Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 9
~Onmyouji Terkuat, Mendapatkan hadiah, Lagi~

Selamat Membaca….

Festival sekolah pun mencapai hari terakhirnya. Meskipun matahari telah terbenam, namun di dalam wilayah Akademi masih diterangi oleh cahaya menggunakan sihir dan ramai dengan kerumunan orang-orang.

Ketika aku sampai di tempat pertemuan yang telah di janjikan, aku pun menghela nafas. Amu mengatakan bahwa ada sebuah pertunjukan bagus di akhir festival sekolah ini, namun….

“Oh, kau sudah datang…. Hari ini kau datang cepat juga….”

“Amu”

Ketika aku menoleh ke arah sumber suara itu, aku pun bisa melihat sosok Amu berdiri disana.

“Kamu sendirian? Ifa mana?”

“Anak itu akan terlambat sedikit…. Ah dan juga….”

Kemudian dia melanjutkan perkataannya.

“Sebenarnta aku tiba-tiba dapat urusan mendadak… jadi aku harus pergi sekarang….”

“Eh??”

“Maaf ya, bisakah kau menikmati acaranya dengan Ifa saja…”

“Yahh.. Apa boleh buat….”

“Ah iya, aku berikan ini untukmu…”

Sambil mengatakan itu, Amu melemparkan sesuatu berwarna coklat. Akupun berusaha menangkapnya dengan panik.

“Ini… tas kecil??”

Aku menerima sebuah pouch yang sepertinya terbuat dari kulit. Sepertinya tas ini adalah tas yang biasa dipasangkan di sabuk, namun dibuat dengan cukup tangguh.

“Itu sering dipakai oleh petualang… Karena benda itu cukup kuat dan tidak akan tergores, jadi gunakan saja kalau kau butuh….”

“Kenapa bisa tidak tergores??”

“Kalau sampai petualang bisa menggoresnya, mereka pasti sudah hampir mati atau malah dimusnahkan….”

Ah…….

“Terima kasih, tapi kenapa?”

“Hadiah…”

“Hah …?”

“Kalau begitu, aku pergi ya…”

Dan kemudian Amu pun segera pergi. Aku pun memandangi tas yang diberikan sebagai hadiah ini.

Memang benar ini seperti barang bagus. Aku bersyukur. Tapi….

“Tapi ada apa ya tiba-tiba begini??”

“Loh? Apa Seika-sama lupa?”

“Yuki? Soal apa??”

“Hari ini kan….”

“Oh, Seika-kun!”

Karena melihat Ifa terburu-buru berlari kemari, Yuki pun segera bersembunyi.

“Hm? Ada apa?”

“Tidak ada apa-apa… Oh iya, Ifa.. Amu bilang dia ada urusan dan langsung pergi….”

“Eh? Begitu ya??? Amu-chan…. padahal tidak perlu seperti itu…”

“Hmm?”

“Ah tidak kok… tidak ada apa-apa…”

Ifa menggelengkan kepalanya.

Ada apa ya? Ah sudahlah….

“Kira-kira pertunjukan yang dikatakan Amu itu seperti apa ya?”

“Yah, sepertinya akan dimulai setelah matahari terbenam…. Katanya kita bisa melihatnya dengan jelas dari sini….”

“ohh…”

Ngomong-ngomong, aku memang merasa banyak orang berkumpul di sini. Tempat ini bukanlah jalan besar ataupun lapangan terbuka. Apakah pertunjukan disini sangat berbeda dengan yang ada di festival Jepang?

“Seika-kun….”

“Hmm?”

“Sebenarnya ada benda yang ingin aku berikan padamu….”

“Benda apa?”

Ifa juga???

“Ini….”

“Ini??”

Benda yang ia berikan padaku adalah sebuah pisau kecil yang terbungkus disarungnya. Pisau ini kecil dan tampaknya bukan sebuah senjata. Bagian pegangan pisau dan sarungnya memiliki dekorasi yang cukup detail, dan membuat kesan bahwa pisau ini bukanlah pisau yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Sambil tersenyum, Ifa pun berkata.

“Selamat ulang tahun, Seika-kun”

“Ulang tahun? Ah!”

Kalau tidak salah… hari ini ya??

“Eh? Kamu lupa??”

“Aku benar-benar lupa soal itu…”

Aku bahkan tidak menyadarinya jika Luft atau Grey tidak merayakan ulang tahun mereka. Jadi hadiah yang tadi dikatakan Amu adalah soal hadiah ulang tahun?

Sambil tersenyum, Ifa berkata kepadaku.

“Pisau itu cukup luar biasa loh… coba gunakan di kertas….”

“Ah, iya…”

Aku pun mengambil selembar hitogata, dan menggoresnya dari ujung atas, ke ujung bawah menggunakan pisau yang telah keluar dari sarungnya ini.

Aku merasakan ada sedikit aliran kekuatan. Dan hanya dengan sedikit goresan saja…. hitogata itu pun terbelah menjadi dua bagian.

“Ini…. Sihir ya??”

“Ya. Ada sedikit sihir angin di tambahkan di bagian bilahnya… jadi jika hanya benda tipis, akan bisa terbelah hanya dengan ditempelkan saja…”

“Wah… ini luar biasa….”

“Seika-kun, kamu sering menggunakan gunting besar untuk kain yang kamu bawa dari mansion untuk memotong kertas-kertas mantera kan? Kurasa itu cukup sulit digunakan jadi benda ini akan sedikit lebih praktis…”

Ifa berkata demikian.

“Waktu aku melihat benda ini di toko peralatan sihir yang ada dikota, aku pun memutuskan untuk menjadikan benda ini sebagai hadiah…. tapi… itu agak mahal…”

Aku pun mendapatkan kesimpulan.

“Jangan-jangan…. karena itu kamu ingin punya banyak uang??”

“I-iya….”

Dengan malu-malu Ifa pun mengangguk.

Hmm…

Setelah aku pikirkan kembali… gadis ini terlalu baik….

“Tapi… meskipun kamu tidak melakukan hal itu, uang dari hasil perburuan harta harusnya sudah cukup untuk membeli ini kan?”

Setelah mendengar komentarku, Ifa sedikit cemberut.

“Aku ingin mendapatkannya dengan usahaku sendiri…. Karena sampai sekarang aku selalu bergantung dan mendapatkan segalanya dari Seika-kun…”

“…Padahal kamu tidak perlu memedulikan soal itu…”

“Tapi aku peduli…. tapi aku juga senang menerima hadiah lomba itu…. dengan itu aku bisa memberikan hadiah untuk Seika-kun lagi tahun depan….”

Ifa mengatakan itu dengan senyuman diwajahnya.

Ah… gawat… ini gawat…

“Saat kita di mansion, aku selalu melihat Seika-kun saja yang sepertinya kesepian saat ulang tahun… jadi sejak saat itu aku selalu ingin memberikan sesuatu….. tapi waktu itu gajiku sedikit, dan aku juga tidak tahu harus memberikan apa untuk Seika-kun yang seorang bangsawan, dan pada akhirnya aku tidak bisa memberikan apa-apa…. tapi sejak kita tiba di sekolah ini….Loh? Seika-kun?? Kenapa kamu menangis??”

“Ah tidak kok… aku tidak menangis….”

Sambil berkata demikian, aku menyeka sudut mataku dengan lengan bajuku. Aku jadi teringat hari pertama aku mendapatkan hadiah dari muridku.

“Terima kasih Ifa…. Aku akan menggunakan pisau ini dengan baik….”

Ketika aku mengatakan itu, akupun menghentikan tanganku yang sudah berada di atas kepalanya. Oh iya, Amu waktu itu tidak suka dengan ini.

Dengan wajah herannya, Ifa pun bertanya.

“Apa kamu tidak jadi membelai kepalaku??”

“Eh? Aku kira kamu tidak menyukainya….”

“Tidak kok…”

Setelah mengatakan itu Ifa memalingkan wajahnya.

Yah, kalau begitu tidak apa-apa. Aku pun membelai rambut Ifa yang sudah lama tidak kusentuh. Aku dapat merasakan sensasi lembut itu cukup nyaman ditanganku.

“Eh? Tu–”

Tiba-tiba Ifa memelukku. Aku pun dapat menghirup Aroma segar dari seragam yang ia kenakan. Aku pun tersenyum kemudian berkata sambil mengelus kepalanya.

“Ada apa? Kamu terlalu manja…”

Dia pun akhirnya melepaskan pelukannya. Dan dengan wajah tersenyum ia menatapku dan kemudian berkata.

“Seika-kun….”

“Hmm?”

“Sampai kapan pun aku akan berada di pihak Seika-kun….”

Ifa melanjutkan perkataannya.

“Karena itu, suatu saat aku ingin kamu memberitahuku…”

“Eh? itu…”

Tiba-tiba, saat matahari terbenam, terdengar suara keras bergema. Karena terkejut, aku pun melihat ke langit, dan setelahnya aku menjadi lebih terkejut.

Sebuah bunga besar mekar di langit malam.

“Ehhhh?? Apa itu??”

Semakin lama aku melihatnya, bunga itu semakin bertebaran. Setelah itu aku melihat ada sebuah bola api diluncurkan kelangit. Beberapa saat kemudian bersamaan dengan suara dentuman yang keras, bunga kembali mekar di langit malam.

Sepertinya mereka membuat bunga dengan percikan api.

Sihir?? Sepertinya bukan…. Apa itu bahan peledak??

“Wow, luar biasa… Amu-chan bilang, itu namanya kembang api….”

Ifa berkata demikian.

Dan beberapa saat kemudian, bunga api berwarna-warni terus-menerus bermekaran dilangit malam.

Ngomong-ngomong, di Dinasti Song juga memiliki teknik khusus untuk memberikan sinyal tanda menggunakan reaksi nyala api. Jadi sepertinya kembang api itu menggunakan prinsip itu sebagai hiburan ya…. benar-benar boros.

Ifa menoleh kepadaku dan berkata sambil tersenyum.

“Tahun depan kita ikut festival sekolah lagi ya Seika-kun… dengan Amu-chan…”

“Ya….”

Aku pun hanya mengangguk untuk menjawab ajakan Ifa. Namun sebelum itu, aku harus memikirkan akan memberikan sesuatu untuk ulang tahun Ifa. Dan juga Amu.

**** Catatan :
Kembang api di eropa pertama kali ditemukan di Italia pada abad ke-14. Namun bahan peledak(mesiu) sendiri sudah ditemukan abad ke 6-9 masehi. Jadi mungkin tidak aneh jika sudah ada kembang api gaya eropa di abad pertengahan.

 

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Saikyou Onmyouji no Isekai Tenseiki Chapter Vol.Ex1 - Ch.09. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

One response to “Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 9”

  1. Siotong says:

    Thanks min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *