Chapter 12 ~ Onmyouji terkuat, Mendapatkan Hadiah

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 12 di Kurozuku.

27 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

“Sepertinya jadi merepotkan ya.. Seika-sama… “

Dikamarku, dimalam hari. Dibawah sinar bulan yang masuk melalui jendela, aku sedang memotong orang-orangan. Dan Yuki, seekor Ayakashi rubah berkata begitu sambil menongolkan wajahnya keluar dari rambutku.

“Yah begitulah…”

“Apakah anda akan membunuhnya??”

“——Seika, apa kau ada waktu sebentar??”

Bersamaan dengan suara pintu diketuk, aku mendengar suara kakak pertama ku. Yuki segera bersembunyi dibalik rambutku. Aku pun segera merapihkan kertas dan gunting kebawah tempat tidurku.

“Hm? Ada apa? Kak Luft…”

“Aku masuk ya… Ternyata benar, kamu masih bangun ya?”

Sambil mengatakan itu Luft menyalakan lampu yang ada di langit-langit kamar, dan dia pun menghampiri diriku yang sedang duduk ditempat tidurku.

Keheningan berlanjut selama beberapa saat. Untuk apa sebenarnya dia kemari?

“Anoo.. Kak Luft…?”

“Seika… Ini mungkin agak terlambat, selamat ulang tahun…”

“Eh??”

“Ini.. Hadiah…”

Dia pun menyerahkan sebuah kotak kayu kecil.

“Coba bukalah…”

Aku menarik tali yang terlihat mewah ini dan membuka penutupnya. Apa yang ada di dalam kotak itu adalah sebuah pena trnsparan dan sebuah kotak tinta.

“Ini.. kaca?”

“Ya. Itu adalah pena kaca…. Sepertinya itu dibuat oleh seorang pengrajin yang menguasai sihir level tinggi…. Pena itu sangat populer di Ibukota Kekaisaran… Dan aku membelinya ketika aku ikut ayah kesana…”

“Bagaimana cara menggunakannya???”

“Sama saja dengan pena bulu… Kau hanya perlu mencelupkannya ke wadah tinta dan gunakan untuk menulis…. Namun perbedaannya dari pena bulu adalah kau bisa menggunakan pena ini selamanya…”

“Hee …”

“Seika sangat antusias dalam belajar jadi pena bulu mu akan cepat rusak kan? Jadi kupikir ini adalah saat yang tepat… Kalau kamu masuk sekolah nanti, kamu akan lebih banyak menulis kan…. dan juga, sesekali kirimlah surat kerumah…”

“Uh … ya… Terima kasih, kak Luft.”

Aku tidak bisa terpikirkan kata-kata lagi. Aku hanya bisa terdiam.

“Maaf ya, Seika…”

“eh……”

“Aku selalu menjaga jarak darimu…”

“….”

“Bagiamana mengatakannya ya…. Aku tidak tahu harus bagaimana bergaul dengan mu…”

“… Karena aku anak selir?”

“Daripada itu… mungkin lingkungannya…. Baik ayah, ibu, mau pun para pelayan selalu berperilaku seperti itu sejak dulu…. Jadi aku bingung harus bagaimana bersikap kepadamu…Yah.. aku ini tidak berpendirian kan…”

“Kurasa tidak begitu…”

“Aku hanya berlagak saja… Agar aku pantas menjadi putera tertua… Sebenarnya aku ini pengecut… Bahkan dulu aku pernah merasa takut melihat Seika….”

“Eh?? benarkah? Kenapa?”

“Hmm… Kenapa ya… Aku lupa kenapa tapi aku ingat aku merasa ketakutan…. Yah karena itu adalah kenangan masa kecil….”

Luft pun tertawa.

“Tapi sekarang aku senang Seika menjadi sosok yang luar biasa… Sebagai kakak, aku merasa bangga…”

“Hmm ……”

Aku hanya bisa terdiam. Aku tidak pernah menganggap orang-orang yang ada dirumah ini adalah keluarga. Satu-satunya keluargaku adalah kakak perempuanku yang sudah meninggal ketika aku masih kecil di kehidupan sebelumnya. Karena itu aku ketika aku tahu aku terlahir sebagai anak selir dan diperlakukan sebagai benda aku merasa ini sebuah kebetulan.

Ini benar-benar mengejutkan. Ternyata masih ada manusia yang memikirkan soal hubungannya dengan diriku.

“Seika, tahan dirimu sedikit ya…”

“eh……”

“Soal duel besok… Kau yang seharusnya tidak punya energi sihir bisa sampai mengalahkan monster…. Tidak mungkin kau akan kalah dari Grey… Karena itu… tolong di perlembut sedikit… Dengan ini kurasa Grey juga akan kapok…”

“…Ya.. Baiklah…”

“Ini mungkin masih lama, tapi saat kamu di sekolah kamu harus benar-benar belajar ya…”

“Ya, Kak Luft juga harus berjuag agar menjadi pemimpin yang hebat…”

“Pemimpin yang hebat ya… Alu tidak percaya diri untuk itu…”

“Lalu apa boleh Grey atau aku yang menggantikan posisi mu??”

“Hmm… Aku juga jadi cemas soal itu… Sepertinya memang harus aku yang berjuang ya… Kalau begitu Seika, selamat malam…. “

Luft pun meninggalkan ruangn dan Yuki pun menongolkan awajahnya sekali lagi.

“Dapat hadiah, Seika-sama?? Hmm…. Manusia yang agak perhatian… lagipula isinya juga tidak terlalu berharga kan??”

“Hei.. Jangan bilang begitu…. Lagipula…. Ini cukup bagus loh…”

Aku mencoba mencelupkan pena kedalam wadah tinta dan mencoba menuliskan mantera di orang-orangan, hasil tulisannya lumayan bagus. Aku bisa mengerti kenapa benda ini bisa populer di Ibukota Kekaisaran. Mungkin ini mahal ya…\

“Jika anda suka maka tidak apa-apa… tapi harap berhati-hati, mungkin ada jarum beracun atau semacamnya…”

“Tidak masalah…”

“Apanya yang tidak masalah?”

“Semuanya…”

Aku tidak terlalu khawatir karena ini  bukanlah kehidupanku sebelumnya. Dan juga tidak masalah jika ternyata ada jarum beracun sekalipun.

“Daripada itu… Sekarang masalahnya adalah yang sebelah sana ya….”

“Sebelah sana?”

“Yuki, bersembuyilah sebentar…”

“Eh?? Seika-sama?”

Aku mendorong Yuki ke dalam rambutku dan aku pun membungkuk. Dan beberapa saat kemudian.

Sebuah bilah angin terbang masuk dari luar jendela melewatiku dan kemudian membelah pintu dalam sekejap. Potongan kayu terpental ke lantai.

“Waduh…. Ini tidak bisa diperbaiki ya…”

Aku mengalihkan pandanganku dari pintu yang hancur kearah luar jendela, dan aku melihat sesosok manusia. Grey, yang di terangi oleh sinar dua bulan sedang menunjuk kearahku dengan ekspresi murka.

Kurasa ini membuatku harus pergi menghadapinya ya… Sepertinya duel itu dipercepat setengah hari ya…

 

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

2 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 12”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *