Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 6
~Onmyouji Terkuat, Berkunjung ke Kota~

Selamat Membaca….

Keesokan hari setelah memenangkan perlombaan berburu harta dan menerima hadiahnya, aku segera mengunjungi kota untuk menukarkan kalung itu menjadi uang di tempat pegadaian.

Kurang lebih harganya sesuai dengan apa yang aku perkirakan. Mungkin sebenarnya harganya lebih tinggi, namun ini adalah pegadaian, jadi wajar.

Ketika aku berpikir untuk berjalan-jalan di kota terlebih dahulu sebelum pulang, kebetulan aku bertemu dengan Amu di jalan.

“Ah”

“Seika? Jarang sekali bisa bertemu denganmu ditempat seperti ini….”

Aku menatap Amu dengan sedikit curiga.

“Amu…. Jangan bilang kamu masih berkecimpung di tempat perjudian itu??”

Di sekitar sini tidak ada toko yang kemungkinan akan dikunjungi oleh seorang siswa. Lagipula bar kemarin itu cukup dekat dari sini. Dan ketika aku sedang memikirkan itu, Amu menatapku dengan wajah tidak senangnya dan berkata.

“Bukan kok…. Aku baru saja berkunjung ke cabang guild petualang…. Untuk mengirimkan surat untuk papa dan mamaku…. Akan lebih cepat jika aku menitipkannya lewat guild…”

“Oh, begitu ya?”

“Kau sendiri sedang apa di tempat seperti ini?”

“Aku habis menggadaikan hadiah yang aku dapatkan dari perlombaan berburu harta…”

“Ah, yang kemarin itu ya…. Bagaimana hasilnya? Laku tinggi?”

“Lumayanlah…. Untuk sementara aku bisa hidup mewah…”

“Baguslah… Ah.. begitu ya…. Pantas saja….”

Amu berkata seolah dia sedang menyadari sesuatu.

“Kenapa?”

“Tadi di dekat guild aku sepertinya melihat Ifa… Aku rasa agak aneh, tapi ternyata dia datang bersamamu ya…. Kemana dia sekarang??”

Setelah beberapa kedipan mata aku pun menggelengkan kepalaku.

“Tidak kok, hari. Aku sendirian hari ini.”

“Eh? Begitu ya??”

“Kamu salah lihat kali??”

“Kurasa tidak….”

Kami pun terdiam beberapa saat.

“Hei….”

Amu merendahkan suaranya dan berkata.

“Belakangan ini apa Ifa tidak terlihat sedikit aneh??”

“Aneh apanya?”

“Dia tiba-tiba mengatakan ingin punya banyak uang, dan dia terlihat seperti sedang melakukan sesuatu diam-diam… Pasti ada yang sedang dia sembunyikan….”

“…”

Ketika melihatku terdiam, Amu mendekatiku dengan senyuman jahatnya.

“…Misalnya soal laki-kali mungkin….”

“Hah!?”

“Untuk orang seperti kita ini memang apalagi yang patut di sembunyikan selain soal percintaan?? Pasti uang itu digunakan untuk mendukung pasangannya….”

“…”

“Lagipula dia itu kan imut dan juga gayanya lumayan….”

Melihat aku kebingungan Amu semakin melanjutkan perkataannya seolah sedang bersenang senang.

“Loh Kenapa?? Apa jadi penasaran?? Atau khawatir??”

“…Aku khawatir, tentu saja….”

“Kenapa? Kenapa? Dia kan hanya seorang keluarga saja?? Kenapa kau tidak biarkan saja Ifa bebas melakukan apapun…?”

“Dengar ya…. Mana mungkin orang yang berani macam-macam dengan budak seorang bangsawan adalah orang yang waras…. Normalnya budak itu bisa dibunuh dan pria itu setidaknya harus siap kehilangan satu tangannya…. Bagaimanapun aku memikirkannya tetap saja pria itu adalah orang yang gila….”

“Apa iya?? Mungkin saja mereka tidak tahu? Mungkin saja kan cinta mereka terlalu membara??”

“Apa perasaaan itu bisa membuatmu membutuhkan uang??”

“Hmm… Benar juga…. Memang tidak jelas ya… meskipun itu settinganku sendiri…. ”

Setelah mengatakan itu senyuman jahat Amu pun menghilang.

“Yah, tenang saja… Anak itu mana mungkin melakukan hal seperti itu…”

“Hmm……”

Amu berkata demikian. Namun di dalam benakku masih ada perasaan gelisah.

Tingkah Amu aneh ya….

Sepertinya memang benar. Kenapa aku tidak menyadarinya ya?

Hubungan antar manusia itu sangat rumit. Bukan hanya tentang politik atau percintaan, namun tentang hubungan antara murid dan guru pun aku tidak terlalu bagus.

Ada banyak hal yang masih tidak jelas. Malahan aku harus belajar dengan anak yang usianya lebih dari 100 tahun dibawahku.

Meskipun aku telah terlahir kembali, bukan berarti tiba-tiba aku jadi mahir berhubungan dengan manusia lain. Aku yakin juga tidak mungkin menyembuhkan hal ini dengan sihir.

“Hei, Seika”

Sepertinya Amu memperhatikan diriku yang sedang terlihat tertekan, dan kemudian berkata.

“Besok, bagaimana jika kita bertiga dengan Ifa juga mengelilingi festival sekolah ini??”

“Eh??”

“Kalau dipikir-pikir, kita belum benar-benar menikmati festival sekolah ini kan? Mumpung kita lagi dapat banyak uang…. Aku akan beritahu Ifa nanti di Asrama…. Bagaimana?”

“…Oh, boleh saja… Kelihatannya menarik…”

“Oke ya…. Sampai jumpa besok…”

Amu pun pergi dan aku hanya memandangi punggungnya sambil melamun. Kurasa aku tidak jadi berjalan-jalan dikota, dan sebaiknya langsung pulang.

 

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.Ex1 - Ch.06. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

One response to “Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 6”

  1. Siotong says:

    Hiburan tengah malam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *