Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 14
~Onmyouji terkuat, Melakukan Pembersihan~

 

Selamat Membaca….

Satu hari setelah aku mendapatkan kemenangan tanpa bertarung. Aku berada di tengah hutan yang ada dibelakang mansion.

“Hah… hah……”

Pegunungan yang bahkan tidak ada jalan untuk hewan ini benar-benar berat. Terlebih untuk tubuhku dalam kehidupan kali ini. Tapi untung saja aku punya tujuan yang jelas.

“… akhirnya sampai juga…”

Aku pun menghela nafas lalu aku mendongak. Dan  dihadapanku terbentang hutan, dan manusia raksasa yang terbaring diatasnya. Pria besar dengan punggung berotot dan memiliki tubuh dengan tinggi sekitar 15 meter. Ada manik-manik besar tergentung dilehernya dan mungkin satu-satunya yang bisa dikatakan pakaian hanyalah Hakama Gunung compang-camping yang ada di pinggangnya. Lalu sosok yang sedang berbaring diatas gunung itu pun melirik kearahku.

“Oii!”

Aku berteriak kearah Pria Besar itu. Dan kemudian kepala botak yang super besar itu berbalik kearahku. Diwajahnya ada satu bola mata tepat dii tengahnya. Dia berbalik dan menatap kearahku. Kemudian raksasa itu membangkitkan tubuhnya. Dan ketika matanya yang besar itu melihatku, mata itu langsung terbuka lebar.

“Ooooooooooooooooooooo!!”

Dia beteriak. Burung-burung yang terkejut pun berterbangan dari atas pohon. Pria besar itu pun bangun. Dan kemudian ia meletakan tangannya di dekatku dan mendekatkan janggut raksasanya itu padaku. Dan kemudian mulai berbicara.

“Oooo!! Sudah lama tidak bertemu…. Benar-benar.. lama tidak berjumpa~ Haruyoshi-sama!!!”

Aku pun melihat kearah janggut tak terawat itu dan tersenyum.

“Oh, Nyudou… Kau juga bisa mengenaliku dalam wujud ini?”

“Mana mungkin aku salah? Tidak ada orang lain yang memiliki kekuatan kutukan sekuat itu….”

Pria besar itu meneteskan airmatanya dari mata besarnya itu.

“Aku benar-benar senang, aku benar-benar senang…. Aku bisa bermanfaat bagi Haruyoshi-sama lagi….”

“Hng… Nyudou Jangan terlalu percaya diri!! Yang pertama kali dipanggil adalah aku, Yuki!!! Nyudou! Apa kau mendengarku!! Nyudou!!!”

“Mumh? Yang disana itu…. Nona rubah!! Ah aku benar-benar kangen dengan waajah itu… Sudah lama sekali ya… Bagus sekali… Kamu juga dipanggil kemari ya… Bagus sekali, bagus sekali…”

“Hmm, tentu saja. Yuki yang pertama dipanggil!!”

Aku hanya bisa menghela nafas mendengar perbincangan para Ayakashi itu. Wujudnya seperti itu. Meskipun aku sempat khawatir dia akan mengamuk dan membabi buta, namun seperti nya tidak masalah ya.

“Maaf ya memanggilmu tib-tiba, Nyudou….  Kau pasti kebingan tanpa diriku kan….”

“Tidak usah perdulikan itu, Haruyoshi-sama… Tapi… Sebenarnya aku harus berbuat apa?”

Nyudou terlihat kebingungan.

“Tempat aku dipanggil tidak hanya bukan sebuah kota, namun sepertinya juga bukan diJepang… Aku hanya  menyebarkan shikigami milik Haruyoshi-sama dan pergi kesana kemari…. Dan Anda juga mengatakan aku tidak boleh keluar dari sini ada Kekkai… Aku tidak mengerti apa yang harus aku perbuat… Aku memang senang… tapi aku harus apa….”

“Tidak apa-apa, tugasmu sudah selesai….”

Aku melanjutkan perkataanku.

“Aku hanya ingin kamu menyebarkan Shikigamiku dan berkeliling di gunung ini…. Aku hanya ingin kamu…. Sekedar mengusir monster-monster yang bersarang disini…”

“Monster?”

“Makhluk sejenis Ayakashi…. Mereka semua bukan tandingan bagimu kan? Apa kau tidak melihatnya? Makhluk seperti kadal besar itu?? “

“Ah, Ada… makhluk seperti itu…. Meskipun sepertinya dia adalah maklhuk langka, dia sangatlah penakut, dan langsung kabur dariku…. Apa anda menginginkan aku mengusir mereka??”

“Ya… dan kau sudah cukup berguna…”

Aku teringat Grey mengatakan kebetulan saja ada monster dan kebelutan aku yang mengalahkannya. Benar-benar menggelikan. Mana ada hal seperti itu.

Aku memasuki gunung, menyebarkan shikigami, menyelidiki seluruh hutann dan memansang kekkai dan kutukanku untuk menyembunyikan aura Nyudou. Semua ini sudah aku lakukan sejak setengah tahun lalu. Semua ini aku lakukan karena waktu ujian semakin dekat dan agar ayah mengakui kemampuan ku.

Meskipun sempat ada kejadian diluar dugaan dimana monster itu lari ke kota, namun sebagian besar masih sesuai dengan apa yang aku perkirakan. Ngomong-ngomong sudah lama sekali aku mempersiapkan kutukan orang-orangan dengan menggunakan rambut Grey.  Aku juga mempersiapkan kutukan orang-orangan untuk Luft, Blaze, dan seluruh orang di mansion termasuk pelayan. Tentunya Ifa juga ada.

Sudah sembilan tahun sejak aku bereinkarnasi ke dunia ini. Banyak waktu bagiku untuk mempersiapkan semua itu.

“Nyudou…”

Aku memanggil raksasa bermata satu itu.

“Dalam pertempuran terakhirku di dunia yang dulu, aku sudah kehilangan banyak kekuatan… Dan tubuhku di kehidupan kali ini masih anak-anak…. Masih jauh dari tubuh Onmyouji yang pernah menjadi yang terkuat…. Namun, aku didunia ini, akan melampaui diriku yang dulu…. Melampaui diriku yang menguasai sejuta Ayakashi dan ditakuti oleh dewa sekalipun….”

“E.. ya….”

“Nyudou…. Temani aku dalam kehidupanku kali ini…. Aku membutuhkan kekuatanmu…”

“Hehe—!!!!”

Raksasa bermata satu itu menjadi rileks.

“Hancurlah! Takutlah!! Aku benar-benar senang…. Aku merindukan hari-hari itu…. Hari-hari dimana Haruyoshi sama menghancurkan puluhan ribu pasukan, menaklukan dewa jahat yang luar biasa…. Dan menaklukkan pahlawan dari sebuah negeri….  Jadi hari-hari itu akan kembali lagi ya.. Syukurlah…. Syukurlah…”

“Aku akan menunjukan pemandangan baru padamu…. Tunggu saja….”

Aku menerbangkan orang-orangan kearah Nyudou dan membuka gerbang. Cahaya meliputi ruang sekitar dan mulai terdistorsi, dan melebihi besarnya raksasa itu.

“Aku akan memanggilmu lagi… Sampai saatnya tiba, beristirahatlah di dunia itu….”

“Ya, Haruyoshi-sama, Panggil aku kapan saja….”

Nyudou terhisap kedalam ruangan yang terdistorsi. Dan tubuh yang besar itu benar-benar menghilang, dan setelah orang-orangan pembuka gerbang itu kembali ketanganku aku pun menghela nafas lega.

“Fuh.. Akhirnya satu tahap terlewati….”

Aku melepaskan kertas segel untuk kekkai yang ditempekkan di pohon terdekat dan merobeknya. Potongan-potongan kertas yang jatuh pun tercampur kedalam semak-semak dan menjadi tak terlihat. Dan seharusnya semua kertas segel yang lain juga akan bernasib sama. Dengan ini pembersihan pun selesai.

“Tapi, Anda cukup mengambil cara yang berputar-putar ya, Seika-sama…”

Yuki menongolkan wajahnya dan mengatakan itu.

“Di dunia yang terlihat lembek ini, dan para manusia tanpa kekuatan itu… Seharusnya Seika-sama bisa melakukan apapun yang anda mau kan??”

“Apa kau lupa Yuki? Aku dulu dibunuh oleh manusia yang tidak punya kekuatan itu…”

“Mm… itu …”

“Yuki… Aku ini… Aku ingin menjadi bagian dari itu… Aku ingin menjadi salah satu orang lemah yang menjadi mayoritas di dunia ini….”

Meski aku merasa tidak enak pada Nyudou, namun aku tidak bermaksud untuk mengambil jalan kekerasan seperti dulu. Tidak mencolok. Hidup dengan baik. Dan tanpa kusadari aku akan mendapatkan apa yang akan aku inginkan. Aku berpikir cara hidup seperti itu jauh lebih cerdas. Kejadian kali ini juga menjadi semacam latihan aggar aku bisa menjadi seperti itu.

Kelicikan yang aku tidak miliki di kehidupan ku sebelumnya…. Mungkin rasanya seperti ini ya?

Terima kasih telah mampir….

 
Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.01 - Ch.14. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

4 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 14”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *