Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 8
~Onmyouji Terkuat, Marah~

Selamat Membaca….

“Ifa, bisa kamu jelaskan semuanya…”

Dalam perjalanan pulang dari tempat perjudian tersembunyi, Ifa yang sedang membawa tas yang penuh berisi koin emas itu tertunduk.

“Maaf…”

“Begini…. Bukannya aku ingin mengatakan bahwa kamu tidak melakukan hal semau-mu sendiri… tapi karena tempatnya seperti itu….. setidaknya….”

“Sudah sudah sudah! Tidak apa-apa kan… lagipula tidak terjadi apa-apa kan? Ifa juga cuma ingin sekedar bermain saja kan?”

Amu mencoba menengahi kami. Kalau dipikir-pikir peran seperti itu cukup langka. Karena aku dan Ifa memang hampir tidak pernah berselisih.

“Daripada itu! Ifa, yang tadi itu bagaimana kau bisa melakukannya??”

“Yang tadi??”

“Kamu bisa menebak kartu yang masih terbalik tadi kan?? Apa jangan-jangan memang ada strategi untuk bisa memenangkan Human or Dragon??”

Amu bertanya dengan mata yang berbinar.

Manusia satu ini….

“Hm… Sebenarnya strateginya…. Ada…”

“Ada ya ternyata!?”

“Apa!? Apa? Cepat beritahu aku!?”

Ifa pun mulai menjelaskan kepada Amu yang bertanya dengan penuh penekanan dan mencondongkan tubuhnya ke depan.

“Hm… ‘Human or Dragon’ itu adalah permainan yang menggunakan dua tumpukan kartu berisi masing-masing 36 kartu yang sama kan…. kita mulai dengan membuka kartu teratas dari masing-masing tumpukan lalu kita menebak mana sisi yang lebih besar….”

“Ya ya…. terus?”

“Jadi, kalau kita mengingat semua kartu yang telah di balik dari awal, maka kita bisa tahu kartu apa yang akan keluar di kartu terakhir…. jadi setidaknya untuk sekali dalam 36 permainan kita akan dipastikan menang…..”

“Eh??”

Amu tak mampu berkata-kata. Aku juga terkejut mendengarnya. Aku tidak menduganya…..

“Aku tidak menduga ternyata sesederhana itu…”

“Iya… Awalnya aku juga sempat ragu saat pertama kali menyadarinya….”

“Kurasa itu sudah bukan lagi permainan namanya….”

“Apa semua orang tidak sadar ya? Ada orang yang masuk ke permainan di tengah-tengah, dan ada juga orang yang keluar di tengah permainan….”

“Tidak, tidak, tunggu dulu!!”

Tiba-tiba Amu menyela percakapan kami.

“Kenapa kalian berbicara seperti itu normal??? Itu artinya kita harus mengingat masing-masing 35 kartu, jadi totalnya 70 kartu kan??? Mana bisa!!”

“Kalau berusaha sedikit pasti bisa, iya kan?”

“Iya…. Meskipun itu cukup merepotkan…”

Amu menatap kami dan kemudian menghela nafas.

“Tolong jangan katakan itu dengan kalian yang menjadi patokan standarnya…”

“Tidak sesulit itu kok, Amu-chan…. meskipun hanya menghitung sampai kartunya tinggal sedikit saja, itu sudah menaikkan tingkat kemenangan…. atau bisa juga dengan menghitung sudah berapa kali kartu bernilai di atas lima sudah keluar dari masing-masing tumpukan, dengan itu saja sudah bisa mempengaruhi peluang kemenangan kita….”

“Eh???  Kalau Cuma itu mungkin aku juga bisa!! Kalau begitu aku akan segera mencobanya!!”

“Sebaiknya hentikan saja kalau kau mau kembali ke tempat perjudian itu…”

Kemungkinan mereka telah memikirkan metode penanggulangannya.

“Lalu apa yang dilakukan pasukan ksatria sekolahan itu? Apa mereka hanya berkunjung ke tempat judi saja??”

“Ya, aku yang meminta tolong kepada ketuanya…. Aku ingin mereka semua datang saat permainan berlangsung… dan sebagai gantinya aku membagikan 30% dari keuntungan….”

“Kenapa begitu?”

“Karena aku memang berniat untuk menang…”

Ifa mengatakan itu dengan tenang.

“Karena aku tidak ingin tiba-tiba ada orang yang mengerikan keluar dari belakan dan menyalahkanku…… meskipun mereka kalah dari Amu-chan… tapi mereka itu tetap ksatria yang kuat kan? Jadi kalau mereka ada banyak, penjaga di aula judi itu tidak akan bisa berbuat apa-apa….”

“Eh??”

Kok… mengerikan??

Apa orang biasanya akan memperkirakan sejauh itu sebelum pertandingan?

“Hei. Aku juga melihat ada wanita Thief yang sering aku lihat di guild, jangan-jangan…”

“Ya… Aku membuat quest dengan bayaran 10% dari keuntungan…. karena aku tidak ingin di tipu oleh dealernya di akhir permainan….”

“Terlalu waspada!!”

“Tapi sepertinya anak ini jauh lebih mandiri dibandingkan dirimu…”

“Tapi tadi aku agak terkejut….”

Ifa mengatakan itu dengan sedikit nada kecewa.

“Aku tidak menyangka akan mendapatkan angka seri secepat itu…. Aku tahu kalau sekali saja aku menang besar pasti akan segera di usir, jadi aku berniat menambahkan jumlah chip-ku dulu secara perlahan baru kemudian melipat gandakannya 10 kali lipat…..”

“…”

“…”

Tidak, ini terlalu mengerikan.

Apa dia berniat mengeruk lebih banyak dari tempat perjudian itu???

“Tapi… kuharap kamu bisa memberitahu kami dulu soal itu… Kalau hanya sekedar menghadapi para penjaga di sana Aku dan Amu lebih cocok kan?”

“Penampilan kalian berdua tidak menakutkan, jadi mungkin saja akan terjadi hal yang berbahaya….. Lagipula…. Aku tidak ingin membuat kalian khawatir….”

“Justru kami lebih khawatir kalau kamu diam-diam begitu…”

“Sudah.. sudah…. Kan aku sudah bilang itu sudah cukup!”

Lagi-lagi Amu menengahi kami.

“Ifa, urusanmu hari ini sudah selesai kan? Apa kamu mau berkeliling festival sekolah? Masih ada waktu sebelum matahari terbenam…”

“Ya! Aku mau!”

“Ayo, Seika, jalan!”

“I-iya….”

Ketika aku ingin mengikuti mereka, tiba-tiba Yuki berbisik di telingaku.

“Saya baru saja memikirkan sesuatu…. Bukankah sebaiknya Seika-sama belajar soal kelicikan dari gadis itu??”

“Diam…..”

Sebenarnya aku juga sedikit memikirkan soal itu.

 

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.Ex1 - Ch.08. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *