Chapter 35 ~ Onmyouji Terkuat, Berhadapan dengan Pelaku Utama

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 12 di Kurozuku.

10 Nov 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Setelah kejadian itu.

Aku dan Amu bisa keluar dari dalam dungeon dengan selamat. Aku menerbangkan tanah yang menutupi pintu keluar menggunakan Haihana dan sempat membuat para guru kaget. Namun karena tidak ada yang terluka, maka tidak masalah.

Setelah dibawa kembali ke sekolah,  para guru bertanya kepada kami tentang rincian kejadian. Kami pun berbicara apa adanya. Sebuah lingkaran sihir di hutan memindahkan kami kedalam dungein dan kami berhasil melarikan diri setelah mengalahkan bosnya.

Terkait soal kutukan serta teknik yang aku gunakan, aku sudah berunding terlebih dahulu dengan Amu untuk menutupinya. Karena akan tidak nyaman jika harus mengungkapkannya.

Para guru sama sekali tidak tahu tentang adanya dungeon dibawa bangunan kuil. Kemungkinan besar tak ada satu pun orang di kota ini yang tahu soal itu. Biasanya jika ada orang yang tahu bahwa ada monster seperti itu di dalam dinding kota, orang-orang akan takut dan tidak mau tinggal di sana.

Lingkaran sihir yang ada di hutan sudah menghilang. Sepertinya ada pengaturan yang akan membuatnya menghilang setelah diaktifkan. Sangat berhati-hati sekali. Berkat itu, kasus ini selesai tanpa mengetahui siapa pelakunya.

Awalnya kupikir sekolah ini akan ditutup akibat keributan ini, namun sepertinya cukup hanya dengan diliburkan selama tiga hari. Di saat kalian tidak mengetahui siapa pelakunya, bisa-bisannya kalian melanjutkan aktivitas kalian. Sepertinya ada banyak sekali masalah ya.

Yah, lagipula waktu ada kasus penyerangan Lesser demon juga tidak ada penutupan sekolah, jadi mungkin ini bukan hal baru.

Tujuh hari berlalu sejak kejadian itu.

Kehidupan sekolah yang normal kembali datang padaku dan Amu.

“Permisi…”

Aku menuruni tangga yang menuju ke ruang penelitian bawah tanah, dan berkata.

“Aku datang untuk mengembalikan barang yang Anda titipkan, Cordell-sensei….”

Ruang bawah tanah yang luas. Di atas sebuah lingkaran sihir besar yang terlihat pudar itu, berdiri Cordell sambil memegangi kacamata bundarnya.

“Lamprouge-kun ya? Maaf, memangnya aku meminjamkan sesuatu padamu?? Daripada itu…. Bagaimana kamu bisa kemari?? Harusnya kan terkuncu??”

“Maaf, aku melelehkan kuncinya….. Alat sihir yang digunakan untuk memberitahu adanya penyusup juga saat ini sedang ada dalam kekkai….  Soal barang yang Anda titipkan, mari kita bahas nanti, ada yang ingin aku tanyakan pada sensei….”

“…..Apa ada pelajaran dikelas yang tidak kamu mengerti??”

Mendengar candaan dari Cordell aku sedikit tertaea dan kemudian mulai berjalan di sekitar ruangan bawah tanah ini.

“Apa ritualnya berjalan lancar, sensei??”

“…”

“Amu masih baik-baik saja loh….”

“… Seberapa banyak yang kamu ketahui??”

“Entahlah…. tapi apa Anda tidak berpikir ini aneh? Tidak peduli seberapa hebat ras iblis dalam menggunakan teknik perpindahan, sulit membayangkan dia menyusup sendirian ke negeri orang dan kemudian mempersiapkan lingkaran sihir sebaik itu….. Berikutnya soal dungeon tempo hari, walaupun memang ada kemungkinan bahwa itu adalah lingkaran sihir peninggalan iblis yang pernah menyerang, namun jika dipikirkan dengan normal, tentunya ada orang dalam kan?”

Cordell pun menghela nafas.

“Jangan-jangan kamu yang menghabisi penyerang itu? Ya ampun…. Aku tidak tahu siapa dia, tapi sudah aku peringatkan untuk tidak mengirimkan orang yang setengah-setengah….”

“Tapi sepertinya dia mengaku cukup hebat loh……”

“Meski begitu … Kenapa berkesimpulan kalau itu  aku? Seharusnya aku tidak meninggalkan bukti apapun….”

“Yah … aku hanya menebak….”

“Apa kamu ingin berpura-pura??”

“Akan memakan waktu lama untuk menjelaskannya…. Kalau begitu Sensei…. sudah tidak apa-apa loh, jika Anda ingin menunjukkan wujud Anda yang sesungguhnya…..”

Cordell tertawa terbahak-bahak.

“Apa yang tadi itu lelucon? Sayangnya aku ini adalah manusia…. Ini sudah wujudku yang sebenarnya loh….”

“Ras Iblis menggunakan mata-mata berwujud manusia ya….”

“Meskipun memang ada sedikit darah iblis mengalir dalam tubuhku… Tapi itu wajar…. Layaknya manusia yang juga menggunakan iblis sebagai mata-mata….”

Sudah kuduga pihak manusia juga melakukan hal semacam itu….

“Soal Dungeon itu, apakah para iblis juga sudah mengetahuinya?”

“Tidak, aku sendiri menemukannya….. Dengan menyelidiki dokumen-dokumen kuno…. Tapi karena tidak ada pintu masuk yang bisa dimasuki oleh manusia, harusnya tidak ada jalan keluar dari sana….”

“Ohh.. bahaya sekali…. Jika dikombinasikan dengan “KUTUKAN” sudah pasti dapat mengubur Hero disana…”

“…Apakah artinya aku sudah ketahuan ya?”

“Apakah itu teknik yang Anda kembangkan sendiri?? Kalau memang iya, pasti Sensei adalah orang jenius ya….”

“Aku senang kamu bisa mengerti bertapa berharganya itu…”

Dibalik kacamata bundarnya itu, Cordell terlihat menyipitkan matanya.

“Ini adalah sebuah Teknik kutukan yang belum pernah ada sebelumnya, Aku dapatkan dengan mengombinasikannya dengan ritual elemen cahaya…. Aku bisa membunuh target dengan akurat dari jarak jauh….”

“…”

“Dalam eksperimenku selama ini, mau sehebat apa pun seorang kemampuan sihir targetnya, semuanya mati tanpa perlawanan….  Dengan sangat menderita tentunya… Meskipun saat ini sepertinya dia masih menahannya, pasti suatu saat Hero itu akan menemui nasib yang sama…. Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan Dungeon itu….”

“…”

“Namun ada satu kelemahannya…. Teknik ini terlalu memakan waktu… Lalu jika aku diganggu di tengah jalan, teknik ini akan langsung rusak…. Jadi….. Kamu harus mati di sini….”

Seketika Cordell mengayunkan tongkatnya…. dan kemudian muncul lingkaran sihir diudara yang tak terhitung jumlahnya.

Di tengah kilauan cahaya dari lingkaran sihir itu, sang pengguna kutukan dari dunia lain itu menaikkan kacamatanya.

“Tempat ini adalah ruang kerjaku… tentu saja aku sudah membuat banyak persiapan di sini…. Agar jika kamu membicarakannya dengan orang lain, aku bisa memindahkan tempat ini ke dunia lain dan kemudian kabur…. Aku minta maaf, tapi kamu harus ke neraka dan menyaksikanku…. mendapatkan kehormatan membunuh Hero itu….”

“Ah sebelum itu, boleh aku minta waktunya sebentar??”

Aku mengangkat tanganku dan memotong perkataan Cordell. Melihat diriku sama sekali tidak terlihat tegang, Cordell nampak heran dan terdiam.

“Tadi Anda menyebutkan bahwa cuma ada satu kelemahan, namun sebenarnya masih ada dua lagi loh…”

“apa……?”

“Apa Anda menyadarinya? Saat ini, “kutukan” itu tidak berada pada Amu loh…”

“Apa yang kamu katakan…..”

“Yang terkena “kutukan” itu saat ini adalah…. dia…”

Aku melancarkan teknik tanpa terlihat. Kemudian muncul di hadapanku hitogata berwarna hitam yang sudah hampir meleleh setengahnya.

Ketika melihat hitogata itu ekspresi Cordell menjadi tegang.

“Dalam Kutukan itu, sangat sulit untuk menentukan targetnya… Biasanya aku menggunakan nama target, helai rambut, atau kuku untuk mengikatnya… Sedangkan Sensei menerapkan sebuah syarat yang cukup menarik… Kalau tidak salah [Sosok yang bermandikan darah Demon] ya??”

Di lingkaran sihir besar yang tergambar dilantai, tepat di bagian tengahnya ada sebuah toples berisi cairan hitam. Mungkin itu adalah darah Demon.

“Memang sih Amu mengalahkan Demon sewaktu ada penyerangan…. Jangan-jangan, ada kemungkinan Aku dan Ifa juga bisa menjadi target karena berada di tempat yang sama… Berbahaya sekali…. Namun berkat itu aku bisa memindahkan kutukan itu ke hitogata ini….”

Hitogata hitam itu adalah yang aku gunakan untuk berpindah tempat ketika Cordell menjatuhkan toplesnya, akibatnya hitogata itu bermandikan cairan amis itu. Cairan darah Demon itu.

Saat aku ingin mencoba memindahkan kutukan Amu, hal yang pertama kali aku gunakan adalah darah demon itu. Namun karena itu malah bekerja dengan baik, aku jadi terkejut. Yahh aku memang sudah mencurigai Cordell dari awal.

“Tak peduli kondisi apapun yang Anda tetapkan, jika sudah ketahuan maka begini jadinya…. Anda tidak menyadarinya sama sekali kan? Apa yang terjadi pada target kutukan tidak akan diketahui oleh sang pengguna teknik kutkuan itu… Di kehidupan sebelumnya aku sering mendengar kisah wanita yang terus melakukan kutukan sampai menjelang kematiannya sampai-sampai menjadi Oni…”

“Kehidupan sebelumnya …? Kamu bicara apa? Kenapa kamu bisa tahu teknikku?”

“Kalau begitu, kelemahan yang satunya lagi… Namun sebelum itu….”

[Summon———Demon]

Aku mengeluarkan demon yang aku tangkap saat pertarungan melawan Galeos. Demon yang memiliki corak merah melayang diatas kepalaku dan tidak bergerak. Sepertinya dia sudah mati.

Sudah kuduga mereka tidak seperti Ayakashi. Bagi monster yang memliki wujud fisik sepertinya tidak akan bisa menahan dunia paralel. Ya walaupun tidak ada luka sama sekali.

Saat melihat makhluk itu mata Cordell dibalik kacamata bundarnya itu nampak terbelalak.

“Ap?? Ark Demon??”

“Aku akan melakukan ini pada makhluk ini….”

Dengan menggunakan shikigamiku, aku menyobek mayat demon itu sekuat tenaga. Dan kemudian darah demon beserta isi perutnya menyiramku.

“Apa……!?”

“Lalu selanjutnya aku melakukan ini….”

Setelah melapalkan beberapa mantera, aku membakar hitogata berwarna hitam.

“Oke, dengan ini kutukan itu sudah berpindah kepadaku….”

Aku merasakan ada aliran energi yang masuk. Hmm… sepertinya ini cukup kuat. Kasihan sekali, Amu harus menahan yang seperti ini.

Sedangkan Cordell terlihat tertegun. Tentu saja, jika tetap seperti ini maka aku terlihat seperti orang yang bodoh.

“Bodoh… Apa kamu melakukan kesalahan? Kamu menerima begitu saja kutukan dariku…. Jangan anggap remeh…..”

Ketika aku mendengarnya, sepertinya sudut-sudut bibirku naik. Tentunya kata-kata itu juga berlaku untuk anda.

Aku mengatakan sesuatu.

“[Haisu mo kashikoki izanami no oogami———]”

TL Note: Ini Mantera ya, males terjemahinnya, terlalu sastra…..

Sebuah kalimat yang mengandung kutukan.

“[araki no miya, yomi no kuni ini ujitakarareshi toki, haberi maseru yahashira no Ikadzuchi no kami, yomotsushikometachi. Moro moro no noroi, tatarim urami yuramu, ba———]”

Kata-kata itu membelokkan hukum dunia, dan membuat kutukan yang telah diarahkan berubah arah.

“[———Kurahitamahikaeshi tamahe to mousukoto wo, kikoshi meseto osore kashikomi mau mousu]…… Mengutuk seseorang itu, seperti dua mata pisau, Sensei….”

Tiba-tiba Cordell memuntahkan darah. Dan jumlahnya luar biasa. Seolah-olah jantungnya ditekan dan memnuntahkan semua darahnya hingga membasahi lingkaran sihir yang ada dilantai. Sosok pengguna kutukan dari dunia lain itu pun kesakitan.

“A-apa…. apaan.. ini….”

“Kelemahan terbesar dalam kutukan…. Mudah untuk dikembalikan….. Atau bisa dikatakan itu adalah kutukan balik…”

Aku berjalan di sekitar ruangan itu sambil menjelaskan kepada Cordell yang tergeletak dilantai.

“Saat kutukan dikembalikan, itu akan menjadi berkali-kali lipat lebih kuat dari aslinya dan akan menyerang si pengguna…. Dengar baik-baik Sensei… Kutukan itu bukanlah sebuah teknik yang bisa digunakan dari jarak jauh dengan sangat aman….. Itu adalah sebuah teknik yang sangat berbahaya jika targetnya dikembalikan kepada pengguna….”

Aku terus berbicara kepada sang ahli sihir yang telah mengeluarkan banyak darah dari mata ataupun hidungnya dan hampir kehilangan nafas.

“Alasan kenapa sensei selalu berhasil dalam percobaan adalah hanya karena percobaan itu belum menyebar di dunia ini… Jika metode penangkalnya sudah ditemukan, teknik ini akan langsung menjadi sampah….. serendah itulah nilainya…. Sayang sekali, sensei…. Sensei, apa Anda mendengarkan saya? Sensei?”

Cordell tidak lagi bergerak. Seorang penyihir jenius dari dunia lain itu akhirnya mati berlumuran darah hitam. Sambil menatap mayatnya, aku melanjutkan perkataanku.

“Yah, menurutku Anda luar biasa bisa menciptakan metodologi penggunaan kutukan dari nol….. namun….”

Aku menghela nafas dan bergumam.

“―――― Kutukan itu adalah keahlianku sebagai seorang Onmyouji…..”

****

Meskipun begitu.

“Aku benar-benar merasa tidak nyaman dengan mantera itu….”

Itu adalah ‘Saka norito” mantera pembalik kutukan dari shinto yang sering digunakan guruku. Aku sadar mantera itu terlalu panjang, namun itu cocok sekali dengan kutukan di dunia lain ini. Luar biasa.

“Jarang sekali melihat Seika-sama menggunakan norito…”

Yuki yang tiba-tiba muncul dari saku mantelku pun berkata demikian.

“Benar juga…. Itu adalah cara termudah untuk membalikkan kutukan yang menempel pada diriku sendiri…. Namun sudah lama sekali ya sejak terakhir kali aku terkena kutukan….”

Onmyoudou adakah sebuah aliran yang menggabungkan pengetahuan shinto, bukkyou, dan Dokkyou di Jepang. Jadi teknik yang dapat digunakan sangat beragam.

Pada kenyataannya, mantera itu dituliskan dalam bahasa sanskerta, segel dalam bahasa cina, sedangkan norito dalam bahasa Jepang. Tentu saja tergantung dari penggunanya, ada juga aspek yang sama sekali tidak digunakan.

Padahal Shinto itu bagus dalam pemurnian roh jahat atau semacamnya. Hanya saja mantera panjangnya itu membuatku bosan.

“Ngomong-ngomong, ada hal yang Yuki tidak mengerti…”

“Apa?”

“Sepertinya Seika-sama terus mencurigai manusia itu sejak Anda kembali dari Dungeon… Kenapa Anda bisa tahu??”

“Ah sebelum keluar dari dungeon, ketika aku melakukan pengamatan, aku melihat jubah yang digunakan orang itu terdapat serbuk sari menempel padanya…. Dan itu adalah serbuk sari yang sama dengan bunga yang tumbuh di sekitar lingkaran sihir yang memindahkan kita….”

“Serbuk sari?? Anda bisa mengetahui yang semacam itu ya….”

“Serbuk sari itu memantulkan sinar ultraviolet… Aku bisa melihatnya dengan baik dari sudut pandang lebah….”

“sinar ultraviolet itu apa…?”

“Kamu tahukan bagian warna paling bawah pelangi itu adalah warna ungu? Namun sebenarnya ada satu warna lagi di bawahnya yang tidak bisa terlihat oleh mata manusia….”

“Begitu ya….”

“Itulah ultraviolet…. yahh itu adalah serapan dari bahasa Yunani kuno….  Banyak burung atau serangga yang bisa melihatnya….”

“Begitu ya…”

Yuki seolah kehilangan minatnya. Entah apakah dia sudah mengerti atau belum.

Bagaimanapun hasilnya. Dengan ini penyusup dari pihak ras iblis telah dibersihkan.

Akhirnya aku bisa memulai kehidupan sekolah yang normal. Kalaupun ada masalah, paling hanya satu untuk saat ini.

Aku menatap pakaianku yang berlumuran darah monster, dan kemudian bergumam.

“…Bagaimana dengan pakaian gantiku ya….”

 

Note

Sinar ultraviolet ditemukan di zaman modern, namun pada karya ini di buat seting seolah ditemukan oleh seorang alchemist dari Yunani kuno.

 

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

6 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 12”

  1. jio says:

    thanks for the chapter min, ditunggu kelanjutannya, selalu setia menunggu series ini?

  2. Roxy says:

    Masih Menunggu Shoukan Sareta Kenja Di Up Oleh mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *