Chapter 33 ~ Onmyouji Terkuat, Tiba di Ruang Boss

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 10 di Kurozuku.

2 Nov 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Kira-kira setelah beberapa lama berjalan, kami tiba di sebuah ruangan.

“Apa itu …”

Di dalam sebuah ruangan yang memiliki pintu besar terbuat dari tembagaa itu terdapat seekor ular besar sedang melingkar. Seekor ular bersisik hitam dan bertubuh besar seperti sebuah pohon raksasa. Namun bagian atas tubuh ular itu mirip dengan manusia.

Meskipun kulitnya juga berwarna hitam seperti sisiknya, namun baik kulit maupun tangannya mirip dengaan manusia. Namun bagian kepalanya tetap sama dengan ular. Hawa keberadaannya sama seperti layaknya seorang dewa yang mengabdi pada roh jahat. Ditangan yang besar itu memegang sebuah pedang besar, namun kedua mata ular itu terpejam.

Apa dia tertidur??

“Itu Naga….”

TL Note: Dari RAW nya juga dibaca Naga.

Amu yang ikut mengintip dari celah pintu berkata demikian.

“Aku juga baru pertama kali melihatnya… Mungkin dia adalah bos dungeon ini….”

“bos?”

“Semacam Sosok Inti dari Dungeon ini atau hanya sekedar monster yang melindungi inti dari dungeon ini….”

“Begitu ya….”

Jadi intinya jika kita bisa mengalahkannya maka dungeon ini berhasil ditaklukan, begitu ya?

“Apa mungkin jika kita mengalahkan bos itu nanti akan muncul semacam jalan keluar??”

“Untuk dungeon yang terus menuju ke bawah itu mustahil… tapi aku merasa sepertinya tempat ini selalu datar… Mungkin saja tempat ini merupakan reruntuhan sesuatu situs…. Jadi mungkin saja….  Di bagian dalam ruangan ini juga sepertinya ada sebuah lorong…”

“Yosh… Kalau begitu…..”

“Tapi menurutku sebaiknya kita mundur saja….”

Amu menahan kata-kataku.

“Kenapa?”

“Naga itu adalah lawan yang cukup kuat…. Untuk party enam orang maka dibutuhkan semua petualang kelas 4, jika hanya empat orang maka setidaknya butuh petualang kelas 3 atau malah lebih tinggi…. Apa lagi aku belum pernah dengar tentang Naga berwarna hitam… Biasanya mereka berwarna seperti pasir… dan terkadang ada yang berwarna merah dan menghembuskan api…  Kurasa makhluk yang di sana itu memiliki semacam kemampuan khusus atau sejenisnya…. Akan sulit jika kita tidak tahu kemampuan apa yang dia punya itu….”

“…”

“Kita kembali saja… Harusnya masih ada pintu keluar lain… Jadi lebih aman jika kita mencari jalan lain….”

“Kurasa itu tidak bisa Amu… Kita ini tidak memiliki persiapan untuk menghabiskan waktu dan melakukan penjelajahan gua ini… Justru ini adalah sebuah keberuntungan karena kita sampai di ruangan ini saat kita masih memiliki tenaga yang cukup….”

“…”

“Kita kalahkan makhluk itu…. Meskipun kita nanti tidak menemukan jalan keluar, jika kita menghancurkan inti dungeon ini kita tidak perlu khawatir lagi tentang adanya monster….”

“Seika…. Apa kau punya kepercayaan diri bisa mengalahkan makhluk itu??”

“Jika bersama Amu….”

Tiba-tiba Amu menunduk dan kemudian tertawa kecil.

“Baiklah… Tapi jika nanti kelihatannya mustahil, kita harus lari… Mengerti??”

“Aku ini pandai dalam melarikan diri kok…. Kalau sudah saatnya untuk melarikan diri katakan saja padaku….”

Benar. Aku bisa saja melarikan diri kapan pun.

Amyu mencabut Blade-staff miliknya dari sarungnya.

“Aku akan berhitung sampai tiga baru kita masuk…. Saat kita memasuki ruangan itu seharusnya Naga itu akan bangun….Sebelum dia bangun dengan sempurna kita akan menembakkan sihir….”

“Baik…”

Lagipula aku bisa menggunakan segel dam mantera tanpa batas.

“Satu… Dua….”

Aku mulai melayangkan hitogata .

“tiga!!!!”

Amu menendang pintu besar itu dan berlari masuk.

Mata ular  milik sang Naga pun terbuka. Ia merentangkan tangan yang tadi memegang pedang dan menatap tajam kepada Amu yang menjadi penyusup.

[Ki no Ai ——— Kui-Uchi No. Jutsu]

Pilar-pilar pohon toneriko melesat dan mementalkan pedang yang ada di tangan kiri Naga. Lalu hantaman kedua dan ketiga mengenai bagian dada dan perutnya sehingga membuatnya terhuyung-huyung. Sesuai dugaan tenaganya berbeda jika aku melakukannya dengan serius.

Namun…..

“…Dangkal sekali….”

Itu tidak menjadi damage yang menjanjikan.

Naga itu mengeluarkan pilar yang menancap di dada dan perutnya menggunakan tangan kiri dan kali ini ia mengarahkan mata ularnya itu ke arahku.

“Jangan lihat-lihat yang lain!!”

Seketika Amu menembakan bola api ke arah kepala ular itu. Dan makhluk itu pun terhuyung-huyung kepanasan. Lengan kanannya yang besar itu mengayunkan pedangnya dan Amu menangkisnya dengan kekuatan luar biasa. Lalu dia menembakkan sihir kearah monster itu.

Oh?? Aku jadi bebas ini….

[Ki no Ai ——— Kui-Uchi No. Jutsu]

Pilar kayu besar menyerang Naga yang tengah dibuat sibuk oleh Amu. Dan pilar itu menancap satu persatu di bahu dan tenggorokannya. Kali ini nampaknya sedikit berpengaruh.

Begitu ya…. Jadi inilah gunanya garis depan…

Karena Amu selalu menarik perhatian monster itu, aku jadi mudah menggunakan teknikku bahkan selama pertempuran. Bahkan di kehidupanku sebelumnya jika pengguna teknik bekerja sama dengan Youkai mereka maka akan mudah dalam melakukan pertempuran.

“Awas!! Ada sesuatu yang datang!!”

Ketika aku menoleh, Naga itu sedang menggembungkan dadanya. Ia meregangkan tubuh bagian atasnya dan kemudian sejenis cairan menyembur dari mulut ular itu.

Amu berguling-guling untuk menghindarinya sedangkan aku mundur dan menjauh untuk menghindarinya. Namun bagian lantai yang terkena cairan itu larut dan kemudian asap mengepul.

Apa itu sejenis Asam yang kuat??

Ohhh….

Pedang besar itu mengayun ke Amyu yang kehilangan keseimbangan tubuhnya. Namun sebuah pilar pohon toneriko segera memblokir pedang itu. Naga itu mengalihkan perhatiannya kepadaku dan mencoba mendekat, namun Amu menahannya menggunakan sihir angin miliknya.

“Amu! Aku ingin maju sebentar, bisa kamu tahan serangannya??”

“Ba-baiklah!”

“Dan juga, saat aku beri aba-aba nanti kita mundur!”

Sambil mendukung Amu yang berperan sebagai garis depan dengan menggunakan pilar kayu, aku menunggu peluang.

Belum…. belum …….

Dan akhirnya, ketika Naga itu sedang memberontak karena kesakitan akibat serangan Amu, dadanya mulai menggembung. Dan sesaat sebelum makhluk itu menyemburkan cairan asam kuat itu….

Di sini….

[Kin no Ai ———Hazekugi No. Jutsu]

Sebuah tombak logam berwarna putih menonjol di mulut ular yang hampir mengeluarkan asam kuat. Cairan asam kuat yang meluber dari mulutnya itu melelehkan tombak dan tubuh bagian atas Naga itu. Dia mengerang tanpa suara dan menggeliat.

“Mundur!!”

Aku memberikan aba-aba pada Amu dan kemudian menembakan Demon fire. Namun seranganku di blokir oleh ekornya.

Gawat… Dia benar-benar mewaspadaiku….. Tunggu… Bukan berarti aku harus menyerangnya sendiri kan?

“Amu!!! Tembakan bola apimu ke arah kepalanya!!”

Aku memberikan instruksi pada Amu yang berada di tempat yang mudah untuk membidik. Tanpa memberikan jawaban, Amu langsung menembakkan bola api.

Dan bola api itu melesat tepat mengenai kepala Naga…. dan sebuah ledakan besar terjadi dengan tombak putih itu sebagai pusatnya.

Dia sudah tak memiliki pertahanan lagi, monster setengah manusia setengah ular itu pun jatuh dan menghancurkan tanah disekitarnya.

“Akhirnya kau mau menurunkan kepalamu ya….”

Dan dibola mata ular yang masih menyala api membara itu, Blade-staff milik Amu ditancapkan sedalam-dalamnya. Lalu tubuh yang bagian atasnya manusia dan bagian bawahnya ular itu mulai berguncang hebat.

Dan akhirnya, Sang Naga yang merupakan bos dungeon ini pun mulai benar-benar berhenti bergerak. Bersamaan dengan itu, aliran kekuatan yang terpancar dari sosok itu perlahan-lahan melemah dan kemudian menghilang.

Sepertinya dia sudah mati.

Hmm, ternyata jauh lebih mudah dari apa yang aku bayangkan.

“Amu! Kita berhasil! Loh? Uwaa———”

“Seika!”

Amu yang berlari mendekatiku itu langsung memelukku begitu saja.

“Berhasil!!! Aku berhasil!! Ahahaha ini pertama kalinya aku menaklukkan bos dungeon!! Padahal kita baru pertama kalinya membentuk party, tapi sepertinya kita sangat cocok ya?”

Amu memegangi tanganku dan melompat-lompat seperti sedang bermain-main.

Sifatnya yang suka tertawa seenaknya ini…. Benar-benar sangat mirip dengan anak itu. Meskipun ini mungkin hanyalah sebuah kebetulan dan bukan berarti anak itu bereinkarnasi juga sepertiku.

Sepertinya Amu menyadari senyumanku yang seolah sedang melihat anak kecil, Amu melepaskan tangannya dengan malu-malu.

“Tapi kamu parah juga ya… Harusnya kamu tidak perlu juga sampai menusuk makhluk yang sedang mengamuk dan terbakar seperti itu….”

“Ka-kalau kita terlalu bersantai ada juga monster yang bisa memulihkan dirinya…  Lagipula kita makhluk itu sudah benar-benar mati sekarang jadi tidak masalah kan….”

“Ya.. Amu hebat…. Hal seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dengan mudah….”

Pertarungan ini mengingatkanku pada seorang prajurit yang menebas iblis berbentuk manusia seolah olah dirinya sendiri adalah iblis. Saat aku sedang mengenang hal ini tanpa sengaja aku membelai rambut merah Amu. Dan dia pun menatapku.

“Apa maksudnya tanganmu ini?”

“Oh, maaf, maaf….”

Aku buru-buru menyingkirkan tanganku dari kepala Amu. Kadang-kadang aku melakukan ini pada Ifa, sepertinya aku selalu melakukan ini pada muridku.

Karena sikap seperti ini akan membuat orang merasa diperlakukan seperti anak kecil, sebaiknya aku menghentikan kebiasaan ini.

Amu memalingkan wajahnya.

“…Tidak apa-apa kok….”

“Eh? Apa?”

“Tidak ada apa-apa….. Daripada itu, apa-apaan tombak perak itu?? Benda itu langsung meledak terkena sihir api….”

“Itu ya…. itu semacam logam alami….”

Itu adalah perak magnesium yang ditemukan oleh seorang alkemis di kota Magnesia di Yunani Kuno. Logam itu memiliki sifat aneh yang sangat mudah terbakar.

Terlebih logam itu mudah larut di dalam asam dan menghasilkan gas yang mudah terbakar. Maka ledakan sebesar itu dapat dengan mudah diciptakan hanya dengan tombak seperti itu.

Karena kebetulan saja dia menghasilkan asam yang kuat.

“Apa kamu terluka?”

“… Tidak…. Ini benar-benar ajaib…. Kupikir akan ada sedikit luka bakar ringan….”

“Kalau begitu kertas mantra yang aku berikan sudah benar-benar menjadi pengganti dirimu ya…. Meskipun sepertinya sama sekali belum ada perubahan apapun….”

“Memangnya bisa melakukan hal seperti itu?? Bukankah teknik seperti itu terlalu praktis???”

“Yahh tapi itu tidak bisa menghilangkan luka fatal…. Kalau begitu, mari kita lanjutkan perjalanan….”

Sambil berjalan dan menatap langit-langit aku melanjutkan perkataanku.

“Kalaupun ada jalan keluar di ujung sana, harusnya berada di dekat kuil….”

“…?? Kenapa kau bisa tahu soal itu??”

“Ah tidak… Cuma firasatku saja….”

Aku segera mencari alasan untuk membohongi Amu yang mulai curiga. Yuki pun bertanya kepadaku dengan suara berbisik.

“Seika-sama…. Jangan-jangan… Anda sudah tahu tempat Anda berada sekarang ini??”

“Ya.. Sejak beberapa waktu lalu….”

“Ba-bagaimana bisa??”

“Dengan teknikku aku menggunakan medan magnet….”

Medan magnet adalah kekuatan magnet yang dapat menarik besi tanpa dipengaruhi oleh ketebalan lapisan yang menghalangi. Jika aku bisa menciptakan medan magnet yang cukup besar layaknya matahari, tidak peduli seberapa jauhnya, medan magnet tersebut akan dapat mencapai permukaan tanah.

Dan aku menggunakan shikigami berbentuk lebah yang ada di luar untuk mendeteksi medan magnet tersebut. Di dalam perut lebah, terdapat sejenis mineral yang akan bereaksi terhadap medan magnet dan akan dapat merasakan adanya perubahan medan magnet. Tentu saja shikigami ku itu tidak memiliki mineral tersebut, namun mereka tetap berfungsi layaknya contoh aslinya.

Dengan mengubah-ubah posisi dan ketinggian mereka, dan membuat mereka mendeteksi medan magnet dari bawah tanah, aku bisa memperkirakan posisi secara garis besarnya.

Hal yang sama juga bisa dilakukan oleh rubah dan burung merpati, namun lebah tetap yang terbaik dalam rangka mendeteksi perubahan kecil di permukaan tanah.

Meskipun sudut pandang mereka agak merepotkan, namun apa boleh buat.

“Jadi jangan-jangan…. Anda bisa kabur kapan saja dengan menggunakan teknik bertukar tubuh??”

“Ya….”

“Lalu ke-kenapa harus repot-repot…”

“Aku kan sudah bilang tadi? Ini kebetulan, jadi aku ingin bersenang-senang…. Karena aku baru pertama kalinya pergi ke Dungeon…”

Selain itu aku juga ingin Amu mendapatkan pengalaman. Agar dia suatu saat bisa menjadi yang terkuat.

Note

*Hazekugi No. Jutsu (teknik ledakan paku)
Sebuah teknik yang melepaskan tombak magnesium. Selain magnesium itu sendiri yang memiliki sifat mudah terbakar, magnesium mudah larut dalam air, terlebih dalam asam dan menghasilkan gas hidrogen. Sebenarnya logam ini ditemukan di jaman modern, namun dalam karya ini dibuat settingan bahwa logam tersebut ditemukan oleh seorang alkemis Yunani kuno dari tambang setempat.

* Jishaku nagashigumo (nama tidak resmi) (Teknik aliran awan magnetik)
Sebuah teknik yang menghasilkan energi magnet yang kuat di sekitar hitogata. Awalnya ini adalah sebuah teknik untuk menghindari panah menggunakan Hukum Lenz (sederhananya adalah tolakan dari benda logam ketika didekatkan magnet). Namun dalam cerita ini karakter utama menggunakannya sebagai pengganti radar untuk mengidentifikasi posisi dari bawah tanah.

* Shikigami (Mitsubachi)
Shikigami berbentuk lebah. Lebah memiliki kristal magnetik di dalam perutnya sehingga bisa merasakan adanya perubahan medan magnet. Kemungkinan digunakan untuk menginformasikan kepada kawanannya tentang lokasi madu, Itu sebabnya diperkirakan mereka bisa merasakan adanya perubahan geomagnetik. Ada juga yang mengatakan mereka bisa melihat sinar ultraviolet.

 

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

3 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 10”

  1. SonzaiX says:

    Makasih min, semangat…

  2. jio says:

    ditunggu kelanjutannya minn thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *