Chapter 54 ~ Onmyouji Terkuat, Melakukan Interogasi

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 8 di Kurozuku.

1 May 2021

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Di saat fajar sebelum matahari muncul. Ada seorang pria yang berjalan di sebuah gang sepi di Ibukota kekaisaran dengan langkah yang cepat.

Ketika pria itu berhenti di ujung gang, dalam diam orang itu membuka tutup kotak kayu yang tersembunyi di sudut gundukan sampah. Ada seekor merpati di dalam kotak itu. Pria itu pun mengeluarkan merpati itu dengan hati-hati dan mengikatkan sesuatu yang diambil dari sakunya ke salah satu kaki merpati itu.

Dan kemudian ia melemparkan merpati itu ke langit dengan kedua tangannya. Kemudian, seakan sudah menentukan arah yang harus ia tuju, merpati itu langsung terbang menjauh dari ibukota kekaisaran.

Dan kemudian….

Seekor elang yang muncul tiba-tiba pun menerjang merpati itu. Elang itu menggunakan cakar besarnya menahan merpati yang melawan, dan membawanya terbang entah ke mana.

Mata pria itu pun terbelalak menyaksikan kejadian tak terduga ini. Merpati pengirim pesan itu telah diserang oleh burung pemangsa.

Namun mengapa di saat seperti ini….

“Chi… Sialan….”

Pria itu memuntahkan kata-kata kasarnya.

Kemudian dari belakang pria itu… aku pun memanggil pria itu.

“Aku rasa masih terlalu pagi untuk menerbangkan merpati….”

Pria itu pun langsung menoleh ke belakang dengan terkejut. Seorang pria berusia sekitar 20-30 tahun yang terlihat biasa-biasa saja. Wajahnya tidak memiliki ciri atau kesan khusus. Sepertinya dia memang sangat cocok dengan pekerjaan seperti ini.

Aku pun melanjutkan perkataanku sambil tersenyum.

“Orang dari pihak ras iblis kan?”

“…Aku tidak tahu apa yang tiba-tiba kau bicarakan… Aku juga tidak tahu siapa kau ini… Apa kau butuh sesuatu dariku??”

“Banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan…. Misalnya seperti isi surat rahasia pada merpati itu…”

“Surat Rahasia?? Itu hanyalah catatan penjualan kami yang akan aku kirimkan ke cabang Rodnea…. Meskipun aku harus mengirimkan ulang catatannya karena elang itu mengganggu… Ini sudah waktunya bosku bekerja, permisi boy….”

Pria itu berkata dengan nada kebingungan dan mengalihkan pandangannya. Ia pun berjalan ke arahku dengan gerakan santai. Dan seolah ia sedang mengeluarkan peralatan kerjanya… ia mencabut pisau dari pinggangnya.

Beberapa saat kemudian, langkahnya menjadi semakin cepat.  Dan dalam sekejap pisau itu sudah mengarah ke arahku.

“Aku sangat berterima kasih kau bersikap seperti itu….”

[Ki no Ai— Tsuru Shibari no Jutsu]

Muncul tanaman rambat yang cukup lebat dan merusak bebatuan trotoar. Begitu tanaman itu menyentuh pria itu, tanaman rambat itu langsung membungkusnya lalu mengalami pengkayuan dan mencengkeramnya dengan kuat.

Bersamaan dengan suara teriakkan, pisau itu pun terlepas dari tangannya.

“Sial… Bagaimana bisa… Kau tahu….”

“Aku sempat mendengar pembicaraan rahasia kalian… Pembicaraanmu dengan informan…”

“Ha.. harusnya tidak ada orang disana…!?”

“Memang tidak ada nmanusia…. Benar-benar sulit loh.. Mengumpulkan informasi dari seluruh penjuru di ibukota kekaiasaran ini…. Karena itu aku jadi kurang tidur dan kepalaku pusing…. Tapi karena aku berhasil menangkap satu, jadi semua kerja keras itu terbayarkan…. Akhirnya aku bisa sedikit santai….”

Pria itu menatapku seolah ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

“Seika Lamprouge…. Si.. Siapa kau sebenarnya…..”

“Ah, ternyata benar dugaanku… Setidaknya kau sudah mengenal identitas semua peserta turnamen ya… Kalau begitu… sekalian saja bicarakan tentang isi laporan yang ingin kau laporkan itu…”

Pria itu pun mulai tersenyum.

“Hah…. Memangnya siapa yang mau membeberkan hal itu??”

“Begitu ya…”

“Apa kau akan menyiksaku? Kalau pun aku mengatakannya, tidak mungkin aku akan mengatakannya dengan jujur kan??”

“Tidak kok….”

Aku pun melayangkan selembar hitogata ke udara.

“Mari kita tanyakan pada jiwa orang itu….”

[Summon— Satori]

Muncul seekor youkai yang menyerupai monyet dari ruang paralel. Hanya wajahnya saja yang mirip dengan manusia, dan tersenyum dengan menyeramkan.

Pria itu pun menatap youkai yang tiba-tiba muncul itu dengan penuh rasa takut.

“Apa…”

“‘Apa itu monster?? Apa orang ini adalah seorang summoner??”

“Dia bisa…”

“[Dia bisa berbicara?? Apa dia sedang membaca pikiranku??] Gehahaha….”

Wajah pria itu pun menjadi pucat setelah mendengar kata-kata yang diucapkan Satori.

Benar… Satori adalah Youkai yang dapat membaca hati seseorang.

“Kalau begitu mari kita mulai interogasinya… Pertama-tama siapa atasanmu?”

“…Mana mungkin aku akan beritahu!”

“Gehahaha … [Duan Vol Vofis]”

“Hoo… Lalu siapa lagi di atas orang itu??”

“[Mungkin Dahuang El Eldentrada… Aku tidak yakin…]”

“Hmmm… Untuk memastikan saja… Mereka itu adalah ras Iblis kan?”

“[Benar]”

Aku sempat menduga hal seperti itu karena nama gelarnya aneh, tapi ternyata benar dugaanku. Lapipula Cordell juga salah satu perantara ras iblis.

“Kemana harusnya tujuan merpati tadi itu?”

“[Ruwick…. Sebuah wilayah perbatasan ras iblis yang berada di sebelah timur laut dari sini…]”

Jadi dia berniat menerbangkan burung itu langsung ke wilayah iblis ya? Jauh sekali… tapi mungkin masih bisa di capai karena itu daerah perbatasan.

“Jadi, apa isinya? Apa benar itu tentang kemunculan hero dari sisi manusia?”

“[ Ya… Kenaoa kau bisa tahu tentang itu?? Apa dari perantara ras iblis?? Sejauh mana yang sudah kau ketahui?]”

“Kita tidak sedang membahas tentang diriku… Katakan nama kandidat hero yang sedang kau awasi…”

“[Mavel Claine…]”

“Kenapa kau menduga gadis itu adalah Hero?”

“[Karena tahun kelahirannya sama dengan tahun yang ada dalam ramalan…. Begitu juga dengan jenis kelamin dan warna rambutnya… Ditambah lagi dia cukup kuat… Dia berasal dari Akademi sihir… Namun setahun yang lalu, perantara ras iblis yang melaporkan adanya kandidat Hero di sana telah menghilang bersama dengan regu pembunuh yang kami kirim… Meskipun ada perbedaan dengan waktu masuknya gadis itu… Namun dapat diperkirakan itu adalah bentuk manipulasi informasi yang dilakukan manusia…”

“Hmm. Apa lagi?”

“[Ada juga rumor di antara para informan bahwa Mavel Claine adalah seorang Hero… Ketika aku menyelidiki asalnya, aku mengetahui bahwa dia berasal dari keluarga Baron Claine…. Maka pemalsuan informasi ini menjadi wajar….]”

Begitu ya….

“Apa lagi yang kau tulis?”

“[Semua informasi rinci tentang Mavel Claine… Resmi di adopsi oleh Baron Claine sekitar enam bulan yang lalu… Meskipun dikatakan bahwa dia adalah cucu dari gurunya saat masih berada di Akademi, namun informasi ini tidak masuk akal… Lalu saat ujian masuk….]”

Mungkin pria itu sudah banyak menyelidiki tentang Mavel. Dia terus mengungkapkan semua yang ia ketahui. Namun sepertinya semua itu masih dangkal.

Kemungkinan semua itu adalah informasi yang sengaja disebar luaskan. Termasuk rumor tentang Mavel yang merupakan seorang Hero.

“Ini pertanyaan terakhir… Seberapa besar kemungkinan yang kalian yakini bahwa Mavel itu adalah seorang Hero??”

“[Mungkin sekitar 10%…. Kemungkinan akan menjadi 20% setelah dia memenangkan turnamen ini….]”

“Begitu ya…. Apa ada kandidat lain??  Ah tidak… Apa menurutmu ada kemungkinan kekaisaran menyembunyikan keberadaan Hero ini?”

“[Kemungkinannya memang ada… tapi ras manusia menjadikan sosok Hero ini layaknya sebuah dongeng… semua orang masih menganggap bahwa Hero itu belum muncul di dunia ini…]”

Benar juga…. Tergantung bagaimana dia akan terlahir, besar kemungkinan Hero itu akan terlahir tanpa pernah menyentuh pedang sekalipun. Apalagi jika orang itu adalah wanita.

Jika kekaisaran sudah mengetahui adanya sosok Hero, maka besar kemungkinan mereka menyembunyikan identitasnya. Namun jika mereka tidak mengetahuinya maka besar kemungkinan sosok Hero itu akan terkubur di suatu tempat tanpa diketahui.

Meskipun kemungkinannya kecil, mereka tidak bisa mengabaikan keberadaan Mavel yang cukup kuat dan memiliki semua ciri yang disebutkan. Kurasa ini adalah sudut pandang yang cukup masuk akal.

“Baiklah… Kurasa ini cukup… Terima kasih banyak… Berkatmu aku banyak mengetahui apa yang aku inginkan…”

Tanaman merambat yang menjerat pria itu pun membusuk. Pria yang telah kehilangan sandarannya itu pun jatuh lemas dalam posisi berlutut. Dengan wajah pucatnya itu, tangannya berusaha meraih pisau yang tadi terlepas dari tangannya.

Namun, sesaat sebelum ia berhasil menggengamnya…. tiba-tiba Satori berdiri tepat di depannya. Aku tidak dapat melihat dengan detail bagaimana ekspresi wajah pria itu, mungkin ia sudah kehilangan harapannya.

“Kerja bagus, Satori…”

Aku mengatakan itu kepada Youkai tersebut.

“Sebagai hadiah untukmu… Kau boleh memakannya….”

“Ap…!?”

“[Apa!? Makan!? Jangan bercanda!!!] Gehahahaha Ahm…”

Kepala Satori membesar hingga berkali-kali lipat dari ukuran normalnya. Dan segera ia menelan pria itu dengan mulutnya yang terbuka lebar itu. Terlihat bentuk manusia yang meronta-ronta mengalir melewati tenggorokannya dan langsung ke perut. Dan tampaknya pria itu masih terus memberontak di dalam perut besar itu.

“Hentikan!!” “Keluarkan aku dari sini!!!” “Gehahahaha” “Sakitt!!!” “Gehahahahagehahahahahahaha!”

Dan pada akhirnya gerakkannya semakin melambat. Perut Satori yang tadinya besar itu pun perlahan-lahan menyusut. Dan wajah besarnya itu sudah kembali ke ukuran monyet kecil seperti semula. Benar-benar tidak terlihat jejak bahwa dia baru saja melahap seorang manusia.

Satori pun berbalik dan menatapku dengan wajahnya yang dihiasi senyum menyeramkan itu.

“[Kasihan… Apa boleh buat…. Terlalu berbahaya jika dibiarkan]… Gehahahahaha….”

Aku pun menatapnya dengan tajam dan mengatakan sesuatu dengan suara yang dipenuhi kekuatan kutukan di dalamnya.

“Satori…. Jangan baca pikiranku… Atau kubunuh kau nanti….”

“Ge…. Aaa…..”

Senyum di wajah Satori pun membeku. Aku segera membuka gerbang ke dunia paralel di hadapan Youkai itu.

“Kerja bagus… Kau bisa pulang sekarang…. Atau kau masih punya sesuatu yang ingin kau katakan padaku??”

Segera Satori melompat ke dalam gerbang paralel. Aku pun langsung menutup gerbang itu dan menghela nafas.

“Se… Seika-sama …”

“Hmm? Oh, Maaf aku membuatmu ketakutan ya…”

Aku pun merih kepalaku dan membelai Yuki yang ketakutan dengan ujung jariku.

Tapi… Aku tidak menyangka bahwa aku akan diremehkan oleh Youkai rendahan macam itu… Di kehidupanku sebelumnya itu adalah hal yang sangat mustahil.

Terdengar suara gemerisik, dan Shikigami elangku pun kembali dengan membawa merpati pengirim surat yang telah tertangkap. Aku pun memegang merpati itu dengan kedua tanganku dan melepaskan surat yang ada di kakinya lalu membacanya. Kemudian aku pun menghela nafas panjang.

“…Kenapa aku tadi tidak bertanya tentang bagaimana caranya memecahkan kode ini….”

Aku pun membakar surat itu dengan api. Tampaknya merpati itu tidak terluka parah, dan ketika aku melepaskannya dia langsung terbang begitu saja.

Meskipun aku tidak bisa membaca isi suratnya, namun itu sama sekali bukan masalah. Dengan ini, aku jadi paham semuanya.

Turnamen ini diadakan agar Mavel bisa menjadi juaranya. Dan tujuannya adalah…. Membuat gadis itu menjadi pengganti Amu, sang Hero yang sesungguhnya.

Sejak awal aku sudah menganggap ada yang aneh dengan semua ini. Lagipula, pasukan Royal Knight juga tidak akan tiba-tiba menjadi kuat hanya dengan menambahkan seorang ksatria sihir.

Memang benar kekuatan sejati itu berasal dari jumlah, namun dalam militer, keseragaman dan keselarasan itu jauh lebih penting. Mereka harus berlatih dengan latihan yang sama, mempelajari strategi yang sama, memiliki kekuatan yang selaras, serta dapat melakukan tindakan yang sama. Keahlian khusus tidak terlalu di butuhkan dalam militer. Seorang penyihir hanya akan jadi candaan disana.

Mungkin pihak kekaisaran sudah mengetahui tentang kelahiran Hero ini. Jika memang benar ras iblis menyebarkan perantaranya seperti apa yang dikatakan Cordell, maka pihak manusia juga mungkin dapat mengetahuinya menggunakan kecerdasan meskipun telah kehilangan teknik ramalan itu.

Sama seperti Cordell menemukan Amu, kemungkinan pihak Kekaisaran juga mengetahui keberadaan Hero ini melalui Akademi.

Jika demikian, maka semuanya menjadi masuk akal mengapa Akademi tidak di tutup setelah adanya keributan demon tahun lalu. Keluarga Amu bukanlah keluarga bangsawan. Jika dia keluar dari Akademi, maka dia akan luput dari pengawasan  pihak kekaisaran.

Dengan begitu, kedua belah pihak telah berhasil mengetahui keberadaan Amu untuk beberapa saat. Namun saat ini, secara tak terduga, pihak ras Iblis telah kehilangan informasi tentang Amu.

Hal ini dikarenakan aku telah menghabisi orang dalam dan regu pembunuh yang mereka kirimkan. Mengingat percakapanku dengan Galleos waktu itu, sepertinya Cordell pun belum sempat memberitahukan nama Amu kepada orang itu.

Mungkin ia terlalu terburu buru karena ingin mendapatkan penghargaan membunuh Hero untuk dirinya sendiri. Namun berkat tindakan itu, informasi yang di dapatkan oleh pihak ras iblis hanya sebatas ‘ada kandidat Hero di Akademi’. Karena tidak ada iblis lain yang mengenali Amu selain Galleos dan Cordell.

Jadi, kemungkinan besar, kekaisaran itu telah mengetahui fakta ini dengan menggunakan kecerdasan mereka. Dengan penuh keberuntungan, pihak manusia menjadi lebih unggul dari segi informasi.

Namun jika mereka terus-terusan mengarahkan perhatian kepada Akademi, maka suatu saat mereka akan mengetahui keberadaan Amu. Kalau begitu… Maka buat saja Hero lain di Akademi! Lalu rekrut dia ke dalam pasukan Royal Knight, dan buat perhatian mereka berpaling dari Akademi!

Benar… Kemungkinan begitulah rencana yang ada di balik semua ini. Dengan ini aku bisa mengerti mengapa dengan sangat tidak wajar, Amu tidak terpilih dalam turnamen ini.

“Ah…. Aku jadi lega….”

Aku memang sedikit penasaran tentang catatan Mavel sehinga dia  bisa terpilih sebagai pengganti Hero. Namun sepertinya agak mustahil untuk bisa menyelidiki sampai sejauh itu. Lagipula nama itu pasti adalah nama palsu, dan rambut merah kecokelatan itu juga pasti karena diberi pewarna.

Aku tidak perlu mencampuri urusan ini lebih dalam lagi. Jika mereka memang ingin melindungi Amu maka itu sama dengan tujuanku. Karena kemungkinan perantara iblisnya bukan cuma pria itu saja, maka informasi tentang Mavel pasti telah tersampaikan. Justru dengan hilangnya satu orang di antara mereka akan membuat skenario ini menjadi lebih baik.

Ngomong-ngomong, kira-kira kapan waktu yang tepat untukku kembali ke Akademi ya.

“Tunggu dulu… Ada juga kemungkinan bahwa Mavel adalah Hero yang sesungguhnya… Ah tidak mungkin kan…”

Hanya dengan melihatnya saja, entah mengapa aku dapat memahaminya. Gadis itu tidak memiliki potensi sebesar yang Amu miliki.

*Tsuru Shibari no Jutsu

Sebuah teknik yang menciptakan sulur besar dari roh pohon dan menahan pergerakan lawan. Tanaman merambat memiliki kecenderungan melilit objek yang disebut tigmotropisme. Ketika batang menyentuh sesuatu, sel-sel di sisi berlawanan akan tumbuh dengan cepat. Pengkayuan adalah fenomena terjadinya penumpukan lignin di dinding sel sehingga menyebabkan jaringan menjadi keras. Fenomena ini biasanya dapat ditemukan pada kulit ari pohon dan batang bambu. Sedangkan dalam tanaman merambat terjadi pada tanaman wisteria dan akebi.

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

4 responses to “Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 8”

  1. SiOtong says:

    Up
    Up

  2. Yunno says:

    Min tensei kizoku no isekai Boukenro kok nggak dilanjut

  3. Yunno says:

    Min tensei kizoku no isekai Boukenro kok nggak dilanjut????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *