Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 22
~Onmyouji terkuat, Melawan Ras Iblis (Akhir)~

 

Selamat Membaca….

Perlahan-lahan Galeos berbalik. Wajah yang tadinya tidak berekspresi itu kini mulai menunjukan ekspres terkejut. Akupun tertawa.

“Ini adalah sajak yang dibuat oleh guruku…. Artinya adalah Dibidang langit malam tak berawan aku merasakan ada sesuatu yang kurang, Bahkan jika aku membencimu seperti awan menyembunyikan bulan, ketika kau menghilang, itulah yang kurasakan…..Aku sedeikit payah dalamsajak tapib bagaimana menurutmu? Karena aku belum sempat menanyakan ini pada guruku…. Yah aku sih yang membunuhnya….  Ngomong-ngomong sajak pertama tadi tentang tidak manusiawi itu adalah tentang diriku, jahat kan??”

“… kenapa masih hidup?”

Seolah tidak mendengatkan ocehanku, Galeos mengatakan itu.

“Kenapa? Yah seperti yang kau lihat….”

Aku merentangkan kedua tanganku. Lebih dari sekedar baik-baik saja, bahkan di seragamku ini tidak ada noda darah sedikitpun.

“Pemulihan elemen cahaya, bukan rekonstruksi?? Kurasa aku akan mengerti dengan membunuhnya sekali lagi….”

Dia memunculkan sebuah bilah besar dalam sekejap dan kemudian melesatkannya kearahku. Dan bilah itu tepat mengenai dahiku dan membelahnya. Akupun mati.

Dan teknikku kembali aktif.

Bilah yang menembus kepalaku itu menghilang. Dan luka ku dalam sekejap pun menghilang.

“Yap, hidup kembali…”

Aku pun kembali hidup. Aku membuang orang-orangan ditanganku yang telah robek dibagian kepalanya dan terkulai lemas.

“……Sihir apa itu…. Aku tahu kau hidup kembali, tapi kenapa bilahnya ikut menghilang?? Apa kau memutar balikan waktu??”

“Tidak kok, aku tidak melakukan hal seperti itu…. Aku hanya membuat teknik untuk menghilangkan benda asing…Ngomong-ngomong aku juga membuat agar pakaianku juga ikut kembali seperti semula…. Agak repot kalau aku mati terbakar tapi…”

“… Ah sudahlah, aku hanya harus terus membunuhmu sampai benar-benar mati….”

Aku cukup kagum ketika aku melihat Galeos mulai membuat bilah lagi.

“Masih ingin melakukannya ya…. Biasanya ini akan membuat orang mundur kan? Apa kau sebegitu inginnya mengalahkan sang Hero??”

“Tentu saja…. Aku harus mengalahkannya sebelum dia menjadi sosok terkuat…. Aku tidak bisa melewatkan kesempatan ini….”

“Terkuat…. Terkuat ya….”

Aku pun tertawa.

“Benar-benar omong kosong loh….”

“Apa……?”

“Aku bilang sosok terkuat itu hanyalah sebuah omong kosong…. Baik Hero maupun Demon King… Serta dirimu yang bergantung kepada sosok mereka…. Kurasa umat manusia yang menjadikan cerita itu sebagai dongeng masihlah lebih cerdas… Coba kau pikirkan, Apa dunia ini dikendalikan oleh orang-orang kuat? Apakah penguasanya adalah orang yang unggul dalam seni bela diri?”

Di kehidupanku sebelumnya, masih ada sosok-sosok lain yang kuat yang sangat berbeda dari manusia lainnya. Seorang pemimpin Islam yang menerima anugerah dari makhluk jahat bernama Syaithan. Seorang filsuf Yunani yang memiliki pemikiran bijaksana misterius yang mengabdi pada segudang boneka mekanik. Serta di Jepang juga ada prajurit yang cukup kuat untuk membantai Omukade dan Oni dalam bentuk manusia. (Omukade adalah kelabang raksasa, cek di anime Kekkaishi)

Namun, yang mengendalikan dunia itu bukanlah orang-orang itu.

“Kekuasaan adalah jumlah angka…. Sedangkan kekuatan adalah sebuah kelilicikan dalam memanfaatkannya….Kekuatan pribadi sangatlah tidak berguna dalam dunia….”

“Itu hanya kau tidak tahu kekuatan sesungguhnya saja… Orang-orang akan bersujud dihadapan kekuatan yang tak tertadingi….”

“Yah itu adalah nasihat dari orang yang tpernah jadi yang terkuat….”

“Omong kosong!”

Semua bilah yang dimunculkan oleh Galeos pun menghilang. Ah, sepertinya dia akan memindahkannya ya….

“Sudah cukup ya…”

Pedang hitam meluncur kearahku dari segala penjuru. Dan semuanyta berhenti tepat sebelum menyentuhku dan kemudian hancur.

“Kekkai?? Tapi… itu membatalkan sihirku….”

“Karena itu adalah Kekkai bukankah sudah jelas kalau itu akan meniadakan serangan?  Lagipula ini menggunakan 11 orang-orangan jadi tidak akan mudah untuk dihancurkan….”

“Kalau begitu aku hanya perlu menghancurkan penandanya!! “

Galeos menembakan api dan pedangnya. Dan tembakannya melesat tepat kearah sudut Kekkai ini tempat orang-orangan ku berada. Yah meskipun itu tidak akan terlalu berguna. Yah aku turuti saja apa maunya.

[Water Phase ———Waterfall Technique]

Sejumlah besar air dimuntahkan dari orang-orangan. Dan langsung melahap semua apinya, dan juga melahap pedang. Dan terakhir melahap Galeos Bahkan tanpa tambahan elemen Yin dan Yang air sebanyak itu sangatlah kuat.

“Apa-apaan sihir Air ini… Sebanyak apa energi sihir yang kau punya….”

Galeos tiba-tiba muncul. Seperti yang kuduga, dia bisa menghindarinya dengan sihir pemindahan ya.

“Sihir juga tidak mempan ya… Kalau begitu aku akan menguburmu langsung!”

Dengan sekuat tenaga Galeos menghentak tanah. Yah sudah kuduga akan begini. Aku pun mundur dan mengeluarkan orang-orangan dan membuka gerbang.

[Summon —— Thunder Beast]

Makhluk yang aku panggil dari ruang paralel adalah semacam hewan hitam kecil berbentuk seperti luwak.

“Shi — Jichichichi, Shijichichi”

Suara rengekan aneh yang terdengar seperti tercampur suara percikan api. Seolah telah merasakan keberadaannya, target galeos pun berubah kearah Thunder Beast itu. Sepertinya indera nya cuklup baik. Walaupun itu tidak berguna.

“Shijiji!”

Thunder Beast itu menembakan petir yang amat luar biasa dan menembus Galeos. Bersamaan dengan suara gemuruh Akuma itu terpelanting dan akhirnya tersungkur ditanah.

Cahaya yang terlau terang itu membuat mataku berkedip-kedip. Hmm… sepertinya kekuatannya memang besar ya. Thunder Beast adalah makhluk misterius yang terlahir bersama petir dan turun kebumi. Memang tampilannya seperti binatang kecil, namun didalam tubuhnya bersemayam kekuatan petir. Dengan tubuh sebasah itu meskipun dia memiliki sihir penolak petir seperti yang dimiliki para pelaut sekalipun, dia tidak akan bisa menahannya.

“Hei, apa sudah selesai? Ah…”

Sosok Akuma itu telah menghilang. Sepertinya dia telah berpindah.

Dibelakang ya? Aku pun berbalik kebelakang. Dan tiba-tiba pedang Galeos menembus perutku.

“Rasakan ini…”

Dia menatapu dengan mata yang membara dan penuh kebencian, lalu bergumam. Aku memuntahkan darah dan tertawa, lalu kemudian memegang lengannya.

“Tertangkap….”

[Metal and Water Phase ——— Ash Flower Technique]

Aku mengaktifkan teknikku diantara tubuhku dan tubuh Galeos. Sebuah ledakan luar biasa muncul dan sebuah pilar berwarna kuning menjulang kelangit. Aku terpental oleh tekanan ledakan itu, dan setelah beberapa saat aku pun bangkit dan membersihkan seragamku.

Ketika aku melihat kearah Galeos, kondisinya sangatlah mengenaskan. Satu tangannya hilang, isi tubuhnya meruah dari lubang di perutnya dan banyak dibagian tubuhnya yang seperti meleleh.

“Apa kau tahu, Iblis kelas atas?”

Aku berbicara kepada Galeos yang sedang sekarat.

“Ketika kita memecah partikel garam, kita akan menemukan logam didalamnya…. Itu karena garam itu terbuat dari logam….  Dan untuk kristal logam murni dari garam itu, itu akan bereaksi hebat dengan air… persisi seperti apa yang terjadi saat ini…”

Aku berdiri tanpa luka disamping orang-oranganku yang telah kehilangan kepala dan kedua lengannya serta terendam dalam larutan basa kuat alkali.

“Apa-apaan itu… Aku tidak tahu… itu tidak mungkin…. Aku tidak pernah dengar logam seperti itu…..”

“Kalian ini… sepertinya kurang belajar ya….”

“Apa……”

“Aku juga mengakui, bahwa keempat elemen sihir itu cukup berguna, terlebih saat melawan monster….”

Dari segi kekuatan, tampaknya Ayakashi di dunia ku sebelumnya jauh lebih kuat. Namun pada kenyataannya, kerusakan pada manusia akibat Ayakashi itu sangatlah sedikit. Mungkin orang-orang lebih takut kepada anjing liar dan beruang. Terlebih teknik kutukan sangatlah efektif kepada Ayakashi yang tidak memiliki tubuh fisik itu.

Di sisi lain, monster yang ada di dunia ini lebih kuat daripada anjing liar dan beruang, dan bahkan sering menyerang manusia.  Dan karena keberadaannya sangat mirip dengan hewan, teknik kutukan kurang efektif untuk mengatasi mereka. Karena itu mungkin mereka menciptakan teknik yang dapat secepat mungkin daya serang dan menembakan es atau api yang nyata.

“Kalau mau begitu sih tidak apa-apa, tapi kenapa kalian tidak melangkah lebih jauh lagi?  Apa kalian pernah berpikir api itu terbuat dari apa? Pernah terpikirkan bahwa saat kita menguraikan air maka kita akan mendapatkan udara?? Atau tahukah kalau kita mendinginkan udara maka akan menghasilkan sesuatu yang lenbih dingin dari es? Atau apakah kau tahu bahwa unsur yang paling banyak ada didalam tanah itu sama dengan unsur yang ada di udara?”

“Apa… Apa yang kau katakan….”

“Kalau kau tidak mengerti pembicaraan selevel ini gawat sekali loh…. Ini hanyalah pengetahuan kelas ketiga bukan pengetahuan kelas kedua yang merupakan proses awal dan akhir, atau pengetahuan kelas satu yang membahas tentang dasar akar semua pengetahuan…. Kalian harus lebih banyak belajar lagi…. Aku dulu sampai repot-repot menyebrangi lautan hanya untuk mencari kebijaksanaan kuno, apa didunia ini ada penyihir yang punya semangat seperti itu ya??”

Galeos menggunakan lengannya yang masih tersisa untuk berusaha mengangkat tubuhnya yang gemetar.

“Berceramah di depan musuh ya… Sepertinya kau cukup santai….”

“Memang sih…”

“Tapi… aku masih… bbisa bertarung….”

“……”

“Kau juga… pasti tanda anehmu itu sudah tidak banyak lagi…. Aku… masih ada peluang menang….”

“Tanda?? Maksudmu ini??”

[Summon —— Hitogata]

[Summon —— Hitogata]

[Summon —— Hitogata]

[Summon —— Hitogata]

[Summon —— Hitogata]

[Summon —— Hitogata]

[Summon —— Hitogata]

………………………..

Aku mengeluarkan banyak orang-orangan dari dalam ruang paralel dan membariskan mereka dilangit malam.

“Masih ada banyak kok…”

Aku sudah membuat itu semua selama bertahun-tahun. Aku mengatakan itu sambil tersenyum, dan Galeos membalas senyumanku dengan ekspresi tercengang.

“… Tidak mungkin … Tidak mungkin … Aku akan kalah?? Aku yang dikatakan telah melebihi pendahuluku ini akan kalah….. Galeos yang pernah mengalahkan raja pedang manusia ini….”

“Sudah merasa kalah? Sepertinya kau lebih lemah dari apa yang aku kira ya….”

“Ap…!?”

“Aku tidak butuh makhluk yang cuma bisa melarikan diri kesana kemari dan memanggil sampah…. Yah lagipula kalau aku memasukan mu dalam ruang paralel kau akan langsung mati…”

Aku menghela nafas.

“Yosh… Meskipun pesta ini sedang seru-serunya, ini barulah pembukaan….  Kalau begitu, sebagai acara terakhir, mari jadikan tubuh itu……”

Aku memilih salah satu orang-orangan dan kemudian membuka gerbang.

“…..sebagai hiburan untuk para bawahanku dan kita tutup pesta ini…..”

[Summon —— Mizuchi]

Dari ruang yang terdistorsi munculah sesosok makhluk bertubuh panjang dan tebal. Sosok itu ditutupi sisik berwarna biru kehijauan, dan tubuh besarnya itu membengkak dan naik kelangit.

Makhluk itu mirip dengan ular. Namun itu sangat tidak bisa disebut sebagai ular. Di bawah hidungnya yang cukup panjang, terlihat taring-taring yang tersusun. Dua kumis yang seperti tali tebal. Dikepalanya ada rambut putih yang berkibar tertiup angin, dan disela-sela rambut itu terlihat tanduk.(Shenlong kah?)

Mizuchi membalikan tubuhnya dan meluncur menuju Akuma itu. Rahangnya terbuka seolah ia akan memakan mangsanya. Mata Galeos pun terbelalak dan penuh keputus asaan.

“Apa-apaan ini…. Apa ini…. Tidak mungkin…. Bahkan raja Iblis saja… tidak bisa… tidak bisa menjinakan Dragon seperti itu…!”

“Bukan Dragon….”

Taring Mizuchi menangkap Galeos. Dia membawa tubuh Akuma itu keudara, mengunyahnya beberapa kali dan kemudian memasukannya kedalam perutnya. Aku bergumam kecil untuk pria Akuma itu yang mungkin tidak bisa mendengarku lagi.

“Itu naga tahu…..”

TL Note : Dragon dan Ryuu(Naga) disini berbeda. Semacam naga itu untuk Shenlong, dan Dragon itu untuk Veldora.
Mulai sekarang dan seterusnya ane akan sebut tempat penyimpanan Ayakashinya Seika dengan nama ‘ruang paralel’

Note :

*Waterfall Technique
Sebuah teknik yang menghasilkan air dalam jumlah sangat besar dengan elemen air dalam bentuk air terjun.

*Ash Flower Technique
Sebuah teknik memunculkan logam Natrium menggunakan elemen logam, dan menyatukannya dengan air untuk menghasilkan ledakan. Logam Alkali termasuk Natrium memiliki reaksi yang kuat jika dicampurkan dengan air. Ledakan itu akan berwarna kuning sesuai dengan warna Nyala Natrium. Air yang terciprat akan menjadi basa kuat alkali dan dapat membuat kulit meleleh. Nama teknik ini diambil dari makna kata Alkali yang berasal dari bahasa Arab yang berarti abu rumput.

Terima kasih telah mampir….

 
Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.01 - Ch.22. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

13 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 22”

  1. Bahamut says:

    Maseki gurume min

  2. Ryu says:

    Uuu apdet juga

  3. rachman says:

    mending tetep pake Ryuu min takut ny ntar ad ras Naga d ini novel. ras manusia setengah ular d overlord nyebut ny Naga bukan Lamia barang kali ini novel sama nyebut ras setengah ular ny Naga (ane gx tau jga c beda ny Lamia ama Naga
    )

  4. Rachmana says:

    min mending sebut ny tetep Ryuu barang kali ras setengah ular d sebut ny Naga (kya d overlord) bukan Lamia

  5. Ran says:

    Min mending d sebut ny tetep ryuu barang kali ras setengah ular d panggil ny Naga kya d overlord

  6. Kiruru says:

    Min kok mengandung unsur sara min.. ada islam”nya..

  7. Denny permana says:

    Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *