Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 9
~Onmyouji terkuat, Menitipkan Hitodama pada Gadis Budak~

 

Selamat Membaca….

Ifa pun menjadi kebingungan.

“Eh … apa? Tentang apa?”

“Sebenarnya aku pernah beberapa kali melihat Ifa mengejar-ngejar sesuatu seperti roh binatang atau semacamnya…”

“Apa Seika-kun juga bisa melihat mereka???”

“Begitu lah….”

Meskipun dalam kasusku ini adalah bawaan lahir, namun pada dasarnya untuk sekedar dapat melihat posisi roh saja itu dapat dicapai melalui pelatihan.  Namun ini adalah hal yang berbeda.

“Tapi bukan cuma itu kan??”

“…..”

“Aku tahu kamu dapat melihat lebih dari apa yang aku lihat kan?? Ifa, selain roh, apa yang kamu lihat??”

“…… Hebat ya, Seika-kun… Bisa tahu tentang itu…. Ibuku yang sudah meninggal mengatakan bahwa aku harus menyembunyikan tentang ini…..”

Ifa kemudian menggapai sesuatu di udara. Tentu saja aku tidak melihat ada sesuatu disana.

“Ini pasti namanya Seirei….”

“Seirei……”

“Ya… yang sering muncul dalam dongeng itu….”

TLN : Jadi yang bisa dilihat oleh Seika itu Reikon(霊魂) kalo yang dilihat Ifa itu Seirei (精霊), sama-sama roh, lebih tepatnya Seirei itu roh suci.  

“…Seperti apa bentuknya?”

“Bulat, bentuknya tidak jelas, dan terkadang memiliki sayap kecil… Tapi kadang kadang ada juga yang terlihat seperti hewan kecil loh…. Ada yang seperti burung, kadal, ikan, tikus mondok…. Mungkin mereka itu yang memiliki kekuatan, karena tempat yang ditempati mereka akan terasa hangat, atau angin bertiup kencang….. Sepertinya memang tidak bisa dipercaya kan…”

“Tidak…. aku percaya kok…”

Di kehidupanku yang sebelumnya aku pernah merasakan keberadaan sesuatu yang berbeda dari roh atau Ayakashi.

Aku pernah bertemu seorang pengguna kutukan dari Celtic yang merupakan ras Druid, dan dia membawa sebuah tongkat khusus yang dibuat dari Mistletoe. Menurut apa yang dia katakan, di dalam tongkatnya itu ada Seirei. Memang aku bisa merasakan adanya kekuatan disana, namun aku sama sekali tidak bisa melihat wujudnya.

[Apa orang sepertimu tidak bisa melihatnya?? Sosok seperti gagak ini berwarna biru muda?]

Aku tidak merasa perkataan kaget itu seperti bohongan. Ternyata di dunia ini juga ada ya? Apakah itu seperti roh yang merupakan sisa-sisa makhluk hidup, atau seperti Ayakashi yang tidak membutuhkan tubuh hidup, atau malah sebuah keberadaan yang sama sekali berbeda?

Mohon maafkanlah Zara atas segala kehilapannya…

“Sepertinya ibumu memang bijak ya… Aku tidak mengira akan ada hal baik jika orang disekitarmu mengetahuinya….”

“…. Kalau bukan Seika-kun mereka juga tidak akan percaya pada perkataan ku…..”

Ah mungkin benar.

“Jangan-jangan kamu bisa menemukan Carbuncle dan pakaian-pakaian ku karena bantuan Seirei ini??”

“Ah, iya…. Anak-anak itu suka berkumpul di dikat energi sihir…. Dan barang-barang yang dimiliki Seika-kun itu…. agak berbeda…”

“Berbeda? Maksudnya?”

“Saat ada barang-barang kepunyaan Seika-kun para Seirei itu bertingkah aneh….  Mereka berputar-putar dengan aneh seolah mereka mabuk oleh sesuatu… Jadi aku langsung tahu kalau barang mu ada disana…”

“Begitu ya….ngomong-ngomong, kalau disekitarku sendiri bagaimana?”

“Kalau itu…. di dekat Seika-kun sama sekali tidak ada, malah mereka seperti menghindarimu…. Biasanya orang dengan kemampuan sihir yang kuat akan selalu di ikuti, seperti tuan… Ini benar-benar sangat misterius…”

Hm? Kenapa ya?? Ah sudahlah….

“Apa kamu bisa menyentuh…. Ah tidak bisa ya, apa mereka mendengarkan perkataanmu??”

“Tidak… mereka adalah anak-anak yang hidup bebas dan tidak terikat dengan manusia…”

“Benarkah?”

“Ya… Ah pernah sekali….”

Ifa mengatakan itu sambil mengingat-ingat.

“Pernah sekali mereka mendengarkan permintaanku…. Saat itu aku sedang menjemur cucian, dan ada banyak yang berbentuk burung bermain di sekitar, dan itu membuat angin sangat kencang dan hampir membuat pakaian tuan terbang terbawa angin, ketika aku berteriak kepada mereka untuk berhenti semuanya langsung kabur…. Yah meskipun mereka segera kembali, namun setelah itu mereka nampak lebih tenang….. Ya cuma itu sepertinya…. Maaf ya itu bukan cerita yang keren….”

“Tidak kok… “

Jadi mereka mendengarkan apa yang dia katakan. Itu adalah faktor penting. Mungkin saja ini bisa digunakan.

“Ifa, maaf bertanya tiba-tiba, apa kamu ingin menggunakan sihir???”

“Yah, itu…. Aku memang senang jika aku bisa menggunakannya…. Tapi itu tidak mungkin…”

Ifa tertawa dengan pasrah.

“Tidak ada Seirei yang mengikutiku… kemungkinannya adalah aku tidak punya energi sihir atau mungkin aku hanya punya sedikit….”

“Tidak… kamu tidak membutuhkan energi sihir….”

Aku membuka gerbang menggunakan orang-orangan ku yang aku siagakan dibelakang ku.

“Kamu tinggal suruh saja mereka melakukan sihir itu….”

[Summon — Hitodama]

Muncul beberapa bola api yang aku ambil dari ruang dimensi lain.  Bola api berwarna jingga itu mengambang di sekitarku. Tapi kok… mereka panas ya…. Menjauhlah sedikit….

TLN : Tau roh di anime yang bentuknya bulat-bulat berapi? Inilah dia…

TLN : Ane pake kata “Ruang Dimensi Lain” untuk terjemahan (位相) yang berarti fase. Ini mengacu pada dunia tempat para Ayakashi bawahan Seika berada.

“Eh? Eh??? Apa ini?? Monster?? Seika-kun…. Kamu dapat dari mana ini semua??”

“Ah… em.. Aku memungutnya…..”

“Memungut!?”

Aku tidak bohong. Dikehidupan ku sebelumnya, aku menemukan mereka mengambang di kuburan. Karena mereka cukup berbahaya karena mudah menyebabkan kebakaran. Aku mendorong mereka menggunakan shikigami, dan mereka pun menurutinya dan mulai melayang kearah Ifa.

“Bisa dikatakan mereka ini monter yang mirip Roh?? Mereka ini bukan tipe yang akan menyerang manusia jadi tenanglah…..”

“Ya.. tapi agak panas ya….”

“Kalau begitu matikan apinya….”

“Eh??”

“Coba kamu minta saja…. Seperti ketika kamu minta kepada Seirei angin….”

“Ya… Baiklah… aku coba….”

Ifa menatap Hitodama itu dan lalu menutup matanya seolah ia sedang berdoa. Kira kira 15 menit sudah berlalu. Tidak ada hal apapun tang terjadi.

“Seika-kun. Apa apinya hilang?”

“Belum hilang….”

“Eh!? Padahal aku sudah memohon berkali-kali….”

Ifa pun melemas.

“Bagaimana jika kamu mengatakan permohonan itu dengan lantang?? Mungkin memang tidak terlalu berefek pada roh tapi mungkin mereka dapat menerima perasaanmu…”

“Baiklah… Menghilang lah… tolong…”

“…..”

“Tolong, menghilang….. Aku memohon dengan sangat…”

“….”

“Benar-benar… tolong… menghilanglah….”

Masih belum hilang.

“Ah cukup!!! Menghilang lah!!”

Dan hilang. Seolah tersiram air, semua kobaran api di bola itu menghilang. Suhu disekitarpun turun dengan cepat.

“Eh? Ah… mereka menghilang!?”

“Mereka ada kok… Nih…”

Saat Ifa mendongak keatas, ia melihat api kecil berkedip kedip di udara.

“Kalian tidak perlu keluar kok…”

Ifa mengatakan itu sambil menatap mereka, dan api mereka semakin meredup.

Ah….

“Bagus ya…. Coba lakukan sedikit lagi…”

Dan satu jampun berlalu. Setelah beberapa kali mencoba mengeluarkan dan menghilangkan Hitodama, akhirnya Ifa mampu mengendalikan mereka tanpa harus menggunakan kata-kata.

“Apa seperti ini?”

“Peningkatanmu cukup cepat juga ya…  Mungkin kamu akan cepat menguasai cara mengontrol arah dan kekuatan nyala apinya…. Itu pasti…”

Dalam hatiku aku merasa puas. Dikehidupanku sebelumnya aku tahu Hantu rubah sering mengendalikan Hitodama. Saat melihat itu aku berpikir bahwa manusia akan bisa melakukan sesuatu seperti itu dan aku melakukan penelitian, namun pada akhirnya aku mencapai kesimpulan bahwa itu mustahil bagi diriku. Karena itu, sejak saat itu aku bertekad untuk menemukan anak yang bisa mengendalikan Hitodama dan mewujudkan hipotesisiku…. Aku tidak menyangka akan secepat ini menemukannya di kehidupanku yang baru.

Dan akhirnya Hipotesisku terbukti. Aku pernah memperjuangkan hal ini sampai aku dikira orang gila.

“Suatu saat nanti kamu akan bisa menggunakan teknik api… Ah salah Sihir elemen api seperti Hantu rubah….”

“Benarkah!?”

“Bukan hanya itu…. Kurasa Ifa akan dapat meminta Seirei yang bisa kamu lihat untuk melakukan apa yang kamu mau…. Seperti seorang puteri dalam dongeng….”

Druid yang ada di kehidupan ku sebelumnya bisa melakukan itu. Jadi itu bukanlah hal yang mustahil.

“Hebat…. Seika-kun tahu segalanya ya…”

“Meskipun bukan segalanya, tapi aku berusaha sekuat tenaga untuk belajar… “

“Aku juga akan berusaha!! Aku pikir aku tidak punya bakat appun, tapi aku mulai percaya diri!! Terima kasih, Seika-kun!!”

Ya.. ya… semangat…semangat… Sepertinya aku juga beruntung. Karena aku bisa menemukan bakat seperti ini tak lama setelah aku bereinkarnasi. Yah mungkin gadis ini sedikit kurang dalam kekuatan, namun lebih baik kita memasukannya ke daftar teman.

“Ah iya, Ifa, apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi ketika keluar dari sihir…”

“Eh ……?”

“Tidak, ini bukan soal kabur….. Kalau misalkan kamu dibebaskan dari budak, apa kamu akan tetap bekerja disini?? Ayah Ifa kan juga seperti itu…. Meskipun sebagai budak, sepertinya memang sulit ya meninggalkan tempat yang sudah lama kita tinggali…. Aku hanya penasaran saja kalau Ifa bagaimana….”

“Aku… ingin pergi keluar…”

Ifa mengatakan itu dengan tegas.

“Bukan berarti aku membenci tempat ini… tapi aku ingin pergi ke berbagai tempat, aku ingin mengetahui berbagai hal, dan aku ingin melihat berbagai benda…. Negeri ini luas sekali bukan?? Jadi agak disayangkan jika aku harus berada disini selamanya… Jika aku bisa bebas…..”

“Hmm… Begitu ya…”

Ifa menjelaskan itu dengan mata yang seolah ia menatap tempat yang jauh. Seperti dugaanku, gadis ini memang pendiam tapi cukup lincah. Mirip dengan diriku dulu… ya kan?

Meskipun diriku tidak terlalu berpikiran positif begini.

“Ah iya iya… Ifa, aku punya urusan lain denganmu…”

“Apa?”

“Mulai sekarang aku akan meninggalkan rumah cukup sering…. Jadi aku harap kamu bisa mentutupi hal ini kepada semua orang…. Semacam katakan saja aku sedang tidak enak badan dan tidur dikamarku??”

“Ah… Iya… Bisa saja….”

“Aku harus pergi sendirian kesana kemari dan melihat berbagai tempat…. Dan aku tidak mau ada gangguan dari kakak ku Grey itu… Jadi tolong ya….”

Ifa pun mengangguk setuju. Dengan ini urusan ini. Mari kita mulai persiapannya besok. Dia mengatakan harus segera kembali, dan aku pun menempelkan Shikigami pada Ifa yang berlari ke mansion. Itu adalah orang-orangan yang bisa menggunakan teknik air.

Tentu saja itu untuk berjaga-jaga untuk memadamkan api jika nanti terjadi kebakaran. Akan merepotkan jika Mansion ini terbakar karena Hitodama.

Terima kasih telah mampir….

 
Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.01 - Ch.09. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

7 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 1 Chapter 9”

  1. Bahamut says:

    Min, bukannya hari jum’at gilirannya shoukan sareta kenja?

  2. psp06 says:

    Msh nunggu update shoukan sareta nih min

  3. jio says:

    uwuuuu joss

  4. Kzhy says:

    Anjenk… Zara ga tuh

  5. Ran_vel says:

    setau ane seirei itu sudah dari lahir roh, sedangkan reikon awal mahluk hidup terus meninggal. maaf klo salah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *