Chapter 51 ~ Onmyouji Terkuat, Menonton Pertandingan

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 5 di Kurozuku.

21 Apr 2021

Penerjemah : KuroMage

Kami kembali.....
Selamat Membaca!!

Di turnamen ini, jumlah pertandingan terbanyak ada di putaran pertama. Selama tiga hari sebelum pertandinganku selanjutnya, aku menghabiskan waktu dengan menonton pertandingan peserta lain.

Sesuai dengan dugaan, banyak sekali muncul kontestan yang kompeten. Namun di antara mereka semua, ada dua sosok yang menarik perhatianku.

Salah satunya adalah Mavel. Pada pertandingan pertamanya, gadis itu muncul ke arena dengan membawa pedang dua tangan yang besarnya hampir sama dengan besar tubuhnya itu.

Sesaat setelah pertandingan dimulai, ia menghancurkan pedang dari ksatria veteran yang menjadi lawannya, lalu membuang pedangnya sendiri, dan kemudian menggenggam lawannya itu, lalu melemparnya dengan satu tangan.

Mavel yang bertubuh mungil itu dapat mengayunkan pedang besar dan melemparkan pria besar tanpa kesulitan. Seperti ilusi optik saja.

Yahh mungkin ini juga efek dari sihir. Karena aku ingin mendapatkan lebih banyak informasi, aku cukup kecewa karena pertandingan itu berakhir dalam sekejap mata.

Lalu yang satunya laig adalah sosok bernama Raynas, seorang ksatria berusia sekitar 20 tahunan. Dia tampaknya juga bisa menggunakan sihir, dan berhasil mengalahkan petualang berpedang dengan menggunakan sihir tanah dan angin miliknya. Dia berhasil menang tanpa terjadi bahaya apa pun.

Dia menarik perhatianku karena sepertinya orang itu masih menyembunyikan kekuatannya. Tapi… saat pertandingan ia melambaikan tangannya ke arah kursi penonton, dan setelah pertandingan dia dengan mudahnya bermain dengan wanita. Sepertinya dia bukan hanya sekedar orang kuat biasa.

Dan kemudian… hari ini, pertandingan terakhir di putaran pertama akan segera dimulai.

“Baiklah!! Kita sudah sampai pada pertandingan terakhir di putaran pertama!!”

“Hei, Seika-kun….”

Ifa yang sedang duduk di sampingku memanggil namaku dengan nada khawatir.

“Benar kamu tidak apa-apa?? Kalau kamu masih pusing, bukankah sebaiknya istirahat saja dulu….”

“Tidak apa-apa kok… Ini sama sekali bukan masalah…”

Aku menjawab sambil melambaikan tanganku dan memegangi kepalaku.

Aku tahu penyebabnya mengapa dia begitu. Dan tindakan ini sangat diperlukan.

“Aku tidak tahu ini tidak berpengaruh untukmu… tapi sebaiknya kau tidak terlalu memaksakan diri…”

“Aku tahu…. Terima kasih, tapi ini adalah pertandingan terakhir hari ini…”

Setelah memberikan jawaban kepada Amu, aku pun menonton ke arena yang ada di bawah dari kursi penonton. Setelah pertandingan ini selesai, aku telah selesai memeriksa semua peserta.

“Pertama-tama…. Murid pertama dari Fold sang Sage, Petarung Barren!! Master Fold dikenal sebagai pengguna sihir elemen air, kira-kira sihir seperti apa yang akan digunakan oleh Barren muridnya ini!!”

Muncul seorang pria muda yang menggunakan jubah dan memegang tongkat layaknya seorang penyihir.

“Lawannya adalah — Kyle anggota unit pengawal dari Lugrock Corp!!”

Aku pun mengerutkan keningku ketika menyaksikan sosok peserta yang muncul ke arena perlahan-lahan itu. Muncul sosok pemuda yang berusia sekitar belasan atau mungkin hampir dua puluhan tahun, mengenakan pakaian lusuh yang sepertinya bukan armor ataupun jubah.

Ia memegang pedang di tangan kanannya…. dalam keadaan telanjang. Tak ada sarung pedang menempel di pinggangnya. Hal ini mengesankan seperti ia hanya membawa pedang itu karena sedang dibutuhkan saja.

Kombinasi rambut abu-abunya dan gaya berjalannya yang seperti tidak bernyawa itu membuatnya terlihat sepeti hantu.

“Kami tidak memiliki banyak informasi terkait petarung Kyle!! Pria ini tidak terlihat seperti pendekar pedang ataupun penyihir!! Kira-kira, pertandingan macam apa yang akan dia tunjukkan!! Benar-benar menarik perhatian!!!”

Kedua peserta saling berhadapan di atas arena. Penyihir yang menjadi lawan Kyle itu sepertinya sedikit tertekan.

“Baiklah, Pertandingan terakhir putaran pertama….. Dimulai!!!”

Di saat yang hampir bersamaan dengan suara peluit, si pemuda penyihir itu mengarahkan tongkatnya ke arah pemuda berkostum aneh. Namun tiba-tiba gerakannya terhenti.

“A..pa……?”

Si penyihir sama sekali tidak dapat bergerak dan masih dalam posisi mengangkat tongkatnya. Pasti ada sesuatu yang aneh telah terjadi.

Si pemuda berpakaian aneh yang bernama Kyle itu pun berjalan perlahan menghampiri si Penyihir yang telah kaku.

Aku pun menurunkan shikigami elangku yang sebelumnya aku terbangkan dilangit. Aku ingin melihat keadaan lebih dekat.

“Apa yang terjadi!!! Petarung Barren tiba-tiba tidak bergerak sama sekali!!! Perlahan-lahan Petarung Kyle mulai menghampirinya!!!”

Sorak penonton pun semakin ramai.

Aku berhasil menurunkan elangku sampai ketitik dimana wajah peserta dapat terlihat dengan jelas. Terlihat ekspresi ketakutan menyeruak di wajah sang penyihir. Kepada pemuda misterius itu. Aku pun membalikkan pandangan elangku.

Pemuda aneh itu pun menghentikan langkahnya. Entah sejak kapan, jarak diantara mereka hanya tinggal satu langkah saja. Kemudian perlahan-lahan… Pedang pemuda itu menusuk leher si penyihir dengan gerakkan seperti sedang melakukan aktivitas rutin.

Darah pun mengucur keluar dari mulut penyihir itu. Sampai detik itu, sama sekali tidak ada perlawanan yang dilakukan oleh si penyihir. Ketika si pemuda aneh mencabut pedangnya, barulah tubuh si penyihir itu terhuyung-huyung seolah teringat kembali cara bergerak, dan akhirnya jatuh telentang di atas arena.

Terlihat banyak darah menyebar di sekitar tubuhnya.

“Petarung Barren… tidak mampu melanjutkan pertarungan!!! Pemenangnya adalah Kyle!!! Entah bagaimana, dalam pertarungan ini telah muncul korban jiwa pertama!! Meskipun kita penasaran mengapa petarung Kyle tidak menghentikan pedangnya… tapi apa-apaan pertarungan aneh ini!!!”

Amu tampak mengerutkan keningnya sedangkan Ifa memalingkan wajahnya sambil menutup mulutnya dengan tangan. Syukurlah, anak-anak ini masih normal.

Arena pun dipenuhi kebisingan, namun ada juga suara terkesan tercampur di dalamnya. Seolah-olah mereka memang mengharapkan adanya pertandingan seperti ini.

Kematian seseorang, sepertinya tetap menjadi bahan tontonan meskipun ini di dunia yang berbeda.

Kemudian…

Pandangan elangku berhasil menangkap wajah pemuda bernama Kyle itu. Ekspresi pemuda itu…. datar. Sebuah ekspresi kosong tanpa emosi dan pikiran.

Katanya dia pemuda itu adalah unit pengawal dari Lugrock Corp, tapi sepertinya itu bohong. Mana ada perusahaan yang akan mempekerjakan monster seperti itu.

Mungkin dia adalah kiriman dari seseorang dari balik layar.

Tiba-tiba aku menemukan sesuatu yang sangat menarik perhatianku. Yaitu mata pemuda itu. Mata kanan yang berwarna biru langit, dan mata kiri berwarna merah.

“Ohh!!! Kami dapat informasi baru!!! Sepertinya mata kiri milik Petarung Kyle adalah Evil Eye!!!  Benar-benar mengejutkan!! Pemilik Evil Eye telah muncul di turnamen bersejarah ini!!! Kira-kira gejolak seperti apa yang akan terjadi pada putaran kedua yang akan dimulai esok hari!!!”

Ternyata di dunia ini juga ada ya….

Penyihir aneh yang memasang teknik kutukan pada bidang pandangannya dan mengutuk target hanya dengan memandangnya. Seorang pengguna Evil Eye…

Note : Shikigami (Elang)

Memiliki penglihatan sekitar enam kali lipat lebih tajam dari manusia.

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *