa? Apa kamu tidak menyerang seperti biasanya?”

“Be-berisik!!Orang ini… celahnya…”

Apa boleh buat. Kalau begitu aku yang mulai…

“Lu, Luft-sama, Luft-sama——!!!”

Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan dan aku pun segera menurunkan pedangku. Ketika aku menoleh ada salah satu pelayan yang berlari kearah Luft sambil terengah-engah.

“Ada apa!? Apa yang terjadi?? “

“Itu… itu… Ada laporan bahwa ada monster raksasa di dekat kota….”

Luft langsung merubah ekspresinya.

“Monster!? Lalu bagaimana? Apa ada korban??”

“Ko-korbanya….karena Tuan telah menghadapinya dengan sihir api… maka kerusakan tidak terlalu parah…”

“Begitu ya… Kalau begitu maka….”

“Tapi.. monster itu kembali melarikan diri kedalam hutan…. Jika monster itu berhasil melewati hutan, maka kemungkinan dia akan sampai kemari….! Karena itu Tuan mengatakan bahwa tidak boleh keluar rumah hari ini dan besok….”

Dan kemudian….

Aku merasakan hawa kehadiran makhuk besar, akupun membuang pedangku lalu memfokuskan perhatianku kepada shikigamiku.

“Dia datang, Kak Luft… “

“Seika? Apa yang…”

Terdengar suara sesuatu yang besar menumbuk tanah. Lalu….
Sebuah buah bayangna besar tiba-tiba muncul di dinding bersamaan dengan suara gemuruh.

“Apa itu?!”

Bayangan raksasa berwarna hitam kemerah-merahan muncul dari kejauhan. Tubuh besar yang tertutup lendir perlahan-lahan muncul dan menampakan kepalanya. Itu adalah salamander degan ukuran yang luar biasa besar.

“El-elder Newt?? Dan juga sebesar ini!!?”

Tingginya mungkin sekitar 9 meter. Dia samgat tinggi sampai-sampai kita harus mendongak untuk dapat memlihatnya. Kira-kira mirip seperti seekor paus. Apakah dia penguasa gunung?

“Uuwaaa!!”

“..!? Lari!! Lari kedalam mansion!!!”

Grey yang terlebih dahulu lari sambil berteriak menyedihkan. Diikuti oleh pelayan yang berlari setengah menangis lalu Luft mengikuti dibelakangnya. Yah itu sudah wajar.

“Seika!! Kamu juga cepat sini!!!”

Aku mengabaikan perkataan kakak ku yang ada dibelakangku. Aku masih belum boleh lari.

“Wah…”

Saat itu, aku menyaksikan sebuah pemandangan yang menakjubkan dan menarik perhatianku. Di dekat bangunan terpisah yang rubuh, ada Ifa dan beberapa pelayan lain.

Ifa sedang menarik salah satu pelayang yang sudah terlemas dan tidak bisa bergerak. Mungkin karena instingnya merasakan ada gerakan kecil, ElderNewt itu menoleh kearah Ifa. Dan bola matanya berubah menjadi seolah sedang melihat mangsa.

Gawat… ini….

Tiba-tiba rahangnya terbuka lebar. Dan sesaat sebelum monster itu akan menyerang Ifa——

Sebuah dinding api berwarna jingga terbentuk seolah ingin melindungi Ifa.

“Goo ―――――――――― !!!!”

Eldernewt yang menyentuh kobaran api pun mengaum, suaranya seperti katak yang dihancurkan.

Apa itu tadi?  Apa Hitodama itu mencoba melindungi Ifa?? Tidakk, tidak mungkin benda seperti fenomena alam itu bisa memiliki emosi seperti Ayakashi…. Jadi apa itu adalah perbuatan Ifa??

“……Bagus sekali….”

Aku tersenyum kecil dan akupun menyimpan kembali mantera kutukan kelas Instant Death yang pernah aku buat. Untung saja aku belum sempat menggunakan ini. Hampir saja semuanya menjadi sia-sia.

Ifa dan para pelayan itu tampaknya berhasil kabur. Jadi tidak masalah. Aku pun perlahan mendekati salamander raksasa itu. Makhluk itu sepertinya telah pulih dari kepanikannya dan memilihku sebagai mangsa selanjutnya.

Makluk besar berwarna merah kehitam-hitaman itu mendekatiku. Dan aku pun mengarahkan tongkatku  kepadanya. Sepertinya makhluk ini tidak cocok dengan api. Kalau begitu akan lebih baik jika aku mengalahkannya dengan sihir api.

Eldernewt adalah monster bertipe air. Dalam lima elemen utama, Air dan Api saling bertentangan namun jika apinya terlalu kuat, ada kasus dimana itu tidak akan dapat dihadapi oleh air yang lemah.

Salamander adalah hewan bertubuh lunak. Hewan bertubuh lunak adalah elemen tanah. Sedangkan tanah diperkuat oleh akar-akar pohon, yang merupakan elemen kayu. Meskipun ini menyimpang dari teknik lima elemen tradisional, namun aku berhasil menemukannya secara kebetulan.

Yah jika itu efektif maka tidak masalah.

[Phase of Fire, Wood and Earth— Poisonous Demon Fire]

Aku menembakan bola api berwarna biru dan mengenai rahang bawah Eldernewt. Sambil meragerang tersiksa tubuh raksasa itu sekali lagi merasa terpojokan. Namun itu tidaklah lama.

Perlahan-lahan gerakan dari Eldernewt itu menjadi melemah dan akhirnya dia mulai berguling-guling dengan bagian punggungnya. Dan akhirnya dia berhenti bergerak.

“Kutukan selesai…”

Meskipun itu bukanlah kobaran api yang kuat, namun Eldernewt itu benar-benar mati. Memang sudah sewajarnya. Karena aku juga menambahkan racun kedalam Demon fire itu.

Diwilayah kekaisaran romawi timur ada sebuah pembudidayaan racun piretrum yang sangat efektif untuk melawan seangga, katak, ular dan semacamnya, namun efeknya tidak terlalu bahaya bagi manusia. Dan aku memanggil racun itu sebagai elemen kayu. Racun piretrum itu akan menjadi uap akibat dibakar oleh api fosfor dan kemudian diserap oleh selaput kulit berlendiri milik salamander dan sepertinya memang efektif. Aku past juga menghirup racun itu, namun tidak ada yang terjadi.

Ngomong-ngomong ini baru pertama kalinya aku menggunakan teknik iini. Syukurlah, semuanya berjalan lancar.

“Seika… mengalahkan monster itu!!??”

Terdengar suara Luft. Dia menunjukan ekspresi wajah terkejut.  Ah, rupanya dia belum kabur.

“Tadi itu.. Seika-sama yang….”

“Monster sebesar itu…. Cuma satu serangan…..”

“Seika-sama…. Seika-sama telah mengalahkan Eldernewt!!!”

Terdengar sorakan serta tepuk tangan dari seluruh penjuru mansion. Sepertinya semua orang menyaksikan keributan ini dari kejauhan.

Lumayan. Ini perkembangan yang aku inginkan.

Ngomong-ngomong aku baru sadar bahwa ini adalah pertama kalinya aku menerima pujian seperti itu dalam hidupku kali ini.

Entah bagaimana ini membuatku gugup. Sepertinya dikehidupanku yang dulu juga aku tidak pernah terbiasa dengan ini.

======

**Poisonous Demon Fire
Sebuah teknik yang menambahkan racun Piretroid(racun nyamuk) kedalam nyala api fosor. Racun ini tidak terlalu efektif terhadap hewan mamalia dan burung, namun sangat efektif kepada serangga, amfibi dan reptil. Racun ini sering digunakan sebagai bahan aktif obat nyamuk bakar. Asal usul pyrethrum adalah dari diketahui oleh pemeran utama ketika berkunjung ke  negara Serbia, yang merupakan wilayah Kekaisaran Romawi Timur pada abad ke-11.

Terima kasih telah mampir….

 
Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.01 - Ch.10. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

6 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 10”

  1. Bahamut says:

    Up min

  2. Kiruru says:

    Mantep anjir

  3. Zirco says:

    3 atau 4 chapter di novel lagi supaya ngimbangin chapter di manga yg sekarang? semangattt minnnn seru soalnya

  4. Human says:

    Ayo min ditunggu kelanjutannya><

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *