Chapter 52 ~ Onmyouji Terkuat, Menghadapi Pertandingan Kedua

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 6 di Kurozuku.

22 Apr 2021

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Evil Eye adalah sebuah teknik kutukan yang memanfaatkan bidang pandang. Dapat mengutuk target yang terlihat oleh mata. Singkatnya, itu adalah sebuah teknik kutukan yang agak aneh, namun karena Evil Eye membutuhkan kecocokan dengan penggunanya, efek yang ditimbulkan cukup kuat terlebih dampaknya sulit untuk dihilangkan.

Meskipun pada level rendahan Evil eye hanya sebatas digunakan untuk membuat lawannya sakit atau mengalami kesialan, namun para penyihir di barat yang aku temui dapat membunuh kelinci untuk makan malam hanya dengan menatapnya saja. Dikatakan pula bahwa dahulu kala pernah ada beberapa pengguna Evil Eye yang dapat mengubah makhluk hidup menjadi batu.

Tidak ada teknik kutukan yang lebih kuat daripada teknik tersebut. Namun untuk mencegahnya tidaklah sulit, bahkan bagi seorang amatir sekalipun. Misalnya di Barat ataupun Islam, terdapat semacam jimat ataupun segel-segel yang dapat mencegahnya dan beredar luas. Meskipun metode tersebut sederhana, namun sepertinya berhasil.

Namun ini hanyalah kisah di kehidupanku sebelumnya. Evil Eye yang ada di dunia ini…. tampaknya sangat ditakuti. Meskipun efeknya yang membuat lawan tidak dapat bergerak atau memberikan penyakit ini cukup mirip dengan yang ada di duniaku sebelumnya, namun tampaknya metode pencegahannya masih belum tersebar luas.

Mungkin hal ini disebabkan oleh sedikitnya jumlah pengguna Evil Eye tersebut. Tapi…. sepertinya di dunia ini teknik kutukan cukup tertinggal ya…

Oleh karena itu, pemilik Evil Eye di perlakukan seperti orang tersesat. Meskipun tidak sampai terjadi penyiksaan, namun tampaknya mereka sangat di jauhi.

Ya meskipun hal ini juga agak mirip dengan kehidupanku sebelumnya.

“Baiklah!! Mari kita mulai pertandingan pertama di putaran kedua!!! Kita sambut petarung pertama kita….. Seika Lamprouge!!!!”

Kita abaikan dulu masalah ini, pertandingan keduaku pun tiba. Tanpa menunggu pengenalan lebih panjang, aku pun bergegas naik ke arena.

Ifa benar-benar ketakutan setelah menyaksikan pertandingan kemarin dan terus menangis. Namun akhirnya kami berhasil menenangkannya. Pada kenyataannya Kyle berada di blok yang berbeda denganku, jadi kalaupun aku akan bertanding melawan orang itu, maka itu akan terjadi di pertandingan final.

“Yang akan menjadi lawannya adalah…. Rabbiner the Puppet Master!!!”

Terdengar suara bumi bergetar. Sosok yang naik ke atas arena di hadapanku bukanlah manusia melainkan sebuah boneka batu raksasa. Tingginya kira-kira sekitar 5-6 meter. Tubuhnya terbuat dari batu besar berwarna kehijauan, dan terdapat beberapa huruf serta lingkaran sihir tergambar di seluruh bagian tubuhnya.

“Ohh!!! Tampaknya kali ini muncul Golem yang berbeda dari yang sebelumnya!!! Di putaran pertama telah kita saksikan  golem hitam yang sama sekali tidak bergeming ketika mendapat serangan gada dari lawannya!!! Tapi apakah taktik itu akan efektif melawan seorang penyihir!!”

“Hohoho … aku merasa terhormat…. aku bisa bertemu dengan putera ketiga keluarga Earl Lamprouge yang terkenal itu di tempat seperti ini….”

Muncul seorang pria berambut hitam panjang di belakang golem yang terkesan lemah dari segi penampilannya. Penampilannya mirip dengan kasim di dinasti Song, tapi apa disini juga ada budaya yang mirip?

Aku pun memberikan jawaban dengan formal.

“Meskipun nama saya sedikit terkenal, saya juga merasa terhormat Anda dapat mengenal diri saya yang hanya seorang putera ketiga dari bangsawan pedalaman….”

“Tentu saja aku mengenalmu…. Karena aku sudah menyelidiki seluruh peserta yang mengikuti turnamen ini… termasuk tentang dirimu…”

Pria itu pun tersenyum menyeringai.

“Anak dari seorang selir, pernah didakwakan tidak memiliki sihir, dan bahkan aku juga tahu kau mendapatkan budak teman masa kecilmu menjadi milikmu sendiri…. terlebih.. fufufu… aku juga tahu soal ujian masukmu…”

“Ujian masuk?”

“Kau lulus ujian praktek dengan menggunakan tiga atribut, yaitu api, tanah dan air… benar-benar bakat yang luar biasa…. tapi sebaliknya… kau tidak bisa menggunakan atribut lain selain tiga atribut itu kan??”

“…”

“Ufufufu … Lihatlah golem milikku!”

Pria itu mengulurkan tangannya dan menunjuk ke arah yang berdiri dengan tenang.

“Kalau kau mempelajari sihir…. Kau seharusnya sudah mengerti kan?? Golem ini memiliki daua tahan yang sangat kuat terhadap lima atribut!! Normalnya, menumpuk beberapa atribut sekaligus akan saling memperlemah atribut lainnya, namun aku berhasil membuat golemku kuat di segala atribut dengan hanya melemahkan salah satu atribut saja!!!”

“…”

“Untuk golem yang satu ini… Atribut itu adalah angin…. Fufufu… Atribut yang tidak dapat kau gunakan….”

“Jadi intinya… sihir atribut angin adalah kelemahan dari golem ini?”

“Ya… Jadi apa kau mengerti betapa menyedihkannya situasimu saat ini??”

“Baiklah!!! Pertandingan pertama putaran kedua… Dimulai!!!”

Peluit tanda mulainya pertandingan pun berbunyi.

“Kira-kira bagaimana caramu bertarung melawan lawan yang tidak mempan terhadap sihirmu itu?? Jika aku menyerah, sebaiknya sekarang saja!!”

Bersamaan dengan suara teriakan dari pria itu, Golem berwarna kehijauan itu mulai berjalan. Di tengah tekanan tubuh raksasa yang semakin mendekat itu, aku pun bergumam sambil memilih hitogata yang akan kugunakan.

“Um… angin ya… Baiklah….”

[Summon—Kamaitachi]

Angin mulai berhembus. Dari sebuah retakan ruang, munculah ayakashi berbentuk musang bersamaan dengan hembusan angin puyuh, dan menyerang golem itu dengan kekuatan yang luar biasa.

Makhluk itu membuat bilah angin untuk mengoyak tubuh raksasa itu, dan dalam sekejap mata ia kembali ke dalam ruang paralel.

Tiba-tiba arena dipenuhi oleh keheningan.

“… Oh, oh!?? Golem milik petarung Rabbiner telah hancur!!! Sihir angin yang luar biasa milik Petarung Seika telah mengalahkan golem tersebut dalam waktu yang sangat singkat!!!”

“Kalau mau menyerah sekarang saja….”

Aku mengatakan itu kepada Rabbiner yang masih terpana. Kemudian pria berambut panjang itu pun tersenyum dan mengangkat kedua tangannya dan menghadap ke wasit.

“Maaf… Saya menyerah…”

****

“Tapi tadi itu cukup berbahaya ya….”

Saat berjalan kembali menuju ke ruang tunggu, aku mengatakan demikian. Dan Yuki pun berkomentar dengan nada agak terkejut.

“Eh, eh!? Dalam pertandingan barusan, bagian mananya yang bahaya??”

“Di turnamen ini… seorang summoner itu dilarang… Jika aku ketahuan memanggil Ayakashi, kemungkinan aku akan di diskualifikasi…”

Karena Kamaitachi itu selalu besembunyi dibalik kekuatan misterius dan bergerak sangat cepat sehingga tidak dapat terlihat oleh mata manusia, jadi aku menganggap ini tidak masalah. Lagipula tidak ada alasan mereka dapat menemukan musang bercakar sabit yang menaiki angin puyuh.

“…Be-begitu ya….”

Yuki mengatakan itu seolah dia bosan. Aku harap dia berhenti melakukan hal itu, karena itu mengganggu pikiranku.

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

3 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 6”

  1. SiOtong says:

    Yg lain up lagi mint

  2. Kyaruu says:

    Lanjut min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *