Chapter 18 ~ Onmyouji terkuat, Mengikuti Ujian Masuk

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 18 di Kurozuku.

1 Sep 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Ujian tertulis berakhir tanpa masalah. Namun. sepertinya Ifa tidak demikian.

“Bagaimana ini Seika-kun…. Kurasa aku salah…”

“Hmm… Yah tidak ada pilihan lain selain membalasnya di ujian Praktek nanti…”

Aku berusaha menghibur Ifa yang hampir menangis.

“Uuu… Padahal aku sudah banyak belajar….”

Meskipun dia mengatakan itu kita hanya punya waktu persiapan kurang dari setengah tahun. Jadi apa boleh buat.

****

Lokasi ujian praktek adalah di luar ruangan. Dihadapan para peserta ujian sudah berdiri enam pilar batu.

“Incarlah target disana dan tembaka sihir kalian…. “

Seorang penguji dengan kacamata bundar menjelaskan itu.

“Urut dari sebelah kiri. Itu adalah Api, tanah, air, angin, cahaya, dan kegelapan. Silahkan pilih elemen yang kalian inginkan… Terserah kalian ingin menargetkan berapa elemen, namun karena itu akan berpengaruh pada nilai ujian kalian, sebaiknya di coba saja semuanya… Dan juga tolong jangan menyerang dengan elemen yang tudaj sesuai, karena itu akan merusak lingkaran sihir penolaknya dan akhirnya merusak target itu…”

Jadi begitu. Jadi aku bisa mencoba terus tanpa khawatir akan gagal. Ujian yang bagus.

“Terbakarlah Merah!! Wahai roh penguasa Kobaran Api dan belerang, mengaumlah dan luapkan kemarahan mu kedalam bola api, Fire Ball!!”

“Bergetarlah kuning! Wahai roh yang menggoncakan batu, Pecahkanlah batu itu dan luapkan kemarahanmu! Stone Blast!!”

“Bergejolaklah Biru!! Wahai roh yang menguasai mata air dan hujan es, bekukanlah dan luapka kemarahanmu menjadi tombak putih! Icicle Spear!!”

Orang disebelahku sudah mulai. Setiap orang merapalkan mantera dengan penuh semangat namun kebanyakan dari mereka hanya memilih satu atribut. Hasilnya juga biasa saja. Nampaknya Luft dan Grey yang telah menguasai sihir tanpa rapalan di usianya seperti itu sangatlah luar biasa dan langka.

“Ah, sepertinya giliranku, aku pergi ya Seika-kun….”

“Ya… Semangat…”

Ifa pun maju kedepan. Setelah melihat level orang-orang disekitar, kurasa ujian praktek ini tidak akan ada masalah. Dan kemudian, rambut merah melinatas di ujung pandanganku. Gadis bernama Amu itu sepertinya melakukan ujian di area sebelah.

Meskipun gilirannya masih lama, aku jadi penasaran seberapa besar kemampuannya. Katanya dia bisa semua atribut…..  Tunggu, pedang yang ada dipinggangnya itu untuk apa? Dia itu gadis seperti apa? Ketika aku sedang penasaran soal ini…. Aku tiba-tiba merasakan hawa panas mengenai pipiku.

Di depan, Ifa sedang memegang tongkatnya dan mengarahkannya ke arah target. Penguji dan semua orang tercengang melihat itu.

“A-apa-apaan api itu tadi???” “Apa itu Flame Note??” “Sihir tingkat menengah??” “Tanpa rapalan??” “Oi.. Lihat, targetnya…”

Jika lebih diperhatikan, ternyata sudut-sudut pilar batu itu meleleh dan menjadi seperti kaca. Ifa pun membungkuk kepada penguji.

“Ma-maaf… aku tidak tahu itu akan meleleh….”

“Tidak, tidak… Apa boleh buat…”

Penguji berkacamata bundar itu terheran dan bergumam, bukankah itu target untuk elemen api?

“Apa aku boleh melanjutkan??”

Setelah memastikan penguji itu mengangguk, Ifa bergeser ke target tiga batu disebelahnya.

Eh lanjut?? Targetnya elemen angin. Dan dihadapan target itu Ifa kembali berdiri dan mengarahkan tongkatnya.

“—- Windlance!”

Hembusan angin bertiup. Angin yang tekanannya cukup kuat untuk merusak telinga itu melesat menuju target. Dan bersamaan suara yang seperti ledakan, angin itu menghancurkan pilar batu itu. Tempat ujian kembali hening. Setelah beberapa saat terdengar suara lempengan batu bagian atas jatuh.

“Uh… Wind Lance itu sihir tingkat menengah kan?” “Menggunakan sihir menengah tanpa rapalan…” “Apa itu benar-benar Wind Lance…” “Targetnya jadi hancur.. terus bagaimana….”

“Diam! Semuanya diam!!!”

“Ah aku sudah cukup…. Maaf ya soal targetnya…. Terima kasih…”

Ifa menundukan kepalanya dan segera berlari kearahku.

“Bagaimana, Seika-kun? Targetnya jadi rusak… Tapi aku tidak akan menjadi tidak lulus kan?? Lagipula itu kan hasil kerja kerasku”

“Ifa!!”

“Hyaah!”

“Angin! Itu luar biasa sekali!!! Bagaimana kau melakukannya!??”

“E.. eeh…”

Ifa menjadi malu.

“Aku berlatih sedikit demi sedikit…. Kukira itu akan membuat Seika-kun terkejut…”

“Aku benar-benar terkejut…. Jadi kamu sudah bisa mengendalikan Seirei ya…. Kamu bisa elemen apa lagi??”

“Aku masih belum bisa… Karena anak-anak hijau itu ada banyak di mansion, jadi aku membawa mereka…. Dan juga kurasa itu karena aku punya sedikit kecocokan dengan elemen angin… Meskipun aku baru tahu itu tadi…”

Gawat, aku merasakan gejolak dalam diriku. Ketika aku menyaksikan perkembangan dari muridku selalu seperti itu. Hatiku jadi berdebar.

“Tapi, anak-anak yang lain juga sudah mulai berkumpul sedikit demi sedikit…. Meskipun aku belum menemukan Seirei elemen cahaya dan kegelapan… Jadi kurasa aku akan segera dapat mengendali—Loh Seika-kun? Kok kamu menangis??”

“Yah, tidak tidak… aku tidak menangis… Ah Ifa… Aku beritahu kamu satu hal… Itu tidak mirip dengan Wind Lance loh…. Wind Lance sesunguhnya itu lebih lemah…..”

“Be-begitu ya…”

“Tidak usah dipedulikan…Ifa bisa lebih kuat…”

Karena Druid pengguna Seirei dikehidupanku sebelumnya sama sekali tidak sekelas itu.

“Baiklah semua degar… Meskipun ada sedikit kecelakaan, ujian akan tetap dilanjutkan…. Karena pilar untuk elemen angin sedang di ganti, jika ada yang ingin menggunakan sihir angin maka akan ditunda dulu… Baiklah, peserta selanjutnya silahkan…”

“Itu aku…”

Aku pun maju dan Ifa menatap kepergianku.

“Elemen apa?”

“Pertama-tama aku mulai dengan api”

Aku berdiri di depan target dan dengan asal mengarahkan tongkatku. Karena tidak perlu sampai menghancurkan targetnya jadi aku hanya perlu mengeluarkan kemampuanku sekedarnya saja. Mari kita selesaikan ini dengan cepat.

“Fire Ball”

Demon Fire yang telah aku perlemah menghantap pilar batu dan terjadi ledakan api biru. Ini cukup kan?

“Fire Ball Biru???” “Hei, apinya tidak mau padam.” “Sepertinya lingkaran sihir penghalangnya tidak bekerja??” “Tunggu, bukankah dia keluarga Lamprouge yang tidak punya sihir itu??”

“Selanjutnya tanah…”

Aku mengatakan itu kepada penguji yang tampak terkejut dan segera berpindah ke hadapan target berikutnya. Apa yang harus aku lakukan selanjutnya? Peserta lain menghancurkan batu dan melemparkan batu-batu kearahnya. Namun aku tidak punya teknik yang tidak berguna seperti itu.

Teknik yang hampir mirip…. Mungkin [Kaname Ishi] terlalu jauh ya…. Aku tidak mungkin menggunakan [Akatetsu] atau [Iwatonage] disini….

Tunggu, batu itu… Granit?? Baiklah, sudah diputuskan. Aku mengarahkan tongkatku kedepan. Nama tekniknya bagaimana?

“Stone.. apalah…”

[Earth, Metal Phase——Gold Formation Technique]

Perlahan-lahan terdengar suara retakan. Lima atau enam bongkahan emas muncul dari dalam batu itu. Tentu saja itu membuat targetnya hancur dari dalam.

Yosh…

“Maaf aku merusaknya…. Selanjutnya adalah air…”

“Tidak, tidak tunggu!”

Penguji berkacamata bulat itu memanggilku.

“Kamu… sihir yang tadi itu….”

“Sto..ne..~~”

“Apa namanya?”

“Ah maaf, aku akan ke target berikutnya…”

Aku pu segera berjalan menuju target berikutnya.

“Sihir apa itu tadi….” “Targetnya hancur dari dalam…”

“…” “…” “…”

Dibelakangku menjadi hening. Syukurlah. Aku kesulitan jika harus menjelaskannya. Bongkahan itu tadi adalah Pyrite. Itu adalah sebuah batu mineral berwarna emas yang akan mengeluarkan percikan api jika dipukul. Dan karakteristik lainnya adalah batu itu adalah bentuknya yang seperti kristal indah.

Jika aku menambahkan elemen tanah dan logam kepada ‘benih’ yang ada didalam batu itu, maka akan mendorong pengkristalan dan membuat batu itu pecah seperti itu. Granit adalah batuan yang terbuat dari lahat yang memadat. Jadi aku rasa ada besi dan belerang didalamnya yang bisa menjadi ‘benih’. Sepertinya sesuai perkiraanku ya. Ini sebenarnya adalah sebuah teknik untuk pekerjaan bangunan, tapi syukurlah dapat digunakan.

“Lalu, Air ya…”

Orang-orang lain menerbangkan es atau semacamnya namun tentu saja aku tidak punya teknik tidak berguna seperti itu.

Hmm …

Pakai itu bisa ya? Ukuranya akan cukup besar, untuk berjaga-jaga aku akan menggunakan orang-orangan. Aku mengayunkan tongkatku.

“Icicle…. Apatau…”

[Shadow, Water Phase——Ice Waterfall]

Sejumlah besar air seperti Tsunami muncul dari orang-orangan yang telah kubuat tidak terlihat. Air yang terlalu dingin akibat elemen bayangan dan membuatnya hampir membeku itu menabrak pilar batu. Dan dalam sekejap meliputinya dan langsung berubah menjadi es.

Ah… karena mengalir ke sekitarnya target untuk elemen kegelapan dan elemen api ikut membeku. Sepertinya aku sudah berlebihan.

“bagaimana ya… Maafkan aku… Dariku cukup segini saja… Kurasa nanti akan segera mencair…”

“…..”

“……” “……” “……” “……” “……”

Setelahh melihat tempat ujian di liputi oleh es ini, tak ada satupun yang mampu berkata-kata. Aku pun berbalik.

“Aku kembali Ifa… Ayo pulang…”

“Uh … ya…. Apa tidak mencoba elemen lain??”

“Yang aku rasa bisa cuma tiga elemen itu saja…”

Angin tidak ada dalam lima elemen yang terdiri dari kayu api tanah emas dan air. Sedangkan kegelapan dan cahaya aku tidak terlalu memahaminya.

Daripada itu, sepertinya aku tidak bisa menggunakan sihir yang ada di dunia ini. Aku sudah mencobanya selama bertahun-tahun, namun sama sekali tidak membuahkan hasil. Sepertinya memang energi sihir dan energi kutukan itu adalah sesuatu yang berbeda.

Itu tidak akan terlalu berpengaruh karena aku bisa menggunakan teknik Onmyou. Setelah melihat sekeliling juga, sepertinya aku akan bisa lulus dengan mudah.

“Fufu”

“Ada apa?”

“Tidak”

Ifa mengatakan itu.

“Semuanya terkejut setelah melihat sihir Seika-kun… Aku jadi lebih senang…”

 

Note:

* Gold Formation Technique
Sebuah teknik pembentukan kristal Pyrite dari besi yang merupakan elemen logam, ditambah dengan belerang yang merupakan elemen tanah. Pyrite adalah mineral emas yang disebut juga sebagai Fool’s Gold dan memiliki bentuk heksahedral, okahedral, atau dodecahedral. Sepertinya keberadaannya sudah ditemukan sejak abad pertama masehi dan digambarkan dalam Natural History karya Pliny the Elder sebagai batu yang dapat memercikan api ketika di ketuk.

*Ice Waterfall Technique
Sebuah teknik yang menghasilkan sejumlah air yang telah didinginkan dengan mencampurkan elemen bayangan kedalam air dan digunakan untuk membekukan target. Elemen bayangan mengendalikan energi negatif. Air yang super dingin memiliki sifat yang cepat membeku ketika terkena benturan. Suhu air itu -40 derajat, dan itu sudah merupakan batas terendah air super dingin. Secara teori, suhu air dapat didinginkan lebih rendah lagi dengan mempertahankan bentuk cairnya, namun nantinya air akan berada dalam kondisi mirip kaca yang disebut es Amorf dan akan sulit di gunakan. Jadi pemeran utama memutuskan untuk menjaga air berada di kisaran suhu itu.

 

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

5 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 18”

  1. Ryu says:

    Jangan kasih kendor mint

  2. Denny permana says:

    Lanjut min

  3. jio says:

    uwuu, bentar lagi ngejar manga nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *