Chapter 28 ~ Onmyouji terkuat, Tersesat di Dungeon

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 5 di Kurozuku.

22 Sep 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Aku tidak bisa melihat apa pun. Tidak bisa mendengar apa pun. Di dunia yang terlihat gelap gulita ini aku menarik nafas perlahan dan kemudian menyatukan kedua tanganku.

Aku bisa merasakan suhu tubuhku sendiri. Kesadaranku ada. Dan aku juga bisa merasakan sensasi indra tubuhku. Sepertinya bukan berarti aku mati.

“Seika-sama”

Seketika aku mendengar suara Yuki berbisik ditelingaku.

“Sepertinya kita sudah dipindahkan…. dan dalam radius 30 meter aku tidak merasakan adanya musuh….”

Sepertinya Yuki dianggap sebagai sebuah peralatan dan di pindahkan bersamaku. Syukurlah….

“….. Apa kau tahu dimana ini??”

“Mohon maaf….”

“Ya sudah…. bagaimana dengan Amu??”

“Tepat di sebelah Anda…”

“Amu, Apa kamu mendengarku??”

Saat aku memanggil, tiba-tiba ruangan yang gelap ini bercahaya.

“…..Syukurlah… Kau juga selamat ya….”

Amu memunculkan cahaya dari ujung tongkatnya dan mengatakan itu dengan nada seolah dia lega. Sambil melihat-lihat keadaan sekitar, aku pun berkata padanya.

“Di mana ini?? Sepertinya kita ada di bawah tanah ya??”

Saat ini kami sedang berada di sebuah tempat seperti lorong besar yang terbuat dari dinding batu. Jalan yang gelap gulita terbentang baik di belakang maupun di depan kami. Kurasa ini bukanlah sebuah gua biasa.

“Entahlah…. tapi…. firasatku tentang ini tidak terlalu baik…”

Amu melanjutkan perkataannya.

“Apa jangan-jangan karena lingkaran sihir itu??”

“Mungkin…. Sepertinya lingkaran sihir kecil yang ada di tunggul itu hanyalah bagian dari lingkaran sihir besar…. dan akan memindahkan seseorang ketika ada yang melangkahkan kakinya ke sana….”

Mungkin alasan kenapa lingkaran sihir di tunggul itu terlihat baru adalah untuk menarik perhatian dan seseorang mendekatinya. Aku benar-benar terkena jebakan seperti ini. Sepertinya memang indraku ini sudah melemah.

“Sepertinya ini tidak terlalu jauh ya….”

“…? Kenapa kau tahu hal itu?”

“Tidak, hanya perasaan saja….”

Setidaknya ada satu alasan. Yaitu hubunganku dengan shikigami yang aku tinggalkan disekolah belum terputus. Meskipun jarak bukanlah masalah untuk teknik tier 1 seperti ini, namun jika terlalu jauh maka hubunganku dengan mereka akan sulit dipertahankan dan mereka juga tidak bisa menggunakan teknik lain. Jadi mungkin tempat ini berada di bawah tanah di dalam hutan, atau lebih tepatnya adalah di bawah kuil.

Yah aku masih belum punya keyakinan soal ini. Lalu, sekarang apa yang harus kita lakukan?

Pada saat pemindahan tadi, semua shikigami yang ada di sekitarku tertinggal di sana, dan kini aku dalam keadaan tangan kosong. Namun aku masih bisa mengisi ulangnya karena aku masih memiliki hitogata pembuka gerbang.

Jika kita harus pergi, maka ada baiknya aku meletakan shikigami di depan dan menjelajahi struktur tempat ini….. Namun aku tidak merasa akan semudah itu menemukan jalan keluar. Apalagi jika ini merupakan jebakan.

Hmmm, kalau saja aku tahu di mana lokasi ini, aku bisa langsung bertukar tempat dengan shikigamiku di hutan dan melarikan diri.

“….! Seika-sama”

Seketika aku mendengar Yuki berbisik dengan suara yang panik.

“Ada sesuatu yang datang dari lorong di sebelah kanan!!”

Aku juga bisa mendengar suaranya. Suara langkah kaki berderap. Dan suara benturan logam samar-samar juga terdengar.

“Amu. Dari kanan…”

“Aku tahu….”

Dan bayangan musuh itu pun muncul dalam cahaya yang berasal dari Blade-staff. Itu adalah sosok yang mungkin bisa dikatakan manusia kadal. Meskipun mereka berjalan menggunakan dua kaki, seluruh tubuhnya diliputi dengan sisik hijau dan ditangan dan kakinya terdapat cakar seperti buaya. Sosok mereka yang berdiri membawa pedang melengkung dan sebuah perisai serta armor sederhana sangatlah aneh menurutku.

Kalau tidak salah mereka disebut dengan Lizardman. Semuanya ada tiga. Dan enam bola mata yang tidak menunjukkan ekspresi itu menatap kami. Salah satu yang paling kanan tiba-tiba bersuara seolah mengancam.

Amu sudah mulai bergerak. Ujung pedang yang sepertinya dapat membelah angin itu menembus rongga mulut Lizardman yang berusaha mengancam. Lizardman yang berada dipaling kiri mencoba mengayunkan pedang lengkung itu namun ditendang oleh Amu tepat di bagian dadanya dan terpental kedinding.

Dan kemudian Fireball tanpa rapalan ditembakan kepada sosok yang ada di tengah. Lizardman terakhir itu terbungkus oleh api dan untuk sesaat dia mengeluarkan teriakan, namun akhirnya dia jatuh dan terdiam.

Hmm, ternyata Fireball juga sudah cukup kuat ya. Amu pun menusuk Lizardman yang berusaha merayap di dinding. Dan belum ada tanda-tanda dia kehabisan nafas.

“…Hebatnya…. Jangan-jangan kamu sudah terbiasa??”

“Lumayan….”

“Tapi sepertinya lebih baik untuk tidak menggunakan sihir api di tempat tertutup…. Itu akan membuat udara memburuk…”

“Tidak apa-apa kalau cuma sedikit…. Sedangkan kau, apa yang bisa kau lakukan???”

“Mungkin sesuatu seperti ini”

[Wood Phase——— Pile-Driving technique]

Seketika muncul semblan pilar dari ruang hampa dibelakangku. Semua pilar ini menjalar menusuk para orc yang mendekati kami dari belakang. Monster yang memiliki wajah seperti babi itu pun jatuh setelah terhuyung-huyung sejenak. Sepertinya mereka langsung mati.

Amu menatap bangkai para orc dan kemudian mengerutkan keningnya.

“Apa-apaan sihir ini…. Pilar kayu??”

“Benar…..”

Pile-driving, adalah sebuah teknik yang dibuat untuk menghadapi vampir saat aku bepergian ke barat. Kudengar pilar pohon ini sangat efektif.

Meskipun aku tidak melihatnya di Transylvania atau Hongaria, namun karena pilar pohon toneriko ini efek penghancurnya lumayan, ketika aku kembali ke Jepang aku cukup sering menggunakan teknik ini. Mungkin akan sedikit mencurigakan karena sihir ini tidak termasuk ke dalam empat elemen, namun teknik ini cukup aman digunakan di ruangan tertutup. Jadi apa boleh buat.

“Aku belum pernah dengar…. Sihir seperti ini….”

“Masa?? Yah Aku ini kan keluarga Lamprouge…. Aku punya banyak kesempatan untuk mempelajari sihir yang tidak dikenal secara umum….”

Kuharap bisa sedikit menipunya.

“…Ah sudahlah…. Dengan ini kita bisa mengetahui satu hal dengan jelas…”

Amu menatap monster yang telah dikalahkan dan bergumam.

“Ini adalah Dungeon….”

 

*Pile-Driving Technique

Sebuah teknik yang menembakan pilar kayu. Pilar kayu yang dikatakan bisa mengalahkan vampir adalah dari pohon toneriko(Ash) Byakushin(Juniper), Seiyosanzashi(Common hawthorn), atau Poplar(Cottonwood). Namun karakter utama dalam cerita ini menggunakan toneriko karena tanaman itu sangat biasa di Jepang dan terlihat cukup kokoh untuk digunakan. Karakter utama dalam cerita ini mengunjungi wilayah eropa timur jauh sebelum adanya kisah Dracula, namun saat itu sudah ada cerita tentang vampir seperti Strigoi.

 

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

6 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 5”

  1. jio says:

    gasss sekencangnya mas admin

  2. Denny permana says:

    Next min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *