Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 7
~Onmyouji Terkuat, Panik~

Selamat Membaca….

Dan keesokan harinya.

“…”

“…”

Aku dan Amu berdiri di salah satu sudut sekolah di mana banyak lapak yang berbaris.

“Um… apa kata Ifa tadi??”

“Katanya [Maaf, Amu-chan, ada urusan yang tidak bisa aku tinggalkan]…”

“…”

“Hei, semangat dong!”

Dengan panik Amu pun berkata.

“Pasti tidak akan terjadi apa-apa! Ah! Aku mengatakan hal yang tidak perlu ya…”

Amu menepuk keningnya.

“Ah Kau ini!! Kalau memang penasaran kenapa tidak tanya langsung saja sama orangnya nanti??”

“Eh…”

Aku memasang wajah enggan.

“Itu akan terlihat seperti menyalahkan dia… Lagipula aku juga tidak ingin terlalu mengekangnya….”

“Dasar laki-laki yang merepotkan…. Lagipula mungkin Ifa tidak akan merasa kesal jika mendapat banyak pertanyaan darimu…”

“Iyakah?”

“Atau malah dia akan senang….”

“Kenapa?”

“Kenapa? Ah.. sudahlah….”

Amu meraih tanganku.

“Ayo jalan!!! Kemarin aku bilang kita akan menikmati festival sekolah hari ini! Jadi sementara lupakan soal itu! Paham?”

“Ah… Iya… iya…”

****

Setelah itu aku pun berusaha menikmati festival sekolah.

“Hari ini biar aku yang bayar…. Amu bisa pilih mana saya yang kamu suka….”

“Sudahlah, hari ini aku yang akan traktir…. Aku baru saja mendapatkan penghasilan tambahan….”

“Kalau soal itu juga… Jadi jangan malu-malu…”

“Tidak, aku saja….”

“Tidak usah… Biar aku saja…”

Meskipun ada sedikit perdebatan seperti itu, aku bisa menikmati banyak makanan langka dan toko-toko yang menyenangkan. Dan untuk sementara aku bisa melupakan kegelisahan dalam diriku.

Aku memutuskan untuk bertanya langsung dengan Ifa dan menanyakan soal itu. Jika aku ingat hubunganku dengan para murid, sepertinya aku sering melakukan itu.

“Oh, Mr. Lamproug.. Dan Amu-san juga….”

“Karen-sensei?”

Aku menoleh ke arah sumber suara, dan aku bisa melihat Karen-sensei berdiri di dalam salah satu kios yang menjual barang-barang kecil. Ia mengenakan jubah hitam bertudung, dan ketika aku melihat sosok ini, terlihat jelas ciri khas sihir kegelapan.

Kemudian Karen-sensei tersenyum dan berkata.

“Apa kalian berdua sedang berkencan?”

“Ya, kurang lebih seperti… Ghaa—”

“Bu-bukan kok!!”

Amu yang terlihat malu buru-buru menyangkalnya. Sambil menahan perutku yang sakit, aku pun bertanya.

“A-apa sensei sedang menjaga toko??”

“Ya, Karena klub yang aku bina membuka lapak disini…”

Aku melihat-lihat barang yang di jual. Sepertinya kebanyakan yang dijual adalah semacam Amulet.

“Apa klub Anda semacam klub penyihir Enchant??”

“Bukan.. Tapi klub kerajinan tangan…”

“Oh, bagian itunya…”

Bagian luarnya ya.

“Bagaimana jika kalian membeli satu?? Karena ini sering memberikan keberuntungan, jadi cukup terkenal di antara para petualang….”

“Hmm…”

Amu menatapi barang yang dijajakan dengan sedikit berminat. Setelah sejenak mengamati sikap Amu itu, tiba-tiba Sensei seperti teringat akan sesuatu dan berkata kepadaku.

“Mr. Lamprogue… Kau ini…. tidak menyuruh Ifa melakukan yang aneh-aneh kan?”

“Eh?”

“Kalian ini kan sangat akrab jadi aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti itu, tapi…”

Aku tidak mengerti maksudnya, jadi aku pun balik bertanya.

“Aku masih belum mengerti maksud pembicaraan ini??”

“Sebenarnya… Di salah satu gedung penelitian yang sudah tidak dipakai, aku melihat Ifa sedang bersama dengan beberapa orang laki-laki…. Aku tidak tahu apakah kau sudah tahu atau belum, tapi disana ada semacam toko ramuan, Alkemis, dan juga toko yang sering mempekerjakan wanita untuk menarik pelanggan di malam hari….”

Kemudian Sensei melanjutkan perkataannya.

“Aku dengar separuh dari gadis-gadis itu adalah budak yang diperintahkan oleh majikannya itu…. Karena itu aku kira kau juga…. Tapi melihat responsmu itu sepertinya aku salah ya…Aku harap aku cuma salah lihat…”

Aku dan Amu pun saling memandang,

Kemudian aku pun balik bertanya kepada Sensei seolah menginterogasinya.

“Ma-maaf…. kira-kira kapan kejadiannya ya?”

****

Seperti yang aku duga, jalanan di area bangunan penelitian yang telah terbengkalai ini jauh lebih sepi daripada jalan utama.

“Aku akan coba cari di sebelah sana….”

“I-iya…”

Mengesampingkan Amu yang berlari pergi, aku memeriksa semua penglihatan dari shikigami milikku.

Aku sudah melakukannya sejak tadi, namun aku masih belum melihat sosok Ifa. Jika aku tidak bisa menemukannya menggunakan penglihatan mereka, itu artinya dia berada di titik buta, atau mungkin berada di dalam bangunan.

Aku mengubah semua gagak menjadi tikus dan menambahkan beberapa hitogata lagi dari ruang paralel, dan melepaskan semuanya kedalam gedung-gedung yang berbaris.

Apakah ini bisa menemukannya….

“Ifa… Apa yang kau pikirkan…”

Aku tidak menyangka dia akan ikut menjadi gadis penggoda, namun ada kemungkinan dia terlibat dalam sesuatu yang aneh.

Di pinggir jalan, aku bisa melihat beberapa lapak yang menggelar karpet di sana-sini. Bagaimana ini? Apa aku harus bertanya kepada mereka, apa mereka melihat gadis berambut pirang lewat di sekitar sini?

“Kenapa Anda jadi panik begitu, Seika-sama?”

Yuki memunculkan dirinya di kepalaku dan berkata demikian.

“Bukankah Anda membesarkan gadis itu untuk menjadi pembantu Seika-sama ”

“….Benar”

“Kalau begitu Anda harus membiarkannya bertindak sendirian….”

Yuki melanjutkan perkataannya.

“Dengan kemampuan gadis itu, seharusnya dia tidak akan berada dalam bahaya…. Namun jika dia terbakar karena bermain api, itu adalah tanggung jawab dia sendiri…. Justru apabila setelah itu terjadi Seika-sama tetap memaafkannya dengan kemurahan hati Anda, maka dia akan menjadi pion yang lebih patuh lagi…”

Apa yang Yuki katakan memang benar.

Namun…

“Bodoh, mana mungkin aku bisa begitu! Kalau aku harus menunggu sampai dia terbakar habis karena kebakaran besar, itu akan sangat terlambat!”

“…”

Setelah sejenak terdiam, Yuki tertawa kecil di atas kepalaku.

“Fufu”

“Ada apa?”

“Tidak. Saya rasa itu memang cocok untuk Seika-sama… Kalau di ingat lagi, di kehidupan sebelumnya juga Seika-sama sangat memanjakan murid Anda ya…”

“Apa iya?”

“Iya…. Bukankah Anda sering kerepotan karena ada murid Anda yang sakit sedikit saja… Dan juga selalu membelikan apa pun yang mereka inginkan….”

Hmmm, sepertinya memang begitu…

“Meskipun tidak pernah berharap dan percaya pada siapa pun… Namun Anda tetap memberikan tanpa pamrih…. Sepertinya memang kelicikan itu tidak….”

“Sekarang bukan waktunya membahas hal seperti itu….”

Aku harus mencari Ifa.

“Permisi Mas….”

Tiba-tiba aku didekati oleh seorang pria tua yang membuka lapaknya di dekatku. Orang itu berjanggut putih itu tersenyum dan berkata kepadaku yang berbalik badan.

“Kalau kau berkenan, silakan di lihat-lihat…”

Meskipun agak mencurigakan, aku mendekati lapak miliknya. Ada beberapa mineral yang dijajakan di atas karpet.

Sepertinya dia adalah alkemis, atau lebih tepatnya ini adalah toko logam.

Hmm? Warna batu ini… jangan-jangan ini Scheelite?? Cukup langka ya… Aku akan tahu jelasnya kalau aku memaparkan sinar ultraviolet padanya…

Gambar Scheelite

“Loh… Ini bukan saatnya melakukan hal seperti ini… Permisi pak, apa Anda melihat gadis berambut pirang lewat di sekitar sini beberapa waktu lalu?”

Orang itu tetap diam sambil tersenyum.

Oi! Katakan sesuatu….

“Seika! Apa kau menemukannya?”

Amu menghampiriku dari seberang jalan. Kalau melihat ekspresinya itu, sepertinya dia juga belum menemukannya.

“Tidak, itu…”

“Kau… apa yang kau jual di sini? Mbah… aku beli yang ini….”

Sambil mengatakan itu Amu mengambil  mineral yang aku pegang. Dan dia memberikan uang yang sedikit lebih banyak dari harga yang tertera.

“Ambil saja kembaliannya… Hei, apa kau melihat gadis berambut pirang lewat di sekitar sini?”

“Oh, kalau itu, aku tadi melihatnya masuk ke bangunan di sebelah sana bersama dengan beberapa mas-mas…”

Melihat pria tua itu menjawab sambil tersenyum membuatku tak bisa berkata apa-apa.

….Ah sepertinya teknik menghadapi seorang penjual seperti itu juga ada di kehidupanku sebelumnya. Aku benar-benar melupakannya karena itu sudah lama sekali ketika aku masih sering bepergian.

“Maaf ya… Amu… Nanti aku yang…”

“Tapi…..”

Tiba-tiba pria tua itu melanjutkan perkataannya.

“Aku melihatnya sudah lama sekali…. jadi aku tidak tahu apa yang terjadi disana…. Hohohoho…”

“…”

“Terima kasih ya… Ayo pergi, Seika!”

“I-iya…”

Aku segera mengejar Amu yang berlari dengan cepat. Dan akhirnya kami sampai di bangunan peneliti yang sudah tidak digunakan, dan menghentikan langkahku.

Saat aku sedang bimbang apa yang harus aku lakukan, tanpa ragu Amu pun masuk ke dalam.

“O-oi!”

“Apa? Kau ketakutan??”

“Habisnya…”

“Kau ingin menemukan Ifa kan?? Ayo cepat!!”

Dengan ditarik oleh Amu, aku pun masuk kedalam bangunan itu. Konstruksinya seperti sebuah lorong yang memiliki ruangan di sisi kanan dan kiri lorong tersebut. Dan di ruangan paling ujung lorong ini, aku merasakan keberadaan orang-orang.

Samar-samar aku bisa mendengar suara gemeretak. Jika memang di sini ada Ifa, pastilah di ruangan itu.

“Seika”

“…”

“Hei, Seika”

“Apa?”

“Ini……”

Amu menunjuk sebuah stiker kecil yang menempel di salah satu sudut pintu.

[Klub Peneliti Probabilistik / Lokasi Pengumuman Keberhasilan]

“Ini…”

Kalau tidak salah ini adalah kata rahasia untuk tempat perjudian itu…

Aku dan Amu pun terdiam, dan kemudian membuka pintu. Sesaat kemudian aku bisa merasakan suara hiruk pikuk masuk ke telingaku.

Serta suara dadu yang dilempar.

Dan juga suara uang yang di hempaskan.

Serta suara gelas sake yang di banting di atas meja.

Bersamaan dengan tawa dan ucapan amarah para tamu.

Suara-suara yang sama dengan yang aku dengar di bar beberapa waktu lalu. Atau lebih tepatnya, Ternyata disini ya tempat perjudian tersembunyinya!!!

“Ifa?”

Amu bergumam di sebelahku.

Ketika aku mengarahkan pandanganku pada apa yang ia lihat, aku menemukan seorang fadis berambut pirang yang sangat aku kenal.

Dan di sekitarnya ada sejumlah siswa laki-laki yang berdiri disana. Jangan-jangan mereka itu adalah kelompok pasukan bodoh ksatria akademi?

Saat menyadari keberadaan kami, Ifa langsung berdiri seolah ia sangat terkejut.

“Eh?? Amu-chan? Seika-kun juga? Kenapa kalian ada di sini …”

“Ifa, apa yang kamu lakukan di tempat seperti ini …”

Ketika aku ingin menghampirinya, pasukan ksatria bodoh itu mengelilingi Ifa.

“Hei, hei. Meskipun kau adalah majikannya, kami tak akan membiarkanmu mengganggu!”

“Ini adalah pertandingan gadis ini, kau hanya boleh diam dan lihat saja…”

“Benar!” “Pergi sana!”

Ah begitu ya.

Menggoda wanita malang, membuatnya terlilit hutang, dan menjadikannya dalam genggaman. Sepertinya teknik ini juga cukup banyak di kehidupanku sebelumnya.

Kalau aku ingin hidup licik, seharusnya aku berusaha mengelola tempat seperti ini dengan baik. Namun bagaimanapun… klurasa ini memang tidak cocok denganku.

Lagipula aku ini mencari kekuatan agar bisa menekan dengan paksa semua kegilaan yang ada di dunia.

“… Hei, kalian….”

Aku menerbangkan hitogata yang tak terlihat untuk membuka gerbang.

“Renungkanlah kesalahan kalian padaku dan para ‘Kstatriua’ di neraka!!”

[Summon———

“Ma-maaf, Seika-kun! Tolong tunggu sebentar lagi!”

Ketika mendengar suara Ifa, aku segera menutup kembali gerbang yang terbuka. Dan kaki besar laba-laba berbulu yang sedikit terlihat ujungnya pun ditarik masuk kembali.

Etto….

“…Kamu bukan melakukan ini karena dipaksa?”

“Eh? Tidak kok… Aku bertaruh dengan uangku sendiri….”

“Ini…  semuanya chip punya Ifa?”

Amu menghampirinya dan bertanya. Dan Ifa pun mengangguk.

“Iya….”

“Eh?? Semuanya??”

Ada banyak sekali chip di atas meja.

Karena aku masih belum memberikannya hasil penukaran hadiah kemarin, itu artinya dia mendapatkan semua ini sendiri??

Sepertinya dia sedang memainkan Human or Dragon. Dan sepertinya tinggal ada satu kartu yang tersisa dan tinggal menunggu kartu itu dibalik saja. Lalu ia mempertaruhkan semua chip miliknya.

“Apa? Kamu mempertaruhkan semuanya untuk hasil seri???”

“Iya…”

“Ifa, apa kau gila??? Hasil seri itu sangat jarang sekali…”

Bahkan Amu yang pernah mengatakan ini hanyalah pertandingan benar-salah saja sudah berkata dengan nada khawatir.

Jika dia memenangkan tebakannya, memang taruhannya akan dikalikan 10 kali lipat, namun peluangnya hanyalah 1/36 saja.

“Tidak apa-apa kok”

Namun Ifa menatap meja dengan tatapan penuh percaya diri.

“Karena keduanya adalah ‘7 air’ kok”

Dengan agak gemetaran, Dealer membalik kartu yang ada di atas meja. Di sisi Human tertera kartu ‘7 Air’. Kemudian di bagian Dragon…. terjnyata juga ‘7 Air’.

Hasilnya seri.

Seketika suara sorakan meluap. Para anggota ksatria akademi itu pun saling berpelukan, serta para tamu yang menonton pun bertepuk tangan dengan meriah.

Semua orang memuji Ifa. Dan dia menerima semua pujian itu dengan malu-malu.

Aku dan Amu yang belum bisa mencerna kejadian ini pun hanya terdiam menatapnya.

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.Ex1 - Ch.07. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *