Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 21
~Onmyouji terkuat, Melawan Ras Iblis (Awal)~

 

Selamat Membaca….

Di area Akademi ada sebuah hutan yang luas. Hutan itu memiliki banyak tanaman obat yang sangat penting dan itu juga alasan kenapa Akademi ini berdiri didekatnya. Monster-monster berbahaya sudah lama diusir dari area sekitar, namun tempat itu masih sangat alami dan jauh dari sentuhan manusia.

Dan didalam hutan tersebut, terlihat ada bayangan seseorang. Sebuah lingkatan sihir pudar tergambar di area terbuka di dalam hutan, dan seseorang berdiri serta berkonsenterasi diatasnya.

Kulit hitam yang bermandikan cahaya bulan.  Dengan kepala aneh yang memiliki semacam benda spiral disana. Intinya penampilannya berbeda dengan manusia. Jika di kehidupanku sebelumnya, mungkin aku akan menganggapnya Oni.

“———Jika dimalam hari, Dibawah sinar bulan, bertemu seseorang…. Ketidakmanusiawian.. bersihkan hati….”

Setelah mendengar suara, sosok bayangan itu berbalik melihat kebelakang. Aku tersenyum kepada sosok Oni hitam itu.

“Ini adalah sajak yang ditulis oleh guruku… Aku sangat benci guruku tapi aku suka sajak ini…. Jika bertemu dengan seseorag disaat sinar bulan bersinar sangat terang dan sangat aneh, itu bukanlah manusia…. Meskipun bertemu dengan musuh bebuyutan, entah mengapa hatiku tenang… begitulah artinya… ini sangat mencerminkan suasana hatiku saat ini…”

Aku terus melanjutkan perkataanku meskipun aku ditatap dengan tatapan tajam oleh Oni itu.

“Guruku di akhir hidupnya, jantungnya sakit…. Tidak manusiawi… Itu juga ada dalam diriku… Bahkan bagi diriku yang sudah kehilangan hati manusiaku, aku bisa merasakan keindahan ketika melihat bulan…. Sajak itu juga bisa berarti seperti itu… Bagaimana dengan dirimu? Apakah kau yang nampaknya bukan nmanusia itu, apakah bulan malam ini terlihat indah?”

“Apa-apaan?”

Dia akhirnya menjawab perkataanku dengan nada suara yang cukup rendah dan berat. Penampilannya terlihat seperti manusia atau seperti kambing gunung hitam. Meskipun aku hanya membacanya dari buku-buku, tapi itulah ras iblis. Sepertinya dia termasuk kedalam ras yang dinamakan Akuma.

Mulutnya mulai bergerak.

“Mengapa disini ada anak manusia…. Apa kau mendeteksi tempat ini? Kalau begitu…. Bodoh sekali… menantang diriku seorang diri….”

“Aku ingin bermain-main sebentar…. Otot-otot ku terasa kendor… “

“…. Terburu-buru sekali… Menyedihkan sekali… manusia yang berumur pendek…”

Aku pun bertanya kepada Akuma yang nampak terlihat santai itu.

“Kalau kau memang sebegitu percaya dirinya…. Aku tidak akan melarikan diri… Jadi beritahu aku…. Apa yang kau cari?? Kau terus memperhatikan kami kan… dari mata Lesser Demon itu…”

“Hou~”

Mata Akuma itu terbelalak.

“Kau menyadarinya ya… Tapi pertanyaan itu bodoh sekali…. Sudah jelas jawabannya hanya satu kan….”

“Makanya aku bertanya Apa itu?”

“…. Kau tidak tahu jika aku tidak diberitahu??? Hero… Sudah jelas kan??”

“Hero??”

Aku pun terheran. Aku telah membaca buku-buku di dunia ini, tapi…..

“Hero yang jadi legenda itu?”

“Ya…”

“Kenapa dengan dia??”

“Tentu saja karena dia sudah terlahir!! Padahal Hero disisi manusia sudah terlahir, namun Raja Iblis yang merupakan Hero kami belum terlahir… Karena itu aku datang untuk memusnahkannya…. Sebelum dia bisa menggunakan kekuatan Heronya… “

“Hmm… Ini cuma sekedar mengkonfirmasi… Hero itu adalah Hero yang ada dalam dongeng itu kan??”

“Dongeng?”

Setelah sejenak keheningan berlanjut, Akuma itu tertawa keras.

“Ini benar-benar menggelikan!! Bodoh… Manusia benae-benar bodoh! Pertarungan legendaris itu dianggap sebagai dongeng…. Tidak mengetahui fakta ini maka bisa dianggap manusia telah kehilangan kemampuan untuk memprediksi kelahiran Hero dan Raja Iblis…. Hahaha meskipun kedamaian telah berlangsung dalam waktu lama, aku tidak menyangka umat manusia akan merosot sejauh itu…”

“Hah~ Entah aku mengerti atau tidak situasi saat ini….”

Intinya adalah didunia ini ada sosok yang sangat luar biasa yaiu Raja Iblis dan Hero dan mereka akan dilahirkan dalam jangka waktu tertentu. Namun karena jarak waktu kemunculannya ini sangat jauh, maka umat manusia menganggapnya seperti sebuah dongeng. Sedangkan bagi ras iblis yang memiliki masa hidup lebih lama, bagi mereka ini semua terasa lebih nyata. Kurang lebih begitu?

“Tapi apakah Hero dan Raja Iblis itu benar-benar ada? Mungkin saja itu hanya khayalan kalian saja….”

“Omong kosong…. Mana mungkin ramalan 12 tahun lalu itu adalah khayalan…. Dan malam ini, aku telah melihatnya di bangunan itu…. Seorang Hero yang ada dalam ramalan…. Sosok dengan kekuatan yang melebihi manusia biasa… Seorang gadis berambut mereah….”

“Rambut merah?”

Jangan-jangan….

“Ah, jangan-jangan itu tentang Amu?? Memang sih dia agak lebih kuat…. Hm… Hero ya….”

“Jadi Namanya Amu ya…. Kurasa aku jadi tidak perlu menyelidikinya….”

“Terima kasih kembali…. Ah tapi…”

Aku tersenyum kearah Akuma itu.

“Aku harus membunuhmu disini ya…”

“… Hmm, jadi pembicaraannya sampai disini saja ya… Kalau begitu mari kita selesaikan dengan cepat…. Datanglah… bawahanku”

Ditengah lingkaran sihir besar itu, tergambar lingkaran sihir yang lebih kecil, dan kemudian tiga demon muncul. Sepertinya mereka terlihat sedikit lebih kuat. Meskipun ukurannya jauh lebih kecil daripada yang ada di Auditorium, namun aliran kekuatan mereka cukup besar. Terlebih sosok yang ada ditengah dengan corak berwarna merah.

“Mereka ini berbeda dari Lesser demon loh… mereka bisa menghancurkan pasukan kalian dengan mudah… Mereka ini adalah salah satu dari bawahan terbaikku….Sayang sekali….”

“Gitu ya…”

[Fire and Earth Phase——— Demon Fire]

Bola api biru raksasa menghantam iblis yang paling kiri. Inti dari Demon fire yang meledak melahap seluruh tubuh iblis itu. Dengan menggunakan iblis sebelah kiri yang ambruk sebagai pengecoh aku diam-diam menempelkan satu orang-orangan kepada Iblis satunya yang ada disisi paling kanan. Dan aku membuat segel dengan sebelah tangan ku.

[Yang Phase ——— Extreme Falling technique]

Seketika Iblis yang ada disisikanan pun ambruk. Saat ini, iblis di sisi kanan pingsan. Akibat gravitasi yang menjadi 1000 kali lipat, tanah disekitarnya menjadi tertekan, dan dia seperti terserap masuk kedalam tanah.

“Aku tidak membutuhkan yang lemah….”

Tanpa melihat sedikitpun kearah dua iblis yang telah aku kalahkan, Iblis yang memiliki corak merah itu langsung bergegas kearahku. Dan cakarnya semakin mendekatiku.

“Aku hanya akan mengambil yang ini ya….”

Iblis terakhir itu menghentikan gerakannya. Dia tidak bisa melakukan gerakan kecil apapun padahal kukunya tepat diatasku. Dan disekelilingna ada lima orang-orangan. Sebuah bintang segilima yang berpusat pada iblis itu menghalangi pergerakan iblis itu.

Aku menerbangkan orang-orangan yang berfungsi sebagai penghalang. Aku menggambar segel dan melapalkan mantera.

[――――ओम् दश सप्त षोडश त्रीणि अष्ट एकम् निक्षेप सकल स्वाह]

[Ōm daśa sapta ṣōḍaśa trīṇi aṣṭa ēkam nikṣēpa sakala svāha]

[Hukum Pertahanan ——— Demon Transfer]

Tiba-tiba ruang terdistorsi dan cahaya muncul/ Lalu Iblis itu langsung tersedot kedalam orang-orangan yang menjadi gerbang. Dan hutan kembali tenang menyisakan area sekitar sudah terbakar oleh api fosfor dan sebuah area yang terhisap.

“Kau… Apa yang kau lakukan barusan…”

“Hmm? Aku mengambilnya… Yah sebenarnya aku tidak terlalu membutuhkannya…. Tapi untuk berjaga—jaga….”

“Sihir pemindahan…. Aku tidak tahu kemana kau memindahkannya tapi aku tidak menyangka ternyata ada manusia yang bisa menggunakan sihir kegelapan dan mengendalikan bawahanku….Sepertinya aku terlalu terburu-buru….”

Lagi-lagi Akuma yang sepertinya menafsirkan kejadian ini seenaknya itu menatapku dengan tajam.

“Baiklah… Kalau begitu…. Bersyukurlah…. Karena akku akan mati ditangan Akuma Hebat, Gal Galeos ini….”

Akuma itu menyebut dirinya bernama Galeos. Dan tanah disekitarnya mulai begetar. Dari bongkahan tanah yang terangkat muncul pedang perak hitam.

“Aku adalah Akuma kelas atas yang mengendalikan tanah dan api… Jangan pikir aku bisa dikalahkan dengan cara yang sama seperti kau mengalahkan para bawahan itu…”

Bilah-bilah pedang itu berterbangan dan mengarahkan ujungnya kepadaku. Kurasa komposisi utamanya adalah besi. Sepertinya memang benar dia lebih kuat dari para Demon itu. Meskipun aku tidak terlalu paham karena aku mengalahkan mereka terlalu cepat.

“Tidak bisa menggunakan cara yang sama katamu??”

Untuk mengujinya aku menembakan beberapa Demon Fire. Galeos menepisnya dengan bilah-bilah pedang yang melayang. Bola api biru ku tidak menjangkaunya dan meledak diudara.

“Hmm… Kalau begitu bagaimana dengan ini??”

“Tidak ada guna nya…”

Orang-orangan pembuat gravitasi yang aku terbangkan diam-diam, semuanya terbakar ketika mendekati Galeos. Sepertinya dia benar ahli dalam menggunakan sihir api.

“Apakah sudah selesai? Kalau begitu, matilah…”

Galeos menerbangkan pedangnya. Aku bisa menghindarinya. Apa? Kok lambat ya? Apa aku yang terlalu berharap??

“Bodoh”

“Wow!”

Aku berusaha menghindar. Bilah yang terbang dari belakang ku sempat menyenggol ringan pipiku. Ketika aku menoleh kebelakang, aku melihat ada lingkaran sihir di udara.

Dia ini… Apa dia menteleport pedang terbangnya??

“Aku ini ras Akuma loh… Tentu saja aku bisa menggunakan sihir pemindahan layaknya tangan dan kakiku sendiri….”

Kali ini dia menembakan sihir api kearahku. Meskipun aku berhasil menghindarinya, cahya yang dihasilkan cukup mengaburkan penglihatanku. Karena itu…. Aku sedikit terlambat menyadari keberadaan Galeos yang mendekatiku.

“Lamban ya?”

Pedang perak hitam yang ada ditangannya di tebaskan. Dan aku merasakan rasa nyeri hebat ditangan kananku. Dan lenganku terputus dari siku. Untungnya hanya butuh sekejap waktu sebelum aku menyadarinya.

“Cih…”

Aku segera bertukar posisi dengan shikigami terdekat dan menjauhkan posisiku dari Galeos. Aku menekan rasa nyeri di tangan kananku dengan mengalirkan kekuatanku dan menggunakan orang-orangan untuk menutup lukanya. Aku memang masih bisa melawan, tapi rasa kesalnya sudah tak tertahankan. Aku kebablasan.

“Kau menggunakan sihir pemindahan yang aneh ya… Manusia…. Tapi bagaimana dengan ini??”

Sebelum aku menyadarinya Galeos memunculkan pedang yang tak terhitung jumlahnya dari segala penjuru. Dan semuanya mengarah dengan tepat kepada Shikigamiku. Orang-orangan ku langsung terjatuh lemas ditanah. Aku dapat merasakan ketegangan diwajahku.

“…. Ehh… jadi kau tahu shikigamiku….. Padahal aku membuatnya tidak terlihat….”

“Dengan ini kau tidak berpindah lagi…”

Galeos melanjutkan perkataannya

“Aku akui, Manusia…. Kau memang kuat….  Kau mengalahkan bawahanku dengan mudahnya dan melawanku dengan berbagaimacam sihir….Dapat mengalahkanmu dan Hero pasti akan menjadi sesuatu yang dapat aku banggakan…”

“Kenapa kau bicara seolah ini sudah selesai?”

Aku menembakan Demon Fire secara beruntun. Namun sosok Galeos yang menjadi target menghilang bersamaan dengan hilangnya lingkaran sihir.

“Penyebab kekalahan mu adalah sikapmu itu…”

Sesaat kemudian, Pedang Hitam menhujaniku dari segala penjuru. Tidak ada tempat untuk menghindar, dan seluruh tubuhku tertusuk. Aku menekuk lututku.

Darah terpompa keluar dan meluap melalui mulutku. Galeos berdiri dihadapanku yang sudah berlumuran warna merah.

“Sangat malang sekali memiliki kekuatan sebesar itu untuk seorang bocah kecil….  Jika kau sedikit lebih dewasa, mungkin kau tidak akan menantang pertarungan sembrono seperti ini…”

“Aku bilang…. Kenapa kau…. mengatakan seolah ini sudah berakhir??”

“Sudah selesai…”

Galeos mengayunkan pedangnya secara acak. Dengan bilah yang tidak berbentuk itu. Namun tiba-tiba…. dia menebas leherku.

****

Galeos menatap tubuh tanpa kepala dan bergumam.

“Aku tidak menyangka bisa merasakan pertarungan menyenangkan melawan anak manusia…. Tidak, masih ada satu lagi, Hero…”

Sosok ras Akuma itu berbalik. Dan dari belakangnya itu….

Aku membacakan sajak.

“———Dimalam cerah, Malam tidak berawan, merasa kesepian….. membenci Awan hitam, tidak merasa kehilangan”

Note:

* Extreme Falling Technique
Sebuah teknik untuk meningkatkan massa target dan menghancurkannya. [Energi Yang] adalah energi yang mengendalikan energi positif. Didalam buku Konjaku Monogatari Shuu Volume 24 No. 16 tertulis bahwa Abe no Seimei menggunakan teknik serupa.

TL Note:

Agak sulit menerjemahkan novel ini karena memang perbedaan pembendaharaan kata. Di chapter sebelumnya ane menuliskan Shadow Element atau elemen bayangan, itu sebenarnya adalah Yin. Dan teknik yang ada di chapter ini adalah teknik Yang. Dimana dalam bahasa jepang akan menjadi On dan You, (Onmyou). Dan itu akan sedikit berbeda dengan sihir kegelapan dan sihir cahaya. Mohon dimengerti hehe.

 

Terima kasih telah mampir….

 
Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.01 - Ch.21. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

7 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 21”

  1. Denny permana says:

    Telat firstnya……hiks

  2. jio says:

    aaa harus nunggu brp hari lagi nih

  3. Bratte Man says:

    Kena genjutsu si galeos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *