Chapter 41 ~ Onmyouji Terkuat, Ikutserta dalam Perburuan Harta

Anda sedang membaca Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 5 di Kurozuku.

2 Dec 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca!!

Hari ketiga Festival Sekolah.

Hari ini adalah acara utama bagiku, yaitu hari perlombaan pencarian harta karun.

“Fufufu …”

“Seika-kun… kau menyeramkan…”

Acara ini salah satu acara favorit di festival sekolah ini, dan meskipun ada biaya pendaftarannya, cukup banyak orang siswa yang datang di tempat permulaan.

Aku benar-benar sangat termotivasi, dan persiapanku sudah matang. Karena, hadiahnya cukup besar!

“Baiklah, Semuanya tolong dengar aku!!”

Di bawah langit biru ini, seorang siswa perempuan yang menjadi pembawa acara mulai berbicara.

“Di seluruh halaman di dalam sekolah ini telah di sembunyikan banyak peti harta karun.. Dan saat ini kalian semua memegang selembar kertas berisi petunjuk yang telah dibagikan bukan? Dari petunjuk itu masing-masing akan mengarah ke kotak harta pertama. Dan dialam kotak harta pertama, ada petunjuk yang menuju kepada kotak harta kedua….. dan di dalam kotak harta kedua ada petunjuk ke kotak harta ketiga, lalu kemudian di dalam kotak harta ketiga, terdapat petunjuk menuju kotak hadiah pemenangnya….”

Gadis pembawa acara pun melanjutkan perkataannya.

“Ada berbagai jenis petunjuk yang akan kalian dapatkan… namun ada beberapa yang merupakan duplikasi…. Lalu jumlah antara peti pertama, peti kedua serta peti ke tiga akan semakin berkurang…. Jadi ini pertandingan siapa yang lebih cepat memecahkan petunjuk dan mendapatkan hadiah pemenang!”

Aku melihat kertas yang ada ditanganku.

“Tidak ada air di sungai, tidak ada pohon dihutan, dan tidak ada rumah di kota.”

Hanya itu petunjuknya.

“Tim yang pertama kali menemukan hadiah pemenang akan menjadi pemenang perlombaan ini!!! Apa semuanya sudah siap?? Kalau begitu, mulai!!”

Tim lain di sekitar kami langsung berlarian atau mulai berdiskusi antar tim masing-masing.

“Ini petunjuk untuk kita?”

Ifa mengintip kertas yang ada di tanganku.

“Tidak ada air di sungai… apa ya??”

“Kemungkinan jawabannya adalah peta….”

Ifa tampak seperti terkejut.

“Oh, jadi begitu! Kalau begitu lokasi kotak pertamanya ada di…. perpustakaan sekolah??”

“Mungkin…”

“Ka-kalau begitu, kita harus cepat, Seika-kun!!”

“Tidak…..”

Aku berjalan perlahan menuju ke tempat teduh disalah satu sudut tempat ini.

“Kamu mau ngapain, Seika-kun??Perpustakaannya sebelah sana….”

“Kita tidak akan ke perpustakaan…. Kita akan melupakan soal kotak pertama, kedua, ataupun ketiga…. karena kalau kita mencari itu semua satu-persatu kita bisa ketinggalan sama tim lainnya….”

“E-eh??”

Di bawah naungan pohon, aku menlebarkan kertas yang telah aku lipat-lipat. Benda ini merupakan denah besar sekolah ini yang aku buat dengan menempelkan banyak kertas-kertas.

“Dalam perlombaan ini, tim yang pertama kali menemukan hadiah terakhir adalah pemenangnya…. jadi sejak mulai, kita akan langsung mencari harta terakhir itu…”

“Tapi bagaimana caranya kita menemukannya tanpa ada petunjuk??”

“Dengan ramalan….”

Sambil mengatakan itu aku mengeluarkan sebuah pendulum. Benda ini hanyalah hanya sebuah cincin murahan yang diikatkan pada ujung tali, namun ini saja sudah cukup.

Aku melafalkan mantra. Kali ini aku menggunakan bahasa cina, bukan bahasa sanskerta. Aku menjatuhkan pendulum di atas denah sekolah dan melihat reaksinya.

“Etto…. kamu ngapain??”

“Saat pendulum mendekati lokasi benda yang kita cari, maka ayunannya akan meningkat…. walaupun perubahannya hanya sedikit…..”

“Ka-kamu bisa melakukan itu??? Apalagi… ini hanya sebuah peta….”

“Ya”

Teknik ini disebut Fuchi.

Meskipun awalnya ini adalah teknik Taoisme, namun sudah di aransemen sejak diserap kedalam Onmyou.

Ketika aku menjalankan pendulum ke berbagai tempat di peta, ada sebuah tempat di mana pendulum itu beraksi cukup hebat.

“Ada di sekitar sini…. Baiklah, ayo berangkat, Ifa……”

“E-eh?? Apa ini akan benar-benar tepat??”

“Tidak apa-apa….”

Akupun tertawa.

“Ramalan itu bisa bekerja dimulai dari mempercayainya….”

****

Tempat yang kami datangi adalah sebuah bangunan yang bersatu dengan gedung penelitian.

“Hmm …”

Ini adalah tempat biasa yang terkadang aku lintasi saat menuju ke kelas. Tentu saja aku tidak dapat melihat peti harta karun dimana pun.

Memang wajar sih karena dari ramalan itu kita hanya bisa memahami bahwa “Entah bagaimana itu ada di sekitar sini”. Dan karena peta itu juga tidak detail maka bukan berarti pendulum itu menunjuk sebuah titik.

Karena itu aku sama sekali tidak tahu apakah kotak harta itu disembunyikan dibalik semak-semak dipinggir jalan, atau malah di letakan di dalam bangunan.

Ifa pun berkata kepadaku dengan sedikit khawatir.

“Kalau begitu… mari kita berpencar dan mencarinya…..”

“Tidak… Aku akan mempersempit areanya….”

Karena sepertinya ini akan merepotkan. Jadi aku mengambil hitogata dan membuka gerbang.

[Summon———Kokuri]

Sosok yang keluar dari ruang paralel adalah sebuah jiwa yang tampak buruk rupa.  Seperti sebuah bola yang tertutup rapat dengan rambut coklat, dan memiliki tiga mata yang bergerak kesana kemari, serta dua mulut yang lebar.

Itu adalah roh binatang yang cukup tua sampai-sampai aku tidak tahu binatang apa dia itu dulunya. Dia adalah jiwa pilihan yang aku masukan ke dalam koleksi kebanggaanku.

“Se… Seika-kun, apa ini …?”

“Ah!”

Ifa terkejut menatap Kokuri.

Gawat! Aku lupa kalau Ifa bisa melihatnya…..

“Etto….. aku memungutnya….”

“Lagi??? Seika-kun… jangan terlalu sering memungut benda yang aneh-aneh…..”

“I-iya… tapi dia ini cukup berguna loh….”

Aku menggunakan mantera untuk memberikan perintah kepada Kokuri. Kemudian ketika aku mulai berjalan, Kokuri pun mengikuti sambil bergetar.

“Kamu lihat? Saat aku dia berjalan dan semakin mendekati apa yang kita cari, dia akan semakin bergetar….”

“Yah, kok agak mengerikan ya…. Apa ini juga ramalan??”

“Betul sekali”

Di kehidupanku sebelumnya aku juga sudah tidak asing dengan ramalan menggunakan roh binatang. Biasanya orang menggunakan alat tulis atau semacamnya, tapi aku bisa memerintahnya langsung.

Pasti aku bisa segera menemukannya.

****

Kemudian, tiga puluh menit pun berlalu. Di bawah pohon di pinggir jalan, aku pun terheran-heran.

“Seharusnya ada di sekitar sini….”

Kokuri saat ini membuka lebar ketiga matanya itu dan bergetar hebat sambil mengertakkan giginya. Seolah dia mengatakan dengan kuat bahwa “Ada disini! Ada disini!!”.

“Sepertinya dia mengatakan kepada kita untuk cepat menemukannya ya…”

“ifa, apa kamu paham??”

“Siapa saja pasti bisa tahu….. kalau melihat wajah kesal itu…”

Ifa menunjuk ke arah Kokuri.

“Tapi …”

Aku sudah melihat sekeliling, dan aku tidak menemukan adanya kotak harta karun bahkan bayangannya sekalipun. Aku sudah mencari semua semak yang ada di sini, namun aku tidak bisa menemukannya dimana pun.

Hmm…. Ini aneh….

“Ah, Seika-kun! Itu!”

Tiba-tiba, Ifa yang sedang menatap sebuah pohon memanggilku. Ketika aku mencoba melihat apa yang sedang ia sedang lihat, ada sebuah kotak harta kecil di salah satu tangkai yang tinggi.

“Di tempat seperti itu…”

Pantas saja aku tidak bisa menemukannya. Atau lebih tepatnya, bagaimana cara mengambilnya jika ditaruh di tempat seperti itu??

“Itu kotak harta terakhirnya kan Seika-kun??”

“Eh? Iya…. kurasa begitu…”

“Oke…”

Setelah mengatakan itu, Ifa mengayunkan jari telunjuk kanannya. Dan kemudian sebuah angin puyuh kecil bertiup. Dan secara akurat menerbangkan kotak yang ada di atas tangkai pohon.

Kotak itu pun langsung jatuh begitu saja ke tanah, namun tepat sebelum mencapai tanah, momentumnya melambat. Dan mendarat hanya dengan suara klik yang lembut.

“Bagaimana? Seika-kun….”

Ifa bertanya pendapatku dengan senyuman lebar di wajahnya.

“Hebat sekali…. Kamu sudah jadi lebih pandai menggunakan Seirei itu ya Ifa…”

Meskipun rojh-roh itu bisa menjadi level atas, namun mereka memiliki kesadaran yang lemah dan sering di gunakan sebagai alat. Apa yang Ifa anggap sebagai [Permintaan] sebenarnya pasti adalah mirip dengan  [Perintah].

Pada dasarnya baik Mantera, Lafal, lingkaran sihir, maupun segel adalah bagian dari [Perintah] yang kita berikan kepada dunia. Jadi, teknik Ifa yang menggunakan seirei ini tidak berbeda jauh dengan orang yang menggunakan sihir normal.

“Yang terakhir itu bukan angin kan?? Jangan-jangan kamu mengendalikan massa benda??”

“Ya. Itu berkat Seirei kegelapan yang kita bawa waktu upacara penerimaan…. Aku hanya bisa melakukan itu karena jumlah mereka sedikit….”

Ifa berkata sambil tertawa. Anak ini benar-benar berkembang ya…..

“Ah, Ayo kita lihat kotak hartanya!!”

Aku mengikuti Ifa yang berlari menuju kotak harta itu.

Setelah aku melepaskan ikatan sederhana dan membuka tutupnya…..

Benda yang ada di dalamnya adalah sebuah kalung yang terlihat mewah.

“Waahh…”

Ifa meninggikan suaranya.

Dekorasinya memiliki berbagai permata yang di poles dengan cukup halus. Dan memancarkan kilauan di seluruh bagian kalung itu.

Namun……

“…Ifa, apa kamu mau ini?”

“Sepertinya tidak…..”

“Sudah kuduga…..”

Desainnya itu loh….

Mungkin akan cocok jika digunakan oleh seorang Madame tua yang suka pamer. Dan desainnya terlihat cukup tua.

Aku rasa pernah mendengar bahwa hadiah ini hasil dari donasi. Jangan-jangan pemberinya terpaksa memberikan ini karena tidak berguna.

“Lagipula aku sudah punya benda ini yang Seika-kun berikan padaku….”

Sambil mengatakan itu Ifa menyentuh kalung di lehernya. Aku pun tertawa dan berkata.

“Aku senang kamu menjaga kalung itu dengan baik… Kalau begitu kita jual saja benda ini….”

Meskipun desainnya cukup aneh. Namun jika terlihat semewah ini pasti akan cukup mahal di pasar. Kurang lebih akan menjadi tujuh atau delapan koin emas kan?

“Kalau dalam koin perak, maka jadi seorang 100 koin ya? Apa itu cukup, Ifa??”

“Eh? Aku tidak bisa menerima sebanyak itu!!”

Ifa terkejut.

“Kan aku tidak berbuat apa-apa….”

“Tidak kok…. Kan kamu yang menemukan kotak harta terakhirnya dan mengambilnya dari atas pohon…. Lagipula aku juga tidak bisa ikut kalau tidak ada Ifa….”

“Tapi…”

“Makanya setelah kita jual, hasilnya kita bagi dua…. tidak apa-apa kan?”

“I-iya….”

Ifa terlihat sedikit tersenyum meskipun sepertinya dia masih merasa tidak enak.

“Terima kasih, Seika-kun…. Itu cukup kok…”

 

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar.....

Comments

4 responses to “Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 5”

  1. jio says:

    ditunggu kelanjutannya mas admin

  2. Siotong says:

    Lho eeee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *