Chapter 05 ~ Onmyouji terkuat, Menggunakan sihir (Akhir)

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 5 di Kurozuku.

17 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Ayahku di kehidupan saat ini terdiam menatapku.

Blaze Lamprouge. Kepala keluarga Earl Lamprouge saat ini.  Pada awalnya karena memilki prestasi dalam bidang penelitian sihirnya keluarga, Lamprouge ini diakui oleh negara dan diberikan gelar kebangsawanan, lalu sejak saat itu sudah mencetak beberapa penyihir ternama. Blaze juga nampaknya adalah seorang peneliti sihir hebat sebelum ia menjadi kepala keluarga. Bahkan saat ini dia terkadang meninggalkan rumah untuk mengunjungi beberapa fasilitas penelitian di seluruh negeri. Terlebih dia juga sangat ahli dalam pertempuran sihir dan bukan sekali dua kali dia mendapat tawaran untuk menjadi penyihir Istana. Namun aku masih tidak tahu seberapa hebatnya itu.

Sewaktu aku masih berada di asrama Onmyou, mungkin itu sudah seperti Penyihir Istana, namun rekanku kebanyakan adalah orang-orang yang bahkan tidak bisa mencukupi kepuasannya sendiri.

“Hei Seika! Apa yang barusan kau katakan!! Memangnya orang  yang tidak punya energi sihir seperti mu bisa apa dengan melihat latihan???”

“Boleh saja…”

“A-ayah???”

“Tapi kau hanya boleh melihat, jika kau menerima itu, cepat bersiap-siap…”

Dihadapan Grey yang terpaku, aku pun tersenyum.

“Terima kasih…Ayah. Aku sudah siap…”

****

Di lokasi yang agak jauh dari mansion, ada sebuah lahan yang digunakan oleh keluarga Lamprouge sebagai tempat berlatih sihir. Meskipun dikatakan tempat latihan, hanya ada stan kayu dan batu diatasnya sebagai sasaran. Kediaman keluarga Lamprouge ini sendiri berada cukup jauh dari kota dan berada di kagi gunung kecil.

Grey mengatakan bahwa suatu hari nanti dia akan memburu monster-monster yang tinggal di pegunungan dan mendapatkan pengalaman nyata….. Pokoknya, sepertinya memang membuat suara keras diarea ini tidak akan mengganggu orang.

“Kita mulai dari Luft….”

“Baik ayah…”

Kakak ku Luft memegang tongkatnya dengan wajah penuh ketegangan dan mengarahkan ujung tongkat itu kearah batu sasaran.

“Lonjakan Hijau! Berkumpulah para roh dan lepaskan amarah kalian sebagai bilah!!” (TLN: ini mantera, jangan bully kalau aneh)

Bersamaan dengan kalimat itu, energi sihir mengalir ke tongkat yang dipegang oleh Luft.

“Wind Edge!!”

Angin yang keluar dar tongkat itu melesat dan menghantam batu sasaran. Jika dilihat lebih dekat, terdapat sedikit goresan pada batu itu.

“Cukup stabil ya… Powernya juga sudah merupakan yang tertinggi…. Kurasa kamu mungkin bisa mencoba sihir tanpa rapalan….”

“Baik!”

Mengesampingkan kakak pertamaku yang sedang bahagia, aku larut dalam pikiranku. Sihir yang mempengaruhi benda secara langsung. Sepertinya keberadaannya cukup mirip dengan teknik sihir yang ada dikehidupanku sebelumnya.

TLN: Jadi di novel ini akan berbeda antara Majutsu, dan Mahou (sama-sama sihir). Dan yang digunakan oleh MC adalah Jujutsu(teknik kutukan).

Termasuk sihir di pertempuran, cara mempelajari dan asumsi bahwa harus mengenai musuh secara langsung ini yang menjadi perbedaan besar. Berbeda dengan kehidupanku sevelumya dimana kutukan dan ramalan mengambil peran besar di setiap negara. Sihir disini lebih seperti seni bela diri. Bagaimana mengatakannya…. Mubazir.

Dan juga satu hal lain yang menarik perhatianku adalah mantera itu bersifat normal. Terkait bahasa pada dasarnya aku tidak merasa ada masalah… namun…. bagaimana ya… mendengarnya saja sudah membuatku merasa malu. Mereka kok bisa baik-baik saja ya??

“Selanjutnya, Grey. Cobalah…”

“Baik!”

Grey berjalan penuh semangat dan mengangkat tongkatnya seakan menganggap remeh.

“Terbakarlah Merah!! Wahai roh Api dan penguasa belerang! Hembuskan lah nafas dan alirkan kemarahanmu sebagai Bola api!!! Fire Ball!!”

Bola api merah menyala melesat dari tongkat Grey. Bola api itu menghantam batu dengan kuat…. dan langsung menghilang. Sudah wajar jika batu tidak akan terbakar.

“Bagaimana, Ayah!!”

“Gray, kenapa kau tidak menggunakan sihir angin seperti Luft!?”

“Uh, itu……”

“Memang bagus jika kau mempelajari sihir baru…. Namun teknik mu masih kasar…. Bukankah sudah kubilang untuk menguasai satu teknik dulu??”

“Baik……”

“Belajarlah untuk menjadi tekun seperti Luft… Kemampuanmu tidaklah buruk… Jika kau tidak bermalas-malasan mungkin kau akan menjadi penyihir dengan dua elemen…”

“Baik Ayah!!”

Mengesampingkan Grey yang tidak terlihat menyesal, aku kembali larut dalam pemikiranku.

Hmm … Apakah itu sama dengan membakar energi kutukan, ah bukan energi sihir murni?? Selain itu tidak efisien cara itu tidak memiliki kekuatan fisik dan sulit untuk mengontrol penyebaran api. Bukankah lebih baik jika menggunakan panah yang dibakar? Yah mungkin saja hanya Grey saja yang payah dan seharusnya teknik itu memiliki dampak yang lebih besar.

“fuufu… oh ya! Seika!! Kau juga cobalah!!”

Grey yang menjadi percaya diri tiba-tiba mengatakan itu.

“Oy Grey…!”

“Pasti membosankan bukan hanya melihat dari situ?  Mumpung ayah sedang melihat, aku akan meminjamkan tongkatku, jadi bagaimana jika kau sedikit menunnjukan darah keluarga Lamrougee mu??”

Mengabaikan protes dari Luftm Gray memaksaku dengan tongkatnya,

Mengabaikan pengekangan Luft, Gray berjalan kearahku dan menekanku dengan tongkatnya. Sepertinya dia sedang menantikan untuk menertawakanku ketiika aku tidak bisa melakukannya.  Orang ini benar-benar memiliki karakter yang buruk.

“…. Baiklah… Akan aku coba….”

Aku berjalan melewati Grey dan berdiri dihadapan target. Sejujurnya aku tidak ingin menunjukan kekuatan kutukan ku saat ini. Jika aku terlalu mencolok aku akan mudah dijadikan musuh. Karena itu, mungkin di dunia ini orang yang kuat akan lebih mudah mati. Meskipun aku sudah menjadi orang terkuat aku tidak bisa terlepas dari kenyataan itu.

Namun jika tetap menjadi orang lemah maka kau akan banyak  kehilangan. Hal itu juga merupakan kenyataan. Sepertinya cukup tidak nyaman juga jika aku terus dianggap bodoh. Jadi ini akan menjadi kesempatan bagus bagiku untuk menunjukan kekuatanku.

“….Hah~ Buat apa kau bersiap-siap begitu… dasar tidak punya energi sihir…”

Grey mengatakan itu dibelakangku, namun aku hanya berfokus pada kekuatan kutukanku. Karena aku sedang di tonton seperti ini, sepertinya aku tidak bisa mengeluarkan segel ataupun lembaran mantera, namun aku mungkin masih bisa melakukannya. Aku melapalkan mantera dalam hatiku. Lalu aku menggambar segel didalam pikiranku.  Aku memanggil api dan tanah. Karena akan merepotkan jadi aku akan meringkasnya dengan nama mantera di dunia ini.

“———Fire Ball!!”

<<Fire and Earth Phase —— Demon Fire Technique >>

Muncul bola api besar berwarna biru dari tongkat, atau lebih tepatnya ruang kosong di depan tongkatku. Dan bola api itu melesat dan langsung menghantam batu.

Dan membuatnya meledak dengan luar biasa. Tempat latihan pun menjadi hening. Diujung pandangan semua orang ada sebuah batu yang telah tersisa setengahnya serta kepulan asap dari bara yang tersisa.

Gawat… Sepertinya aku sudah berlebihan.

“Apakah itu….Fireball …?”

“Tanpa rapalan…. Dan juga kekuatan itu…. dan juga sepertinya apinya terlihat berwarna biru….”

Ditengah keterkejutan kakak-kakak ku itu, aku menjadi tegang. Teknik Phase Onmyou adalah teknik yang aku buat dengan dengan menggabungkan lima elemen dunia, kayu, api, tanah, emas, dan air bersama dengan elemen Yin dan Yang (TLN: cahaya dan kegelapan) yang akan membuatku memanggil ketujuh elemen ini dengan bebas.

“Demon Fire Technique” yang sering aku gunakan di kehidupanku sebelumnya adalah teknik sederhana yang memanggil gumpalan fosfor yang merupakan elemen tanah dan menyalakan api kedalamnya. Namun sepertinya jumlah fosor nya terlalu banyak sehingga menyebabkan batu itu hancur karena ledakan dan terbakar.

Selain itu sepertinya potongan batu itu memiliki inti yang merupakan campuran kuarsa jadi pantas saja jika terbakar ketika batu itu meledak dan pecah menjadi serpihan. Dan aku benar-benar melupakan soal reaksi nyala api… seharusnya aku setidaknya membuat warnanya lebih terlihat alami dengan mencampurkan asam atau garam kedalam nya.

Ini mengerikan.

“Seika”

Ayah ku di kehidupan ini memanggilku dengan suara yang tenang.

“Coba lakukan sekali lagi dengan menargetkan batu di sebelahnya….”

“…. Baik Ayah”

Yosh! Setidaknya mari kita batasi kekuatan untuk yang satu ini.

“——Fire Ball!!”

Dan lagi-lagi bola api berwarna biru melesat. Bersamaan dengan suara dentuman yang keras. Dan lagi-lagi menghancurkan batu target.

“Looh???”

Meskipun sudah lebih baiik dari sebelumnya namun masih tidak terlihat adanya perubahan. Sepertinya tubuh ini masih belum terlalu bagus untuk mengontrol energi kutukan dengan baik. Aku harus segera memperbaiki ini.

“Ayah…. A-apa artinya ini?? Seika tidak punya energi sihir…. Bukannya seharusnya dia tidak bisa menggunakan sihir??? Apa jangan-jangan kekuatan sihir ku yang luar biasa masih tertinggal di tongkatku??”

Grey mengatakan itu sambil menatap ayahnya. Mana mungkin ada alasan yang seperti itu.

“Ada kasus orang dapat menggunakan sihir meskipun tidak memiliki energi sihir dari lahir… Dan juga tergantung dari kekuatan sihir seseorang karakteristik api yang dikeluarkan juga akan berbeda….”

“Ayah…”

Aku memanggil ayahku.

“Aku juga ingin belajar sihir seperti kakak-kakak…”

Meskipun ada sedikit kesalahan dalam perhitungan, ini adlah kesempatan yang bagus. Jika ayah tahu aku bisa menggunakan sihir mungkin dia juga akan mengajariku.

Namun, ayahku menggelengkan kepalanya.

“Tidak boleh…”

“……Kenapa?”

“Memang ada kasus dimana orang yang tidak memiliki energi sihir dapat menggunakan sihir, namun tidak pernah terdengar ada yang bisa menjadi penyihir…. Jadi percuma kau mempelajarinya…”

“….”

“Seika… Mulai tahun ini kamu akan memiliki tutor home schooling sama seperti kakak-kakak mu… Fokuslah dalam belajarmu…”

“…. Baik ayah…”

Setelah itu Ayahku itu menoleh kearah kedua kakak ku.

“Kalau sudah seperti ini latihan hari ini sudah selesai… Aku akan mengatur untuk membuat target yang baru… Jadi sampai saat itu tiba kalian harus berlatih sendiri dengan giat…”

Setelah mendengar jawaban dari kedua kakakku itu, Ayah pun pergi. Luft mengikutinya. Sedangkan Grey menghampiriku dan merebut tongkatnya dari tanganku dan mengejek ku sebelum pergi.

“Jangan terlalu pede kau! Dasar produk gagal tanpa energi sihir!!”

Lalu ia berlari mengejar kakaknya. Dan aku ditinggal sendirian. Benar-benar waktu yang sangat berharga. Aku bisa memahami tentang sihir dan juga tentang tantangan yang ada untuk diriku. Dan juga kenyataan bahwa aku akan mendapatkan tutor juga membuatku merasa senang. Karena ada batasan yang bisa aku pelajari dari buku yang biasa aku baca.

Latihan sihir… Ah sudahlah. Jika aku melepaskan Shikigamiku aku juga bisa mempelajarinya.

 

Catatan penulis :

Demon Fire Technique:
Sebuah teknik untuk membakar fosfor putih yang mudah tersulut api dan menembakannya. Ketika fosfor terbakar maka akan terjadi reaksi nyala api berwarna biru muda.

 

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

6 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 5”

  1. Yusuf says:

    Min kok ini udh loncat 6 aja?

  2. jio says:

    tambah lagi dong min hehe

  3. Franya says:

    Pengen disantet tuh bocil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *