Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 2
~Onmyouji Terkuat, Ikut Berjudi~

Selamat Membaca….

Hari libur pun datang.

“Di sini….”

Saat senja, kami dibawa Amu ke sebuah bar di kota. Amu membuka pintu, lalu aku dan Ifa mengikutinya dengan penuh kekhawatiran. Ketika aku masuk ke dalam, aku bisa melihat beberapa orang pelanggan sedang minum setelah bekerja.

Berbeda dengan ukuran bangunan ini jika dilihat dari luar, anehnya kursi di dalam terlihat cukup sempit. Tiba-tiba Amu berkata kepada pemilik toko yang sedang memalingkan wajahnya.

“Aku pinjam kursi yang didalam ya…..”

Dengan tanpa berkata-kata si pemilik toko itu memejamkan matanya.

Dan Amu pun berjalan melewati kursi para tamu, dan dengan santainya membuka pintu yang ada dibagian dalam. Dan sesaat kemudan aku bisa mendengar suara hiruk pikuk masuk ketelingaku.

Suara dadu yang dilempar.

Suara uang yang dihempaskan.

Suara gelas sake yang dibanting diatas meja.

Percakapan serta tawa dan kemarahan para pengunjung.

Ruangan tersembunyi ini jauh lebih besar daripada ruang tamu yang ada di depan. Dan ada banyak sekali orang di sini.

Amu menoleh ke arah Ifa dan kemudian berkata.

“Di sini tempatnya….”

Aku pun refleks berteriak.

“Tidak, bagaimanapun aku melihatnya, tempat ini adalah tempat judi kan!!”

Firasat burukku terbukti!! Mana yang kau sebut aku punya ide!!

Lalu Amu menjawab dengan nada tak berdosa.

“Memang benar…”

“Memang benar, apanya!!! Tempat judi rahasia itu ilegal di Kekaisaran ini kan!??”

“Ini nih… tuan muda yang naif bau kencur…. Itu cuma formalitas saja tahu…. Hukumannya juga longgar… dan tidak ada yang mempedulikan hal ini…. Lagipula ada juga kok orang pemerintahan yang ikut bermain…. itu disana….”

Pria yang ditunjuk oleh Amu menyadari keberadaan kami dan ia pun mengangkat gelas sakenya dan berbicara kepada kami.

“Oh, bukankah kau gadis pelajar nakal itu?? Apa kamu datang kemari untuk memberikanku uang lagi??”

 

“Katakan saja selagi bisa! Hari ini aku akan mencabuti bulu pantatmu dan akan menunjukkannya pada teman-temanmu!!!”

Pria itu tertawa terbahak-bahak. Kenapa Amu bisa terlihat akrab begitu?

Ketika aku melihat sekeliling, aku dapat menemukan banyak orang seusia dengan kami. Bagaimanapun aku melihatnya, mereka adalah siswa akademi. Memang waktu di Jepang, Dinasti Song, ataupun Dunia barat ada yang namanya murid berandalan. Apa disini juga ada??

“Hei Amu…..Jangan harap kamu bisa menambah kekayaanmu di meja judi loh….”

“Amu-chan, kalau soal taruhan aku agak….”

“Fuhh~”

Amu sedikit menunduk dan tersenyum, lalu dia berkata.

“Yahh lihat saja….”

****

Beberapa menit kemudian.

“Aku kalah!!!”

Amu berteriak sambil menggaruk kepalanya. Sepertinya dia sudah menggunakan semua uang yang dia punya.

“Hei, kemana perginya kata-katamu yang penuh kesombongan tadi?? Bukannya kamu punya rencana??”

“Kalau aku punya yang seperti itu aku tidak akan kesulitan begini!!”

Jangan lampiaskan amarahmu padaku.

“Daripada itu… Beberapa waktu lalu kamu bilang sedang kehabisan uang…. Kamu tidak akan bilang itu semua karena tempat ini kan…..”

“………Tidak masalah kan!! Daripada itu, kalian bagaimana??”

“eh?”

“Pengamatan loh pengamatan…. Memangnya untuk apa aku membawa kalian kemari?? Kalian berdua yang selalu mendapat nilai sempurna di kelas… Aku berharap kalian bisa menemukan cara menang dalam perjudian….”

“Apa-apaan itu….”

Akupun menghela nafas panjang.

“Aku juga kalah…. Mana ada strategi untuk permainan sesederhana ini….”

Sebenarnya aku bisa dengan mudah melihat kartu lawan dengan shikigamiku. Namun itu terlalu curang, dan aku tidak terlalu ingin menggunakan cara itu.

“Lagipula perjudian antar pelanggan itu biasanya adalah saling adu membaca dan menggertak kan? Aku yang masih pemula ini mana bisa menang…..”

“Kalau begitu kamu tinggal pilih permainan yang menggunakan tubuhmu kan….”

“Itu malah lebih buruk…. Semakin aku mencobanya semakin aku banyak kalah….”

Aku pun membawa Amu ketempat Ifa duduk. Ada sebuah perjudian menggunakan kartu. Ada36 kartu dengan angka 1-9 dan tanda empat elemen atribut tertulis diatasnya. Permainan ini sering digunakan sebagai hiburan diantara para bangsawan dan juga untuk berjudi.

“Apa kamu pernah memainkan ini?”

“Dragon or Human kan? Pernah lah… permainan yang bisa me menggandakan hasil taruhan dengan peluang 50% kan??”

“Tidak, peluangnya bukan 50%….. tapi 35/72…… Dengar ya…. ini adalah sebuah permainan yang menggunakan dua set kartu yang masing-masing terdiri dari 36 kartu…. Lalu kita mengambil satu kartu teratas dari masing-masing set yang sudah dikocok, dan membuka salah satunya…. Lalu kita diminta menebak kartu mana yang lebih besar…. Namun karena dalam permainan ini menggunakan dua set kartu yang benar-benar sama, maka ada kemungkinan kita akan mendapatkan kartu yang sama. Jika begitu, maka tidak peduli sisi mana yang kita tebak, maka taruhan kita akan tetap hangus…..”

“Bukannya itu cuma semacam kesalahan perhitungan saja….”

“Bukanlah!! Dalam 36 kali bermain, sudah pasti kita akan kalah sekali!! Kita hanya akan mendapatkan hadiah dua kali lipat, padahal peluang kemenangannya kurang dari 50%…. ini adalah permainan yang akan membuatmu semakin merugi jika semakin sering bermain!!”

“Tapi katanya kita bisa memilih seri sebagai taruhan….. dan hasilnya akan dilipat gandakan 10 kali lipat….”

“Itu adalah hasil yang akan keluar sekali dalam 36 kali permainan dan taruhannya hanya dilipat-gandakan 10 kali…. Jika orang itu tidak terlalu bodoh, tidak akan ada yang akan memilih seri kan…..”

“…!? Aku tidak terlalu mengerti, tapi itu bukannya cuma taruhan 1:2 antara memilih salah atau benar??”

“Ap!?”

“Oh, bagus, mbak! Benar apa yang kau katakan!!”

“Hei mas jenius… Jangan bilang kata-kata pengecut begitu dong….!!!”

Aula perjudian ini dipenuhi dengan gelak tawa mereka. Hal ini membuat urat kepalaku berdenyut-denyut.

“Ah sudahlah…. Bagaimana Ifa? Kamu bisa menang?”

“Hmm, aku masih kalah terus….”

Hanya tinggal satu kartu yang ada di kedua set kartu. Ifa sedikit ragu, lalu ia mengarahkan 30% dari chipnya untuk bertaruh di “Dragon”.

Kemudian kartu pun dibalik.

Sisi “Human” adalah 3 Api, sedangkan disisi “Dragon” adalah 8 tanah.

Angka yang lebih besar akan menang. Ngomong-ngomong jika angkanya sama namun elemennya berbeda, maka pemenangnya ditentukan berdasarkan kecocokan antar elemen. Karena itu, taruhan Ifa dikembalikan sebesar dua kali lipat.

“Dengan ini jadi lumayan…”

“Jadi bagaimana? Kamu dapat strategi untuk menang??”

“Yah, uh …”

Dengan tatapan penuh minat dari Amu, Ifa melihat ke sekelilingnya. Kemudian ia menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit.

“Yeah…. Ini hanya permainan keberuntungan ya… sepertinya memang benar kata Seika-kun…..”

“Yaahhh …”

Amu menjadi tidak berminat.

Di meja judi, sang dealer sedang mengumpulkan kembali kartu-kartu yang sudah dipakai.

“Ifa… katanya Amu sudah menghabiskan semua uangnya….”

“Eh?? Sudah habis??? Kalau begitu kita pulang ya… Amu-chan…”

“Ya……”

****

Setelah meninggalkan bar, Anu terlihat sedikit lebih baik.

“Hari ini tuh cuma latihan kok….”

“… Apa maksudmu? Aku lihat kamu benar-benar kalah tadikan….”

“Pertandingan sebenarnya adalah di Festival Sekolah!! Aku akan menunjukkan yang terbaik disana!!”

“Festival sekolah?”

“Seika-kun, apa kamu lupa? Sebentar lagi akan ada Festival sekolah….”

Ketika aku mendengar ini, aku baru ingat sepertinya memang benar ada yang seperti itu. Kalau tidak salah itu adalah sebuah event besar yang membuka area luas di dalam kota akademi ini dan diatur oleh para perwakilan eksekutif siswa dan para sukarelawan.

Ini adalah sebuah festival bersejarah yang berlangsung selama tujuh hari dan disponsori oleh perusahaan-perusahaan besar bahkan juga dewan kota Rodnea.

“Aku dengar setiap tahun ada tempat perjudian yang akan dibuka….. Tentu saja itu tidak resmi dan dilakukan sembunyi-sembunyi…. Tapi tidakkah kalian berpikir ini adalah kesempatan??”

“Apanya?”

“Katanya akan ada banyak bangsawan yang biasanya tidak pernah muncul di tempat judi akan ikut bermain loh…. Mereka pasti membawa uang…. Ini adalah kesempatan membuat mereka seperti bebek panggang…..!”

“Hah … Amu”

Aku menghela nafas melihat Amu yang tersenyum dan dipenuhi nafsu serta obsesi.

“Kamu tidak boleh berjudi….”

“Kenapa!?”

“Orang yang mengatakan judi adalah permainan 1:2 antara memilih benar atau salah mana mungkin menang berjudi kan? Kamulah yang akan menjadi bebek panggangnya…. Sudah hentikan saja….”

“Eh…”

Amu merasa kecewa.

“Banyak uang akan digunakan di festival sekolah…. menurutku pasti ada kesempatan lainnya disana kan??”

“Oh, itu mah… kurasa cuma hadiah menang turnamen berpedang doang….”

“Loh itu malah pas kan…. itu cocok sekali buatmu…. kenapa kamu malah tidak puas begitu….”

“Itu sebenarnya projek untuk para amatiran kan…Jadi aku kurang berminat…. tapi sekarang ini aku memang cuma siswa sih… apa boleh…”

“Boleh lah….”

Tentu saja itu lebih diizinkan daripada berjudi.

“Ngomong-ngomong, bagaimana kamu bisa tahu soal adanya acara seperti turnamen berpedang itu?”

“Itu dipajang di papan mading sekolah…. Kurasa dari dua hari lalu….”

“Hmm … aku juga mau lihat… Mungkin saja aku bisa menemukan cara mendapatkan uang…. Ifa juga besok….. Ifa??”

“Eh … Ah iya”

Ifa sepertinya sedang melamun, dan menjawab pertanyaanku asal-asalah.

“Benar juga… Aku juga mau lihat….”

“Kudengar informasi soal tempat perjudian dituliskan dalam kode rahasia….”

“Masih saja bahas itu….”

“… Hei, Amu-chan. Apa ada di perjudian festival sekolah juga pakai dealer?”

“….? Mungkin… Katanya sih ada sebuah toko perjudian yang mensponsorinya… jadi mungkin saja…..”

“Kalau begitu ada permainan seperti Dragon or Human lagi?”

“Kurasa ada…. Permainan itu adalah permainan yang paling populer di tempat perjudian…. Kenapa? Kamu suka?? Apa mau lihat lagi bareng aku??”

“Etto ……”

“Hei, Amu! Jangan ajak Ifa kedalam jurang kehancuran!!!”

“Apa sih….”

“Ah, maaf Amu-chan…. kurasa tidak usah….”

“begitu ya……”

Amu pun kehilangan semangatnya.

“Yah, kalian tunggu saja turnamen pedangnya… nanti kalau aku menang aku akan traktir kalian…..”

“Ya. Aku sangat menantikannya, Amu-chan.”

“Yah… kalau itu kamu, maka sudah pasti akan menang kan….”

Karena bagaimanapun dia adalah Hero.

Tapi, Festival sekolah ya…. Mungkin ini karena orang-orang damai yang hidup di negeri yang damai ya…

Kuharap aku bisa menghasilkan sedikit uang…

 

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.Ex1 - Ch.02. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

3 responses to “Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 2”

  1. jio says:

    Gas terus min, thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *