Chapter 40 ~ Onmyouji Terkuat, Mengikuti Festival Sekolah

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 4 di Kurozuku.

2 Dec 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Setengah bulan kemudian.

Hari pertama festival sekolah yang ditunggu-tunggu telah tiba.

“Wow……”

Aku merasa kagum dengan pemandangan sekolah yang sangat berbeda dari biasanya. Keramaian yang luar biasa, dan hiruk pikuk lapak yang memanggil pelanggan. Aku bisa menghirup aroma minyak yang menggoreng sesuatu entah darimana asalnya.

Sepertinya inilah yang disebut gemerlap kota besar. Bagi para siswa di sekolah ini, festival sekolah ini adalah tempat mereka berpesta.

“Ifa, jangan sampai tersesat ya…”

“I-iya…”

Aku pun menggenggam tangan Ifa sambil berjalan menembus keramaian. Saat aku sedang begini, aku jadi ingat festival di kota yang biasa aku hadiri bersama murid-muridku. Meskipun waktu itu tidak ada lapak yang terlihat terlalu bagus, namun banyak orang yang berkumpul untuk melihat pertunjukan musik atau formasi pasukan berkuda. Persis seperti saat ini.

Waktu itu aku benar-benar bersusah payah agar murid-murid kecilku tidak terpisah.

“Kalian terlambat sekali!!”

Entah bagaimana kami berhasil menembus kerumunan dan tiba di tempat latihan sihir. Amu sudah berada di tempat pertemuan kami.

“Maaf… maaf… orangnya banyak sekali….”

“Karena memang jam ramainya….. Pertandingan pertama akan segera mulai loh!”

Amu meletakan tangannya di pinggul dan mengatakan itu. Sepertinya dia sudah selesai bersiap-siap. Meskipun sederhana, dia mengenakan armor kulit seperti pelindung dada dan lain-lain yang terlihat kokoh. Sepertinya turnamen pedang ini menggunakan pedang yang bilahnya telah di tumpulkan, namun sepertinya perlindungan semacam ini masih diperlukan.

Di lapangan pelatihan yang menjadi lokasi pelaksanaan turnamen pun mulai dibanjiri orang-orang.

Ifa terlihat khawatir.

“Amu-chan, hati-hati ya…”

“Jangan khawatir”

Amu tertawa terbahak-bahak.

“Lagipula hanya siswa yang diperbolehkan ikut dalam turnamen ini….. melawan anak-anak bangsawan itu seperti sebuah permainan bagiku….”

“Kita lihat saja, sampai kapan kau bisa terus berbicara omong kosong seperti itu….”

Tiba-tiba terdengar suara yang cukup berat bergema. Ketika aku menoleh ke belakang, aku melihat ada seorang pria yang mengenakan pakaian semacam chain armor. Di belakang pria itu ada banyak orang yang berpenampilan serupa.

“Aku sering mendengar rumor tentangmu, gadis sekolah dasar….. Kalau tidak salah namamu Amu, ya…. Mendapatkan posisi teratas dengan rekor yang jarang tercapai selama ini…. Mengalahkan Lesser demon ketika upacara penerimaan… Selamat dari Dungeon di bawah hutan Rodnea…… Selanjutnya…. apalagi ya?”

“Siap!! Saya dengar dia telah mencapai nilai praktik tertinggi baik di ujian masuk, ataupun ujian praktek…. ”

“Siap!! Saya juga mendengar dia punya prestasi sebagai seorang petualang di masa lalu!”

Orang-orang yang ada di belakangnya menjawab bergantian. Setelah mendengar itu pria ditengah yang berwajah besar itu terlihat puas.

“Benar…. benar….. tapi kau tahu, gadis jelata…. Dengan pedangmu itu, kau tidak akan pernah bisa mencapai perlindunganku…. Kau tahu kenapa??”

“Apa sih tiba-tiba?? Mana gua tahu??? Lu sape sudah??”

“Itu karena pedangmu itu hanyalah sekedar pedang petualang barbar yang digunakan untuk melawan monster dan hewan buas… Sedangkan milikku ini adalah pedang yang digunakan untuk mengusir kejahatan dan melindungi orang-orang…. Karena aku ini……”

Pria besar itu membuka matanya.

“―――― Knight Ways !! Perkenalkan diri kita disini!!! Aku adalah Putera Ksatria, Eldor Garland Reif, namaku Darius Garland Reif, kepala ksatria akademi Rodnea!! Siswa kelas dua di sekolah menengah!!!”

Amu menatap lelaki itu dengan tatapan anehnya.

Ternyata dia juga siswa ya?? Daripada itu, apa maksudnya ksatria akademi??

“Hei Gadis…. Berdasarkan logika ksatria.. kekalahanmu sudah tak terhindarkan…..  Tapi, bertemu denganku di pertarungan pertamamu, bukanlah sebuah kemalangan…. Lagipula kau ini adalah salah satu rakyat jelata yang kami lindungi… Tanamkan dalam dadamu seberapa kuatnya diriku, dan dukunglah kejayaan kekaisaran ini… Hahahahahaha!!”

****

Dan pertandingan pertama Amu pun dimulai.

“Guhhhhhhhhh !!”

Beberapa saat setelah dimulai, Darius terus saja terpental. Amu yang sedang memegang pedang tiruan itu mendengus, dan kemudian berkata.

“Aku jadi khawatir bagaimana masa depan kekaisaran ini…..”

Di kursi penonton, terlihat para anggota ksatria akademi sedang memegangi kepala mereka masing-masing.

“Kok begitu….. Tidak mungkin kapten akan kalah….. secara logika ksatria itu tidak mungkin…”

“Bagaimana ini…. kalau begini… berdasarkan logika ksatria, pendaftar akan semakin berkurang…”

“Ga-gawat ini…. Aku telah menggunakan logika ksatria, dan bertaruh 10 koin perak untuk kemenangan ketua….. ada yang bisa meminjamkanku uang??”

Sepertinya aku mendengar percakapan orang-orang bodoh. Mereka ini… apa mereka meremehkan gelar ksatria??

“Hei Seika-kun…. aku dengar dari orang-orang katanya pasukan Ksatria akademi itu Cuma nama klub berpedang di akademi ini… jadi mereka bukan ksatria sungguhan….”

“Ah… Pantas saja….”

Aku jadi berpikir ini masuk akal. Pantas saja Amu tidak ingin masuk klub disini.

“Tapi, sepertinya bukan karena dia lemah ya…. Sepertinya si ketuanya itu juga merupakan kandidat juara….”

Ketika aku perhatikan lagi, sangat jelas terlihat. Tubuh pria itu terlatih dan bukan cuma besar omongan saja. Meskipun begitu, tentu dia tidak akan sebanding dengan Hero.

“Hm.. I-iya….”

Ifa bergumam.

***

Turnamen berpedang akan diadakan selama dua hari. Keesokan hari di pertandingan final. Di hari itu pun Amu dapat menang tanpa bahaya sedikit pun dan memenangkan kejuaraan itu.

Justru, pertandingan itu seperti pembantaian sepihak saja, dan sama sekali tidak ada yang seru untuk menjadi tontonan.

“Selamat ya….”

“Hmm”

Amu menanggapiku dengan dingin.

“Sepertinya kamu tidak terlalu senang ya….”

“Tidak juga sih, aku hanya merasa sepertinya masih ada yang kurang…. Sepertinya aku memang lebih senang berhadapan dengan monster….. Seperti Dungeon waktu itu….”

Ya apa boleh buat, Aku sudah menduga pasti Amu akan merasa seperti itu.

“Tapi waktu penerimaan penghargaan nanti bersikaplah lebih ramah… kalau tidak nanti akan ada protes lagi…”

“Iya, iya… aku tahu… aku sabar sampai aku menerima hadiahnya….. Ifa kemana??”

Amu melihat-lihat ke sekeliling kami.

“Setelah pertandingan selesai dia bilang mau beli makanan dan pergi entah kemana…. Kurasa dia akan segera kembali….”

“Begitu… Hei… kau…”

Amu merendahkan suaranya.

“Kamu suruh Ifa ngapain??”

“….???”

“Kemarin, selepas senja, aku meliat dia berbicara dengan Darius si kapten itu… Jangan-jangan kau merencanakan sesuatu??”

Aku terdiam dan mengedipkan mataku beberapa kali, lalu menggelengkan kepalaku.

“Tidak, aku tidak tahu soal itu…. Aku tidak menyuruhnya melakukan itu…”

“Apa iya??”

“Kira-kira ngapain ya? Yahh kita tanya saja orangnya….”

“Yah….. iya juga sih…. tapi…..”

Amu terlihat agak sulit mengatakannya.

“Sepertinya…. dia terlihat melakukan itu dengan sembunyi-sembunyi….. sepertinya juga bukan percakapan ringan…. aku jadi sulit bertanya padanya….”

“…”

Aku tidak bisa memikirkan kata-kata, dan hanya terdiam. Kira-kira apa ya?? Aku tidak bisa membayangkan kira-kira ada perlu apa Ifa dengan si kapten itu.

“Ah! Amu-chan!!”

Saat aku menoleh ke arah sumber suara. Ada Ifa disana yang membawa bungkusan bergegas kemari.

“Selamat ya!! Kamu sudah menang!!!”

“I-iya…. Terima kasih Ifa.”

Amu menanggapi Ifa dengan canggung sama seperti diriku. Dan setelah kejadian itu, pada akhirnya tidak ada yang bisa bertanya langsung kepadanya.

 

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

2 responses to “Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 4”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *