Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 11
~Onmyouji Terkuat, Memungut Hadiah...~

Selamat Membaca….

Ketika kami menyusuri lorong yang ada di bagian dalam ruang boss, kami tiba di sebuah ruangan kecil.

“Tempat ini……”

“Aku tidak yakin, tapi mungkin ini adalah ruangan untuk itu….”

Ada semacam altar di bagian tengah ruangan itu. Dan di atas altar tersebut tertancap sebuah pedang tepat di tengahnya. Pedang itu tertutup debu dan terlihat cukup tua, namun…. itu adalah pedang yang luar biasa.

Meskipun sederhana, pedang itu memiliki hiasan, dan aku bisa merasakan adanya aliran kekuatan samar-samar dari pedang itu. Tak ada sedikit pun karat pada pedang perak yang indah itu.

Kira-kira bahannya terbuat dari apa ya? Sepertinya itu bukanlah baja ataupun perunggu….

“Sepertinya ini terbuat dari Mithril ya… ”

“Mithril??”

Kalau tidak salah itu adalah jenis logam langka yang bisa menampung aliran sihir ya??

“Aku memang baru sekali melihat senjata yang terbuat dari Mithril, tapi mungkin saja….”

“Jangan-jangan, benda ini cukup bagus??”

“Itu bahan terbaik untuk membuat Blade-staff… Karena itu adalah bahan yang langka dan juga mahal, jika kita menjualnya di pasar pasti akan mendapatkan harga yang cukup tinggi…. Namun aku tidak berpikir untuk bisa menarik benda ini dan membawanya pulang….”

Meskipun dia mengatakan itu, Amu menatap altar itu dengan sangat mengerikan. Ada sebuah tangan besar di ujung pedang yang menempel di Altar itu. Meskipun jarinya ada lima, namun itu bukanlah tangan manusia. Kulitnya kasar, mirip dengan reptil.

“Ini… Segel kan??”

“Tentunya….”

“Kira-kira apa yang telah terjadi pada bagian tubuh lain selain tangannya ini??”

“Kurasa semuanya dipisahkan dan disegel di berbagai tempat yang berbeda….”

Bahkan di kehidupanku sebelumnya, ada kasus tentang metode seperti itu untuk menyegel ayakashi raksasa. Sebuah jenis segel yang berbeda dengan mengirimnya ke ruang paralel.

“Apa itu artinya dia sangatlah berbahaya??”

“Mungkin saja…. tapi …”

Aku meraih gagang pedang itu, dan kemudian menariknya dengan santai.

“Tu-tunggu!!”

“Tidak apa-apa…. tangan ini sudah kehilangan energinya…”

Tangan besar itu kemudian patah bersamaan dengan tercabutnya pedang dan kemudian runtuh. Sepertinya sudah cukup tua, aku bahkan tidak merasakan sedikitpun aliran kekuatan darinya.

“Tapi… Kenapa bisa dia disegel di dalam dungeon ya??”

“…Kurasa tempat ini bukanlah dungeon saat ia disegel…. Saat tangan itu masih memiliki kekuatannya, energinya itu memancing Naga itu kemari dan kemudian dia menjadi inti dungeon ini dan seiring berjalannya waktu, dungeon ini pun meluas….atau semacamnya…. lagipula tempat ini memang sepertinya adalah semacam reruntuhan kuno…”

“Hmm begitu ya….”

Ya aku tidak peduli….

“Nih…. Amu….”

Aku menodorkan pedang ditanganku kepada Amu.

“Eh?”

“Ini pedang yang bagus kan? Kenapa tidak kau gunakan saja??”

“… Apa boleh?? Ini kan hasil usahamu…”

“Aku tidak memakai pedang… Kamu juga bisa menjualnya kalau mau, tapi ini adalah barang langka jadi sebaiknya kamu memakainya saja…”

“Apa benar tidak apa-apa?? Saat ini Blade-staffku sedang rusak karena cairan asam barusan, jadi aku sangat berterima kasih….”

Amu mengatakan itu dan menerima pegangan pedang itu dan kemudian mengangkatnya. Seketika ada sesuatu jatuh dari bagian pegangannya dan berguling-guling dilantai.

Aku pun mengambil benda itu.

“Eh? Apa hiasannya copot??”

“Bukan… ini cincin…”

Sepertinya cincin ini tersangkut di pegangannya. Aku sama sekali tidak menyadarinya, kupikir benda ini juga bagian dari hiasannya.  Meskipun sedikit berdebu, cincin ini sangat indah. Ada sebuah magic stone kecil dengan warna yang rumit terpasang di cincin yang terbuat dari bahan mithril yang sama dengan pedangnya. Meskipun tidak ada tulisan ataupun lingkaran sihir yang terukir, aku merasakan ada sedikit aliran kekuatan di dalamnya.

Jangan-jangan…..

“Amu, boleh aku membawa yang satu ini??”

“Yah… tidak ada alasan bagiku untuk menolaknya… Hmmm…. sepertinya ini memang pedang yang sangat bagus…. Meskipun perlu diperbaiki sedikit…”

Amu yang sedang mengayunkan pedang Mithril itu berkata demikian dengan penuh kepuasan.

“Aku tidak menyangka akan mendapatkan jarahan seperti ini….”

“Ya… Kita benar-benar beruntung…”

Sungguh… kita benar-benar beruntung. Awalnya aku sempat kesal bisa terperangkap dengan jebakan rendahan seperti itu. Namun karena ini aku bisa mengetahui adanya kutukan pada Amu, dan bahkan mendapatkan oleh-oleh yang cukup menarik.

Jika saja aku tetap membiarkan Ifa yang ikut apa adanya, situasi ini mungkin akan menjadi sangat buruk. Sepertinya keputusanku sudah tepat.

Amu pun berkata.

“Ngomong-ngomong soal ambisi, aku benar-benar menginginkan dungeon drop…..”

“Dungeon Drop??”

“Tergantung dari jenis dungeonnya, terkadang ada item yang akan jatuh di dalam dungeon…. Semacam senjata atau permata…. Karena benda-benda itu dihasilkan oleh dungeon layaknya para monster, maka disebut sebagai dungeon drop atau berkah dungeon….”

“Ohh…”

Ngomong-ngomong kalau tidak salah di duniaku sebelumnya juga ada rumah sesat yang diberikan mantera yang bisa memberikan semacam kekayaan kepada pemiliknya ya….

“Sepertinya cukup menyenangkan ya jika bisa menemukan yang seperti itu….”

“Kau benar…..”

Amu tertawa dan melanjutkan perkataannya.

“Petualang itu bukanlah pekerjaan yang bagus, namun sangat menarik…. Yahh…. meski itu bukanlah dunia seorang bangsawan besar….”

“Haha, ya…. petualang ya…. Sepertinya lumayan….”

“Eh? Apa kau serius mengatakan itu?”

“Meskipun aku ini adalah keluarga bangsawan, namun aku hanyalah anak dari seorang selit… dan aku juga tidak bisa menjadi pewaris keluarga, jadi mau aku harus bekerja sendiri…”

“Kalau prestasimu disekolah bagus kau bisa menjadi seorang pejabat kan?? Lagipula untukmu menjadi seorang penyihir istana sepertinya sangat memungkinkan, iya kan??”

“Pekerjaan resmi ya….”

Sebenarnya aku sudah sangat muak dengan tugas formalitas dimasa laluku. Pekerjaannya terlalu sibuk, banyak tugas, rekan yang tidak kompeten, dan relasi yang menjengkelkan…. Aku tidak ingin repot-repot melakukan semua itu setelah aku terlahir kembali.

“Petugas formal itu sedikit… lagipula menjadi petualang itu lebih menguntungkan bukan?”

“Ya jika kau adalah orang yang sukses….. tapi itu berdampingan dengan bahaya….”

“Aku tidak mengkhawatirkan soal itu…. Yang terpenting itu adalah kebebasannya…”

Hanya dengan kekuatan, kita bisa mendapatkan banyak uang dengan cepat tanpa harus terikat. Benar-benar pekerjaan yang pantas untukku. Kemana pun kita pergi, uang itu sangatlah penting.

Aku pun tertawa.

“Seperti hari ini, aku benar-benar menikmati pertarungan bersama Amu… Ya meskipun ini pembicaraan jauh dimasa depan…. Aku akan coba pikirkan dulu….”

“Be-begitu ya… Pikirkanlah baik-baik…. Ka-kalau kau memutuskan untuk menjadi petualang……”

“Mari kita berpetualang bersama lagi…. tentunya dengan persiapan yang lebih matang….. kurasa jika bersama Amu, aku bisa pergi kemanapun….”

“Uh,ya…. Janji loh….”

Amu membuang muka seolah dia tersipu malu.

Jika aku menjadi seorang petualang, aku bisa terus berada di dekat Amu. Itu aspek terpentingnya. Pada dasarnya jika petualang bergerak dalam sebuah party, jika individunya sedikit lebih kuat tidak akan terlalu terlihat menonjol. Aku pasti akan bisa bahagia dibalik kegemilangan kesuksesan Amu.

Dengan kejadian kali ini, aku mendapatkan cukup banyak kepercayaan. Sepertinya kehidupanku kali ini sangatlah lancar. Apa memang semudah ini untuk memperbaiki hidup?

“Ka-kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan…. Kalau ini adalah sebuah reruntuhan bangunan bawah tanah yang diciptakan oleh seseorang, maka seharusnya ada jalan keluar di dekat sini….”

“Tunggu….”

Aku menghentikan Amu yang ingin segera melangkah.

“Di ujung sana sepertinya ada pintu…. Aku akan melihatnya dulu….”

Ada sebuah lorong kecil di ujung ruang Altar. Bahkan dari lokasiku saat ini pun aku bisa melihat pintu perunggu di ujung lorong itu.

Amu yang merasa sedikit curiga pun berkata.

“Kita kan sudah mengalahkan bos…. Jadi tidak akan ada apa-apa loh….”

“Untuk berjaga-jaga saja…. Tunggu di sini sebentar….”

Aku pun berjalan menuju ke pintu itu.

“Se, Seika-sama …”

“Aku tahu”

Aku sudah menyadarinya sejak aku memasuki ruang Altar. Aliran kekuatan yang cukup besar dari ujung sana. Dungeon ini masih belum kehilangan kekuatannya.  Intinya masih hidup.

Aku menerbangkan hitogata penghasil cahaya dari celah di pintu perunggu itu dan aku pun mengintip kedalam.

Sebuah ruangan yang luas.

Dan ada tiga ekor Naga disana.

Disebelah kanan adalah Naga dengan sisik berwarna emas. Sedangkan yang di kiri memiliki sisik berwarna perak. Dan sosok Naga ditengah memiliki warna seperti pelangi sedang duduk tenang dan tangan terlipat.

Ukurannya dan kekuatannya jauh lebih besar daripada Naga yang sebelumnya kami temui. Ini benar-benar gawat. Wajahku refleks menjadi tegang.

Tidak… tolong baca situasinya dong….

Seharusnya tadi sudah berakhir kan??? Kenapa tiba-tiba malah ada yang seperti ini…. Kalian tidak dibutuhkan saat ini!!

Sekilas aku melirik ke arah Amu. Tidak perduli meskipun dia adalah Hero sekalipun, untuk dirinya yang sekarang menghadapi mereka bertiga sekaligus itu agak…..

Apa boleh buat. Dari celah pintu, aku menerbangkan tiga lembar hitogata lainnya. Dalam keheningan, mereka menempel pada tiga sosok Naga yang sedang memejamkan mata dan tidak bergerak itu.

Aku pun membentuk segel dengan satu tangan.

[In No Ai——— Kooriju No. Jutsu]

Fase bayangan menghilangkan kalor dalam jumlah yang luar biasa dalam sekejap mata. Dan kemudian ketiga Naga itu berubah menjadi sosok patung es. Aliran kekuatan menghilang dari seluruh dungeon, seperti sebuah cahaya yang tiba-tiba padam.

Sepertinya mereka itulah inti dungeon ini sebenarnya.

“A-apa itu tadi??”

“Ah…. bukankah itu tandanya dungeon ini kehilangan kekuatannya??”

“Eh? Tapi bosnya kan sudah…..”

“Mungkin saja Naga yang tadi itu masih hidup sampai beberapa saat lalu…. Kamu tahu kan? Ular itu daya tahannya tinggi…”

Aku memberikan alasan seadanya dan menerbangkan hitogata pembuka gerbang, dan kemudian membuang ketiga tubuh Naga itu kedalam ruang paralel. Yosh… Barang bukti sudah dimusnahkan.

Aku pun membuka pintu.

“Sepertinya tidak ada apa-apa di ruangan ini…. Jika dungeon ini masih hidup, mungkin saja masih ada monster yang muncul kan….”

“Hmm … begitu ya? Kok sepertinya ada yang aneh …”

Ketika Amu sedang merasa sedikit curiga, aku menutupinya dengan menunjuk ke arah bagian dalam ruangan ini.

“Sepertinya ada lorong di dalam sana…. Mungkin saja itu jalan keluarnya….”

Sebenarnya aku sudah melewatkan shikigami kesana dan aku sudah tahu bahwa ada tangga menuju ke atas disana.

Di bagian pintu keluar yang merupakan tempat adanya jebakan, ditutupi dengan tanah yang sepertinya tidak bisa dibuka dengan mudah… Namun aku punya banyak cara untuk mengatasinya.

Sedangkan di reruntuhan kuil yang ada di permukaan tanah, ada banyak guru-guru dari akademi. Sepertinya mereka datang untuk mencari kami. Aku bisa melihat betapa paniknya mereka. Meski begini, aku tetaplah anak seorang bangsawan.

Tiba-tiba, dari mata salah seekor lebah, aku tanpa sengaja menemukan sesuatu. Aku pun tertawa dalam hati.

Begitu ya, begitu ya…..

Sepertinya aku ini memang beruntung….

Note

*KooriJu  no Jutsu (Teknik pohon es)
Sebuah teknik yang digunakan untuk merampas energi kalor dari target dan membekukannya.

 

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.02 - Ch.11. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

3 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 11”

  1. Ryu says:

    Bjirr ngekill bos dungeon dg gampangnya dong :v

  2. Bahamut says:

    Up maseki gurumenya min

  3. jio says:

    kapan chapter 12nya min? ditunggu yo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *