Saikyou Renkinjutsushi no Isekai Chindouchu Volume 1 Chapter 2
~Serangan Maimai~

Selamat Membaca….

“Ghe… fuh.. fuh… aduduh…”

Alma menahan wajahnya sambil tetap terduduk di tanah.

Ia merasakan sedikit sakit, namun ia merasa aneh dengan respon dirinya ini.

Memang benar Alma baru saja melakukan proses Alchemy menggunakan Dark matter yang berbahaya, dan telah menghasilkan ledakan yang sanga besar.

Namun itu semua hanyalah sebuah Game.

Hanya sebuah peristiwa yang terjadi di dalam [Magic Craft].

Dan tentunya rasa sakit itu tidak ada di didalam [Magic Craft].

Meskipun saat kita mendapatkan Damage, kita akan merasakan sedikit terkejut, namun hanya sebatas itu saja.

“Sakit …?”

Ia merasa heran dengan ucapannya sendiri dan mendongak ke atas.

Sinar matahari amat menyilaukan.

Alma sedang terduduk di sebuah padang rumput.

Semua yang ia lihat, semua yang ia rasakan, terasa terlalu nyata.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Apakah ini sebuah padang rumput di dunia nyata?

Alma sempat berpikiran demikian, namun langsung terbantahkan melihat sulaman emas di lengan bajunya.

“Ini adalah jubah yang aku buat di [Magic Craft]…?”

Iapun berdiri dan memastikan pakaiannya dengan seksama.

Semakin ia memperhatikannya, ia semakin tidak ragu dengan penglihatannya bahwa ini semua adalah Equipment yang ia gunakan di [Magic Craft].

‘Apa jangan-jangan ini masih di dalam game?’ ia sempat berpikiran demikian, namun segera ia bantah.

“Ini pasti adalah dunia nyata. Ini pasti ada di suatu tempat di bumi. Pasti begitu! Oyy apa ada orang??? Kalian mau menipuku ya!! Bercandanya jelek banget!!! “

Ketika Alma berteriak, terdengar sedikit suara di belakangnya.

‘Tampaknya ada seseorang!’ sambil beranggapan seperti itu, Alma menoleh ke belakang.

Dari dalam tanah, muncul sebuah siput raksasa. Seluruh tubuhnya dipenuhi pola berwarna biru. Itu adalah sebuah monster bernama [Maimai] yang ada dalam [Magic Craft].

“Ternyata, memang ini dunia game..!?!?”

Dihadapan makhluk yang tidak mungkin muncul di dunia nyata ini, Alma merasa lemas. Sementara itu, [Maimai] kedua dan ketiga muncul, menghancurkan permukaan tanah di sekitarnya. Para [Maimai] itu mulai menggigit alma yang terjatuh.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Tidak, berhenti! Berhenti!”

Ia berusaha bangkit, namun ia terpeleset.

Para [Maimai] itu mulai menekan Alma.

“Ubbu!”

Alma yang ditindih oleh kerumunan [Maimai] berusaha merangkak ditanah.

(Kalau begini terus aku bisa mati!!! Aku harus melakukan sesuatu!!!)

Kepanikan telah membuat rasionalitas Alma memudar.

Sambil dipermainkan oleh para [Maimai] itu, Alma berusaha menggapai-gapai udara kosong. Namun pada kenyataannya, keselamatan Alma tidak terancam hanya oleh sekumpulan [Maimai].

Di dalam [Magic Craft], [Maimai] adalah monster yang berada pada urutan terbawah, Merupakan monster sepele.

[Magic Craft] adalah sebuah game yang berkonsep mengumpulkan bahan bahan dan membuat markas.
Karena itu, Alma yang merupakan pemain kelas atas, bukan berarti ia memiliki tubuh berotot seperti manusia super, ataupun memiliki tubuh yang super tagguh.

Namun sebaliknya, ia memiliki banyak Skill dan meguasai penggunaan berbagai jenis item.

Meskipun kemampuan fisiknya tidak terlalu berbeda dengan orang biasa, namun bukan berarti ia dapat dengan mudah dibunuh oleh sekumpulan [Maimai]. Namun itu adalah jika Alma tidak menggunakan perlengkapan apapun. Saat ini Alma menggunakan jubah buatannya sendiri, maka semakin mustahil serangan [Maimai] yang hanya monster rendahan dapat menembus pertahanannya.

Baik Alma maupun para [Maimai] tidak mengetahui ini, dan saling meniban diantara mereka.

(Oh iya! Kalau ini benar-benar di dalam [Magic Craft], maka pasti ada [Magic Bag]!)

[Magic Craft] memiliki sebuah item bernama [Magic Bag], sebuah item yang dapat dugunakan untuk menyimpan benda berkali-kali lipat dari ukuran kelihatannya.

Itu merupakan sebuah item yang wajib dibawa oleh semua pemain.

Alma berusaha meraih pinggangnya. Lalu jarinya menyentuh tas itu.

“Ini dia!”

Saat saya menyentuh tas itu, gambaran isi didalam tas itu muncul kedalam pikirannya.

Alma dengan panik mencari pedang yang sering ia gunakan diantara semua item yang ia miliki itu. Dan ia bisa melihat Cahya merah Adamantite di dalam pikirannya itu.

[Pedang Adamantite]

Sebuah pedang yang paling terkenal di dunia, namun ini bukanlah pedang yang terbaik yang dimiliki Alma.

Namun, didalam [Magic Craft], senjata memiliki [Durability] dan jika nilai [Durability] ini mencapai nol, maka senjata itu akan hancur. Karena itu biasanya Alma menggunakan [Adamantite Sword] untuk penggunaan sehari-hari.

Alma memusatkan fokus pada pikirannya, dan mengeluarkan item dari [Magic Bag] miliknya dan kemudian berbalik.

“Bikki!”

Hanya dengan satu tebasan, ketiga [Maimai] itu hancur dan melayang di udara. Tubuh tyang berceceran serta cangkang yang rusak tergeletak ditanah.

Jangan lupa untuk komen ya…

Alma pun menjadi tenang dan mengusap dahinya.

“Hah.. hah.. Bagaimana hasilnya…”

Sambil mengeluh, melihat cangkang yang berserakan ini ia menganggp kalau ini tidak akan menjadi barang berharga.

Meskipun merasakan bahaya mengancam hidupnya, ia masih memikirkan nilai bahan yang ia dapatkan dari drop item. Seperti yang diharapkan dari seorang pemain kelas atas.

“Hmm ……?”

Kemudian Alma menyadari sesuatu yang aneh.

Ia bingung, meskipun benda itu bersinar terang, benda di tangannya ini bukanlah [Adamantite Sword]. Itu hanyalah sebuah bantang kayu hitam yang terpoles yang diujungnya dikaitkan dengan sebuah bilah persegi. Itu adalah [Cangkul Adamantite].

Karena ia terburu-buru meraihnya ketika meilihat kilauan khas Adamantite, ia salah mengira kalau itu adalah [Pedang Adamantite].

Benda itu hanyalah peralatan untuk mengolah ladang yang berada di [Magic Craft]. Benda itu memiliki [Durability] yang lebih tinggi ketimbang cangkul biasa, dan membuat tanaman sayuran dapat lebih cepat tumbuh.

“…Yasudahlah..?”

Alma menghela napas dalam-dalam.

Setelah kembali tenang, Alma mulai berpikir kembali.

Ini jelas-jelas bukanlah dibumi, dan bukan juga sebuah mimpi. Sensasi dan penglihatan ini terlalu nyata untuk sebuah mimpi. Alma memejamkan matanya dan mengetuk-ngetuk jari telunjuknya ke dahi. Ini adalah kebiasaannya ketika sedang berpikir.

“Sepertinya penampilan ini… Tidak salah lagi sosok Alma di [Magic Craft] ya kan…”

Kalau bisa Di share juga ya…

Wajah Alma terpantul di bilah cangkul yang berwarna merah transparan itu.

Ia menyentuh lembut dengan jarinya lambang ular Ouroboros yang ada di bawah matanya, dan memastikan anting-anting emas di telinganya.

“Soalnya aku belum pernah buat tato dan tindikan…”

Ia tak bisa lagi lari dari kenyataan. Dirinya telah dipindahkan ke dunia lain, dalam wujud Avatarnya di dalam game [Magic Craft]. Sepertinya memang itulah kenyataan yang tak terbantahkan lagi.

Meskipun di dalam hatinya ia merasa ini adalah hal yang sangat bodoh.

Di dalam [Magic Craft] Dark Matter adalah sebuah item yang sangat berbahaya, dan tidak dapat di prediksi bahaya yang akan muncul. Karena itu Alma tidak pernah menyentuhnya dengan sembarangan.

Menggunakan sejumlah besar Dark matter dan adamantite dan juga menggunakan [World End’s Bomb] yang memiliki energi panas super besar untuk melakukan proses Alchemy, menyebabkan Alma dipindahkan kedunia lain kedalam dunia yang mirip dengan [Magic Craft] ini.

Meskipun Alma sendiri menyangkal hal ini, namun berdasarkan kronologis, inilah yang paling masuk akal.
Hal-hal yang seharus nya tak terjadi di dunia nyata telah terjadi di hadapanya. Tidak mengherankan entah apa pun penyebabnya.

Terlebih Alma sangat menyukai [Magic Craft]. Bagi Alma tidak aneh jika dia lebih mengutamakan [Magic Craft] ketimbang makan tiga kali sehari. Bahkan ia pernah sampai jatuh sakit karena login 24 jam tanpa tidur.

Adalah sebuah kebohongan jika dia menyatakan tidak senang dengan situasi dimana ia bisa menikmati [Magic Craft] di dunia yang terasa jauh lebih realistis daripada hanya di dalam game ini, namun ia masih merasa sedikit cemas.

“—Untuk sementara kita cek dulu inventory kita deh…”

Terimakasih telah mampir…

Selamat Membaca….

“Ghe… fuh.. fuh… aduduh…”

Alma menahan wajahnya sambil tetap terduduk di tanah.

Ia merasakan sedikit sakit, namun ia merasa aneh dengan respon dirinya ini.

Memang benar Alma baru saja melakukan proses Alchemy menggunakan Dark matter yang berbahaya, dan telah menghasilkan ledakan yang sanga besar.

Namun itu semua hanyalah sebuah Game.

Hanya sebuah peristiwa yang terjadi di dalam [Magic Craft].

Dan tentunya rasa sakit itu tidak ada di didalam [Magic Craft].

Meskipun saat kita mendapatkan Damage, kita akan merasakan sedikit terkejut, namun hanya sebatas itu saja.

“Sakit …?”

Ia merasa heran dengan ucapannya sendiri dan mendongak ke atas.

Sinar matahari amat menyilaukan.

Alma sedang terduduk di sebuah padang rumput.

Semua yang ia lihat, semua yang ia rasakan, terasa terlalu nyata.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Apakah ini sebuah padang rumput di dunia nyata?

Alma sempat berpikiran demikian, namun langsung terbantahkan melihat sulaman emas di lengan bajunya.

“Ini adalah jubah yang aku buat di [Magic Craft]…?”

Iapun berdiri dan memastikan pakaiannya dengan seksama.

Semakin ia memperhatikannya, ia semakin tidak ragu dengan penglihatannya bahwa ini semua adalah Equipment yang ia gunakan di [Magic Craft].

‘Apa jangan-jangan ini masih di dalam game?’ ia sempat berpikiran demikian, namun segera ia bantah.

“Ini pasti adalah dunia nyata. Ini pasti ada di suatu tempat di bumi. Pasti begitu! Oyy apa ada orang??? Kalian mau menipuku ya!! Bercandanya jelek banget!!! “

Ketika Alma berteriak, terdengar sedikit suara di belakangnya.

‘Tampaknya ada seseorang!’ sambil beranggapan seperti itu, Alma menoleh ke belakang.

Dari dalam tanah, muncul sebuah siput raksasa. Seluruh tubuhnya dipenuhi pola berwarna biru. Itu adalah sebuah monster bernama [Maimai] yang ada dalam [Magic Craft].

“Ternyata, memang ini dunia game..!?!?”

Dihadapan makhluk yang tidak mungkin muncul di dunia nyata ini, Alma merasa lemas. Sementara itu, [Maimai] kedua dan ketiga muncul, menghancurkan permukaan tanah di sekitarnya. Para [Maimai] itu mulai menggigit alma yang terjatuh.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Tidak, berhenti! Berhenti!”

Ia berusaha bangkit, namun ia terpeleset.

Para [Maimai] itu mulai menekan Alma.

“Ubbu!”

Alma yang ditindih oleh kerumunan [Maimai] berusaha merangkak ditanah.

(Kalau begini terus aku bisa mati!!! Aku harus melakukan sesuatu!!!)

Kepanikan telah membuat rasionalitas Alma memudar.

Sambil dipermainkan oleh para [Maimai] itu, Alma berusaha menggapai-gapai udara kosong. Namun pada kenyataannya, keselamatan Alma tidak terancam hanya oleh sekumpulan [Maimai].

Di dalam [Magic Craft], [Maimai] adalah monster yang berada pada urutan terbawah, Merupakan monster sepele.

[Magic Craft] adalah sebuah game yang berkonsep mengumpulkan bahan bahan dan membuat markas.
Karena itu, Alma yang merupakan pemain kelas atas, bukan berarti ia memiliki tubuh berotot seperti manusia super, ataupun memiliki tubuh yang super tagguh.

Namun sebaliknya, ia memiliki banyak Skill dan meguasai penggunaan berbagai jenis item.

Meskipun kemampuan fisiknya tidak terlalu berbeda dengan orang biasa, namun bukan berarti ia dapat dengan mudah dibunuh oleh sekumpulan [Maimai]. Namun itu adalah jika Alma tidak menggunakan perlengkapan apapun. Saat ini Alma menggunakan jubah buatannya sendiri, maka semakin mustahil serangan [Maimai] yang hanya monster rendahan dapat menembus pertahanannya.

Baik Alma maupun para [Maimai] tidak mengetahui ini, dan saling meniban diantara mereka.

(Oh iya! Kalau ini benar-benar di dalam [Magic Craft], maka pasti ada [Magic Bag]!)

[Magic Craft] memiliki sebuah item bernama [Magic Bag], sebuah item yang dapat dugunakan untuk menyimpan benda berkali-kali lipat dari ukuran kelihatannya.

Itu merupakan sebuah item yang wajib dibawa oleh semua pemain.

Alma berusaha meraih pinggangnya. Lalu jarinya menyentuh tas itu.

“Ini dia!”

Saat saya menyentuh tas itu, gambaran isi didalam tas itu muncul kedalam pikirannya.

Alma dengan panik mencari pedang yang sering ia gunakan diantara semua item yang ia miliki itu. Dan ia bisa melihat Cahya merah Adamantite di dalam pikirannya itu.

[Pedang Adamantite]

Sebuah pedang yang paling terkenal di dunia, namun ini bukanlah pedang yang terbaik yang dimiliki Alma.

Namun, didalam [Magic Craft], senjata memiliki [Durability] dan jika nilai [Durability] ini mencapai nol, maka senjata itu akan hancur. Karena itu biasanya Alma menggunakan [Adamantite Sword] untuk penggunaan sehari-hari.

Alma memusatkan fokus pada pikirannya, dan mengeluarkan item dari [Magic Bag] miliknya dan kemudian berbalik.

“Bikki!”

Hanya dengan satu tebasan, ketiga [Maimai] itu hancur dan melayang di udara. Tubuh tyang berceceran serta cangkang yang rusak tergeletak ditanah.

Jangan lupa untuk komen ya…

Alma pun menjadi tenang dan mengusap dahinya.

“Hah.. hah.. Bagaimana hasilnya…”

Sambil mengeluh, melihat cangkang yang berserakan ini ia menganggp kalau ini tidak akan menjadi barang berharga.

Meskipun merasakan bahaya mengancam hidupnya, ia masih memikirkan nilai bahan yang ia dapatkan dari drop item. Seperti yang diharapkan dari seorang pemain kelas atas.

“Hmm ……?”

Kemudian Alma menyadari sesuatu yang aneh.

Ia bingung, meskipun benda itu bersinar terang, benda di tangannya ini bukanlah [Adamantite Sword]. Itu hanyalah sebuah bantang kayu hitam yang terpoles yang diujungnya dikaitkan dengan sebuah bilah persegi. Itu adalah [Cangkul Adamantite].

Karena ia terburu-buru meraihnya ketika meilihat kilauan khas Adamantite, ia salah mengira kalau itu adalah [Pedang Adamantite].

Benda itu hanyalah peralatan untuk mengolah ladang yang berada di [Magic Craft]. Benda itu memiliki [Durability] yang lebih tinggi ketimbang cangkul biasa, dan membuat tanaman sayuran dapat lebih cepat tumbuh.

“…Yasudahlah..?”

Alma menghela napas dalam-dalam.

Setelah kembali tenang, Alma mulai berpikir kembali.

Ini jelas-jelas bukanlah dibumi, dan bukan juga sebuah mimpi. Sensasi dan penglihatan ini terlalu nyata untuk sebuah mimpi. Alma memejamkan matanya dan mengetuk-ngetuk jari telunjuknya ke dahi. Ini adalah kebiasaannya ketika sedang berpikir.

“Sepertinya penampilan ini… Tidak salah lagi sosok Alma di [Magic Craft] ya kan…”

Kalau bisa Di share juga ya…

Wajah Alma terpantul di bilah cangkul yang berwarna merah transparan itu.

Ia menyentuh lembut dengan jarinya lambang ular Ouroboros yang ada di bawah matanya, dan memastikan anting-anting emas di telinganya.

“Soalnya aku belum pernah buat tato dan tindikan…”

Ia tak bisa lagi lari dari kenyataan. Dirinya telah dipindahkan ke dunia lain, dalam wujud Avatarnya di dalam game [Magic Craft]. Sepertinya memang itulah kenyataan yang tak terbantahkan lagi.

Meskipun di dalam hatinya ia merasa ini adalah hal yang sangat bodoh.

Di dalam [Magic Craft] Dark Matter adalah sebuah item yang sangat berbahaya, dan tidak dapat di prediksi bahaya yang akan muncul. Karena itu Alma tidak pernah menyentuhnya dengan sembarangan.

Menggunakan sejumlah besar Dark matter dan adamantite dan juga menggunakan [World End’s Bomb] yang memiliki energi panas super besar untuk melakukan proses Alchemy, menyebabkan Alma dipindahkan kedunia lain kedalam dunia yang mirip dengan [Magic Craft] ini.

Meskipun Alma sendiri menyangkal hal ini, namun berdasarkan kronologis, inilah yang paling masuk akal.
Hal-hal yang seharus nya tak terjadi di dunia nyata telah terjadi di hadapanya. Tidak mengherankan entah apa pun penyebabnya.

Terlebih Alma sangat menyukai [Magic Craft]. Bagi Alma tidak aneh jika dia lebih mengutamakan [Magic Craft] ketimbang makan tiga kali sehari. Bahkan ia pernah sampai jatuh sakit karena login 24 jam tanpa tidur.

Adalah sebuah kebohongan jika dia menyatakan tidak senang dengan situasi dimana ia bisa menikmati [Magic Craft] di dunia yang terasa jauh lebih realistis daripada hanya di dalam game ini, namun ia masih merasa sedikit cemas.

“—Untuk sementara kita cek dulu inventory kita deh…”

Terimakasih telah mampir…

Anda telah membaca Saikyou Renkinjutsu-shi no Isekai Chindouchu Chapter Vol.01 - Ch.02. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

2 responses to “Saikyou Renkinjutsushi no Isekai Chindouchu Volume 1 Chapter 2”

  1. psp06 says:

    Makasih updatenya min, ditunggu kelanjutannya.

  2. Zirco says:

    Lanjut min, kayanya sih seru bangt nih, genre creator creator emang seru sih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *