Chapter 23 ~ Onmyouji terkuat, Merayakan Keberuntungan

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 23 di Kurozuku.

8 Sep 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

“Sekarang, kita tinggal mengembalikan Mizuchi dan selesai… Loh? Ah.. Hei!!”

Mizuchi yang baru saja menelan Galeos itu mengamuk diudara. Keracunan makanan?? Tidak, bukan itu…. dia mencoba untuk melarikan diri.

“Sial…. Makhluk ini…. Tenang dan kembalilah!!”

Aku menerbangkan beberapa shikigami dan memaksanya untuk turun.  Aku membuka gerbang dan akhirnya aku berhasil mengembalikan makhluk besar itu kembali keruang paralel. Aku pun menghela nafas lega.

“Seika-sama~”

Dari pohon terdekat muncul sosok Yuki sang rubah putih berlari mendekatiku. Aku menunggunya sampai menaiki kepalaku, dan kemudian aku berkata.

“Maaf ya Yuki… Apa aku meninggalkanmu sewaktu aku bertukar tempat tadi??”

“Kalau itu tidak apa-apa, tapi Yuki merasa tidak akan berguna, jadi aku sembunyi saja…”

“Aku benar-benar melupakanmu loh…. Harusnya kamu bilang dulu….”

“Itu juga juga cuma intuisi Yuki saja… Aku juga tidak apa-apa, daripada itu, apa ini tidak apa-apa??”

Yuki bertanya dengan cemas.

“Untuk lawan seperti itu anda sampai menggunakan tiga orang-orangan penukar tubuh….”

“Yah awalnya aku memang ingin mencoba tiga atau empat kali mati untuk memastikan fungsinya…Jadi kurasa ini masih sesuai rencana….”

“Begitu ya… Jadi bagaimana hasil nya?”

“Luar biasa…. Aku tidak menyangka teknik itu akan berufngsi sampai seperti ini…. Sepertinya memang berbeda kalau aku menggunakan gigi utuh sebagai medianya, meskipun itu hanya gigi susu…”

Untuk dapat menggunakan teknik yang memindahkan cedera atau penyakit kepada orang-orangan membutuhkan satu bagian tubuh tertentu dari target. Aku biasanya menggunakan rambut, namun kali ini aku mencoba mengulek halus salah satu gigi susuku dan memasukannya kedalam orang-orangan.

Dikehidupan sebelumnya aku juga melakukan hal yang sama menggunakan gigi tetapku, namun sepertinya karena aku terlalu berhemat dan membaginya ke beberapa bagian, aku jadi tidak bisa hidup kembali sesempurna kali ini.

“Meskipun untuk percobaan tadi aku sudah memakai beberapa lembar, aku masih punya lebih dari 10 lembar lagi jadi tidak masalah… Lagipula mulai dari sekarang aku tidak berniat untuk mati dengan mudah….. Tapi…. Sepertinya aku telah membuang Hitogata yang lain  ya…”

Aku menggunakannya untuk menghentikan pendarahan atau menembak jatuh… entah sudah berapa banyak yang aku gunakan.

Tidak mungkin aku bisa membuat kertas di Akademi, jadi aku tidak ada pilihan lain selain membeli bahan-bahan membuat Hitogata…

Ketika melihatku menghela nafas, Yuki berkata kepadaku.

“Kalau mau mati, kenapa tidak cari timing yang tepat? Kenapa dari awal tidak mengeluarkan Mizuchi, tidak, mungkin Gyuuki atau rokubi??”

“Yah…. Ini adalah kesempatan pertamaku setelah aku bereinkarnasi kemari…. Aku ingin mencoba melawannya dengan kemampuanku sendiri tahu….”

“Haah~, memangnya menyenangkan??”

“Yah lumayan, aku juga bisa mencoba beberapa teknik sih…. Tapi memang sepertinya telah melemah ya… apalagi…. Aku tidak menyangka cuma Mizuchi saja sudah berani membantah perintahku…..”

Sebenarnya itu membuatku sedikit shock. Tapi apa boleh buat. Memang jika dibandingkan dengan kehidupanku sebelumnya aku jauh lebih lemah. Cadangan Hitogata ku juga tidak lebih dari 1/10 jumlah yang aku punya di kehidupan ku sebelumnya, begitu juga dengan Ayakashi yang aku segel. Sukuna sang Fierce god yang menjadi kartu andalanku sudah dikalahkana, bahkan Rairyuu dan Karyuu yang merupakan naga tingkat tinggi yang dapat mengendalikan cuaca juga semuanya dirampas oleh anak itu. Dan saat ini, Mizuchi adalah kekuatan terbesarku. Benar-benar menyedihkan.

Meskipun aku bersyukur aku dianugerahi dengan kekuatan kutukan yang luar biasa, namun karena tubuhku ini masih berkembang, aku masih kekurangan banyak hal.

Meskipun aku tidak apa-apa tidak menjadi yang terkuat, setidaknya aku ingin mendapatkan kembali kekuatanku yang sebelumnya. Jika tidak aku akan terus khawatir. Aku harus lebih bersemangat.

Yuki melanjutkan kata-katanya.

“Memang benar sih saat ini Seika-sama paling terlihat bersenang-senang sejak memanggil Yuki kemari….”

“……”

“Seika-sama?”

Ketika aku mencoba memikirkannya. Sepertinya…. Aku terlalu semangat ya. Sepertinya…. Aku merasa sedikit malu.

“…. Yuki, semua yang terjadi hari ini jangan kau ceritakan pada siapapun loh….”

“……? Ya tentu saja”

Yuki melanjutkan perkataannya.

“Oh Iya, Seika-sama juga tadi membacakan sajak ya? Keren!! Yuki jadi ingin mendengar sajak percintaan di kehidupan anda yang dulu!!”

“Hentikan……”

****

Ketika aku kembali ke Auditorium, aku mendengar suara ribut dari dalam. Meskipun masih banyak orang, kepanikan sudah reda dan ketika aku memasuki pintu, tidak lama kemudian aku menemukan Ifa.

“Ah, Seika-kun! Kamu pergi kemana?”

“Yah ada urusan sedikit. Apa disini tidak apa-apa??”

“Uh, ya. Seperti yang Seika-kun katakan, senua Demon sudah berhasil ditaklukan…. Meskipun ada yang terluka….”

Aku melihat-lihat kondisi tempat ini. Tiga tubuh Lesser Demon sudah terbaring dibawah cahaya lampu. Tubuh itu terlihat seperti dibakar atau ditusuk dengan pedang besar yang sepertinya mustahil dibawa oleh manusia. Sepertinya pertarungan juga baru saja selesai.

Setelah mengalahkan Galeos aku sempat mengkhawatirkan tentang mereka tapi syukurlah mereka ini tidak meledakan diri atau semacamnya. Apa boleh buat jika ada yang terluka. Meskipun mereka adalah sampah, jika mereka terdesak tindakan mereka akan sulit ditangani.

Lalu disalah satu mayat Demon itu, aku melihat sosok gadis berambut merah yang berdiri diatasnya. Dia bermandikan cipratan darah, dan para siswa juga sedang memperhatikan dirinya yang menaik turunkan pundaknya sambil menusukan pedang miliknya ke tubuh Lesser Demon itu. Pandangan mereka penuh kekaguman.

Jangan-jangan…..

“Amu-san…. Dia mengalahkan salah satu demon itu…. sendirian….”

Suara Ifa terdengar sedikit bergetar. Begitu ya…. Pantas saja aku seperti akrab melihatnya. Itu bagaikan diriku di kehidupan sebelumnya.

Hero ya….. Bagus juga….

Aku berusaha menyembunyikan bibirku yang hampir tertawa.

“Ifa,  aku akan kembali ke asrama duluan ya….”

“Eh? Seika-kun??”

Aku berbalik, aku menjauh dari ruangan penuh cahaya itu, dan berjalan di lorong yang gelap.

“Seika-sama…?”

Yuki memanggilku dengan suara yang cemas, namun aku tidak berniat menjawabnya. Aku datang ke Akademi sihir ini adalah untuk mencari seseorang. Kupikir aku akan menemukan seseorang di tempat yang dipenuhi bakat dari berbagai tempat berkumpul. Tapi tidak kusangka. Aku tidak menyangka akan menemukannya secepat ini. Sosok yang akan menjadi yang terkuat.

“……Yuki, sepertinya dikehidupan ini aku sangat diberkahi keberuntungan ya….”

Dunia inni sebenarnya bergerak dengan menggunakan kekerasan. Apa yang dikatakan Galeos itu tidak lah terlalu salah. Namun jika kelinci mati maka akan direbus, paku yang menonjol akan dipalu.

Bahkan jika seseorang bisa menjadi kuat, aku akan terbawa arus, dikalahkan, dan dihancurkan pada akhirnya. Itu adalah yang aku alami sendiri dikehidupan sebelumnya.

Jadi aku memerlukannya. Sosok yang akan menjadi yang terkuat menggantikan diriku. Seperti para pejabat yang memiliki hubungan dengan ku dan memiliki wajah sombong di pengadilan waktu itu, Aku pasti akan mendapatkan banyak keuntungan jika aku berdiri dibalik sosok terkuat ini.

Ifa tidak memiliki cukup kekuatan. Namun, jika itu Hero, kurasa itu cukup. Aku akan berteman dengannya. Teman yang dapat ia percaya. Dirinya mungkin akan dihancurkan pada akhirnya. Namun diriku, dikehidupan ini mungkin akan cukup dengan merasa sedih saja.

Di kehidupan ini aku akan bisa bahagia. Aku menahan senyuman diwajahku. Mungkin saja akan ada ras iblis yang datang menyerang lagi, tapi tidak apa-apa Amu. Aku akan menjadikan mu yang terkuat meski harus mengalahkan raja iblis sekalipun.

 

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

5 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 23”

  1. SonzaiX says:

    Jadi, raja iblisnya siapa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *