Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 8
~Onmyouji Terkuat, Beristirahat~

 

Selamat Membaca….

“Hmm …”

Amu meregangkan tubuhnya dengan santai.

“Ah, apa kamu sudah sadar?”

“Tempat ini….. Aku… Apa yang terjadi padaku??”

Amu pun bangkit dan menatapku yang duduk di sebelahnya dan  bersandar di dinding.

“Sayangnya kita masih ada di dalam dungeon… Kamu pingsan setelah diserang oleh Hobgoblin…”

“…Aku ingat….. Kenapa aku bisa kalah oleh monster semacam itu….”

Amu meraba-raba rambut yang dipenuhi darah lalu meraba berbagai tempat di kepalanya, dan akhirnya memasang wajah kebingungan.

“Loh… Lukanya….”

“Aku sudah memulihkannya….”

“… Kau ini… Bisa menggunakan sihir pemulihan??”

Amu kemudian melirik ke arah mayat para goblin yang bergelimpangan di ujung lorong.

“Jangan-jangan mereka ini juga kau yang…..”

“Begitulah….”

Karena kelabang raksasa itu makannya tidak bersih, jadi mayat mereka terlihat mengenaskan. Namun sebagai gantinya kelabang besar itu telah memakan sebagian besar monster yang ada di dalam, jadi untuk sementara kita bisa aman.

“Kau ini apa? Meskipun agak aneh kalau aku yang mengatakan ini… tapi kau itu aneh… n!! “

Amu tiba-tiba menggigit bibirnya dan terlihat kesakitan.

“Apa kamu baik-baik saja? Apa itu semacam penyakit bawaan atau apa?”

Amu menggelengkan kepalanya dengan mata tetap terpejam.

“Apa ada yang kamu tahu soal penyebabnya??”

Lagi-lagi dia menggelengkan kepalanya. Aku pun mengambil beberapa hitugata.

Jika ini adalah penyakit bawaan maka aku tidak bisa berbuat apa-apa. Namun baru beberapa saat lalu aku telah menerapkan teknik pemindahan penyakit. Akan aneh jika gejala seperti ini muncul secepat ini.

Kalau begitu mungkin saja ITU.

Aku pun menempatkan beberapa hitogata dan kemudian membuat segel.

“……Ah”

“Bagaimana? Sudah lebih nyaman??”

“Y-ya……”

Amu pun perlahan bangkit.

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku membuat Kekkai…. Selama kita ada di dalam sini maka kutukan tidak akan sampai….”

“kutukan……?”

“Ya…. Kira-kira sejak kapan gejala seperti itu muncul??”

“Um… mungkin sekitar sebulan yang lalu….  Awalnya aku hanya merasa sedikit pusing, namun akhir-akhir ini kepalaku mulai terasa sakit…”

Satu bulan lalu, sejak proses pendaftaram??

“Tapi ini…. Aku rasa bukan kutukan….. Aku juga awalnya sempat curiga apakah ini kutukan dan berusaha mencari tanda kutukan di berbagai tempat di tubuhku, namun aku tidak menemukannya dimanapun….”

“Ada juga kan lokasi yang tidak bisa kamu lihat sendiri kan??”

“….”

“Ya… bukan berarti aku menyuruhmu untuk menunjukkannya loh….”

“…Baiklah…. Bisa tolong kau lihat? Dengan ini semuanya akan jelas…..”

“eh??”

“Balik badan sebentar!”

Ketika aku berbalik sesuai dengan perintah, aku mendengar suara pakaian yang diturunkan. Dan aku tetap menunggu tanpa bisa berkata-kata.

“……Silahkan….”

Ketika aku berbalik aku melihat punggung Amu yang putih tanpa busana. Dengan wajahnya yang melihat ke samping, hanya  tatapannya itu mengarah kepadaku.

“Bagaimana? Bisakah kau lebih cepat karena disini dingin sekali…”

Sesuai instruksi itu aku pun mulai memperhatikan dari bagian rambutnya, ke seluruh punggungnya yang putih, hingga ke area dekat bokong.

“……Tidak ada….”

“Begitu… ternyata benar….. Kalau begitu bisakah kau berbalik lagi?”

Saat aku berbalik, lagi-lagi aku mendengar suara gesekan pakaian itu. Karena aku merasa dia sudah duduk aku pun berbalik, dan Amu yang sudah berpakaian itu sudah duduk bersandar di dekatku.

Dia terlihat tenang…. Namun ketika aku melihat dari dekat, wajahnya terlihat sedikit memerah.

“Aku kan sudah bilang…. itu bukan kutukan….”

Suaranya sedikit bergetar. Mungkin dirinya sendiri juga gelisah soal masalahnya ini. Namun aku harus tetap mengatakannya.

“Tidak… belum tentu juga…. Misalnya dengan membuat garis tanda itu dengan warna yang mirip dengan kulit, atau membuat tanda itu sangat kecil sehingga sulit untuk ditemukan….”

“Apa maksudmu ingin aku menunjukannya sekali lagi!!?”

“Bukan itu!! Maksudku ada banyak sekali cara untuk menutupinya! Pokoknya tidak dapat disangkal bahwa ada banyak cara menyembunyikan tanda kutukan itu seperti di kulit kepala atau di dalam lubang-lubang yang ada ditubuh….”

“Kalau begitu untuk apa aku tadi menunjukkan tubuh telanjangku!?”

“Yahh…. “

“Lagipula aku tidak merasa pernah dikutuk loh? Bukankah Karen-sensei pernah menjelaskan bahwa untuk dapat menggunakan kutukan kita harus kontak langsung dengan target? Jadi kita bisa menggelak di saat itu….”

“…. Kalau kamu tahu begitu kenapa tadi langsung melepas pakaian begitu saja?”

“…!! Berisik! Kubunuh kau!!!”

“Maaf….”

Kumohon jangan jadikan aku sebagai pelampiasan amarah…

“Pokoknya, karena kekkai ini ternyata berpengaruh maka lebih baik jika menganggap itu adalah sebuah kutukan…. Lagipula pada kenyataannya kutukan itu juga bisa di lakukan dari jarak jauh….”

“Apakah itu juga termasuk pengetahuan yang ada di keluarga Lamprouge??”

“Ya anggap saja seperti itu….”

“Hmm… Lalu maksudmu aku harus terus berada dalam kekkaimu ini sepanjang waktu begitu??”

“Tidak juga….. Sama halnya dengan banyak celah yang dapat dimanfaatkan oleh sang pengguna kutukan, pihak target pun juga bisa memanfaatkan celah dalam penggunaan kutukan itu…Boleh aku minta rambutmu? Yang terkena darah saja tidak apa-apa….”

Amu menarik rambutnya yang berlumuran darah dan memberikannya padaku. Aku pun mengikatkan itu lembaran hitogata dan kemudian menuliskan beberapa huruf dan melapalkan mantera.

…… Baiklah, ini cukup.

“Ini… Silahkan bawa kertas mantera ini…. Ini akan menjadi pengganti targetnya….”

Amu menatap hitogata yang dia terima dengan tatapan penuh kecurigaan.

“Apa benar benda ini akan berguna??”

“Berguna kok… tapi benda ini adalah benda habis pakai… Jadi setelah dia menahan beberapa kutukan benda ini akan menjadi tidak berguna….”

“Kalau begitu….”

“Nanti aku akan membuatkannya lagi…. Tapi aku akan berusaha melakukan sesuatu sebelum itu terjadi kok….”

“Be-begitu ya….”

Setelah terdiam sejenak, Amu pun berdiri.

“…Ayo kita jalan…. Kalau penyakit itu sudah tidak datang lagi maka aku juga bisa bertarung dengan benar….”

Amu mencoba melanjutkan perjalanan. Namun aku menarik tangan itu.

 

Terima kasih telah mampir….

 

Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.02 - Ch.08. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

One response to “Saikyou Onmyouji Volume 2 Chapter 8”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *