Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 13
~Onmyouji Terkuat, Kembali ke kehidupan sekolah~

Selamat Membaca….

Lima hari berlalu sejak kejadian itu.

Para siswa diberitahu bahwa Cordell-sensei telah mengundurkan diri. Ruangan bawah tanah dan mayat itu pasti sudah ditemukan oleh sesorang… sepertinya kegelapan di sekolah ini cukup dalam ya.

Aku tidak tahu bagaimana pihak sekolah menilai penampakan penuh berdarah itu. Aku akan sangat bersyukur jika mereka menganggap itu adalah kejadian penyusup yang gagal dalam melancarkan sihirnya. Namun sepertinya tidak akan semudaha itu.

Ah sudahlah….

Setidaknya masalah genting dihadapanku sudah berakhir. Jika kegiatan sekolah ini bisa berlanjut, itu lebih dari cukup untukku.

“Oh, Ifa!”

Ketika aku menemukan sosok berambut pirang berjalan dari asrama, aku pun memanggilnya. Ifa yang menyadari keberadaanku itu pun segera menghampiriku.

“Selamat pagi, Seika-kun”

Sambil menyapaku Ifa menyipitkan mata berwarna jingga miliknya. Seluruh tragedi di dalam dungeon berlangsung sekitar lima jam, namun sepertinya Ifa sama sekali tidak mengetahui itu. Dan saat aku menceritakan semuanya setelah kembali, ia benar-benar khawatir padaku.

Dia juga sepertinya mengkhawatirkan keadaan Amu, Aku pikir gadis ini benar-benar gadis yang baik.

“Oh iya, Ifa coba ulurkan tanganmu…”

“Ah, ya…”

Akupun segera mengambil tangan kanan Ifa. Dan setelah ragu sejenak, akupun memasangkan sebuah cincin di jari telunjuknya.

“Waa…. Apa-apaan ini?? Cincin ini…”

“Aku menemukannya di dalam dungeon…. Yahh agak membutuhkan waktu untuk memolesnya… tapi bagaimana menurutmu?”

“Cantiknya…. Loh wah.. uwwa…”

Ifa menatap ke udara dengan nada kebingunan.

“Sepertinya… para Seirei merespons benda ini…”

“Ah, ternyata benar ya….”

Awalnya aku hanya sedikit curiga karena cincin itu memberikan aura yang sama dengan tongkat milik Druid. Namun sepertinya cincin itu memang memiliki hubungan dengan Seirei??

“Aku tidak terlalu mengerti soal itu, tapi apa cincin itu bisa di gunakan??”

“I-iya….”

Saat Ifa mengayunkan tangannya perlahan, berhembuslah angin puyuh di sekitarnya.

“Ini luar biasa, Seika-kun!! Semuanya mendengarkan permintaanku dengan begitu mudahnya!! A-apa aku layak untuk mendapatkan Item seperti ini….”

“Tidak masalah… Itu adakah benda yang aku pungut.. lagipula cuma Ifa yang bisa menggunakannya…. Apa ukurannya pas? Kalau tidak pas nanti kita ke kota untuk memperbaikinya…”

“Tidak usah… Ini sudah pas… terima kasih Seika-kun!! Aku akan merawat cincin ini!!”

Ifa mengatakan itu sambil mengusap-usap cincin itu dengan tangan kirinya. Jika memang bisa dipakai maka ada manfaatnya aku memberikan benda itu padanya. Aku juga akan senang jika kemampuan rekanku bisa meningkat.

Dan kemudian.

Aku melihat rambut merah yang cukup akrab bagiku sedang berjalan.

Itu adalah Amu.

Sejak kutukan dirinya telah dicabut, aku belum pernah menemukan timing yang tepat, dan ini adalah pertama kalinya aku bertemu setelah sekian lama.

Sebelumnya dia selalu menunjukkan wajah jijik saat melihatku, namun kini setelah kita menjadi teman mungkin sudah lebih baik. Aku pun memanggilnya sambil tersenyum dan melambaikan tangan.

“Hai, selamat pagi Amu”

“…Kan sudah aku bilang untuk tidak sok akrab dengan ku??”

Jawab Amu dengan wajah sedikit cemberut.

Kata Amu dengan sedikit cemberut.

Ke-kenapa!!?

Tidak… Ini aneh…. Kalau begini tidak ada bedanya dengan bulan lalu kan… Bukankah kita sudah jadi teman??

Apa maksudnya ini??

Melihat diriku yang terdiam dengan senyuman mengering diwajahku, Ifa berusaha memecah suasana.

“Ah, Amu-chan Selamat pagi!”

Amu yang disapa itu terlihat tersenyum meskipun samar-samar.

“Selamat pagi Ifa…. Cuacanya bagus ya…”

“Hah!!?”

Dengan mengabaikan diriku yang kebingungan, mereka berdua mengobrol dengan suasana bahagia.

“Terima kasih telah mengajari aku belajar kemarin…..”

“Ya. Tidak masalah…..”

“Sebagai tanda terima kasih, aku akan mentraktirmu ya…. Bagaimana kalau kita makan es krim yang pernah dikatakan Karen-sensei??”

“Sungguh!?”

“Pe-permisi…. Sepertinya kalian cukup akrab ya….”

Amu mengalihkan tatapan sebalnya kepada diriku yang bertanya.

“Aku cuma jadi lebih sering mengobrol dengannya di Asrama, kenapa, tidak boleh??”

“yahh.. Bukannya tidak boleh….”

Bukannya kamu juga sudah menjadi bisa mengobrol dengan ku kemarin??

Ifa sepertinya terlihat tidak enak kepadaku dengan situasi ini.

“Ka-kalau begitu sebelum ujian nanti, Seika-kun juga ikut belajar bersama kami ya…..”

“Ya……”

“Syukurlah jika kau memang mau….”

Amu pun berjalan disamping Ifa.

Apa aku sudah membuat dia marah ya?

“Apa yang kau lakukan, Seika!?”

Amu berbalik dan menatapku.

“Kau mau masuk kelas kan? Kalau tidak cepat nanti terlambat….”

“Oh, ya…”

Aku buru-buru mengejar mereka.

“…Yuki yakin dia hanya malu, Seika-sama…. Yuki mengerti soal ini….”

Kata Yuki berbisik ditelingaku.

…..Semoga saja benar begitu.

Volume dua berakhir. Selanjutnya Volume sisipan 1….

Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.02 - Ch.13. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

3 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 13”

  1. jio says:

    lanjut terus min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *