Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 2
~Onmyouji terkuat, Membuat Shikigami~

 

Selamat Membaca….

“Begitu ya Begitu ya…”***

TL Note Disini dituliskan “Unsho… Unsho…” ane bingung apakah ini semacam ucapan yang sama dengan kalimat Amithaba di film Buddha??

Aku membentangkan ujung bajuku dan mencoba mengumpulkan dedaunan ditaman. Darimana pun dilihat aku adalah anak berusia tiga tahun. Saat sedang melakukan ini, pikiranku melayang memikirkan yang lain.

Kesimpulan.

Sepertinya ini memang adalah dunia yang berbeda.

Dimalam hari selepas ritual itu, Aku kembali dari ruangan bawah tanah ke sebuah mansion yang cukup mewah. Aku melihat kelangit untuk memastikan posisi rasi bintang.  Namun aku melihat ada dua bulan disana. Dan aku pun membuat dugaan.

Menurut filsafat Yunani kuno, bumi itu berbentuk bulat dan berputar dengan sendirinya. Karena itu, jika kita berada di bagian bumi yang berlawanan dengan jepang, maka seharusnya kita bisa melihat rasi bintang yang berbeda. Dan soal bulan, seharusnya kita dapat melihatnya dari belahan bumi manapun. Dan tidak akan ada penambahan jumlah bulan.

Dan setelah beberapa hari aku tinggal disini, aku sering mendengar percakapan diantara orang-orang rumah tentang nama tempat atau nama negara ini, namun tak satupun nama yang pernah aku dengar.

Jadi aku hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa ini adalah dunia yang sama sekali berbeda. Syarat reinkarnasiku ini hanyalah tubuh yang tepat yang dapat menangani kemampuan jiwaku. Itu saja. Jadi aku sama sekali tidak tahu dimana aku akan dilahirkan… tidak disangka ternyata malah kedunia lain.

Perpimdahan antar dunia seharusnya memerlukan kunci dan sebuah bukti pengakuan, apakah hal ini tidak berlaku untuk jiwa saja?? Hmm tidak ada gunanya juga memikirkan hal ini.

Aku yang telah mendapatkan kesadaranku sepenuhnya ini terus mengumpulkan berbagai informasi.

Namaku adalah Seika Ramplog. Keluarga Ramplog adalah keluarga bangsawan bergelar Earl. Karena aku adalah anak ketiga, bisa dikatakan aku cukup beruntung.

Jika aku terlahir sebagai orang biasa seperti di kehidupanku sebelumnya, aku tidak dapat berbuat apa-apa jika aku keburu mati karena wabah penyakit atau semacamnya.

Meskipun begitu, sepertinya negara ini adalah negara yang maju dan cukup makmur. Setidaknya jauh lebih baik daripada Jepang. Mungkin lebih seperti dinasti Song, Islam, atau Kerajaan Rowawi timur, atau mungkin lebih makmur.

Masih terlalu banyak yang belum aku ketahui. Aku harus mengumpulkan lebih banyak informasi.

“Hm… Hm…”***

TL Note Disini juga dituliskan “Unsho… Unsho…” 

Aku membawa dedaunan yang aku petik kebawah pohon. Ketika aku melepaskan ujungnya daun itu tersentak jatuh ketanah. Ya, kurasa untuk saat ini cukup…

「―――― ओम्पाञ्चालिका विधिस्वाहा」

(Ōm pāñcālikā vidhi svāhā)

Aku melantunkan mantera itu dengan suara yang pelan. Kemudian dedaunan yang tadi jatuh ketanah langsung mengambang dengan bagian urat daunnya menghadap kearahku. Aku mengumpulkan semuanya dan menulis mantera dengan kekuatanku.

“……Berhasil….”

Aku memberikan instruksi mudah kepada dedaunan itu untuk memastikan hasilnya dan mereka berhasil bergerak baik vertikal maupun horizontal.

Meskipun ini sederhana, aku sudah membuat shikigamiku. Pion yang akan menjadi bagian dari mata, telinga dan kaki tanganku. Sebenarnya akan lebih baik jika aku membentuknya seperti bentuk orang, namun di dunia ini kertas adalah benda yang sangat mahal. Jadi aku tidak bisa boros. Oi oi… Aku tinggal buat saja kan??

Sepertiga jumlah aku membuatnya seperti berbentuk burung gagak dan menerbangkannya dilangit. Sepertiga lagi aku bentuk seperti tikus dan membiarkannya lepas dihalaman. Sedangkan sisanya aku buat tidak terlihat dan membiarkannya berada di dekatku untuk berjaga-jaga. Karena shikigami itu bisa berfungsi sebagai pengganti kertas mantera dalam perantara penggunaan kutukan, sangat praktis.

“Hei Seika! Apa yang kau lakukan di tempat seperti itu!!”

Aku mendengar suara berisik dari belakangku, dan aku pun menoleh kearah datangnya suara. Disana telah berdiri seorang anak dengan wajah jahatnya. Dialah kakak laki-laki ku yang usianya tiga taahun diatasku, Grey.

“Aku  lihat loh!! Kau mengumpulkan daun-daun kan!! Dasar menjijikan!! Mau kau apakan daun-daun itu!? Loh? Mana daun-daunnya??”

Ketika aku melihat Grey berusaha mencari kesekeliling, aku merasa sedikit lega. Rupanya dia tidak melihat apa yang barusan aku lakukan… Aku pokoknya harus menyembunyikan semua hal tentang kehidupan ku sebelumnya.

“Katakan sesuatu!! Dasar produk gagal!!”

 Mungkin karen kesal dengan diriku yang terus saja diam, Grey menendang tanah kearahku. Aku tidak mengatakan apapun dan hanya menerima tanah itu. Tapi, betapa kurang ajarnya anak itu. Aku bisa merasakan hal ini karena muridku kebanyakan anak yang baik.

Ayah tidak terlalu peduli dengan anak-anaknya, sedangkan ibu selalu memanjakannya. Kebutuhan sehari-harinya sudah dilayani oleh pelayan pribadi, sehingga dia menjadi sangat egois seperti itu. Meskipun begitu, kakak kami yang tertua masih lebih baik daripada dia.

“Hentikan… Kak Grey….”

Ketika aku mengatakan itu, Gray tersenyum dengan jahatnya.

“Harusnya ‘Tolong berhenti, kan?’ Kau tidak sopan sekali…. Apa kau pikir dirimu itu sederajat dengan ku dan Kak Luft??”

“memangnya salah?”

“Tentu saja salah!! Kau bukanlah anggota utama keluarga ini!!!”

Aku heran mendengar ini, Apa maksud perkataanya ini??

“Aku dengar para pelayan mengatakan ini, kau itu hanyalah anak dari seorang selir! Pantas saja kau tidak punya energi sihir sedikitpun!! Kau ini produk gagal!!”

Jadi begitu ya… Akhirnya aku paham. Pantas saja aku merasa seperti diabaikan oleh ibu, jadi ini alasannya. Para pelayan juga memperlakukanku dengan agak aneh, bahkan ayah dan kakak-kakak ku bersikap tidak terlalu akrab dengan ku. Ini benar-benar informasi yang berguna. Terimakasih Grey

Namun karena aku dibesarkan di rumah ini, aku terlanjur berpikir aku adalah anggota keluarga utama.

“Apa kau mengerti?? Kau itu berada diposisi yang harus menuruti perkataanku dan kak Luft!! Oh iya… Aku saat ini sedang berlatih bela diri… Kau, jadilah target latihanku!!”

Setelah mengatakan itu Grey menyeringai dan mundur perlahan-lahan.

“Dengar, Jangan bergerak!!”

Kupikir dia ingin berteriak, rupanya Gray langsung berlari kearahku. Apa dia barusan bersiap untuk melakukan tendangan melompat?? Aku belum pernah melihat orang yang mau melakukan itu dalam pertempuran. Namun sepertinya aku harus sedikit bersabar melihat ini.

Aku melayangkan shikigami tak terlihat kearah kakinya. Kemudian Grey tersandung dan jatuh tersungkur wajahnya mengenai tanah.

Wow… Sepertinya sakit…

“Bbu… Si-sialan!!!”

Karena sepertinya dia masih berniat menyerang, aku memanggil kembali dua shikigami gagak ku yang tadi aku terbangkan. Sambil berkicau gagak-gagak itu menuju Grey dan kemudian mematuknya dengan paruh yang tebal.

“Waaa, apa-apaan mereka ini!!!”

Untuk sesaat Grey menyilangkan tangannya untuk bertahan dari patukan gagak, namun akhirnya dia mulai menangis dengan keras sambil berjongok dan menghalangi patukan gagak-gagak itu.

Aku sedikit menyesal. Aku telah berlebihan menghadapi anak kecil. Aku pun berusaha menarik shikigamiku, namun tiba-tiba…

“Grey!!!”

Lagi-lagi suara anak-anak. Ketika aku menoleh, ternyata itu adalah kakak tertuaku, Luft. Dia berlari kearah Grey dengan membawa sebatang tongkat.

“Berhenti!! Kalian pergilah!!”

Luft mengayunkan tongkatnya untuk mengusir gagak-gagak itu. Kedua gagak itu pun terbang pergi seperti sebuah kawanan. Sebenarnya aku yang membuat mereka bergerak begitu.

“Grey, apa kau tidak apa-apa? Apa ada yang terluka??”

Dia berusaha merawat adiknya yang menangis kencang, Luft memiliki kepribadian yang lebih baik ketimbang si anak kedua itu. Dia terlihat lebih dewasa, layak karena usianya berbeda lima tahun diatasku.

“Kenapa bisa ada gagak… Seika, apa kau baik-baik saja??”

“Ya… Aku tidak apa-apa kak Luft…”

Saat aku menjawab sambil tersenyum. Luft menatapku dengan ekspresi cemas. Munkin dia merasa aneh juga karena aku satu-satunya orang yang tidak diserang. Namun hanya itu.

Dia pun segera membawa Grey pergi mengobati lukanya karena dia masih menangis dan berteriak. Dan meninggalkan ku sendirian.

Meskipun ada sedikit gangguan, aku tetap bisa melepaskan Shikigamiku. Dengan ini aku akan lebih mudah dalam mengumpulkan informasi.

Ada banyak hal yang harus aku lakukan. Namun apa yang dapat dilakukan dengan tubuh berusia tiga tahun ini sangatlah terbatas. Kurasa aku harus menunggu dengan tenang setidaknya untuk beberapa tahun lagi.

Karena hidupku kali ini masihlah panjang.

 

Terima kasih telah mampir….

 
Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.01 - Ch.02. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

6 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 2”

  1. Kiruru says:

    Mantap min 3 update xixixi terbaiklah

  2. jio says:

    ok lanjuuut min

  3. Yusuf says:

    Up min… ditunggu updateannya

  4. […] on FacebookShare on Twitter Sebelumnya Daftar Isi […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *